WHITE LIE Chap 1 Part 3

Chapter 1 Part 3

Keesokan paginya …….

(POV Yoochun)

Pagi-pagi sekali kami di haruskan bangun, karena pagi itu adalah jadwal pemotretan majalah dan siangnya kami menjadi pengisi di acara Starking. Sebenarnya aku sangat malas untuk bangun pagi itu. Tapi manager datang ke dorm dan mebangunkan kami semua dengan paksa. Jaejoong hyung hari ini tidak memasak karena kami akan makan di lokasi pemotretan. Setelah semuanya siap, kami berangkat ke sana dengan mobil van yang dikendarai manager. “Hoaaahhhmmmm” aku menguap berkali-kali di dalam van. Di bangkuku selalu tersedia boneka dinosaurus dari fans yang kugunakan untuk bantal tidurku di van. Keempat member sedang asyik bercanda ketika aku tiba-tiba saja tertidur selama perjalanan.

Sesampainya di lokasi pemotretan di pinggir pantai, aku di bangunkan oleh Jaejoong hyung. ‘Syukurlah bukan Junsu yang membangunkanku. Setidaknya Jaejoong hyung membangunkanku dengan lembut. Tidak seperti Junsu.’ Kami turun dari van dan menuju sebuah tenda besar tempat berganti pakaian. Terlihat di sana Yunho hyung sedang sibuk mengaduk aduk isi tasnya. Tidak tanggung-tanggung, dia memutahkan semua isi tasnya ke meja. Dia terlihat panic. “Mencari apa hyung?” tanyaku. “Ponselku.” Aku ikut membantunya mencari. “Nah ini ponselnya. Daritadi ada di depanmu.” Kataku menunjuk sebuah ponsel tepat di depan mata Yunho hyung. “Bukan yang ini. Kalau ini ponsel khusus untuk game. Kalau yang kucari itu ponsel khusus untuk menghubungi pacarku.” Jawabnya tanpa memandang ke arahku. “Kau mencari ini?” Jaejoong hyung tiba-tiba muncul dari belakang dengan membawa sebuah ponsel berbentuk aneh milik Yunho hyung. Yunho hyung terlihat kaget melihat ponselnya ada di tangan Jaejoong hyung. Buru-buru dia merebut ponsel itu. “Kenapa ponselku bisa ada di tanganmu?” tanya Yunho hyung dengan sedikit kesal. “Kau tadi meninggalkannya di meja makan.” Jawab Jaejoong hyung tenang. “Kau sudah lihat apa saja?” “Aku tak melihat apapun. Kau kan tahu aku tak bisa mengoperasikan ponselmu.” “Ah, baiklah aku percaya padamu. Maaf aku sedikit kasar.” ‘Aneh, respon Yunho hyung kenapa berlebihan begitu? Itukan hanya sebuah ponsel biasa. Atau jangan-jangan…. Ada yang dia sembunyikan?’ Kuputuskan untuk bertanya padanya. “Memang apa isinya? Kenapa kau marah-marah tanpa alasan pada ibu?” tanyaku. “Hahahahaha di sini banyak video porno. Aku hanya tidak mau kalian melihatnya.” Jawabnya santai dan melengang pergi begitu saja meninggalkan kami berdua. Sebelum menghilang di balik pintu, dia berbalik “Ibu, gomawo!” katanya. Jaejoong hyung hanya tersenyum mendengarnya.

Hari ini kami kecuali Yunho hyung telah selesai pemotretan dan syuting. Yunho hyung masih ada satu kali sesi pemotretan lagi. Saat kami menunggu Yunho hyung, Manager mendekati kami dan menyerahkan sebuah kaset video pada kami. “Itu rekaman konser kalian kemarin.” Katanya. Jaejoong hyung yang paling bersemangat menontonnya. Sesampainya di dorm, Jaejoong hyung langsung menuju ruang TV untuk menonton rekaman video itu. Kami pun mengikutinya. Jaejoong hyung menyalakan video itu dan kami pun mulai menonton. Konser kami kemarin tergolong sukses besar. Baru 2 tahun memulai debut, kami sudah bisa mengadakan konser sendiri dan tiketnya terjual habis. Bahkan katanya banyak yang tidak memperoleh tiket. “Siapa pria tampan itu? Suaranya merdu sekali.” Kenarsisan Jaejoong hyung kembali kumat saat dia melihat tayangan video clib kami atau konser kami. “Kau salah bicara bu…. Harusnya ‘Siapa wanita cantik itu? Suaranya merdu sekali.’” Ledek Junsu. Bletak!!!! “Awwwww!” Jaejoong hyung langsung menjitak kepala Junsu hyung. “Waaaahhhh ternyata aku sangat tampan ya… lihat! Fans ku banyak sekali!” katanya lagi. “Kau tahu hyung? Kenapa Kita sangat populer?” tanya Junsu hyung. Kami semua menoleh ke arahnya penasaran. “Aku populer karena aku perfect, Yoochun hyung populer karena dia lucu, Changmin populer karena dia sangat baik, Yunho hyung populer karena dia berkharisma dan kau populer karena kau cantik. Hahahahaha” ledek Junsu lagi. Sekarang semua member membantu Jaejoong hyung menggebuk Junsu dengan boneka guling kami. Kami tidak terima dia bilang dia perfect. Kami semua tertawa bersama.

