The Fool for The Weird part 2

Part 2

(Donghae POV)
Kibum tadi… Kenapa dia berwajah seperti itu didepan kamar Hyukkie? Seperti memikirkan sesuatu…
Hahh… Aku meneguk air yang ada didalam botol airminumku. Ayolah Lee Donghae… mungkin saja dia masih bingung dengan hubungan YeWook begitu juga dengan Hyukkie. Aku tidak boleh berburuk sangka…
“Yha! Donghae!!” tiba-tiba Heechul hyung mengagetkanku.
“nde hyung?” tanyaku.
“Temani aku belanja yuk…” ajaknya sambil mengeluarkan jurus puppy eyes-nya. Maaf saja hyung, meskipun kau mengeluarkan jurus andalanmu itu aku tidak bisa ikut.
“Mianhae hyung, tapi aku harus menyelesaikan sesuatu” tolakku.
“lagu itu ya? Hahh… Kenapa jadi begini sih? Hannie, Kangin dan Kibum-ah…” ujarnya sedih.
“Ah hyung!! Kalau kau mau ajak Kibum saja?” usulku.
Heechul hyung kelihatan kaget dengan usulku. “Kibum ada disini?” tanyanya tak percaya.
“Ne hyung, kalau kau mau aku akan memanggilnya” jawabku sambil berjalan menuju kamarku.
“tidak perlu, biar aku sendiri yang mengajaknya” tolak Heechul hyung. Kegembiraan terpancar jelas dari matanya. Pasti dia juga merindukan Kibum karena Heechul hyung langsung memanggil Heechul hyung.

Sudah 10 menit sejak Heechul hyung pergi belanja bersama Kibum. Heechul hyung langsung membuat keributan sedetik setelah ia menghampiri Kibum. Aku tidak tau Kibum diapakan olehnya, yang pasti Kibum terlihat acak-acakan.
Sekarang hanya ada aku, Hyukkie, Eeteuk hyung, Yesung hyung dan Wokkie. Yang lainnya lagi pergi. Enaknya ngapain ya?
“Donghae-ah!!” tiba-tiba seseorang mengagetkanku. Aku menoleh untuk melihat siapa orang yang sudah berani menggangguku. Aku terbelalak melihat Hyukkie tersenyum kearahku. Senyum yang selalu bisa membuatku lebih tenang.
“Hyukkie” sahutku.
“Kenapa melamun?” tanyanya sambil duduk disebelahku.
“Aniyo. Aku hanya merasa bosan” jawabku sambil tersenyum.
Ia hanya memandangku heran. Entahlah, aku juga tidak tahu kenapa.
“Hei Donghae-ah, bagaimana kalau kita melakukan sesuatu yang menarik” ajaknya tiba-tiba.
“boleh! Apa?” jawabku semangat. Ditengah kebosanan seperti ini kurasa itu ide yang sangat bagus.
Hyukkie terlihat berpikir keras sambil memutar-mutar bola matanya. Itu membuatnya semakin manis saja.
“Entahlah! Aku juga tidak tahu” jawabnya setelah sekian lama berpikir. Aku langsung cengo mendengar jawabannya. Dasar aneh.
“bagaimana kalau kita ketempat latihan. Rasanya sudah lama aku tidak menari berdua denganmu” ajakku. Kurasa itu akan menjadi hal yang sangat menyenagkan.
“Ide bagus!! Kalau begitu ayo kita berangkat” jawabnya senang dan langsung menarik tanganku begitu saja tanpa tahu perasaanku.

****
(Eunhyuk POV)
Lagi-lagi begini, padahal saat di dorm tadi moodnya bagus, tapi begitu sampai disini moodnya jelek lagi. Hae.. sebenarnya kau ini kenapa?
Aku memandang Donghae yang masih melanjutkan tariannya. Ini sedikit aneh, tidak biasanya ia tidak memandangku saat menari bersama. Apa aku telah berbuat sesuatu yang salah sehingga dia tidak mau memandangku dan menjauhi seperti ini.
“Donghae-ah” panggilku.
Donghae langsung menghentikan tariannya dan memantikan musik.
“nde?” tanyanya.
“Akhir-akhir ini kau sedikit aneh, kenapa?” tanyaku langsung.
“Aneh? Kurasa tidak, aku baik-baik saja dan tetap seperti biasanya” jawabnya heran sambil memutarkan tubuhnya.
“Benarkah? Kalau begitu mungkin cuma perasaanku saja” ujarku sambil tersenyum. Aku tidak mau dia kepikiran.
Kami kembali menari bersama. Kali ini moodnya kembali membaik namun ia masih sedikit menjaga jarak denganku. Aku tak tahu kenapa, apa aku membuat sesuatu hal yang membuatnya kesal padaku?
“Hae panggilku ditengah-tengah tarian kami.
“hnn” sahutnya.
“kenapa kau akhir-akhir ini aku merasa kau menjaga jarak denganku? Apa aku berbuat sesuatu kesalahan padamu?” tanyaku polos. Terlalu polos malah.
Donghae menghentikan tariannya. Lagi-lagi dia terdiam tanpa menjawab pertanyaanku.

