I Really Miss You ( Chap 1 )

Title : I Really Miss You
Author: Tri Fuji Hardianti,
Cast(s) : Heo jieun, Heo Young Saeng (SS501), Kim Hyun Joong (SS501), Kim Kyu jong (SS501), Park Jungmin (SS501), Kim Hyung Jung (SS501), Lee Jonghyun (CNBLUE) and All member of CNBLUE
Length : Short story
Genre : Romance
Rating : PG-15

Aku heo jieun, aku hanya seorang gadis biasa dari keluarga yang sangat sederhana. Dan satu – satunya keluarga ku saat ini hanya lah oppa ku, heo young saeng. Appa dan eomma sudah tidak ada sejak aku berumur 10 tahun dan yang berjuang keras untuk menghidupi kelangsungan hidup ku hanya saengie oppa seorang. Umur ku dengan oppa ku hanya bertaut 4 tahun, jadi bisa dibayangkan bagaimana oppa ku berjuangan keras untuk menghidupi kebutuhan kami berdua di usianya yang terbilang masih muda. Maka dari itu aku sangat menyayanginya. Kemampuan oppa bernyanyilah yang menolong kami keluar dari masalah keuangan. Aku bangga sekali memilikinya. Namum belakangan ini, oppa khawatir dengan keadaan ku. Ini berkaitan dengan hubungan ku dengan dia, ya lee jonghyun. Entah bagaimana aku harus menyebutnya siapa dia untuk ku, tapi yang pasti dialah orang yang membuat ku seperti ini. Membuat keadaan ku sangat kacau, jauh dari sifat ku yang periang. Dan karena dia juga, beginilah kegiatan ku sehari – harinya, selalu melamun bahkan menangis di dalam kamar ku. Bahkan untuk pergi kuliah pun, aku bagaikan jasad yang tak bernyawa.

Saat ini kegiatan ku tidak jauh berbeda dari biasanya, hanya diam dikamar sambil memikirkannya. Dan tidak jarang aku menyalakan radio di dalam kamar. Seperti saat ini, radio itu sedang memutarkan lagu rihana – cry. Ku dengarkan lirik pertamanya.

I’m not the type to get my heart broken
I’m not the type to get upset and cry
Cause I never leave my heart open
Never hurts me to say goodbye
Relationships don’t get deep to me
Never got the whole in love thing
And someone can say they love me truely
But at the time it didn’t mean a thing

