Listen to My Heartbeat Part 4

Part 4

(Author POV)

Beberapa hari kemudian, Junsu sudah diperbolehkan pulang. Sesuai dengan perkataan rekan-rekannya. Ia sama sekali tidak diperbolehkan latihan lagi kecuali latihan vocal. Bagaimanapun dia adalah lead vocal, lagipula pihak manajemen juga sudah memberi izin hingga asmanya tidak pernah kambuh lagi.

Saat ini, Junsu sedang melihat rekan-rekannya latihan dance. Jujur saja ia sangat ingin bergabung dengan mereka, tentu saja yang lain melarangnya. Terlebih-lebih Chansung dan Junho.

“Hyung, kau terlihat sangat bosan” ujar Wooyoung saat istirahat.

“memang bosan. Aku ingin ikut menari juga…” jawabnya.

“Hyung, sabarlah. Kata dokter, beberapa minggu lagi kalau keadaanmu semakin baik, kau boleh untuk latihan lagi” ujar Chansung, mengingat kata-kata dokter yang memeriksa Junsu.

“Jinjja? Syukurlah kalau begitu. Aku benar-benar tidak tahan duduk diam disini padahal kalian semua latihan” ujarnya senang.

“Benar-benar, kau ini tidak bisa diam ya hyung” ujar Nickhun dan Taecyeon bersamaan sehingga membuat Wooyoung menatap tajam keduanya.

“wae?” tanya Nickhun polos.

“Aniya, hanya merasa aneh saja” jawab Wooyoung agak ketus. Junsu dan Chansung hanya tersenyum melihatnya.

“kau ini aneh” komentar Taecyeon sambil mengacak-acak rambut Wooyoung.

Sementara itu, Junho hanya menyendiri di anak tangga. Tak berniat untuk bergabung bersama yang lainnya. Chansung yang menyadari Junho tidak bergabung bersama mereka, mendekati Junho dan mencoba mengajaknya berbicara.

“Hyung, kau tidak ikut bergabung?” tanya Chansung.

Junho menatap sang maknae kemudian tersenyum. “Aniyo, aku sedang berpikir” jawabnya.

Chansung mengerutkan dahinya, menatap Junho selidik. “kau sedang ada masalah ya hyung?” tanyanya.

Junho menggeleng. “sama sekali tidak. Kenapa kau berpikiran seperti itu?” tanyanya heran.

“Aniyo, hanya saja hyung terlihat lebih diam dari biasanya” jawabnya lalu melabuhkan dirinya disebelah Junho. “Aku bersyukur kalau memang seperti itu hyung” tambahnya lagi.

Junho mengacak-acak rambut lembut Chansung. “Kau jangan terlalu banya berpikir Chansung-ah, nanti stress” ujarnya lembut sambil tertawa kecil.

Chansung tersenyum melihat Junho. “Hyung, boleh aku bercerita padamu?” tanyanya.

“Tentu saja saeng, kau mau cerita apa?”

Chansung menghela nafas panjang.

“Sebenarnya… aku… menyukai Junsu hyung”

***

(Junho POV)

“Sebenarnya… aku… menyukai Junsu hyung”

DEGG!!

Apa katanya tadi? Menyukai Junsu hyung? Apa aku tak salah dengar?

Kutatap Chansung tak percaya. “Benarkah?” tanyaku meyakinkan diriku.

Tampak semburat merah menghiasi wajahnya. Ia mengangguk pelan. “Jangan cerita-cerita pada yang lain ya hyung, aku mengatakannya padamu karena aku yakin kau takkan mengecewakanku” ujarnya.

Aku menunduk, tak mau menatapnya. Karena jika aku menatapnya maka selesailah semuanya. Mataku takkan mungkin bisa berbohong.

“Hyung, kau tidak apa-apa kan?” panggilnya sambil mengibaskan tangannya didepan wajahku.

Aku menghela nafas lalu memaksakan diriku tersenyum. “Tenang saja Chansung-ah. Aku pasti akan membantumu” ujarku.

“Cheongmal? Gomawo hyung” ujarnya senang sambil memelukku. Aku pun membalas pelukannya.

“Ne… aku akan membantumu, jadi jangan sungkan padaku” tambahku lagi sambil melepaskan pelukkannya.

Ia tersenyum manis. Benar-benar tulus dan tampak seperti anak-anak. Aku tidak akan mungkin menyakitinya. Dia sangat mempercayaiku. Sudah saatnya aku menyudahi ini semua.

“Ya! Junho-ah! Chansung-ah! Ayo kita mulai lagi latihannya” panggil Taecyeon hyung.

“Ne hyung, kami segera kesana” jawab Chansung. “Ayo hyung, kita latihan lagi” ajaknya padaku. Aku mengangguk menjawabnya. Kami pun bangkit dan mulai latihan kembali.

Disela-sela latihan, kulihat Junsu hyung menatap kami semua sambil tersenyum. Senyum yang sangat aku sukai. Andai saja senyum itu ia tunjukkan hanya padaku. Sayang sekarang aku tak bisa lagi mengharapkannya. Aku harus mundur dan membunuh perasaan ini sebelum hatiku tersakiti lebih dalam lagi. Berhenti berharap senyum itu hanya untukku seorang.

***

(Author POV)

Junho membuka pintu kamarnya, ia melirik pada jam dinding yang menunjukkan pukul 1 pagi. Ia menggeliat kuat, sedikit mengeluh kenapa ia harus terbangun begini pagi. Ia beranjak menuju dapur, dan meneguk segelas penuh air mineral untuk melegakan dahaganya. Ia menghela nafas panjang sambil menyandarkan tubuhnya di meja makan, sejurus kemudian matanya membulat menatap ruang tamu.

Tidak aneh baginya jika melihat Wooyoung dan Chansung bergeletakan di ruang tamu, karena mereka memang sering begitu. Yang membuatnya aneh adalah, apa yang Junsu lakukan tidur di sofa seperti itu? Junho menatap lantai, dimana Chansung berguling nyenyak di tempatnya.

“Mana Wooyoung hyung?” bisik Junho heran sambil melihat kanan-kiri untuk mencari sosok Wooyoung yang biasanya mendiami sofa dimalam hari. Ia menatap televisi yang masih menyala, lalu ia pun meraih remote dan mematikannya.

Tatapan Junho kembali jatuh pada Junsu. Ia menghampirinya, lalu berlutut di hadapan sofa, menatap wajah Junsu lekat-lekat, kemudian tersenyum.

“Tetaplah sehat seperti ini, hyung,” bisik Junho. Junho menghela nafas dan mengangkat tangannya, baru saja ia akan membelai pipi Junsu ketika ia teringat akan Chansung. Junho menghentikan gerakannya, lalu dengan segera menurunkan tangannya dan melirik Chansung yang masih tertidur. Junho kembali menghela nafas dan kembali menatap Junsu. Ia bangkit, mengambil selimut di kamarnya dan kembali ke ruang tamu untuk menyampirkannya pada Junsu. Junho kembali menatap Junsu dan tersenyum, lalu mendekatkan bibirnya pada telinga Junsu berharap ia mendengar.

“Tetaplah tersenyum,” bisiknya seraya tersenyum pilu. “Meski bukan untukku..” Junho menarik tubuhnya dan kembali berjalan masuk ke dalam kamarnya.

“Ppabo…” bisik Junsu seraya menarik selimut menutupi wajahnya.

TBC lagi… Mian kalo pendek

heheheh #bletak

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s