I Like It But He Doesn’t Like

title : I Like It But He Doesn’t Like
author : jieunmiow
casts : Lee jinki a.k.a onew, heo jieun and yugeun
Lenght: Oneshot
Genre : Romance
Kenalkan nama ku Heo Jieun. Saat ini aku adalah mahasiswi jurusan psikologi yang sedang menjalani magang untuk tugas akhir kuliah ku. Ya, aku bertugas di yayasan anak – anak penyandang autis sindrom. Ada banyak alasan aku bertugas di yayasan ini, salah satunya karena aku menyukai anak kecil. Dan kalian tahu pacar ku lee jinki adalah seseorang yang sangat bertolak belakang dengan kesukaan ku. Ya dia tidak menyukai anak kecil, hal ini bukan karena dia memang membenci anak kecil tapi ada latar belakang yang menyebabkan itu semua.
Hari ini seperti biasa aku bertugas di yayasan itu, dan hari ini ada pasien baru. Anak laki – laki yang lucu dan berumur sekitar 5 tahun. Ketua yayasan ini menyebutkan kalau anak itu adalah anak yang hilang dari orang tuanya dan pihak yayasan untuk sementara waktu menampungnya disini selama mereka mencari orang tuanya. Ku lihat anak itu menangis dan ku coba untuk mendekatinya.
“ Adik kecil, kenapa menangis ?” Tanya ku lembut dan dia menoleh ke arah ku. Wajahnya sangat lucu dengan pipi tembamnya itu. “ Kalau kau berhenti menangis noona akan kasih permen ini untuk mu.” Ucapku sambil menunjukkan kepadanya lollipop besar. Dan ku lihat dia tertarik dengan tawaran ku dan menghentikan tangisnya. “ Anak pintar. Kan kalau seperti itu kau terlihat manis. Adik kecil siapa nama mu ?” Tanya ku padanya.
“ Yugeun.”
“ Yugeun ah, nama yang lucu.”
Entah apa yang membuat yugeun nyaman pada ku, di selalu saja mengikuti kemana ku pergi. Yang ku lihat dia bukan seperti kebanyakan anak – anak penderita autis sindrom kebanyakan. Dia beda, yugeun anak yang pandai dia sangat menyukai permainan rubik. Inilah kelebihan anak – anak autis, jika mereka menyukai sesuatu maka dia akan mempelajarinya dengan sungguh – sungguh.
Pekerjaan ku sudah selesai di yayasan itu, namum yugeun ingin tetap bersama ku. Dan dari pihak yayasan menyuruhku serta mengizinkan ku untuk membawanya pulang. Hal ini bukan masalah untuk ku, tapi aku yakin ini masalah untuk pacar ku. Sudah hampir 1 minggu ini aku tinggal bersamanya karena apartementku sedang mengalami masalah.
“ Yugeun ah…ottoke..” Ucapku pada nya yang sedang berjalan sambil ku gandeng saat perjalan menuju apartement onew oppa. Dia hanya menatapku dengan senyumnya lucu. “ Huh..aku lebih tidak tega menghilangkan senyum mu dibanding dengan huby ku itu. Baiklah tidak akan terjadi apa – apa.”
Setelah aku sampai di depan pintu kamar apartementnya, muncul lagi keraguan untuk membawa yugeun masuk ke dalamnya. Tapi aku tdak bisa membiarkannya sendirian dan dengan yakin ku tekan bel kamar itu. Ku dengar suara orang berjalan dan membuka pintu itu. Pintu terbuka dan ku lihat onew tersenyum pada ku dengan senyumannya yang khas tapi saat dia melihat apa yang ku bawa dia berteriak dan dengan cepat menutup kembali pintu itu.
“ Oppa…!!!” Teriak ku saat pintu di depan ku tertutup. “ Oppa izinkan aku masuk dan menjelaskan semua ini.”
