Just For You [oneshot]

Title : Just For You

Author : Lee Jace

Genre : Romance, Friendship

Rated : Teenager

Casts : Shin Soorim, Heechul, Kyuhyun

Request by :: “Vella Petals Heedictator”

~~~~~~

** Kyuhyun’s POV **

## 23.01.2010 ##

“ Kyu , bawakan tas ku ke kelas dong. Biar sekalian ,” pinta Heechul padaku . Aku hanya mengangguk dan mengambil tasnya lalu masuk ke kelas .

Kutaruh tas Heechul yang agak berat itu ke atas kursi tempatnya duduk . Sambil tersenyum saja dan menaruh tasku juga di tempat asalku .

“ Lagi lagi kau membantunya lagi ya ?” ucap Shin Soorim padaku.

“ Ahh ~ Ne. Tentu saja . Kami kan setia kawan ,” kataku dengan ekspresi meyakinkan .

“ Oppa ini loh . Memang baik hati . Bangga deh saeng apalagi kalau oppa jadi namja-chingu ku . Hahahaa ,” ucap yeoja berambut sepundak ini sambil tertawa diatas candaannya .

“ Hahahaa. . Candaan kamu sudah membuat oppa GR setengah mati . Salut deh buat saeng ,” kataku sambil mengacak acak rambutnya itu .

Lalu, tawa canda kami meluaskan di keseluruh ruangan kelas . Hingga serasa dunia milik kita berdua.

Namun, tiba- tiba Heechul datang dan sedikit merusak suasana bahagia kami . Tapi, tak apa jika ini maunya .

“ Annyeong , saeng . Hari ini kamu makin cantik aja ,” puji Heechul sambil mengelus elus rambut Soorim. Meskipun, kelihatannya Soorim terlihat risih dengan perlakuan Heechul .

“ Gomawo , oppa ,” ucap Soorim sambil tetap tersenyum .

Aku hanya bisa tersenyum sekali lagi . Kalau Heechul senang , aku juga akan senang kok. Meskipun aku sangat sakit hati melihatnya terus bersama Soorim , gadis yang kucintai .

“ Aku rasa aku ganggu deh . Aku keluar dulu deh ,” ucapku sambil menjauh dari mereka .

“ Oppa, jangan – “ kata Soorim mencegahku .

“ Sudahlah , mungkin dia tak ingin menganggu kita ,” ucap Heechul yang terdengar di telingaku .

## 28.01.2010 ##

“ Soorim , apakah kau mau menjadi pacarku ? “ ucapku pada Soorim di bawah sinar rembulan .

“ Ne, oppa. Dari dulu aku juga sangat mencintai , oppa ,” katanya sambil langsung memelukku .

“ Gomawo , saeng . Aku akan menjagamu dan oppa janji untuk takkan mengecewakanmu ,” janjiku padanya .

##01.02.2010 ##

Tepatnya, saat pelajaran Olahraga . Disaat semua murid kelas XII-B disuruh bermain sepakbola termasuk murid yeojanya oleh pak Siwon (?)

“ Untuk Heechul, tak usah saja kau bermain sepakbola . Kuyakin kakimu masih sakit . Beristirahatlah di kelas ,” suruh pak Siwon dengan suara lantang hingga aku pun bisa mendengarnya. Heechul hanya menatapku dengan tatapan sungguh mengerikan . Yah , aku tahu . Semua ini memang salahku .

** Flashback **

Aku menatap langit langit di malam hari . Ada banyak bintang disana . Terang dan bersinar hingga aku mendapatkan semangat membara oleh kekuatan bintang bintang ini .

Aku Cho Kyuhyun. Kedua orang tuaku membuang aku entah mengapa hingga aku dibesarkan dip anti asuhan . Hari hari kulalui dengan berdiam diri meskipun eomma Panti mengajakku berbicara namun aku tetap mengacuhkan omongannya . Bukannya apa apa , tapi, aku selalu bertanya tanya kenapa orang tua ku nekat membuangku dan tak ingin membesarkanku. Karena itulah, aku tumbuh dan berkembang sebagai orang yang tak punya semangat hidup . Sampai suatu hari, aku berteman dengan Heechul, dia juga anak se- Panti Asuhan di sini . Dia juga senasib denganku . Orang tua nya membuangnya juga tanpa alas an yang jelas . Tapi, Heechul berbeda denganku. Dia tetap tersenyum dan semangat menjalani hari demi hari . Dia yang mengajarkan ku untuk tetap tabah dan ikhlas dengan semua yang telah diberikan . Dia seperti guru bagiku dan dia sangat berjasa untukku .

“ Hey, Kyuhyun . Kau tahu tidak ? Satu benda yang membuatku sangat bersemangat menjalani hari ,” ucapnya padaku .

