The Fool for The Weird part 1

Part 1

(Eunhyuk POV)
Entah untuk keberapa kalinya aku melirik jam tanganku. Aargh!! Kenapa dia lama sekali? Apa dia lupa atau mungkin kenapa-napa dijal;an? Pertanyaan semacam itu terus berputar-putar diotakku. Sudah satu jam lebih dari waktu yang ditentukan, tapi dia masih belum datang-datang juga.
“kau kenapa hyung? Kelihatannya gelisah sekali?” Tanya siwon mengagetkanku.
“Ah itu, apa Donghae sudah datang? Aku belum melihatnya dari tadi” jawabku.
“Ah… Donghae katanya akan sedikit terlambat. Katanya tadi ia harus menemui seseorang dulu” jawab Siwon.
“Seseorang? Siapa?” tanyaku heran.
“Nanti kau juga akan tahu siapa hyung” jawab Siwon sambil tersenyum.
Baiklah kalau begitu, setidaknya ia tidak mengingkari janjinya dan datang kemari. Tapi… Saiapa yang dimaksudkan oleh Siwon tadi? Aku jadi penasaran.
Aku kembali keaktivitasku sebelumnya, yaitu bersiap-siap untuk kembali ke dorm. Hari ini aku, Siwon, Eeteuk hyung, Shindong hyung dan Sungmin hyung baru saja selesai mengisi acara di ****.
“MAAF KAMI TERLAMBAT” teriakan seseorang membuatku kaget. Aku melihat Donghae masuk dengan senyum lebar terpampang diwajahnya.
“Ya! Kenapa kalian lama sekali? Aku sudah lapar” ujar Shindong hyung kesal. Donghae hanya nyengir kuda.
“Sudahlah hyung, ini sudah kami belikan makanan” Ah!! Suara itu!! Itu suara Kibum. Ia baru saja muncul dengan sekantong makanan ditangannya.
“Ah! Hyukkie hyung!!” sapanya.
Aku tersenyum lalu segera menghampiri dan memeluknya. “Kibum-ah… kenapa tak bilang kalau mau menjemput kami juga?” tanyaku sambil mengacak-acak rambutnya.
“Aku sengaja memberimu kejutan hyung” jawabnya.
Hahh… Aku benar-benar merindukan sosoknya dan kuyakin yang lain juga begitu.

*****
(Donghae POV)
Hari ini aku sudah janji akan menjemput mereka, tapi berhubung aku gak bisa nyetir akhirnya aku harus meminta bantuan Kibum. Yah… kebetulan aku bertemu dengannya saat sedang mencari cara untuk menjemputmereka. Selain itu aku juga ingat kata-kata Hyukkie dan yang lainnya kalau mereka sangat merindukan Kibum.
“Donghae! Kenapa melamun begitu?” pertanyaan Sungmin hyung benar-benar membuatku kaget.
“Tidak kenapa-napa hyung” jawabku sambil tersenyum.
“Benarkah?” Kau tidak sakitkan? Tidak biasanya kau tenang seperti ini” tanya Sungmin hyung tak percaya.
“Benar hyung, aku tidak apa-apa” jawabku.
“kau sedikit aneh akhir-akhir ini Donghae” ujar Sungmin hyung lalu pergi bergabung bersama Hyukkie dan yang lainnya.
Aku menatap Hyukkie, sepertinya dia senang sekali bertemu dengan Kibum. Tapi entah kenapa rasanya ada yang mengganjal dihatiku setiap melihatnya. Apa ya? entahlah! Aku juga tidak tahu.