(POV Yunho)

Pagi itu Jaejoong bangun kesiangan, akhirnya dia tidak bisa memasak untuk kami. Akan membutuhkan waktu yang lama kalau menunggunya memasak. Perut kami sudah lapar. Akhirnya aku dan Junsu pergi ke restaurant cepat saji yang buka 24 jam. Di sana kami membeli 5 potong ayam goreng, 5 burger, 5 kentang goreng dan 5 juice. Setelah mendapat apa yang kami butuhkan, aku dan Junsu pulang dengan berjalan kaki. Saat itu kami sama sekali tidak memakai kacamata, sehingga dengan mudah orang-orang yang berpapasan dengan kami mengenali kami. “Kyaaaaaaaaaa!!!! Itu U-know dan Xiah oppa…” teriak mereka. Mereka pun mengejar kami berdua. Aku tidak bisa masuk ke dorm karena mereka pasti akan mengejar kami sampai di dalam. Jadi kuputuskan untuk bersembunyi sampai mereka pergi. Kami berdua bingung mencari tempat sembunyi sampai akhirnya Junsu mengusulkan agar kami bersembunyi di belakang mobil Yoochun yang kebetulan selalu terparkir di parkiran samping dorm. Aku berada tepat di depan plat nomor mobil Yoochun sebelah belakang. Secara tidak sengaja, aku merasa janggal dengan plat nomor itu. Kalau dilihat dari jauh memang seperti plat biasa, tapi saat itu aku pertama kalinya melihat plat nomor itu dari jarak sedekat itu. Ya, ada sesuatu yang janggal. Kuamati lebih detil lagi sampai Junsu mengagetkanku. “Hyung! Mereka sudah pergi. Ayo kita masuk sebelum mereka datang lagi.” Kata Junsu. Aku pun menurut. Aku tak ingin membuat Junsu merasa curiga padaku.

Kamipun masuk ke dorm dan makan bersama. Siang ini kami ada pemotretan dan pembuatan video clib. Setelah makan, kami bersiap-siap menuju lokasi pemotretan. Sebelum itu, aku menghilangkan rasa penasaranku pada plat mobil Yoochun. Tanpa mereka ketahui, aku pergi menyelidiki plat nomor mobil Yoochun. Aku membawa spy kits ku yang berupa mikroskop mini. Kudekatkan mikroskop itu pada tulisan putih di plat nomor. Aku sangat kaget melihat apa yang ada di bawah mikroskopku. Sebuah tulisan yang sangat kecil. ‘Ini kan, kode Intel. Apa jangan-jangan Yoochun adalah anggota CIA sepertiku? Tapi kenapa selama ini aku tidak tahu sama sekali? Penyamarannya benar-benar bagus.’ Kuputuskan untuk menyelidiki Yoochun. Aku penasaran padanya. Apa dia dikirim untuk membantuku atau untuk menggantikan tugasku? Tapi kenapa tidak ada pemberitahuan sama sekali dari pusat? Siapa sebenarnya Yoochun? Kusimpan rasa penasaran ini dalam hati sampai aku selesai pemotretan dan syuting video clib. Aku akan memikirkan cara untuk menyelidiki asal usul Yoochun.

(POV Junsu)

“Uwaaaahhhh capeknya hari ini…. Aku mau langsung tidur ah….” Aku merebahkan tubuhku ke sofa di ruang TV. “Tumben kau tidak menonton Cinderella’s Sister?” tanya Changmin. “Aku capeeeeeeee….” “Baguslah, kalau begitu aku bisa nonton berita malam ini.” Kata Changmin senang. “Tidak bisa! Hari ini aku mau nonton Cinderella’s Sister.” Kata Jaejoong hyung tiba-tiba. “Tapi malam ini giliranku menonton berita hyung! Tidak ada gunanya kita nonton serial drama. Kalau menonton berita kan kita jadi bisa tahu perkembangan Negara ini. Hyung, kita sebagai generasi muda harus bla bla bla bla bla bla.” Kata-kata Changmin membuat telingaku gatal. ‘Dasar anak genius.’ Batinku. Kulirik Jaejoong hyung dengan mata yang hampir tertutup. Dia berkomat-kamit menirukan kata-kata Changmin. Setelah Changmin selesai berceramah, “Hei kau anak genius, belajar saja sana di kamar! Jangan mengganggu acara TV ku!”ledek Jaejoong hyung. Dia tahu kalau Changmin paling tidak suka disebut anak genius. Makanya Jaejoong hyung sangat suka mengganggunya. Sudah bisa dipastikan Changmin akan pergi dengan menangis saat ini. Benar juga. Changmin berdiri dan menjejakkan kakinya dengan marah ke lantai, dan dia pergi. Dia melewati Yunho hyung yang sedang minum di dapur. Lalu Yunho hyung menghampiri kami. “Kenapa dia?” tanya Yunho hyung. “Berantem sama Junsu.” Jawab Jaejoong hyung ngasal. Aku yang sudah hampir terlelap langsung bangun lagi. “Apa? Kenapa aku?” tanyaku bingung. “Junsu, dewasalah sedikit! Jangan mengganggu Changmin terus! Dia itu sensitive.” Yunho hyung memarahiku tanpa aku tahu di mana letak kesalahanku. “Memangnya apa salahku?” tanyaku. “Sudahlah, kau tidur lagi saja Junsu. Dan kau Yunho, mau tidur atau menemaniku menonton TV?” Jaejoong hyung berusaha lari dari kesalahannya lagi. Dia selalu begitu. Selalu mengkambing hitamkan aku. “Aku tidur saja. Capek. Kau tidak tidur? Besok kalau kau terlambat bangun lagi siapa yang akan memasak?” “Ah besok kan tidak ada jadwal kerja, kalau kalian lapar, beli saja makanan di restaurant dekat rumah kita.” Jawab Jaejoong hyung santai. “Hhhh terserah kau sajalah.” Yunho hyung melengang masuk ke kamarnya, sementara aku kembali tidur di sofa.

