You and Dance is Everything to My Life ( chap 8 )

title : You and dance is everything to my life
author : jieunmiow
casts : Eunhyuk, Park Hyun Mi, park jungmin, park yoochun
Lenght: Chapter
Genre : Romance
Rating : PG-15
Chap : 8

——————————————————————————
“ Dasar yeoja pabbo, kalau kau dari awal ceritakan hal ini padaku, aku tidak akan pernah membiarkan semuanya menjadi lebih buruk. Kau tahu semua ini hanya membuat ku takut saja.” Lalu ku kecup lembut bibir pucatnya itu.

Aku sudah menghubungi yoo chun di jepang dan memberitahukan keadaan adiknya ini. Dia jungmin malam ini akan langsung menuju korea. Dan dia melarang ku untuk memberitahu orang tuanya di Jakarta, katanya biar mereka yang menghubunginnya. Dan aku menyetujui itu.
—————————————————————————–
Chap 8
*Eunhyuk pov*
Hari sudah berganti pagi lagi, tapi yeoja ku ini masih saja belum membuka matanya. Hangkyung hyung sudah pulang tadi malam, dan disini hanya ada aku saja. Aku memang menyuruhnya untuk pulang ke dorm, dan aku sudah izin kepada teuki hyung untuk absen dari jadwal latihan ku hari ini. Dan beberapa kali juga aku mendapat pesan dari member yang lain. Isinya hampir sama, semua menyuruh ku tenang dan bersabar. Dan wookie dongsaeng ku satu ini tidak pernah lupa menyuruh ku untuk makan. Andai saja hal itu mudah aku lakukan, aku mungkin sudah makan dari tadi malam. Namum semuanya nihil aku lakukan, aku tidak ingin apa – apa kecuali yeoja ku ini segera membuka matanya.
*Hyun mi pov*
Saat ku buka mata, kulihat semua di depan ku terlihat putih. “ Dimana aku.” Batin ku bicara. Kepala ku memang sudah tidak sakit, tapi aku benar – benar merasa sangat lemah. Ku lihat ke arah samping kanan ku, ada eunhyuk disitu. Kulihat wajahnya sangat khawatir sekali dengan keadaan ku, aku tahu dia terkejut senang melihat ku sadar dari tidur panjang ku ini.
“ Oppa.” Panggilku, dengan suara yang sudah jelas berbeda dari biasanya. Eunhyuk hanya memegang tanganku dengan erat dan tangan kirinya memegang dahi ku. “ Dimana aku sekarang ?”
“ Kau saat ini ada dirumah sakit.” Jawabnya.
“ Rumah sakit ?? Kenapa aku ada disini, aku mau pulang saja.”
“ Hyun mi ah… Sudahlah jangan keras kepala. Mau sampai kapan kau menutupi semuanya dari ku.” Ucapnnya bagaikan petir yang menyambar diriku, apa dia sudah mengetahui semuanya. Aku tidak mau hal itu terjadi. “ Mau sampai kapan kau menyimpan ini sendiri.” Aku hanya diam menatapnya. Biarpun wajahnya tergambar jelas dia mengkhawatirkan ku, tapi aku tahu dia marah karena aku membohonginya.
“ Kau ini bicara apa oppa ?? Apa maksud mu, tidak ada satu hal pun yang ku tutupi dari mu.” Aku berusaha untuk meyakininnya kembali.
“ Hyun mi ah, tolong jangan bohongin aku lagi. Kau tahu semua hal yang kau lakukan hanya memperburuk semuanya dan hal itu membuatku takut. Bisakah kau mengerti hal ini untuk ku?” Kini tangannya sudah tak lagi menggenggam tangan ku, ekpresi kesal sudah tergambar jelas diwajahnya.
“ Tidak ada hal yang ku sembunyikan dari mu.”
“ Dasar keras kepala.” Ucapnya sambil beranjak dari tempat duduknya disebelahku.
