Listen to My HeartBeat part 3

Part 3

(Chansung POV)
“Waduh!” seruku ketika Junho hyung berjalan melewatiku. Nyaris saja kami bertubrukan. Ada apa dengannya? Kupalingkan wajahku pada Junsu hyung yang berwajah kusut. Nah, apalagi yang terjadi padanya sekarang? Kuputuskan untuk menghampirinya.
“Hyuung!” seruku. Junsu hyung mendongak dan tersenyum padaku.
“Ya?” sahutnya.
Kuselidiki setiap inchi wajahnya lalu kuhela nafasku dan kulabuhkan tubuhku di sisinya. “Memikirkan sesuatu? Kau tampak buruk kalau sedang berpikir keras, hyung.”
Ia tertawa pelan. “Aniyo, Chansung ah,” tukasnya. Aku tahu dia berbohong. Terlihat jelas dari raut wajahnya. Kuhela nafasku.
“Hyung, ayolah, aku tahu kau sedang ada masalah,” keluhku sambil mengembungkan pipiku merajuk. Biasanya jurusku ini berhasil, tidak tahu dengan sekarang.
Akhirnya ia pun menyerah dan menghela nafas panjang. “Arasso, arasso,” sahutnya. Ia meneguk air minum ditangannya.
“Aku menunggu,” kataku sambil melipat kakiku dan menopang daguku diatasnya. Junsu hyung tersenyum.
“Aku hanya sedang berpikir gerakan apa lagi yang mungkin aku tambahkan di konser nanti?” jawabnya. Aku menatapnya heran, mencari celah apakah dia berbohong atau tidak.
“Hanya itu?” selidikku lagi. Ia mengangguk.
“Hanya itu,” sahutnya seraya mengangkat tangannya membentuk simbol bahwa ia bersumpah. “Sudahlah, jangan khawatir.”
Aku menghela nafas lalu bangkit. “Hyung yang jangan khawatir,” sergahku. “Jangan terlalu banyak berpikir, hyung, tidak baik untuk kesehatan.”
“Arasso,” kekehnya. Aku pun melenggang pergi.
“Semuanya!” seru Junsu hyung mengagetkan. Kami berbalik menatapnya.
“Ada apa, hyung?” timpal Taecyeon hyung sambil mengusap keringatnya dengan handuk.
“Semangat untuk besok, ya!” serunya seraya tersenyum. Aku terkekeh.
“Kau bersemangat sekali, hyung!” kekehku.
“Ayo kembali latihan!” serunya seraya melompat bangkit. Aku tersenyum, kupalingkah tatapanku pada Junho hyung yang sedari tadi hanya berdiri diam, menatap Junsu hyung dengan tatapan tidak setuju. Ada apa disini? Tidak… Ada apa diantara mereka?

***
(Author POV)
Akhirnya hari yang dinanti tiba juga. Mereka sudah berada di ruang ganti dan bersiap-siap untuk tampil di KBS Music Bank. Mereka sudah siap dengan kostum mereka masing-masing, Wooyoung, Nickhun, Taecyeon dan Chansung sedang berbincang sementara Junho berdiri di samping Junsu yang tengah menata rambutnya.
“Ada apa?” tanya Junsu tanpa menatap Junho. Junho bersandar pada meja rias dan melipat tangannya di depan dadanya.
“Hyung,” panggil Junho.
“Hnn?” sahut Junsu.
“Kau benar-benar akan melakukan ini?” tanya Junho. Junsu berhenti dan menatap Junho, kemudian tertawa pelan dan kembali menata rambutnya.
“Apa maksudmu?” tanya Junsu. “Tentu aku akan melakukannya. Mana mungkin aku tidak ikut tampil?”
Junho menurunkan kedua tangannya dengan getir. “Tapi keadaanmu…”
“Aku baik-baik saja, Junho,” cela Junsu seraya meraih tangan Junho dan menatapnya tajam. “Kau tidak perlu khawatir.”
“Arasso,” jawab Junho seraya menampik tangan Junsu. “Jangan salahkan aku jika sesuatu terjadi padamu!”
“Junho-ah!” seru Junsu ketika Junho berbalik dan langsung pergi.
“Oh, hyung! Kau mau kemana?” tanya Chansung setengah berteriak.
“WC!” hardik Junho ketus. Chansung, Nickhun, Wooyoung dan Taecyeon saling bertatapan.
“Ada apa dengannya?” tanya Taecyeon. “Hyung?”
Junsu mendongak. “Mulla..”
“Apa dia sakit perut karena gugup?” celetuk Nickhun.
“Mungkin,” sahut Wooyoung.
Mereka berempat kembali saling pandang, dan akhirnya mereka putuskan untuk tidak ambil pusing dan kembali berbincang. Junsu terdiam, menatap pintu ruangan mereka dengan perasaan bersalah.
“Mianhae..” bisiknya.