Ya lirik itu menggambarkan hati ku padanya. Semua bermula hanya dengan kejadian yang sangat kecil, namum hal itu merubah semuanya. Merubah pandangannya pada ku, dan sekarang dia benar – benar menghiraukan ku. Hal ini yang membuat ku sedih, karena aku sudah menyadari arti dirinya dalam hidup ku. “ jonghyun ah…. Bahkan aku masih sangat ingat ketika kau berusaha membuat ku tertawa. Ingat saat kau benar – benar mengatakan isi hati mu untuk ku. Ingat saat kau pertama kali mencium kening ku. Ingat saat kita sama – sama malu saat melakukan ciuman pertama itu. Tapi mengapa sekarang kau seperti ini ? apa kau lupa dengan hal yang kita lakukan bersama. Apa semua yang kita lewati bersama tidak berati sama sekali untuk mu.” Ya selalu hal ini menjadi pertanyaan besar dalam benak ku. Sudah ku coba untuk menanyakan langsung tentang hal ini dan perubahan drastis dari dirinya untuk ku. Namum dia menghidari itu semua, pesan ku tidak dibalas, panggilan ku tidak pernah di jawabnya. Ku ambil ponsel ku
“ Jonghyun ah… kita harus bicara.”
Ku kirim pesan itu, dan itu sudah menjadi pesan yang kesekian kalinya ku kirim dengan kata – kata yang sama. Jonghyun ah, dimana kau, aku disini sangat merindukan mu. Tanpa terasa air mata ku menetes, lalu tiba – tiba ku dengar ada yang mengetuk pintu kamar ku.
“ Jieun ah..” Itu suara saengie oppa.
“ Ne.” Jawab ku singkat.
“ Kau di dalam ? Oppa masuk ya.”
“ Ng.” Dan ku dengar pintu dibuka. Dan Saengie oppa langsung menghampiri ku ditempat tidur.
“ Jieun ah…. Sudah lah jangan menangis lagi.” Aku tahu oppa ku ini melihat ku menangis, dan hanya pada oppa ku ini aku tidak bisa menyembunyikan segalanya. Saengie oppa menyeka air mata ku. “ Kau seperti ini hanya akan menyiksa ku saja. Aku tidak akan tinggal diam membiarkan dongsaeng kesayangan ku ini menangis terus. Hari ini kau harus ikut aku, kau harus melihat oppa mu ini bernyanyi.” Ajaknya.
“ Oppa.. aku dirumah saja. Aku tidak ingin kemana – mana.” Tolak ku halus.
“ Tidak, kau harus ikut.” Perintahnya.
“ Oppa.” Rengek ku tapi dia malah menarik ku dari tempat tidur. “ Oppa aku tidak mau ikut.”
“ Kau harus ikut, oppa tidak akan peduli dengan apa yang kau kenakan saat ini, oppa akan tetap menarik mu keluar dari kamar.” Ucapnya sambil terus menarik ku keluar.
“ Ok oppa aku ikut dengan mu.” Ucapku pasrah, kalau sudah seperti ini aku tidak akan bisa menolaknya. “ Tapi biarkan aku berganti pakaian dulu.” Dan saengie oppa melepaskan genggamannya, dan tersenyum pada ku.
“ Oppa tunggu dibawah.”
Aku pun langsung berganti pakaian dan mengambil mantel kesayangan ku lalu turun kebawah. Dan kulihat oppa ku juga sudah siap dengan penampilannya. Dan kami pun segera berangkat ketempat kerja oppa ku disebuah café, oppa dan temannya adalah penyanyi tetap di dalam café itu. Satu hal yang paling aku suka dari oppa ku ini adalah kebiasaanya menggandeng tangan ku saat berjalan. Baginya aku tetap jieun yang masih kecil seperti dulu. Dahulu waktu aku masih kecil, aku pernah hilang karena terlepas dari genggaman tangannya. Sejak saat itu oppa berjanji tidak akan melepaskan genggaman tangannya saat berjalan dengan ku. Bahkan sampai di kereta seperti ini pun oppa tidak melepaskan genggaman tangannya dari ku.
Hanya 30 menit dari tempat tinggal kami menuju tempat kerjanya. Saengie oppa sudah menyediakan tempat khusus untuk ku dan langsung menyuruh ku untuk langsung duduk ditempat itu karena dia harus briefing dulu sebelum performnya dimulai. Walaupun ditempat ramai, bagi ku ini tidak akan merubah perasaan ku yang kacau. Saat aku sedang terdiam, seorang pelayan café menghampiri ku sambil membawa 1 cup besar es cream vanilla.
“ Ini untuk ku.” Tanya ku heran pada pelayan café tersebut.
“ Ne, ini pesanan dari tuan Heo Young Saeng.” Oh ini dari oppa, pantas saja karena memang hanya dia yang tahu kesukaan ku. Aku tidak akan menolak es cream ini dalam keadaan apapun. Aku tersenyum “ gomawo oppa.”
Saat asyik melahap es cream ini, ternyata oppa ku sudah mulai naik stage. Oppa bernyanyi dengan 4 orang temannya. Ya aku kenal dengan mereka semua, dan mereka juga baik pada ku. Diantara mereka berempat aku paling dengan dekat dengan jungmin oppa. Dan yang paling membuat ku penasaran diantara ke empatnya adalah hyun joong oppa. Kyu oppa orang terdekat saengie oppa. Sedangkan yang terakhir hyung joon oppa merupakan maknae diantara semuanya. Mereka bernyanyi sangat baik, tapi aku lebih suka vocal oppa ku. Oppa mampu mencapai nada – nada tinggi.
Namum pandangan ku kini beralih, aku melihat banyak anak muda seusia ku datang sambil membawa alat music. Dan aku mengenal salah satu dari mereka, ya jonghyun ada bersama dengan mereka. Dia bersama dengan teman – temannya, dan aku mengenal semuanya. Bertemu mereka secara tidak sengaja, merupakan kesempatan untuk bertemu dengannya dan berbicara tentang semuanya. Lalu ku hampiri mereka semua.
“ Annyeonghaseyo.” Sapa ku ramah pada mereka semua.
“Annyeonghaseyo.” Jawab mereka ramah, kecuali dengan jonghyun yang kaget dengan kehadiran ku.
“ Apa yang kalian lakukan disini ?” Tanya ku pada mereka semua.
“ Jieun ssi, apa kau tidak melihat kami membawa alat music. Kami akan tampil.” Ucap jonghyun dengan santai, nada bicaranya seperti orang yang tidak mempunyai salah. Bahkan dia sudah tidak memanggilku dengan sebutan seperti biasanya.
“ Ne, arraso.” Jawab ku pendek.
“ Lalu apa yang lakukan disini sendirian.” Tanya yonghwa oppa, namum pandangan ku tetap pada jonghyun. Dia sama sekali menghiraukan ku disini.
“ Aku tidak sendiri, aku bersama oppa ku.”