“ Apa itu , Heechul ? “ tanyaku penasaran .

“ BOLA ,” katanya sambil menunjukkan benda bulat berwarna hitam-putih itu .

“ Kau tahu tidak? Kehidupan itu bagaikan permainan sepakbola. Andaikan bola itu seseorang, lawan sebagai rintangan, dan gawang itu sebuah kebahagiaan . Makadari itu , seseorang harus melewati hari demi hari dan berbagai rintangan untuk mencari kebahagiaan . Dan aku ingin terus bermain sepakbola karena sepakbola adalah jiwaku, Kyuhyun ,” ucapnya sambil tersenyum kepadaku. Dan aku pun membalas dengan senyuman juga .

Namun . . .

“ Eomma lihat Kyuhyun tidak ?” tanya Heechul pada eomma di panti .

“ Tadi dia sepertinya bilang mau ke toko bola deh , Heechul ,” jawab eomma panti yang sedang menjahit baju .

“ Gomawo, eomma ,” katanya sambil tersenyum . Dan berlalu dari eomma tuk mencariku .

###

Aku berjalan menyebrangi jalan sambil terus memandangi bola yang ingin kuberikan untuk Heechul sebagai kado ulang tahunnya . Tapi ..

TETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT …

Bunyi klakson truk terdengar ditelingaku namun aku acuhkan . Palingan juga truk besar yang melintas dijalan . Aku menoleh kea rah kanan dan tubuhku langsung kaku melihat truk besar berjalan dengan cepatnya ke arahku . Dan aku memejamkan mataku .

BRUKKKKKKKK…

“ Aku – tak – apa – apa ,” kataku sambil memegang kepalaku tapi, pas kulihat ke arah jalan raya yang tadi kulalui . HEECHUL ! HEECHUL terkulai lemas dengan darah berceceran dimana mana dengan bola yang sudah kempes disamping kanannya . Aku yang melihat itu dengan mata kepalaku sendiri langsung segera berlari kearahnya .

“ HEECHUL …!! “ teriak ku sekencang kencangnya dan membuana ke seantero Korea Selatan *maybe* .

###

“ Gimana keadaannya , dok ?” tanyaku benar benar khawatir pada kondisi Heechul .

“ Dia tak apa apa namun , kaki kanannya mengalami cacat total yang TAK BISA DISEMBUHKAN ,”

** End of FLASHBACK **

##03.02.2010 ##

Hari ini aku berulang tahun . Meskipun, kurasa semua orang tak tahu jika aku hari ini berulang tahun . Tapi, semoga sahabatku dan yeoja-chinguku INGAT sebagaimana aku hafal tanggal-bulan mereka berulang tahun.

@saat pulang sekolah

Kukira hari ini aku akan bahagia . Saat dimana semua orang berbahagia saat mereka berulang tahun . Namun, aku berbeda . Hari ini bukannya hari dimana aku akan bahagia melainkan kebalikannya.

“ Kyuhyun, aku minta kamu sama Soorim P-U-T-U-S ,” paksa Heechul sambil kedua tangannya menggetarkan pundakku .

“ Tapi, aku tak bisa ,” kataku benar benar tak rela .

“ Kau boleh menyuruhku apapun tapi, kumohon jangan paksa aku untuk menyerahkan dia padamu, Heechul ,” lanjutku padanya .

“ Kyu oppa .. Heechul oppa .. Ada apa ini ?” Soorim tiba-tiba masuk ke dalam kelas sambil membawa kado yang kurasa ini untukku dan melihat kami berdua yang sedang berperang cinta .

“ Kau tak perlu ikut campur . Ini urusanku dengan Kyuhyun ,” kata Heechul dengan tatapan menyeramkan .

Soorim pun menjadi takut . Dan menaruh kado itu di mejaku lalu, berlari keluar kelas . Aku ingin mengejarnya namun, ditahan oleh tangan kuat Heechul yang tak mudah kulepaskan .

Mata Heechul langsung berubah seketika . Mungkin dia sadar bahwa hari ini aku berulang tahun. Dan tingkah konyolnya ini telah membuat hatiku sakit dan terluka .

“ Kau tahu tidak , Heechul ? Aku rela mengorbankan apapun untukmu termasuk jiwaku untuk melihatmu bahagia . Tapi, satu hal yang tak boleh kau rebut dan paksa aku untuk kuberikan untukmu. Yaitu, CINTA ,” kataku lalu melepaskan genggaman kuat Heechul dengan tenaga ekstra dan lari mengejar Soorim .

Saat batang hidungku sudah tak terlihat lagi oleh Heechul, aku bertanya ke chingu- chingu ku soal keberadaan Soorim .