Junho mendorong pintu WC dan mengarahkan dirinya ke westafel dan menatap bayangannya di cermin. Ia memejamkan matanya dan menghela nafas panjang.
“Kapan kau akan sadar, hyung?” keluh Junho. “Kapan kau akan sadar kalau aku ini mengkhawatirkanmu?”
Junho membuka matanya, memutar keran dan mencuci mukanya, membiarkan sedikit make-up nya luntur terbawa air.
“Keparat!” gerutu Junho. “Yha, Lee Junho! Hilangkan pikiran negatifmu!”
Ia menarik beberapa helai tissue, menghapus air di wajahnya, melemparnya masuk ke dalam tempat sampah lalu beranjak pergi dari WC.

“Baiklah, ini waktunya,” kata Junsu sambil tersenyum menatap sisa member 2PM di hadapannya.
“Lakukan yang terbaik!” kekeh Nickhun. Yang lain menyanggupi dengan anggukan.
“Baiklah, sekarang giliran kalian,” ujar Director sambil meminta mereka naik ke atas panggung.
“Baiklah! Hwaiting!” seru Chansung sambil melompat naik.

Sorakan antusias penonton mengiringi mereka ketika musik mulai dilantunkan. Dimulai dari gerakan-gerakan masing-masing member, hingga akhirnya mereka pun memulai performance mereka, membawakan lagu ‘Heartbeat’ dengan semangat yang menggebu.
Sorakan demi sorakan terdengar seiring dengan gerakan tiap member. Hingga lagu hampir selesai, sorakan pun masih tetap terdengar nyaring menyemangati mereka.
Kini, giliran Junsu untuk menutup performance mereka seperti biasa. Bergaya salto dan terjatuh seperti performance sebelumnya. Namun ada yang aneh, nafasnya berubah berat, keringatnya mulai mengalir deras. Setelah para member meninggalkannya sendiri di atas panggung, tidak ada jalan lain baginya selain melakukan apa yang menjadi tanggung jawabnya. Ia melompat, berusaha untuk melakukan salto, namun tidak berhasil, ia pun terjatuh, dan nafasnya kembali tercekat. Meski begitu, sorakan kuat diberikan oleh penonton pada mereka.
“Andwae…” desis Junsu. “Jangan sekarang…”
Lampu pun padam. Sisa member di belakang panggung sudah saling melemparkan pujian karena mereka bermain indah hari ini. Namun tidak dengan Junho. Ia terdiam, menunggu Junsu bangkit dari posisi jatuhnya dengan cemas.
“Hei, Junsu hyung!” seru Nickhun. “Apa yang terjadi padanya?”
Junho mendecak kesal. “Sial!” gerutunya sambil berlari naik ke atas panggung. “KHUN HYUNG! BANTU AKU!”
Nickhun dan Chansung yang paling dekat dengan mereka akhirnya melompat naik ke atas panggung dan menghampiri tubuh Junsu.
“Hyung! Hyung!” seru Junho sambil mengguncang tubuh Junsu yang terkulai lemah.
“Ada apa, hyung?” tanya Chansung.
“Chansung ah, panggil siapkan mobil, kita ke Rumah Sakit secepatnya!” perintah Junho. Tanpa banyak tanya, Chansung pun menyanggupinya dan berlari pergi.
Wooyoung dan Taecyeon akhirnya menghampiri mereka.
“Junsu hyung kenapa?” tanya Wooyoung.
“Khun hyung, bantu aku,” kata Junho seraya mengangkat tubuh Junsu.
“Oke,” sahut Nickhun.
“Wooyoung hyung, Taecyeon hyung,” panggil Junho. “Kalian tetaplah disini sementara aku, Chansung dan Khun akan ke Rumah Sakit.”
“Arasso.. tapi Junsu hyung kenapa?” tanya Taecyeon.
Junho menggigit bibirnya. “Aku beri tahu nanti!” serunya seraya membawa Junsu pergi.
“hati-hati Junho!” seru Nickhun sambil berlari mengikuti Junho.
‘Hyung, bertahanlah!’ batin Junho.