***
(Author POV)
Mereka tiba di dorm tak lama kemudian. Mereka berhamburan masuk bak air bah. Beberapa melangkah lunglai menuju kamar, yang lain memutuskan untuk menghibur diri dengan mandi, dan yang lainnya bercengkrama hangat di ruang tivi.
“Pulang juga, kalian?” sapa Yesung yang baru keluar dari kamarnya. Ryeowook menyusulnya sambil menguap lebar.
“Halo, hyung,” sapanya sambil berjalan ke dapur.
“Hei, aku tidak disapa?” tanya Kibum sambil menyilangkan kedua tangannya. Yesung dan Ryeowook berhenti dan menatap sang rapper. Mata mereka membulat.
“KIBUM-AH!” seru mereka. Serta merta mereka menyerbu dan memeluk Kibum erat-erat. Kibum hanya tertawa.
“Halo, hyung,” sapanya sambil terkekeh geli.
Donghae duduk di sofa, meraih remote dan menyalakan televisi. Entah mengapa moodnya tidak terlalu baik hari ini.
Eunhyuk menghampirinya dan duduk di sampingnya. “Ya, Donghae-ah,” panggil Eunhyuk.
“Hnn?” sahut Donghae tanpa menatap Eunhyuk. Eunhyuk mengerutkan keningnya, menatap namja di hadapannya itu dengan keheranan.
“Waeyo?” tanya Eunhyuk.
“Mwoka?” Donghae balik bertanya. Eunhyuk menghela nafas.
“Moodmu sedang tidak baik?” tanya Eunhyuk. Donghae menatap Eunhyuk dan tersenyum.
“Ani,” jawabnya. Ia bangkit. “Aku mandi dulu. YA! Siwon-ah! Cepat keluar!” serunya seraya berjalan pergi.
Eunhyuk mengerutkan keningnya, menatap heran punggung Donghae hingga ia menghilang masuk ke kamar mandi.
“Ya, Hyukkie,” panggil Eeteuk.
“Ne, hyung?” sahut Eunhyuk seraya bangkit dan menghampiri Eeteuk.
“Ada apa denganmu dan Donghae?” tanya Eeteuk to-the-point. Eunhyuk menggeleng.
“Mulla yo,” sahut Eunhyuk. “Mungkin aku berbuat sesuatu yang membuatnya jengkel. Entahlah, nanti akan kutanyakan padanya.”
Eeteuk mengangguk-angguk. “Masalahnya belakangan ini dia agak aneh,” timpalnya sambil lalu.
Eunhyuk menatap Eeteuk, lalu kembali menatap pintu kamar mandi. Agak aneh? Batinnya. Apa yang terjadi pada Donghae sebenarnya?

****

(Donghae POV)
Aish. Apa yang kulakukan? Maaf, Hyukkie, aku tidak bermaksud seperti itu. Tapi entah mengapa aku enggan berada dekatmu saat ini. Perasaanku aneh.
Kutatap wajahku di cermin yang memantulkan tiap inchi dari detail wajahku. Kuangkat tuas keran dan kutadahkan tanganku menampung air itu. Sejenak aku teringat kata-kata Sungmin hyung. Aku sedikit aneh? Akhir-akhir ini? Apakah mereka tidak sadar bahwa aku ini memang aneh? Kualirkan air di tanganku itu pada wajahku. Segar.
Setidaknya sekarang kuharap aku bisa berpikir lebih jernih lagi.
Akhirnya aku memutuskan untuk masuk ke dalam box shower dan membersihkan diri.

Aku keluar 10 menit kemudian, Hyukkie sedang tertawa-tawa bersama dengan Kibum dan Ryeowook. Aku menghela nafas, dan kulangkahkan kakiku menuju kamarku. Eeteuk hyung sedang di dalam kamar, melakukan sesuatu dengan komputer kesayangannya.
Kusapa dia alakadarnya sebelum aku mengambil dan mengganti pakaian. Aku menatapnya.
“Apa yang kau lakukan, hyung?” tanyaku saat aku baru selesai mengganti celana. Aku meraih kaosku dan berjalan menghampirinya.
“Hanya melakukan sesuatu dengan komposing lagu,” jawabnya. Aku menatapnya.
“Lagu untuk Album Repackage itu?” tanyaku. Eeteuk hyung mengangguk.
“Tapi… dasar Henry, kenapa dia belum datang-datang juga?” keluhnya. Aku menepuk pundaknya.
“Dia pasti datang, hyung,” kataku. “Maklum, dia itu mudah rindu rumah.”
Eeteuk hyung tertawa. “Benar juga,” desahnya. “Ternyata meski begitu dia itu masih tetap bocah.”
Ia meraih ponselnya. “Aku mau twitt dia saja, deh,” bisiknya. Aku tersenyum, lalu memakai kaosku.
Kemudian kulangkahkan kakiku keluar dari kamar kami. Ya, sebentar lagi kami kembali masuk ke dapur rekaman untuk merekam album Repackage, 4 lagu baru. Aku menghela nafas. Kutatap Hyukkie, Kibum dan Ryeowook yang masih belum bosan juga untuk bicara satu sama lain. Entah sejak kapan si Kibum jadi cerewet begitu. Aku menghela nafas, dan kusunggingkan senyumanku. Kuhirup udara dan kuhampiri mereka.
“Heyho~!” seruku. Tak akan kubiarkan kalian mengatakan aku sedang bukan diriku sekarang.