“ Lee-Teuk, kau tahu Soorim ada dimana ?” tanyaku pada chingu-ku yang bernama Leeteuk .

“ Tadi kulihat dia ke taman sekolah,” jawabnya detail .

“ Gomawo , Lee Teuk ,” kataku padanya dan dia hanya membalas dengan anggukan .

Aku langsung berlari ke tempat yang di bilang Lee teuk yaitu , di taman sekolah . Ya , benar . Ternyata, Soorim memang ada disana. Dia duduk di bangku bangku yang kosong sambil menatap langit yang mendung .

“ Soorim ! “ teriakku padanya dan dia menoleh padaku sambil tersenyum manis . Untunglah, kukira dia marah padaku.

“ Mianhae , chagija . Tak seharusnya aku bertingkah seperti anak kecil ,” katanya dengan nada agak serius .

“ Tak apa kok ,” ucapku datar sambil melihat langit yang sedang ikut berduka sepertinya .

“ Soorim , langit itu bagaikan aku ya . Saat aku sedih , langit selalu mendung dan seperti ikut berduka . Saat ku senang , langit selalu memberikan sinar nya untukku . Kau juga sama seperti langit , sama sama memberikan ku kekuatan ,” kataku sambil tersenyum pada langit.

##11.06.2010 ##

Tanda disadari, waktu memang cepat berlalu . Sekarang aku sudah lulus SMA dan mungkin saat dibangku perkuliahan aku sudah tak bersama Soorim dan Heechul . Sejak ulang tahunku kemarin, Heechul dan aku sudah tidak pernah berbicara lagi . Sebenarnya aku ingin mengajaknya berbicara duluan namun Heechul malah menghindariku sebelum aku memulai pembicaraan .

Aku duduk termenung di depan panti . Memang aku satu panti dengan Heechul namun, akhir akhir ini aku jarang melihatnya .

“ E-h-m , Kyuhyun . Aku ingin berbicara denganmu ,” ucap seseorang yang ternyata sudah ada didepanku .

“ Hee-chul ? “ kataku tak percaya .Kukira dia masih keras kepala seperti dulu namun, sekarang sepertinya dia sudah lebih dewasa .

Diapun duduk disebelahku .

“ Kyu , sebelumnya, mianhae atas semua kesalahan yang pernah aku buat padamu ,”ucapnya dengan nada serius .

“ Tentu . Kau kan sahabatku ,” jawabku singkat sambil tersenyum manis padanya .

“ Aku memang salah padamu . Tak seharusnya aku marah karena tindakan yang telah kupilih ,” lanjutnya lagi .

“ Kau boleh kok marah padaku . Aku juga sangat menyesal saat itu . Karena akulah , kaki kananmu cacat total . Kau boleh kok memukulku, mencampakkanku, menamparku , menyuruhku ini-itu , bahkan kau boleh kok mengambil kaki kananku ini untukmu. Aku rela kok ,” kataku padanya . Dia langsung memandangku .

“ Kau memang baik , Kyu. Maafkan aku . Maafkan aku telah menyakitimu saat itu . Dan bodohnya lagi aku melupakan hari ulang tahunmu karena terlalu emosi . MAAFKAN AKU , Kyu ,” ucapnya sambil memelukku (?)

“ Sekarang , aku sudah diadopsi oleh keluarga kaya dan soal kaki kananku ini , aku akan melakukan operasi di Jepang dan terapi secara rutin supaya aku bisa terus bermain bola . Selamat tinggal ya , Kyuhyun ,” bisiknya pelan di telingaku . Dan langsung melepaskan pelukan persahabatan yang sempat pecah karena cinta .

“ Jaga Soorim juga ya dan ingatlah pesanku waktu kita masih kecil, bahwa kehidupan bagaikan permainan sepakbola. Andaikan bola itu seseorang, lawan sebagai rintangan, dan gawang itu sebuah kebahagiaan . Makadari itu , seseorang harus melewati hari demi hari dan berbagai rintangan untuk mencari kebahagiaan ,” katanya sambil berdiri dan berjalan menjauh dariku .

Saat ia sudah hamper menjauh, ia membalikkan badannya dan melambai lambaikan tangannya sambil tersenyum .

FIN ~

#NB : Ini FF kubikin sepenuh hati (?) Kalau FF ini kurang menyentuh dan kurang bagus , MIANHAE ya T.T Aku sudah berusaha semampuku .

Jangan lupa commentnya ya . . ^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Oneshoot, STRAIGHT dan tag , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s