You and dance is everything to my life ( chap 6 )

Chap 6
Hyun Mi pov
Setelah konser itu aku dan eunhyuk jadi jarang sekali bertemu. Eunhyuk dan aku sama – sama di sibukan dengan kegiatan masing – masing. Eunhyuk sibuk dengan persiapan konser berikutnya sedangkan aku di sibukan dengan latihan kompetisi yang acaranya 1 bulan mendatang. Ya mungkin dengan jarang bertemu aku bisa dengan rapi menutupi kebohongan ku tentang penyakit ini. Ponsel ku bergetar, dan ku lihat ternyata pesan dari eunhyuk ku.
”Chagi, aku kangen….. Kau sudah makan”
Selama hampir sebulan ini, aku hanya berkomunikasi melalui ponsel. Dan jika bertemu hanya hitungan jam dalam makan siang saja dan itu pun sudah sangat di paksakan. Hmmm… hari ini aku tidak ada latihan tari dan dosen mata kuliah ini juga tidak ada, waktu ku kosong namum tidak dengan eunhyuk. Ku jawab pesan darinya.
”Aku tidak kangen pada mu oppa, heheehhe ^^ ya aku sudah makan. Bagaimana pekerjaan mu, lancar – lancar saja kan?”
Terpaksa aku berbohong, aku belum makan karena memang tidak ingin. Ponsel ku bergetar lagi, cepat sekali dia membalasnya.
”Baiklah, temani aku makan. Aku tidak suka melihat mu termenung di dekat jendela”.
Darimana dia tahu aku duduk di dekat jendela ? Apa dia sekarang ada di kampus ku.
”Oppa kau dimana ??”
Aku melihat ke arah luar halaman kampus ku, tapi aku tidak menemukan sosoknya ataupun mobilnya. Ponsel ku bergetar kembali.
”Cepat lah, dosen mu hari ini tidak hadir kan.”
Semakin kaget saja aku di buatnya dengan pernyataan seperti itu. Ku ambil tas ku dan langsung keluar dari dalam kelas ku. Tapi baru beberapa langkah ku keluar dari kelas, ada tangan yang menarik ku ke arah samping. Ku lihat dia menggunakan jaket dan memakai kupluknya serta menggunakan topi pula sehingga wajahnya tidak terlihat. Aku hampir berteriak di buatnya, namum saat ku lihat wajahnya, itu eunhyuk.
” Oppa.” Suara ku terdengar keras, karena kaget. Dan eunhyuk hanya menginsyaratkan ku untuk mengecilkan volume suara ku, aku hanya mengangguk tanda mengerti. ” Apa yang kau lakukan di tempat ini? Kau kan tahu bagaimana resikonya kalau publik menemukan mu.” Dia bukannya menjawab tapi malah menggandeng ku berlari ke arah luar gedung. Ku lihat ke arah sekitar ku, banyak mata yang memandang dengan tatapan heran.
Setelah sampai di mobilnya, dia membuka penyamarannya.
” Chagi…aku kangen sekali.”
Bukannya menjawab, tapi aku malah tertawa. ” ahaahahaha , oppa kau lucu.” Suaranya manja sekali, tapi tidak terkesan romantis * nah loh…bayangin aja dah sendiri gimana suaranya, heheheh* hal ini yang membuat ku tertawa.
” Kau jahat chagi, aku sungguh – sungguh merindukan mu tapi malah kau tertawa kan.” expresinya semakin lucu, tapi aku berusaha menahan tawa ku.
” Ne ne, aku juga kangen sekali pada mu oppa. Hari ini kau mau makan apa?”
” Apa ya..kita masak saja di apartement ku. Hari ini waktu kosong aku ingin bersama mu.”
” Ok kalau begitu, kita belanja dulu.”
Aku pun dengan eunhyuk pergi berbelanja untuk memasak makanan. Namum saat kami berjalan mencari makanan untuk makanan kura – kura ku, tiba – tiba saja turun hujan deras. Ya aku dan eunhyuk keluar dari gedung pusat perbelanjaan itu, dan sekarang kami benar – benar kehujanan saat kembali menuju tempat parkir di gedung itu. Pakaian ku basah semua, saat sudah sampai apartement eunhyuk dia langsung menyuruh ku untuk berganti pakaian.
” Kau tidak bawa baju ganti kan ? Pakai ini.” di lemparkannya kemeja ke arah ku. Untung saja aku selalu membawa celana pendek, jadi tidak perlu meminjam celana besarnya juga.
Kemeja sangat harum, harum dengan wangi khas dirinya. Namum kemeja ini sangat kebesaran di tubuhku, sehingga hampir menutupi celana pendek ku. Setelah aku keluar kamar mandi eunhyuk langsung masuk ke dalamnya untuk berganti pakaian juga. Aku berjalan menuju sudut favorit ku yang ada di apartementnya dan itu ada di dalam kamarnya. Ku bawa juga segelas susu hangat yang ku buat untuk ku dan untuknya. Dari sudut favorite ini aku bisa melihat indah soul di atas ketinggian sebuah apartement.