****
Donghae POV)
“Kenapa?” ulang Hyukkie. Aku masih memunggunginya, menatap bayanganku dan dia dari cermin. Aku tidak bisa menemukan alasan yang tepat untuk kukatakan padanya.
“Hei, Donghae,” ia menghampiriku. Kujauhi dia seraya mengambil handukku sebagai dalih.
“Aku menjauhimu?” tanyaku. Aku mengambil air minum dan meneguknya banyak-banyak.
“Ya,” jawab Hyukkie. Aku menghela nafas dan kutolehkan wajahku padanya.
“Masa iya?” tanyaku berbohong. “Mungkin itu hanya perasaanmu saja Hyukkie.”
Aku menghapus peluh di wajahku, sementara ia tetap menatapku.
“Tapi…” Aku mencoba mengantisipasi pertanyaannya. Maaf, Hyukkie bukan maksudku seperti ini. Hanya saja bila akku tetap berada di dekatmu, aku takut tidak bisa menahan diri dan lepas kendali. Sungguh, maafkan aku.
“Tapi kenapa?” tanyaku setenang mungkin. Hyukkie masih menatapku. Aku tahu, separuh hatinya masih menantikan jawabanku.
“Aku… Kau benar-benar tidak sedang marah padaku, ‘kan?” tanyanya. Ya Tuhan, kenapa aku harus bertemu denganmu, Hyuk? Kenapa harus ada perasaan ini?
Aku tersenyum padanya dan menggelengkan kepalaku. “Aniyo,” tukasku.
Hyukkie masih nampak belum puas, ia membuka mulutnya, namun kembali mengatupkannya. “Arasso,” jawabnya.
Sejenak aku merasa lega karena ia berhenti bertanya, namun disisi lain aku merasa bersalah karena sudah berbohong. Tapi… Aku tidak tahu apa jadinya reaksi Hyukkie bila kukatakan padanya tentang perasaanku ini. Aku.. Aku hanya takut membayangkannya.
Kuhela lagi nafasku, “Ayo, Hyuk,” kataku. “Mari kita menari lagi.”

*****
(Eunhyuk POV)
Aku dan Donghae sudah kembali ke dorm. Setibanya kami di dorm, Donghae langsung bergegas masuk ke dalam kamar mandi, karena ia berkeringat banyak sekali. Kuhela nafasku, dan kuputuskan untuk kembali ke kamar.
Mendengar jawaban Donghae barusan, aku merasa tidak begitu yakin, namun setidaknya aku lega karena dia tidak marah padaku. Ini hanya perasaanku saja, perasaanku yang begitu paranoid, entah mengapa.
Kutatap bayanganku di cermin.
Tapi mengapa ia butuh waktu yang lama untuk menjawabnya? Apa dia bingung? Bingung karena apa? Karena diriku kah? Maaf bila aku merepotkanmu, Hae.
“Kami pulaaang!” suara nyaring Heechul hyung nyaris meledakkan gendang telingaku. Aku melangkah keluar dari kamar.
“Halo, hyung,” sapaku. “Dan Kibum. Selamat Datang.”
Kibum mengela nafas panjang sambil meletakkan banyak barang bawaan yang kutebak segalanya milik Heechul hyung. Aku menghampirinya.
“Belanja apa saja?” tanyaku sambil berbisik. Kibum melirik Heechul hyung yang sedang meraih keluar sebuah topi baru dan mencobanya dengan genit.
Ia menghela nafas. “Apalagi kalau bukan alat perawatan kulit, wajah dan rambutnya?” timpal Kibum dengan suara rendah. Ia menggaruk kepalanya sementara aku hanya terkikik geli.
“Aduh, aku kebelet nih,” kata Kibum. Ia menatapku. “Siapa di kamar mandi?”
“Donghae,” jawabku. Kibum menyunggingkan senyum.
“Kau sudah bicara padanya” tanya Kibum. Aku mengangguk.
“Dia bilang kalau itu hanya perasaanku saja,” jawabku.
Kibum terkekeh. “Tuh kan, kubilang juga apa?” katanya.
Ia berbalik dan berjalan pergi. “Kau terlalu banyak berpikir, hyung!”
Aku menatap punggungnya. “Yha! Kau mau kemana?” tanyaku.
“Sudah kubilang aku mau pipis!” jawabnya. Aku menghela nafas. Ya, Kibum benar, aku terlalu banyak berpikir..
AKhinrya kuputuskan untuk menonton Heechul hyung mencoba-coba barang yang dibelinya. Hingga..
PRANG!!
“DONGHAE HYUNG!!”