“ Oppa.” Panggilku dengan air mata yang sudah tak bisa lagi ku bendung.
“ Istirahatlah, aku hanya akan membeli minuman diluar.” Dia memang menghentikan langkahnya namun tidak sama sekali menoleh pada ku.
Aku tahu dia marah ku, aku tahu dia sangat benci saat aku berbohong padanya. Namun aku lebih takut dan lebih tidak ingin melihat wajah sedihnya karena aku. Tanpa pikir panjang aku berusaha bangun dari tempat tidur ini dan menahannya untuk keluar dari kamar ini. Aku lupa dengan selang infusan yang terpasang ditangan kiri ku, ku cabut selang itu agar tidak menghambat ku mengejarnya.
*Eunhyuk pov*
Apa yang ku lakukan, harusnya aku bisa menjaganya saat ini bukannya bersikap seperti ini. Aku sedih dengan semua ini, namum aku tidak dapat membohongin diriku sendiri kalau aku marah padanya karena dia telah membohongin ku. Saat aku akan membuka pintu kamar ini, langkah ku tertahan. Hyun mi menarik ku dan dia terjatuh.
“ Hyun mi ah, apa yang kau lakukan ? Sudah ku bilang kau istirahat.” Ku coba untuk membangunkannya dan menggendongnya ke tempat tidur, namun dia menolaknya. Terpaksa aku berjongkok untuk menyamain posisi ku dengannya.
“ Aku tidak mau istirahat, bila oppa masih marah padaku. Aku mau oppa tetap disini” Rengeknya sambil menangis. Aku memang marah, tapi melihatnya menangis seperti ini membuatku luluh. Ku seka air matanya.
“ Yeoja pabbo.” Ucapku sambil tersenyum padanya. “ Aku tidak akan kemana – mana, aku hanya akan membeli minuman di luar. Dan aku tidak marah pada mu.”
“ Geojimar, aku tahu kau marah karena aku telah membohongin tentang keadaanku.” Tangisnya justru semakin pecah saja. “ Jeongmal mianhae oppa, aku tahu hal ini salah. Tapi aku justru lebih takut dan sedih jika kau tahu hal ini. Karna hal ini hanya akan membuat mu sedih juga, dan aku tidak mau melihat ekpresi itu diwajah mu oppa. Aku hanya ingin selalu melihat senyum mu di sisa hi..” Belum sempat dia melanjutkkan kata – katanya, bibirnya sudah ku tutup dengan bibir ku. Ku lumat lembut bibir mungilnya. Ciuman ini sangat berbeda, selain bercampur dengan air mata hal ini aku lakukan pula dengan perasaan yang tidak ku mengerti.
“ Ssssttt.. jangan pernah katakan hal itu. Kau pasti sembuh dan aku berjanji akan selalu tersenyum untuk mu.” Ucapku setelah melepas ciuman itu dan langsung memeluknya erat.
Ku gendong dirinya kembali ketempat tidurnya, dan aku juga langsung memanggil suster untuk memasang selang infusan yang di lepas paksa olehnya. Bahkan dia masih dalam pelukan ku saat suster memasang kembali selang infusan itu, dan masih dengan tangisannya dalam pelukan ku. Dan aku terpaksa harus ikut berbaring di atas tempat tidurnya.
“ Chagiya….” Panggil ku padanya dengan suara yang sengaja ku buat manja. “ Udah donk, jangan nangis lagi. Sudah ku bilang aku tidak marah. Kau harus istirahat.” Bujuk ku padanya, tapi dia hanya menatapku dengan pandang yang tidak ku mengerti. “ Waeyo chagi ? Kenapa menatap ku seperti itu ?” Tanya ku penasaran, tapi hanya tetap diam. “ Kau ini, baiklah akan aku nyanyikan sesuatu.”