Saat sedang asyik dengan lamunan ku, eunhyuk datang tiba – tiba dari belakang dan langsung memeluk ku dari belakang. Dia masih bertelanjang dada, dan harum sabun dari tubuhnya sangat tercium.
” Chagi…” Panggilnya, kali ini terdengar manja namum romantis. Aku hanya bisa tersenyum. ” Apa yang kau pikirkan?”
” Aniyo…aku hanya sedang menikmati susu ini dan melihat – lihat saja.” tapi eunhyuk langsung mengambil gelas itu dan menaruhnya di atas meja.
” Hari ini, aku benar – benar ingin bersama mu.” Tanpa izin dari ku dia mengangkatku lalu menjatuhkan ku bersama dengan dirinya ke tempat tidur.
” Oppa apa – apaan si kau ?” Tentu saja aku kaget denga perlakuannya yang seperti itu, ku benarkan posisi tidur ku menjadi duduk. Namum dia bangun dan memeluku ku dari belakang.
” Hahahaha, kau lucu. Chagi aku ingin benar – benar bersama mu, seperti ini.” Posisinya kini sudah benar – benar memeluk ku dari belakang, pelukannya sangat erat. Kurasakan bibirnya sudah mendarat di tenguk ku. Jelas sudah seperti ini aku tidak bisa berkutik dengan semua keinginanya.
” Oppa.” Panggil ku pelan, dia pun melepaskan bibirnya dari tenguk ku dan kini kepalanya bersandar di bahu ku.
Eunhyuk pov
Ekpresinya yang kaget sudah ku duga. Aku tahu dia sangat sensitif dengan hal bermesraan, aku tahu dia mau tapi dia juga memang malu. Bisa ku mengerti hal itu, ini tidak membuat ku tersinggung tapi hal ini adalah hal favorite ku karena bisa menggodanya dan aku bisa dapat ekpresi lucu yang dia keluarkan.
Dia berusaha lari dari pelukanku, namum aku dengan cepat menariknya kembali ke dalam pelukanku. Ada yang berbeda dengan dirinya, entah berapa lama aku tidak memeluknya seperti ini. Kurasakan tubuhnya semakin kurus dan memang cukup jelas wajahnya terlihat sedikit lebih tirus dari biasanya. Ahh…aku tahu ini hanya program diet yang dia lakukan untuk mempersiapkan kompetisi dance nya. Ku cium tenguknya dengan lembut, ya dia memang diam dia tahu apa yang aku mau.
” Oppa.” Panggilnya pelan.
Ku lepaskan ciuman itu, dan menyandarkan kepala ku di bahunya. “ Ne, kenapa chagi?”
“ Aniyo. Aku hanya ingin menanyakan bagaimana pekerjaan mu saja?”
Ku atur agar posisi kami berdua nyaman. Ku senderkan tubuhku ke ujung tempat tidur, dan kini ku tarik dia agar bersandar di dada ku. Hari ini memang hari istirahat ku, setelah beberapa hari lalu ku lalui dengan kesibukan ku. Hari istirahat dengannya adalah hari yang menyenangkan.
Lalu aku ceritakan kepadanya tentang beberapa hari yang lalu tentang semua hal yang ku lewati. Dan ketika cerita ku selesai. Aku langsung menanyakan hal yang di lewatkannya beberapa hari ini. ” Apa saja yang kau lakukan chagi selama tanpa aku disisi mu.” Tanya ku yang langsung ku sambung dengan tawa. ” Tentang kompetisi itu, kau sudah persiapan dengan benar kan?”
” Ne oppa, aku tidak akan main – main dengan kompetisi besar ini. Aku juga sudah merancang kostumnya.”
Hari ini entah kenapa dia sangat lain, dia memang banyak bicara tapi tidak sebanyak ini. Hmm…entahlah atau aku memang dalam kondisi yang lelah jadi merasakan hal ini. Hal terakhir yang ku dengar dari suaranya. ” Aku yakin kau suka oppa.”
Hyun mi pov
” Aku yakin kau suka oppa.” Ucapku, namum tidak ada reaksi. ” Oppa.” Panggilku. ” Oppa kau dengarkan ?” Sambil ku coba menggerakkan badannya, tapi saat aku menoleh ke arah belakang ku lihat dia tertidur.” Haissh… Kebiasaan sekali namja ku ini.” Aku tersenyum melihat ekspresi tidurnya.
Ku lepaskan pelukkannya dari tubuh ku, dan ku tarik dirinya sehingga memposisikan dia dengan posisi tidur yang nyaman. Ku tarik selimut untuknya. ” Dasar babo, sudah tahu dingin masih saja senang tidur dengan bertelanjang dada.” Ku tatap wajah tidurnya lalu aku pergi keluar dari kamarnya.