Sesampainya di Rumah Sakit, Junsu langsung dilarikan ke Ruang Unit Darurat. Junho, Chansuung dan Nickhun menunggu keterangan dokter dengan perasaan yang sangat cemas. Terlebih-lebih Junho. Ia tidak bisa duduk diam. Ia mondar-mandir di depan pintu sambil sesekali melihat ke dalam rauangan. Chansung dan Nickhun yang semakin bingung dengan apa yang terjadi akhirnya bertanya pada Junho.
“Hyung” panggil Chansung.
Junho mengalihkan operhatiannya pada dua member yang sempat terlupakan olehnya. “Hnn” sahutnya.
“Sebenarnya apa yang terjadi pada Junsu hyung? Kenapa dia tiba-tiba tidak sadarkan diri?” tanya Chansung khawatir.
Junho menatap Chansung dan Nickhun bergantian lalu menghela nafas panjang. “Junsu hyung… ia menderita asma” jawabnya lirih.
Chansung dan Nickhun membelalak tak percaya. “ka… kau bercanda kan” tanya Nickhun tak percaya.
Junho menatap kedua rekannya tajam “Aku serius. Apa kalian sama sekali tidak menyadarinya?!” salaknya. “Aku kesal dia tidak mau mendengarku. Selalu saja keras kepala padahal kondisinya begitu” ujarnya lagi. Kini bicaranya lebih lunak.
“J… Junho…”
“Ini benar-benar menyebalkan! Sebagai temannya aku sama sekali tidak bisa menjaganya. Aku benci diriku. Benci diriku yang tak berguna ini” lirihnya. Kakinya tiba-tiba terasa lemas dan akhirnya ia terduduk didepan pintu. “Aku benci ini…”
“Junho, sudahlah… jangan menyalahkan dirimu terus?” ujar Nickhun mencoba menenangkan Junho. Ia benar-benar tak menyangka Junho yang biasanya tenang bisa bereaksi seperti ini.