Hyun Mi Pov
Eunyuk mulai menyanyikan lagu untuk ku, it’s u. Ya itu lagu favorite ku. Hal ini malah semakin membuat ku tambah sedih. “ Tuhan aku tidak ingin jauh darinya.” Ku peluk dirinya semakin erat, dan ku pejamkan mata. “ Gomawo oppa.” Ucapku pelan untuknya, dan dia hanya membalasnya dengan mengelus – elus rambut ku.
Eunhyuk pov
“ Eunhyuk ssi, eunhyuk ssi.” Panggil seseorang sambil memegang bahu ku. Rupanya aku tertidur saat menjaga Hyun Mi. Saat ku buka mata, ku lihat jungmin disebelah ku. “ Haish…apa yang terjadi ?? Kau tertidur hanya untuk menjaga adik ku.”
Ku lihat yoochun sedang sibuk dengan barang bawaannya. “ Gwenchana…. Aku senang kalian sudah ada disini.”
“ Sudah – sudah kini giliran kami yang menjaga adik kami. Aku juga tidak ingin kau sakit hanya karena menjaga adik ku saja.” Ucap jungmin sambil mengambil hyun mi dari peluk ku dan membenarkan posisi tidurnya ke tempat tidur.
“ Ya itu benar eunhyuk ssi. Kau juga perlu istirahat. Lihatlah penampilan mu saat ini, sangat kacau.” Sambung yoochun. “ Sekarang kau harus pulang, bersihkan diri mu dan istirahat lah sebentar. Tenang saja aku dan jungmin yang akan menjaganya. Eomma dan appa akan segera tiba di korea sore ini. Aku sangat berterima kasih sekali pada mu, aku tidak akan tahu bagaimana keadaannya jika tidak ada diri mu disampingnnya.” Ucapnnya sambil menatap hyun mi. Aku dapat melihat pandangannya sangat sedih, ya aku mengerti perasaan itu.
“ Baik lah, aku akan pulang.” Ku ambil kunci mobil ku dan langsung berpamitan pulang.
——————————————————————————
*eunhyuk pov*
Aku tidak pulang ke dorm dengan keadaan seperti ini, aku butuh sendiri. Sesampainnya di apartement pun aku masuk kedalam kamar dan duduk disudut favorite yeoja ku. Banyak sekali kenangan disudut ini, mulai dari senyumnnya, tawanya bahkan air matanya. Semua itu bisa ku ingat dengan jelas. Tanpa ku sadari tangis ku pun pecah, semuanya yang terjadi padanya membuat ku sangat takut, sangat takut untuk kehilangan dirinya.
Tuhan adilkan ini untuk ku. Jika waktunya hanya sebentar, aku mohon untuk kali ini saja penuhi permohonan ku. Apapun akan aku lakukan untuk bisa membuat hidupnya lebih lama bahkan aku rela jika aku bertukar posisi dengannya.
Pikiran ku saat ini sangat kacau, aku tidak bisa berfikir normal. Ku langkahkan kaki ku ke kamar mandi. Ku nyalakan shower yang ada didalamnnya, air dingin mengguyur tubuh ku tidak mampu menghapus semuanya. Tanpa pikir panjang cermin yang ada dihadapan ku ku tinju dengan keras. Ya cermin itu pecah dengan darah yang mengalir dari tangan ku.
Hyun Mi pov
Semua keluarga ku sudah mengetahui mengenai penyakit ku ini. Eomma dan appa sudah datang dari Jakarta. Hal pertama yang dilakukan eomma saat datang adalah memeluk ku sambil menangis. Ya pada akhirnya aku membuat semua orang sedih. Aku senang mereka berkumpul. Tapi Wajah appa dan yoochun oppa sama khawatirnya, sedangkan jungmin oppa satu – satunya orang yang paling terlihat santai, dia yang dari tadi berusaha membuat ku tertawa.
“ Eomma…. Aku mau pulang.” Pinta ku.