Ponsel ku berdering, ” Yobbseo, jungmin oppa ??.” Ucapku senang, oppa ku menelpon. ” Genki desu ka?” Ku gunakan bahasa jepang saat berbicara dengan oppa ku ini. ” Oppa kapan kau pulang, aku kangen. Kabar yoo chun oppa juga baik-baik saja kan disana?” Aku benar-benar rindu dengan kedua oppa ku ini. ” Hounto desu ka?? Kau akan akan ke korea akhir bulan ini. Kalau begitu kau dan yoo chun oppa harus melihat ku tampil dalam kompetisi tari ku. Hai, wakkata oppa, Yoo chun oppa ni yoroshiku. Suruh juga dia menelpon ku, kalian berdua jangan teralu sibuk dengan pekerjaan lain kali kita harus ke jakarta menemui eomma dan appa. Bye oppa”
Senang sekali oppa ku menelpon, aku sangat merindukannya. Mereka sibuk dengan pekerjaannya, hampir satu minggu sekali mereka menelpon bergantian, setiap hari aku hanya memberikan kabar ke mereka dengan cara mengirim email saja. Baru saja aku akan melangkah ke arah dapur, kepala ku terasa sakit sekali. Ku pegang kepala ku dengan tanganku bermaksud menahan sakitnya, namum percuma hal ini tidak akan berpengaruh apa-apa. Aku harus dengan cepat mengambil obat ku, kalau tidak aku akan ketahuan oleh eunhyuk. Rasanya ingin sekali ku berteriak karena rasa sakit ini, namun ku tahan sebisa mungkin agar tidak membangunkan eunhyuk. Ku lihat darah sudah mulai keluar dari hidung ku.
” Oh tidak, bagaimana ini.”
Aku takut darah ini mengenai kemeja putih eunhyuk, aku tidak mau dia tahu soal ini. Ku paksakan langkah ku menuju ruang tengah dimana aku menaruh tas ku. Saat hampir sampai mengambil tas ku, penghilihatan ku sudah kabur, semua sudah berbayang dan aku jatuh ke lantai. ” Tuhan untuk kali ini tolong aku, aku belum siap jika dia mengetahui kondisi ku.” Batin ku bicara. Dengan semua tenaga ku aku mencoba meraih tas yang ada di atas meja itu, setelah mendapatkan tas itu aku segera mencari obat itu dan langsung ku minum.
Obat yang aku minum memang membuat ku sedikit lebih baik, ku coba untuk berdiri dan duduk di sofa. Masih terasa lemas, ku rasa kondisi ku semakin memburuk. Ya kemotrapi yang aku ikuti hanya berjalan sebentar, semua pengobatan itu hanya membuat ku merasa sakit dan takut jadi aku memutuskan untuk berhenti saja. Bagi ku obat yang paling manjur adalah melakukan hal yang ku mau selama sisa hidup ku. Memiliki eunhyuk dan menari adalah segalanya dalam hidupku, dengan itu aku bisa bertahan. Dan keluarga juga menjadi bagian penting itu pula. Meski aku selalu menangis saat membayangankan bagaimana melihat wajah sedih mereka ketika tahu dengan kondisi ku. Aku sayang dia dan keluargaku.
” Tuhan ku mohon kuatkan aku sampai semua hal yang ku inginkan tercapai. Jika aku harus meninggalkan dia, keluarga ku serta impian ku izinkan aku untuk melakukan semua keinginan ku terlebih dahulu. Kau mengirimkan dia sebagai namja ku adalah hal terindah dalam hidupku, semua bakat yang ada pada ku merupakan anugrah yang kau kasih untuk ku. Jika aku harus pergi, aku mau menutup hidup ku dengan hal yang indah, aku mau memberikannya senyum dan hal yang tidak bisa dia lupakan dari diri ku. Tuhan aku yakin kau bisa dengar ini. Amin.”
Ku seka air mataku, aku harus bisa mengontrol ini semua. Ku alihkan semua yang kurasa dengan mengerjakan desain baju tarian ku nanti. Ku duduk dilantai dengan laptop yang ada di atas meja. Baru setengah jam aku mengerjakan desain ku, tapi mata ku sudah berat, ini karena pengaruh obat itu pasti.
Eunhyuk pov
Saat ku buka mata ku hal yang pertama yang ku lihat adalah jam di meja samping tempat tidur ku. Sudah jam tujuh rupanya, ku lihat langit sudah menjadi gelap dari jendela yang terbuka dikamar ku. Ku bangun dari posisi ku dan mencari hyun mi. Dimana dia, apa sudah pulang?? Saat aku keluar kamar, ku lihat dia tertidur di meja depan televisi. Ku dekatkan langkah ku ke arahnya, sepertinya dia tertidur saat mengerjakan desain baju tarinya. Ku angkat tubuhnya dan ku gendong dia ke tempat tidur ku dikamar. Hari ini sepertinya aku harus tidur di sofa, karena tidak mungkin membangunkannya dia tidur dan dia terpaksa menginap disini. Ku tarik selimut untuknya, ku cium keningnnya dan aku tinggalkan dia di kamar ku. rencana masak berdua hari batal, ya karena aku tertidur dan dia pun tertidur terpaksa aku memasak sendiri. * poor eunhyuk, hahaha *

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s