***
(Eunhyuk POV)
“Heyho~!” seru Donghae sambil melompat ketengah-tengah kami.
“DONGHAE HYUNG!!” seru Kibum dan Ryeowook kaget. Sementara itu Donghae hanya nyengir kuda melihat reaksi keduanya. Senang bisa melihatnya seperti ini, sepertinya moodnya sudah kembali.
“Ya Hyukkie hyung! Kenapa tiba-tiba senyum-senyum gak jelas begitu?” tanya Kibum mengagetkanku. Donghae dan Ryeowook hanya mengagguk-angguk setuju.
“tidak kenapa-napa. Aku hanya senang saja kau bisa kemari” jawabku sambil merangkul Kibum. “kau tahu? Rasanya sepi sekali jika kalian tidak ada” lanjutku. Tanpa kusadari airmataku pun jatuh.
“Hyukkie kenapa menangis?” tanya Donghae.
Aku menghapus airmataku dengan punggung tanganku. “Aku senang sekali… Kupikir setelah Hankyung hyung mengajukan tuntutan dan Kangin hyung diskors, Kibum juga…” Aku tak bisa menghentikan airmataku. Aku senang sekaligus sedih.
“Sudahlah… jangan cengeng seperti itu…” ujar Donghae sambil menghapus airmataku dengan tangannya lalu memelukku. “bukan hanya kau saja. Kami semua juga sama sepertimu” ujarnya.
Aku segera melepaskan pelukannya dan menghapus airmataku. Aku tersenyum lebar menatap mereka semua.

*****
(Author POV)
Kibum dan Ryeowook hanya melongo melihat Donghae memeluk Eunhyuk dengan penuh kasih sayang. Keduanya memang dekat dan menjadi couple yang sangat populer diantara yang lainnya. Mereka sama sekali tak pernah ragu-ragu memberikan fanservice. Namun apa itu juga berlaku untuk sesama member?
“Ya!! kalian berdua kenapa?” tanya Eunhyuk menyadarkan keduanya.
“Aniyo” jawab Kibum dan Ryeowook gugup.
“Dasar kalian ini!! Aku dan Hyukkie kan sering melakukannya, kenapa kalian masih kaget?” tanya Donghae seolah-olah bisa membaca pikiran mereka.
“A… Ani… Aku…” Ryeowook tidak bisa menyesaikan kata-katanya. Meskipun ia dan Yesung kadang juga melakukan hal yang sama didepan rekan-rekan mereka namun itu tidak jadi masalah karena mereka adalah sepasang kekasih. Sementara itu Donghae dan Eunhyuk…
“Jagiya~~~” panggil Yesung sambil memeluk tubuh mungil Ryeowook sehingga kekasihnya itu kaget setengah mati.
“Hyung!! Jangan mengagetkanku begitu!!” seru Ryeowok kesal. Ia benar-benar tak habis pikir dengan sikap Yesung yang sama sekali tidak bisa membaca suasana.
“jangan marah seperti itu… Aku hanya ingin mencairkan suasana kok” jawab Yesung lalu ikut bergabung dengan mereka.
“iya… tapi jangan aku yang jadi korbannya” ujar Ryeowook kesal sambil manyun.
Yesung tersenyum lalu mencium bibir mungil Ryeowook sekilas. “Karena kau yang cocok jadi korbannya” jawabnya santai.
“HYUUUUUUUNG!!!!!” teriak Ryeowook membuat seluruh penghuni apartemen mereka menutup telinga.