“ Hyun mi ah… Apapun akan eomma lakukan untuk menyembuhkan penyakit mu. Kau harus tetap disini sampai semuanya membaik.” Jawab eomma.
“ Tapi aku sudah tidak apa – apa. Aku mau pulang.”
“ Hyun mi ah… Lakukan hal ini demi eomma mu.”
“ Percuma, apapun yang akan dilakukan hidup ku memang sudah tidak ak….” Belum sempat aku melanjutkan kata – kata ku, jungmin oppa yang paling dekat dengan ku membekap mulut ku. “ Ya !! Oppa, apa yang kau lakukan.” Bentak ku pada nya.
“ Kau ini, jangan asal bicara.” Jawabnya.
“ Tapi itu benar kan ? Kalian saja yang berusaha untuk tidak menerima itu semua.” Ucap ku tertunduk. Bukan penyakit ini yang ku takuti, melainkan perasaan takut karena harus meninggalkan mereka semua.
Lalu tiba – tiba jungmin oppa mengangkat dagu ku dan mencubit kedua pipi ku. “ Wajah apa ini ? Kenapa harus memperlihatkan wajah seperti ini ? Kau bisa lewati semua ini, ayo perlihatkan senyum mu.” Perintahnya, bagaimana bisa semua nya memang terlanjur membuat ku sedih. Bukannya tersenyum aku malah menangis. “ Oppa bilang kau harus tersenyum, jangan menangis.” Perintahnya kembali sambil menyeka air mata ku. Ku paksakan senyum ku. “ Nah begitu kan lebih baik.” Ku lihat senyum oppa ku, setelah dia melepaskan tangannya di pipi ku, aku pun langsung memeluk erat oppa ku ini.
“ Gomawo oppa.”
——————————————————————————

Hyun mi pov
Setelah hampir seminggu aku pulang dari rumah sakit, hari ini adalah hari semua keluarga kembali pada kegiatannya masing – masing. Eomma dan appa pulang ke Jakarta, yoochun dan jungmin oppa menuju jepang untuk memberesi pekerjaan yang ditinggalnnya beberapa hari yang lalu. Mereka akan kembali ke korea saat pertunjukan tari ku. Ku lihat eunhyuk sedang serius berbicara dengan yoochun oppa, eomma dan appa berjalan paling depan. Sedangkan jungmin oppa sedang sibuk menggendong ku, dia tidak membiarkan aku untuk berjalan. Ku lihat eunhyuk melihat ke arah ku, dia tersenyum namum senyum nya terasa beda, seperti dipaksakan. Ya memang beberapa hari ini aku menemukan perbedaan sikap darinya. Aku lebih sering melihatnya melamun. Apalagi setelah kejadian semalam dimana aku merengek untuk keluar dari rumah sakit. Mereka semua akhirnya kalah dengan keinginan ku, namum dokter yang mengizinkan aku pulang melarang aku untuk melakukan kegiatan yang berat. Dan eomma pun langsung menyuruh ku untuk berhenti menari.
Flash back
“ Kau boleh pulang, tapi kau harus berhenti menari.” Ucapan eomma bagaikan petir yang menyambar dihati ku. Aku tidak akan mungkin untuk berhenti menari, menari adalah hidup ku.
“ Aku tidak mau. Eomma tidak bisa melarang ku untuk itu.”
“ Kau harus melakukannya.”
“ Tidak mau.” Tangis ku pecah. “ Appa, jungmin oppa, yoochun oppa ayo bilang kalau aku boleh menari. Jungmin oppa ayo dukung aku untuk ini, oppa kau kan mengerti bagaimana hidup ku tanpa menari. Hal ini sama saja dengan oppa dan music, oppa juga tidak akan bisa meninggalkan music kan? Ayo oppa dukung aku.” Rengek ku pada jungmin oppa.
“ Baiklah, aku mengerti posisi mu. Aku akan mendukung mu untuk itu, lakukan lah hal yan kau suka.” Jawab jungmin oppa.