Aku dan yang lain larut dalam perbincangan ringan, namum jonghyun berusaha menghidari pembicaraan ku. Dia lebih memilih diam atau bahkan asyik dengan minumannya. Beberapa kali aku coba untuk berbicara dengannya, namum hanya jawaban pendek dan tidak pasti yang keluar dari mulutnya. Bahkan sangat jelas tergambar kalau dia tidak menyukai suasana ini. Kesabaran ku habis, aku harus bicara dengannya, aku ingin semua jelas dan aku tenang. Ya mungkin aku akan tenang. Dengan sigap aku langsung menariknya keluar dari ruangan ini. Ku tarik dia ke balkon café ini.
“ Ya !! Apa yang kau lakukan.” Ucapnya saat aku menariknya.
Kini aku menatapnya. “ Haisshh… kau masih bisa marah dengan ku setelah semua terjadi.”
“ Ya bukan seperti ini juga caranya !!” Dia membentak ku.
“ Harus dengan cara apa lagi aku bicara dengan mu.”
“ Soal itu…” Nada bicaranya sudah tidak seperti tadi.
“ Kau tahu, aku butuh penjelasan semuanya.”
“ Penjelasan tentang apa ?” Tanya dengan nada yang tidak enak di dengar. Aku sadar aku belum memiliki hubungan dengannya, dan aku mengerti betul tidak ada hal yang perlu di pertanggung jawabkan olehnya untuk ku. Tapi aku tetap butuh semua penjelasan darinya tentang hal yang selalu dia berikan untuk ku. Apa maksud dari perlakuaan manisnya untuk ku, apa hal itu dia lakukan untuk mempermainkan ku saja.
“ Aku rasa, kau paham maksud ku. Mianhae aku tahu aku tidak berhak berkata seperti ini, aku paham dengan status kita. Mianhae tentang kesalahan yang ku lakukan untuk mu. Tapi semua hal yang terjadi dengan kita, apa sebuah permainan mu saja ?”
“ Jadi itu maksud mu. Ya aku tahu, tapi aku fikir kita melakukannya atas dasar sama – sama suka. Dan ini bukan murni kesalahan ku. Aku sadar kau memang membuat ku selalu nyaman, tapi semenjak kesalahan itu kau lakukan, semuanya berubah.” Jawabnya dengan argument yang membuat terkejut, jauh diluar dugaan dia akan berkata seperti itu. Dan masih dengan nada bicara yang terdengar ketus.
“ Itu hanya kesalahan kecil, dan aku sudah berusaha memperbaikinya.”
“ Mungkin bagi mu seperti itu, tapi tidak untuk ku. Aku benci orang memasuki ruang privacy ku. Aku fikir kau belum menjadi apa – apa untuk ku tapi sudah berani bertindak hal yang seharusnya tidak kau lakukan. Aku seperti ini bukan hanya karena mu, tidak bermaksud menjauhi mu. Aku seperti ini karena aku merasakan lebih nyaman jika aku sendiri atau bersama teman – teman ku.”
“ Begitu… arasso. Jadi kau lebih nyaman jika kau sendiri.” Ucapku sambil menatap wajahnya. Wajah yang biasa ku kenal sangat ramah kini berubah.
“ Ne, aku akan nyaman jika sendiri. Dan lebih nyaman jika kau tidak berusaha untuk menghubungi ku.” Jawabnya yang membuat ku terkejut. Setelah semuanya terjadi antara aku dan dia. Kini dengan mudahnya dia berkata seperti itu.