****
(Donghae POV)
Yesung hyung dan Ryeowook akhirnya kembali kekamar mereka. Dasar Yesung hyung, apa dia gak tau kalau perbuatannya itu hampir saja membuat telinga kami pecah. Meskipun suara Ryeowook sangat bagus tapi tetap saja teriakannya tadi itu mengerikan. Namun cukup mengherankan yang lainnya sama sekali tidak mempedulikan teriakan Ryeowook barusan.
Aku mengalihkan pandanganku pada Kibum dan Eunhyuk yang masih melongo melihat kejadian yang baru saja terjadi. Mereka sama sekali tak menyangka bahwa hal ini akan terjadi.
“Apa mereka itu beneran pacaran?” tanya Kibum tak mempercayai penglihatannya.
“Ne…” jawabku santai.
“Benarkah!?” tanya Kibum dan Eunhyuk bersamaan.
“Tentu saja!” Jawabku pasti. “Memangnya kau tidak tahu Hyukkie?” tanyaku pada Hyukkie. Kenapa dia ikutan kaget?
“Aniyo, aku memang pernah mendengar kalau mereka jadian, kukira hanya gosip… Tak kusangka mereka beneran pacaran” jawab Hyukkie.
“Aku juga berpikiran sama dengan Hyukkie hyung” tambah Kibum. “Kupikir mereka hanya mencari sensasi saja. Apalagi melihat sifat Yesung hyung yang super duper aneh, siapapun pasti akan sulit untuk percaya”
Aku menghela nafas panjang. Kibum wajar saja mengira kalau itu hanya gosip belaka, tapi Hyukkie… Aku tidak tahu kenapa dia tak menyadari kalau Yesung hyung dan Ryeowook itu beneran pacaran? Apa ada yang salah dengan otaknya? Tapi kurasa tidak juga… dia kan emang lemot. Kalau yang ini saja dia gak sadar, bagaimana dengan perasaanku? Apa dia juga tidak meyadarinya?

****
(Eunhyuk POV)
Aku melabuhkan tubuhku di atas ranjang, kutinggal Kibum diluar bersama dengan Donghad. Yesung hyung.. . dan Ryeowook.. Jadi gosip itu nyata? Yah, aku baru tahu. Mereka berdua memang pasangan yang aneh. Kupikir hubungan mereka sebagai pasangan kekasih hanyalah gosip aneh yang dibuat oleh fans. Tapi ternyata.. Hii!! membayangkannya saja membuatku bergidik.
Pikiranku kembali pada perkataan Eeteuk hyung barusan. Donghae bergelagat sedikit aneh belakangan ini. Ya, kuakui memang benar. Beberapa hari ini moodnya naik turun macam pompa? Sering kulihat ia melamun, sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku. Ikan itu.. Ada apa sebenarnya denganmu, Hae?
Aku menghela nafas, kugaruk alisku yang tidak gatal. Aigoo, ada apa sebenarnya? Kenapa belakangan ini kau melamun? Dan kenapa belakangan ini tidak bersemangat saat kusapa? Aish, mulla yo! Kulakulan saja apa yang kukatakan tadi pada Eeteuk hyung, akan kutanyakan langsung padamu nanti, Donghae.
Aku bangkit, kuintip ruang tv. Tidak ada siapa-siapa. Lha? mana si Kibum dan si Donghae? Apa jangan-jangan mereka mengikuti jejak Yesung hyung dan Ryeowook untuk melakukan hal-hal aneh berdua? Haish! Mikir apa kau, Hyuk?! Mana mungkin lah? Mereka pria normal sepertimu! Meski taraf kenormalanlu pun harus kauukur sesekali.
Aku kembali melempar tubuhku ke atas ranjang.
BHUMP!
Kututup mataku, mencoba menghilangkan pikiran atas Yesung hyung dan Ryeowook. Kemudian pintu terbuka.
“Yha, lelaki lajang!” suara Kibum. Kubuka paksa mataku yang nyaris terlelap itu dan kuangkat kepalaku dan kutatap dia.
“Ne, Bum-ah?” sahutku. Kibum melangkah masuk dan menutup pintu.
“Pasti sedang memikirkan Yesung hyung dan Ryeowook, ya?” tebaknya tepat sasaran. Aku kembali menyandarkan kepalaku di ranjang.
“Persis,” jawabku. Kibum menghampiriku dan duduk di atas ranjangku. Ia menepuk kakiku dan aku pun duduk menghadapnya.
“Kau dan Donghae hyung, bagaimana?” tanya Kibum. Aku menatap wajahnya yang penasaran.
“Maksudmu?” tanyaku.
“Maksudku hubungan kalian,” jawabnya. “Hubunganmu dengan Donghae hyung seperti apa?”
Aku terdiam sejenak. Kenapa tiba-tiba dia bertanya hal itu? Apa karena YeWook couple barusan? Aku menggeleng.
“Kami hanya teman,” jawabku. Aku tersenyum. “Ah, tidak, kami sahabat.”
“Sahabat? Tidak lebih?” tanyanya. Aku mengerutkan keningku.
“Tentu saja tidak!” tukasku. “Maumu aku seperti YeWook couple?”
Kibum tertawa renyah. “Ani,” tukasnya cepat. “Aku hanya bertanya.
Aku menatapnya. “Kenapa tiba-tiba bertanya?” tanyaku lagi.
Ia mengangkat bahunya. “Yah, kau tahu aku jarang bersama kalian,” katanya. Memang betul dasar babo. Tak tahukah kau betapa kami merindukanmu? “Siapa tahu aku ketinggalan berita hangat.”
Aku tertawa bersamanya. “Dasar,” keluhku. “Oh, ya.”
“Hnn?” sahut Kibum. Aku terdiam sejenak, berusaha mencari kata yang tepat untuk bertanya padanya masalah Donghae.
“Tadi-kau bersama Donghae, kan?” tanyaku. Kibum mengangguk.
“Tentu saja,” jawabnya mantap. “Aku juga kan rindu padanya.”
Ia tertawa. “Lalu kenapa kalau aku bersamanya?”
“Apa kau melihat sesuatu yang aneh dengannya?” tanyaku. Kibum terdiam lalu menggeleng.
“Tidak juga,” tukasnya. “Memangnya dia kenapa?”
Aku mendengung sejenak, sebelum akhirnya Kibum menepuk lututku.
“Ada apa dengannya?” tanya Kibum lagi. Aku menghela nafas.
“Aku juga tidak tahu,” jawabku. “Tapi Eeteuk hyung bilang dia sedikit aneh.”
Kibum menatapku heran. “Aneh seperti apa? Bukankah dia memang aneh?”
Aku menggeleng. “Bukan begitu,” tukasku. “Belakangan ini mood nya naik-turun. Entahlah. Biasanya dia cerita padaku bila ada sesuatu, namun belakangan ini dia seperti menjauhiku, apalagi tadi.”
Kibum mengetuk dagunya. “Jinjja?”
Aku mengangguk. “Jinjjayo,” jawabku. Ia terdiam.
“Aigoo, decaknya. “Tanyakanlah padanya, hyung, bukankah lebih baik begitu?”
Aku menggangguk. “Akan kutanyakan nanti,” jawabku.