“ Jungmin ah.. kau.” Ucap eomma pada jungmin.
“ Maafkan aku eomma, aku mengerti dengan yang hyun mi rasakan. Aku juga tidak akan pernah bisa meninggalkan music.” Jawab jungmin oppa.
“ Appa juga akan mendukung hyun mi.”
“ Appa.” Ucapku sambil memeluk appa ku.
“ Aku tidak mengizinkannya, aku ikut eomma.” Sambung yoochun oppa. “ Lalu bagaimana dengan mu eunhyuk ssi, kau mengizinkannya atau tidak ?” Tanya yochun oppa pada eunhyuk yang dari tadi hanya diam.
“ Apa aku di izinkan untuk memberikan suara ?” Tanyanya.
“ Bagi kami, kau sudah menjadi bagian keluarga ini eunhyuk ssi.” Jawab eomma.
“ Terima kasih bibi.” Ucapnya sambil tersenyum pada eomma ku.
“ Oppa, kau harus mengatakan ‘ya’ untuk hal ini. Bayangkan jika ini adalah posisi mu. Aku tidak bisa berhenti menari.” Eunhyuk hanya diam saat aku merengek. Dia hanya menatap ku lekat – lekat. “ Oppa, demi aku. Mungkin ini akan jadi permintaan terakhir ku. Jadi aku mohon penuhi hal yang aku mau.” Eunhyuk masih diam tanpa suara, matanya memperlihatkan hal yang tidak aku mengerti.
“ Akan aku penuhi, tapi dengan beberapa syarat. Semua jadwal latihan mu aku yang mengatur. Latihan mu harus dibawah pengawasan ku dan kau hanya boleh berlatih selama 1 jam setengah setiap harinya.” Ucapnya.
“ Oppa…. Aku tidak peduli dengan syarat itu, jika aku masih di izinkan untuk menari. Gomawo oppa.”
End Flash Back.
Jungmin oppa menurunkan ku dari punggungnnya. Pesawat eomma dan appa yang akan lebih dulu pergi. Aku berlari ke arah eomma.
“ Jaga diri mu baik – baik disini. Jangan lupa untuk selalu mengabarkan keadaan mu setiap harinya. Hubungin oppa – oppa mu juga di jepang. Jangan lupa untuk selalu minum obat dan ikuti terapi itu. Eomma akan pasti kan setiap bulannya mengunjungi disini.” Aku hanya mengangguk iya dengan semua hal yang dikatakan eomma ku. Ku peluk eomma lalu appa.
Begitu juga dengan jungmin dan yoochun oppa mereka berpamitan dan yang terakhir eomma berpesan pada eunhyuk.
“ Eunhyuk ssi, tolong jaga dia baik – baik disini. Bibi percaya pada mu, sesekali hubungin bibi juga.”
“ Ne, aku akan menjaga. Hati – hati dijalan.” Jawab eunhyuk sopan.
Lalu berikutnya, jungmin dan yoochun oppa yang pergi. Ku peluk erat kedua oppa ku ini. Jungmin oppa hanya berpesan agar aku bisa dapat tersenyum terus. Pesan yoochun oppa hampir sama seperti dengan eomma ku. Mereka akhirnya pergi namum sebelum mereka benar – benar hilang dari pandangan ku, aku berteriak.
“ Oppadeul saranghaeo !!” Teriak ku keras, ku lihat kedua oppa ku tersenyum.
Ya sekarang aku hanya berdua di bandara dengan eunhyuk. Tiba – tiba eunhyuk menggandeng tangan.
“ Ayo kita pulang.” Ucapnya sambil tersenyum.
Belum sempat aku menjawab, dia sudah menarik ku ke punggungnya dan menggendong ku. “ Oppa !!!” Teriak ku kaget. “ Kau membuat ku kaget.”
“ Ayo pulang, aku lapar.” Jawabnya sambil berlari menuju mobil di parkiran.

**

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s