***
(Chansung POV)
Asma? Jadi selama ini Junsu hyung menderita Asma? Pantas saja ia selalu kelihatan pucat dan kehabisan nafas saat latihan. Kenapa ia tidak mengatakan kepada kami? Dan lebih bodohnya lagi kenapa aku sama sekali tidak sadar? Kau benar-benar bodoh Hwang Chansung!
Taecyeon hyung dan Wooyoung hyung juga sudah menyusul kami. Sama seperti ku dan Nickhun hyung, mereka sangat terkejut saat tahu bahwa selama ini Junsu hyung menderita Asma. Selain itu Junho hyung terus-menerus menyalahkan dirinya meskipun dokter bilang keadaan Junsu hyung sudah lebih baik, tapi tetap saja dia tidak boleh melakukan kegiatan yang akan menguras tenaganya. Aku rasa jika aku ada di posisi Junho hyung sekarang, aku asti akan menyalahkan diriku juga.
“Chansung, ayo masuk kedalam. Kita sudah boleh meilhat keadaannya” ajak Wooyoung hyung.
Aku mengangguk menjawabnya. Kembali kualihkan perhatianku pada Junho hyung yang masih terduduk lemas di kursi. Kenapa? Kenapa dia bisa bersikap seperti itu? Dimana Junho hyung yang kukenal? Dan kenapa dia juga tahu bahwa Junsu hyung menderita Asma dan tidak memberitahukannya kepada kami?
“Hyung, kau tidak masuk?” tanyaku.
Ia menatapku lalu tersenyum pilu. “Kalian duluan saja. Aku tidak bisa bertemu dengannya sekarang” jawabnya.
Aku memaksakan diri tersenyum dan melangkah masuk kedalam ruangan tempat Junsu hyung.
“Mianhae… aku sudah menyembunyikan hal ini pada kalian” suara Junsu hyung menyambutku.
“Sudahlah hyung, yang penting sekarang kau tidak apa-apa” jawab Wooyoung hyung.
“Benar hyung, sekarang pikirkan saja kesehatanmu. Jangan memaksakan dirimu lagi” selaku. Junsu hyung menatapku kaget. Berarti memang benar, tapi kenapa Junho hyung bisa tahu?
“Gomawo Chansung-ah” ujarnya sambil tersenyum. Senyum yang selama ini tanpa kusadari sangat indah dan lembut.
“Cheon hyung” jawabku tersenyum.
Kami pun membicarakan tentang kejadian tadi. Benar-benar ciri khas Junsu hyung. Ia tidak mau membuat orang lain khawatir sehingga tidak memberitahukan penyakitnya pada kami. Lalu bagaimana dengan Junho hyung. Kenapa dia bisa tahu?
CEKLEK!!
Pintu kembali terbuka. Bisa kulihat Junho hyung berdiri disana dengan wajah tenang dengan kekhawatiran yang terlihat jelas diwajahnya. Tapi bagaimana bisa?

***
(Junsu POV)
“Apa kau sudah baikan hyung?” tanya Junho sambil mendekatiku. Sepertinya dia khawatir sekali.
“Ne, gomawo Junho-ah” balasku. Ia pun tersenyum membalasnya. Kuperhatikan dia lebih seksama lagi. Matanya merah. Kenapa?
“hyung, bukannya apa-apa. Kami mengerti perasaanmu, tapi untuk selanjutnya kami tidak bisa membiarkanmu latihan seperti biasanya. Menyanyi saja pasti sudah menguras nafasmu” tiba-tiba saja Nickhun membicarakan hal yang paling kutakutkan selama ini.
“Benar hyung, kami minta maaf. Untuk selanjutnya aku rasa hyung istirahat dulu dan jangan ikut menari dengan kami hingga penyakitmu benar-benar sembuh” tambah Taecyeon.
“Tapi… “ selaku.
“Tidak ada tapi-tapian hyung. Tidak hanya Junho saja yang khawatir dengan keadaanmu. Kami semua juga” tegas Wooyoung. Tak kusangka dia bisa berkata tegas.
Aku menunduk. Tak berani menatap mereka semua termasuk Junho. Mungkinkah selama ini Junho mengetahui tentang penyakitku sehingga tadi ia berkata seperti itu? Tapi bagaimana dia bisa tahu?
“Junho-ah” panggilku. Kutatap matanya yang merah entah kenapa.
“hnn” sahutnya.
“Kenapa? Kenapa kau bisa tahu kalau aku menderita Asma?” tanyaku.
Ia terbelalak. Jelas kalau ia tak menyangka aku akan menanyakan hal itu. Yang lain juga menatapnya. Jelas bahwa mereka juga penasaran. Ia menghela nafas panjang.
“Aku tidak sengaja melihat obatmu hyung. Obatmu itu sama dengan obat yang dulu ku konsumsi saat masih sekolah dasar. Sama denganmu, aku juga pernah menderita asma sepertimu hyung” jawabnya.
Aku sama sekali tak menyangka ia tahu hanya gara-gara obat yang ku konsumsi. Dan apa yang baru saja kudengar? Dia pernah menderita asma juga?
“Kau benar-benar mengejutkan Junho. Kau bisa tahu hanya dengan melihat obatnya” ujar Wooyoung takjub.
Yah… kurasa siapapun pasti akan takjub dengannya. Tapi tetap saja ada yang mengganjal. Tapi apa?

TBC
mohon komen-komenya ya~~😄 #plak

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s