*****
(Author POV)
Kibum bangkit dan kembali menepuk lutut Eunhyuk.
“Sudah ya… Aku keluar dulu, sekarang aku mau mengobservasi apa saja yang dilakukan Yesung hyung dan Ryeowook” katanya.
Eunhyuk mengernyit. “Yha!! Kau menjijikan!!” gerutunya.
Kibum hanya tertawa lalu berjalan menuju pintu. Ia berhenti.
“Ah ya hyung…” panggilnya.
“Hnn” sahut Eunhyuk sambil menatap dongsaengnya yang super sibuk itu.
Kibum terdiam sejenak. “Ah tidak” tukasnya. “Bogoshipo” ujarnya sambil tersenyum.
Eunhyuk tertawa pelan. “nado bogoshipo” jawabnya.
Kibum mengangguk lalu membuka pintu dan berjalan keluar. Ia menghela nafas lalu memiringkan kepalanya. Curhatan Eunhyuk mengenai Donghae masih berada dibenaknya. Ia berdiri didepan pintu kamar Eunhyuk ketika Donghae menyapanya.
“Hei Bummie” sapa Donghae.
Kibum melepaskan genggamannya pada tuas pintu kamar Eunhyuk dan tersenyum pada Donghae.
“Ah hyung” timpalnya.
Donghae terdiam. Ia menatap Kibum lalu pintu kamar Eunhyuk. Kibum yang menyadarinya pun mengikuti tatapan mata Donghae.
“Waeyo hyung?” tanya Kibum.
Donghae mengerjap. “kau…”
“hnn?” pancing Kibum.
Donghae menghela nafas, tersenyum dan menggeleng.
“Aniyo” tukasnya. “Tidak apa-apa”
Donghae berjalan melewati Kibum dengan langkah cepat menuju dapur. Kibum mengernyitkan keningnya, menatap Donghae lalu kamar Donghae.
‘Apa ini seperti yang kubayangkan?’ batin Kibum sambil memiringkan kepalanya dengan penasaran.

TBC
komen di wall grup ya…^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s