(POV Changmin)

‘Menyebalkan sekali Jaejoong hyung! Lain kali akan kubalas dia!’ Aku mulai menyusun rencana balas dendam pada Jaejoong hyung. Akan kuhantui dia dengan kecoa. Malam itu juga, saat semua member sudah lelap tertidur, aku beroperasi sendiri mengumpulkan kecoa-kecoa dari gudang. Kecoa itu kumasukkan ke dalam sebuah kardus yang telah kubungkus cantik dengan kertas kado, lalu kado itu diam diam kuselundupkan ke kamar Jaejoong hyung. Kuletakkan di samping bantalnya.

Keesokan harinya….. hana, du, se…..

“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!” teriakan Jaejoong hyung membangunkan seisi rumah. Kami semua bergegas menuju kamar jaejoong hyung. Di sana dia dengan piyama hamtaronya sedang berada di atas lemari sambil meringkuk ketakutan. Junsu hyung spontan tertawa. Aku menahan tawa agar tidak dicurigai. “Jaejoong, kau kenapa?”tanya Yunho hyung. “Kecoaaaaaa!!!!” teriak Jaejoong hyung lagi. Dia benar-benar phobia kecoa. “Kenapa bisa kecoa sebanyak ini ada di sini?” Tanya Yoochun hyung. “Molla! Ada yang mengerjaiku. Aku yakin itu.” “Hahahahaha yah impas deh hyung… Kau kan juga sering menjahili kami. Mungkin ini semacam hukum karma untukmu.” Junsu hyung mulai ngasal. “Hahaha iya juga ya… Aku juga setuju denganmu Su.” Kata Yunho hyung. “Hei cepat usir kecoanya!” teriak Jaejoong. “Ne ne hyung.” Yoochun hyung langsung mengambil semprotan serangga dan mengusir kecoa-kecoa yang ada di ranjang Jaejoong hyung itu.

(POV Yunho)

Aku melakukan pengamatan terhadap Yoochun. Aku harus tahu kenapa dia dikirim ke tempat yang sama denganku. Dan dia dari divisi mana sebenarnya? Kenapa aku tak pernah melihatnya di kantor pusat. Berhari-hari aku mengamatinya, mengintainya dan menyelidikinya, tetapi aku tak menemukan satupun yang janggal dari dirinya. Penyamarannya sungguh hebat.

Malam itu di lokasi syuting, kulihat Yoochun sedang menerima telepon dari seseorang. Dia terlihat buru-buru berpamitan pada manager dan segera pergi. Aku tak ingin melewatkan kesempatan ini. Siapa tahu malam ini dia mendapat tugas menangani spionase atau sejenisnya. Aku pun mengikutinya keluar. Tentu saja dengan mengendap-endap. Tetapi sampai di luar aku kehilangan jejaknya. Aku berhenti sejenak di tempatku dan mencari kemungkinan di mana dia akan pergi. Tiba-tiba muncul seseorang dari belakangku. Dia menepuk bahuku. Spontan aku menengok ke belakang. “Sedang apa kau hyung?” Yoochun tiba-tiba muncul dari belakangku seolah-olah dia tahu aku sedang membuntutinya. “Ah…. Tidak… A..aku hanya.. ingin mencari angin sebentar. K..Kau mau ke mana?”tanyaku gugup. “Aku akan menemui seseorang. Ya sudah aku berangkat dulu ya!” kata Yoochun padaku. Aku hanya mengangguk pelan, sementara dia pergi meninggalkanku sendiri di tempat itu dengan rasa penasaran yang begitu meluap-luap. ‘Aku tidak bisa mengikutinya lagi.’ Kuputuskan untuk masuk ke dalam lagi. Berpikir tentang siapa sebenarnya orang yang akan ditemuinya. Kenapa dia terlihat sangat terburu-buru. ‘Aish!!!! Yoochun, kau lebih misterius dariku. Sebenarnya apa yang kau sembunyikan?’

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s