“ Jadi seperti itu. Baiklah aku tidak akan mengganggu mu.” Puas sudah aku bicara dengannya dan semuanya pun berakhir. Aku pun langsung berbalik dan berjalan meninggalkanya. Namun baru 2 langkah aku berjalan, dia memanggilku dan menarik tanganku.
“ Jieun ah.” Panggilnya dengan panggilan seperti biasanya. Aku pun melepaskan tangannya dan tetap pada posisi ku. Aku tidak mau berbalik karena aku tidak mau memperlihatkan air mata ku yang sudah jatuh padanya. Aku tidak mau dia tahu kalau aku menangis. “ Jeongmal mianhae. Yang perlu kau tahu semua hal yang ku lakukan dulu pada mu, itu nyata perasaan ku. Aku tidak pernah berbohong dengan apa yang kurasakan pada mu. Dan aku tidak pernah bermaksud mempermainkan mu. Namum apa yang terjadi saat ini, mungkin memang jalannya seperti ini. Mungkin saat ini kita memang tidak bisa, tapi kedepannya pasti. Ku harap kau mengerti.”
“ Ne, ara. Gwaenchana aku bisa mengerti. Dan aku berjanji tidak akan menghubungin atau mendekati mu jika hal itu yang membuat mu jauh lebih nyaman tanpa aku. Aku berjanji tidak akan mengganggu mu.” Ucapku seraya pergi meninggalkannya.
Aku berjalan keluar dari café ini tanpa arah, aku tidak tahu mau kemana. Tapi kaki ku berhenti tepat disebuah taman pemakaman, dan aku pun masuk kedalamnya. Aku pun langsung menuju tempat yang biasa aku kunjungi, ya makam kedua orang tua ku.
“ Eomma appa aku datang. Eomma appa pogoshippo. Tapi kali ini aku datang sambil menangis.” Aku duduk di depan makam orang tua ku, dan menangis sepuasnya.
Author pov
Keadaan di cafe sudah sepi, sudah tidak ada lagi pengunjung hanya terlihat para pekerjanya saja. Termasuk crew pengisi acaranya. Tapi ada pemandangan lain disitu, seorang laki – laki sedang sibuk menelpon seseorang dengan ponselnya, tapi saat dia mendengar dering ponsel lain dia langsung mencari sumber suara itu. Dan ternyata ponsel yang berdering itu, ada ponsel yang sedang di hubunginya.
” Sial… ponselnya juga tertinggal dimantelnya.” Ucapnya. “ Jieun ah, kemana kau ? Kenapa tidak memakai mantel mu, padahal diluar salju sedang turun. Ponsel dan dompet mu juga tertinggal.” Keluhnya sendiri.
“ Hyung..” Panggil seseorang padanya.
“ Jun ah, kau sudah menemukan adik ku?” Tanyanya dengan wajah khawatir akan adiknya.
” Aniyo, aku tidak menemukannya di cafe ini bahkan disekitar cafe ini.”
” Gomawo jun ah.” Jawabnya dengan wajah tersenyum yang dipaksakan.
” Saengie hyung, mungkin dia pulang kerumah.”
” Tapi dia tidak membawa dompetnya. Ah..mungkin kau benar dia pulang. Dimana hyun joong dan yang lainnya ?” Tanyanya karena tidak melihat 3 orang itu dari tadi.
” Mereka semua juga sedang mencari adik mu. Mereka akan memberikan kabar jika mereka menemukannya. Lebih baik sekarang kau pulang hyung, mungkin jieun sudah menunggu mu dirumah. Aku akan menyusul jungmin untuk bersama – sama mencari adikmu.”
” Ne, aku akan pulang. Kau hati – hati dijalan. Gomawo jun ah.”

