Loser Part 1

“There’s nothing in this world you can have, Lee Sungmin!”, ujarku berjalan meninggalkannya tanpa sedikitpun menoleh ke belakang, toh ia tak mungkin mengejarku. Aku menghampiri seorang lelaki di ujung jalan, “Bagaimana See Young? Bagaimana pertemuanmu dengannya?”, tanya Ryeowook oppa memelukku yang sudah menunduk sedih dengan airmata membasahi pipiku. “Ayo kita pergi oppa.. Dia pengecut bagiku..”, ujarku menarik lengan kakak laki-lakiku pelan. “Sebaiknya jangan, See Young-ya.. Sungmin terlihat kecewa”, ujar Ryeowook oppa melepas pelukannya dan menghampiri Sungmin. Huh.. Oppa ingin membela siapa sih? Aku adik perempuan satu-satunya atau dia? Karena kesal, kulangkahkan kakiku pergi dengan airmata yang menghalangi pandanganku. Udara di tepi kebun begini benar-benar dingin, aku berjalan ke tengah. Ciiiiiiiiiiiiiiiiiiitttttttt! Pandanganku hilang, tak ada warna yang menghiasi lagi. “See Young!”, suara itulah yang terakhir kudengar, suara Ryeowook oppa.

_____________________________________________

Sudah seminggu, aku menunggu dan menunggu dalam kegelapan yang membuatku berjalan tanpa henti. Dan tak henti-hentinya aku berjongkok menangis ketakutan, hingga seorang pria tampan menghampiriku. “Nuguseyo? Jangan sakiti aku!”, ujarku ketakutan. “Jangan khawatir nona, aku takkan menyakitimu”, ujar lelaki itu pelan. “Lalu, apa maumu?”, tanyaku pelan. “Menemukan jalan untukmu keluar dari tempat ini”, ujarnya cuek. “Siapa kau?”, tanyaku pelan. “Cho Kyuhyun”, ujarnya santai tanpa menatapku sedikitpun. “Apa aku sudah mati?”, tanyaku lagi dengan perasaan lebih tenang. “Belum, tapi karena kau koma kau ditampung disini. Dan itu membuatku kerepotan memberi pintu keluar, padahal aku sedang asyik bermain game.. Huh..”, ujarnya dingin.

“Ya sudah, kalau begitu kau antar aku..”, ujarku ketus. Dengan cepat ia langsung berjalan diikuti olehku. Hingga sampailah kami di depan dua buah pintu. “Kau mau yang mana nona See Young?”, tawar Kyuhyun. “Boe? Apa ada bedanya?”, tanyaku sopan. “Tentu saja ada babo! Yang kiri kalau kau mau tetap hidup, dan yang kanan kalau kau ingin mati dan bergabung bersamaku di sini”, ujarnya dingin tapi terasa hangat pada kata ‘bersamaku’. “Aku masih menyayangi oppaku, biarkan aku masuk pintu yang kiri”, ujarku ramah. “Baiklah..”, seketika pintu kiri terbuka dan tubuhku terbang memasuki pintu kiri. “Selamat tinggal nona, bogoshipoyo..”, ujar seseorang membuat mataku membulat kaget.

_____________________________________

Aku membuka mataku perlahan, aku melihat sekeliling, beberapa orang suster dan seorang dokter langsung menghampiri dan mengecek keadaanku. “Anda sehat nona”, ujar dokter itu dan suster-suster berlalu. Lima menit kemudian, muncullah seorang lelaki yang sepertinya kukena dengan seorang wanita dan pria paruh bayal, oh ya.. Itu pasti Ryeowook oppa, umma, dan appa. “See Young, kau sudah sadar?”, tanya umma meletakkan buah-buahan di meja samping tempat tidurku. “De umma…”, ujarku pelan menitikkan airmata. Umma memelukku, kurasa ia menyadari air yang ada di bahunya. “See Young-ah, kamu menangis?”, tanya umma lembut.

To be continued..

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s