*****
(Author POV)
”DONGHAE HYUNG” pekik Kibum saat melihat apa yang terjadi. Donghae memukul cermin sekuat tenaga tanpa melindungi tangannya sama sekali.
Donghae hanya terdiam menatap lantai yang dinodai oleh darahnya sendiri.
“Kibum, ada apa? Donghae kenapa?” tanya Heechul khawatir.
Eunhyuk terbelalak melihat tangan Donghae yang bersimbah darah. “Donghae-ah, tanganmu kenapa?” tanyanya seraya membersihkan luka Donghae dengan handuk.
“Sudahlah hyukkie, tidak apa-apa. Aku tidak sengaja memecahkan cermin saat menari tadi.” jawab Donghae sambil tersenyum lalu melepaskan tangannya dari Eunhyuk.
Ketiganya hanya bisa diam menatap kepergian Donghae sampai akhirnya Kibum menyusul Donghae.
“Donghae hyung” panggil Kibum sambil mengejar salah satu main dancer itu.
Heechul dan Eunhyuk hanya bisa menatap kepergian keduanya. Berbagai pertanyaaan muncul dibenak keduanya.
“Eunhyuk, apa Donghae sedang ada masalah?” tanya Heechul.
“Molla hyung, akhir-akhir ini dia tidak pernah bercerita banyak padaku” jawab Eunhyuk.
Heechul mengernyitkan dahi mendengar jawaban dongsaengnya itu. “Kalian sedang tidak ada masalahkan?” tanyanya selidik.
Eunhyuk menatap Heechul yang sedang menatapnya tajam. “Aniyo hyung, tapi…”
“tapi apa?”
“Aku merasa dia sedikit menjaga jarak denganku. Pas aku tanya dia bilang itu hanya perasaanku saja” jawab Eunhyuk jujur.
Heechul menghela nafas. “Mungkin juga” komentarnya lalu pergi meninggalkan Eunhyuk yang bingung.

****
(Donghae POV)
“Hyung!! Donghae hyung!!” Kibum tak henti-hentinya memanggilku. Namun aku sama sekali tidak menggubrisnya, aku hanya membalut luka ditanganku gara-gara tindakan bodoh yang aku lakukan tadi.
“Hyung… ada apa denganmu? Kenapa kau melukai dirimu sendiri?” tanya Kibum khawatir.
“Aku sudah bilangkan, aku tidak sengaja memecahkan cermin saat menari di kamar mandi” jawabku bohong. Mana mungkin aku bilang yang sesungguhnya pada bocah ini.
Kibum menatapku dengan tajam. “Hyung, jangan bohong! Aku melihatmu memukul cermin dengan mata kepalaku sendiri!!” ujar Kibum tegas.
Aku kembali menatap hasil perbuatanku. “Aku hanya merasa sedikit kesal” jawabku pendek.
Lagi-lagi Kibum mengernyitkan dahinya. Aku yakin dia pasti memikirkan hal ini. harus kuakui aku memang cukup kesulitan untuk membohongi orang yang sudah menjadi orang terdekatku sejak bertahun-tahun yang lalu selain Hyukkie.
“Ini ada hubungannya dengan Hyukkie hyung kan?” Pertanyaanya benar-benar membuatku kaget. Aku memaksakan diriku tersenyum.
“100 untukmu pintar!!” jawabku sambil mengacak-acak rambutnya.
Kibum hanya menatapku lalu menghela nafas. “kapan kau akan jujur hyung?” ujarnya pelan namun sangat membuatku kaget setengah mati.
“Apa maksudmu Kibum-ah?” tanyaku tak mengerti.
“sampai kapan kau akan bertahan dengan keadaan seperti ini” ujarnya lalu pergi.
Aku hanya menatapnya dengan berbagai pertanyaan diotakku.

TBC
komen di wall grup ya…^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s