-Hyun joong pov-

Ke mana sebenarnya dia, kenapa membuat khawatir oppa nya saja. Jieun ah kau tidak tahu oppa mu itu sangat mengakhawatirkan mu. Tapi saat mobil ku melewati pemakaman umum, ada hal yang tidak biasa ditempat itu. Sepertinya aku mengenali seseorang di dalam tempat itu.
“ Omo, itu jieun ah. Apa yang dia lakukan di dalam tempat menyeramkan itu. Saat ini kan sedang turun salju.” Tanpa pikir panjang pun aku keluar dari dalam mobil dan berlari ke arah jieun ah di dalam tempat itu. “ Jieun ah, ya.. jieun ah.” Panggil ku, tapi tidak ada jawaban darinya.
Aku berlari menghampiri dirinya. Tapi saat aku sampai ditempatnya, ternyata dia tidak sadarkan diri. Tubuhnya sangat dingin, tanpa pikir panjang ku gendong tubuhnya ke dalam mobil ku. Ku nyalakan penghangat di dalam mobil. Ku pacu mobil ku dengan cepat, aku tidak ingin ada hal buruk terjadi pada adik sahabat ku ini. Saat perjalanan ku dengar dia mengigau, dia terus memanggil nama oppa nya. Apa yang terjadi sebenarnya.
Tidak sampai 15 menit aku sudah sampai dirumahnya. Ku gendong dirinya, lalu ku ketuk pintu rumahnya. Untung saja saengie sudah sampai dirumahnya.
“ Saengie ah.. ya ppalli.” Ucapku sambil mengetuk pintu rumahnya. Pintu mu terbuka dan kulihat ekpresinya yang terkejut melihat keadaan adiknya.
“ Wae yo ? apa yang terjadi dengannya.” Tanyanya dengan mimic panic.
“ Aku menemukan adik mu di tak sadarkan diri di depan makam kedua orang tua mu.”
“ Omo.” Saengie pun langsung mengambil adiknya dari gendongan ku, dan membawanya ke dalam kamarnya.
Kulihat dia dengan sigap langsung menyelimuti adiknya dan segera mengompres adiknya. Karena suhu tubuh adiknya mulai tinggi, ini akibat dia teralu lama berada diluar tanpa mantel pelindung.
“ Oppa.” Panggil jieun ah untuk oppanya dan kulihat saengie pun langsung memegang tangan adik kesayangannya.
“ Saengie ah, aku pulang ya. Besok aku bersama yang lain akan kesini lagi. Aku juga sudah memberitahu mereka kalau jieun ah sudah ditemukan. Aku pulang ya, kau juga jangan lupa untuk beristirahat.” Ucap ku sambil berjalan menuju pintu.
“ Hyun joong ah, gomawo yo.” Ku lihat dia tersenyum pada ku.
“ Ne, sama – sama.”

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s