“ Ya aku menginzinkan kau masuk tapi tidak dengan makhluk itu.” Haish…bahasanya tidak mengenakan, dia bilang “ Makhluk” padahal yugeun anak yang lucu.
“ Oppa kau harus mengizinkan kami berdua masuk.”
“ Aniyo, sudah ku bilang tidak ya tidak. Kau kan tahu aku tidak suka anak kecil dan lebih tepatnya aku takut pada anak kecil tapi kenapa kau bawa makhluk itu kesini.”
“ Ini perintah dari yayasan ku, aku tidak bisa menolaknya. Jika tidak aku bawa kesini kemana lagi aku harus membawanya, kau kan tahu keadaan apartement ku.”
“ Tidak, tidak bisa.” Kali ini suaranya terdengar membentak.
“ Ya sudah kalau begitu aku akan pergi.” Jawab ku kesal dan langsung menggendong yugeun meninggalkan kamar itu.
Ottoke, apa yang aku lakukan. Aku harus tidur dimana malam ini. Saat langkahku mulai melangkah ke dalam lift tiba – tiba ada tangan yang menarik ku. Dan ku lihat itu onew oppa, dia menarik tangan ku tanpa sedikit pun menoleh ke arah kami berdua. Ku lihat tangannya sedikit bergetar, ku rasa dia melawan rasa takutnya. Mianhae oppa, aku tidak bermaksud menyakiti mu seperti itu. Saat aku masuk ke dalam apartementnya dia duduk sangat jauh dari aku dan yugeun.
“ Oppa hentikan melihat yugeun dengan pandangan seperti itu. Dan hentikan pula menyebutnya dengan sebutan “Makhluk” pada yugeun. Dia punya nama, dan yugeun namanya.”
“ Kau tahu, aku sungguh tidak peduli dengan namanya. Yang terpenting kau jauhkan dia sejauh mungkin dari ku.” Ucapnya ketus.
“ Haish….kau ini. Ya ya ya, akan ku awasin dia dan aku janji dia tidak akan menyentuh mu sedikit pun.”
“ Bagus lah kalau begitu.” Dan onew pun langsung melanjutkan kembali bermain game di pc nya.
Dan ku lihat pula yugeun sedang asyik dengan bermain rubiknya. Ku lihat kondisi seperti itu, aku pun berani meninggalkan dua orang itu untuk memasak makan malam. Baru aku tinggal selama 15 menit di dapur ku dengar suara teriakan dan yang disusul dengan suara tangisan.
“ Arrrggggghhhhh.” Teriak onew histeris * hahahah bayangin aja, pasti lucu deh* “ Jangan sentuh aku.” Suara onew terdengar membentak dan yugeun yang ku lihat terjatuh sambil memegang kaki onew pun semakin keras menangis. Dengan cepat ku gendong yugeun dan mencoba menghentikan tangisnya.
“ Kau ini apa – apaan si oppa. Apa yang kau lakukan padanya hingga terjatuh dan kenapa kau membentaknya.” Ucapku marah padanya.
“ Harusnya kau Tanya pada makhluk ini apa yang dia perbuat pada ku. Aku tidak akan mungkin menyentuh makhluk ini, dia yang mengganggu ku.” Bentak onew pada ku dan dia langsung pergi ke kamarnya.
BRUKK !! suara pintu dibanting terdengar jelas.
“ Oppa !!!” Teriak ku.
Pandangan ku kini beralih pada yugeun yang semakin keras menangis. Suasananya sangat membuat ku pusing, yugeun menangis dan onew marah. Setelah hampir 20 menit membujuk yugeun berhenti menangis akhirnya dia pun tertidur dengan botol susunya. Ku tidurkan yugeun dikamarku dan aku harus segera ke kamar onew untuk meminta maaf atas keributan yang aku buat.
Ku ketuk dan ku panggil onew dari luar kamarnya, tapi tidak ada jawaban. Dan ku beranikan diri untuk masuk ke kamarnya yang ternyata tidak dikunci. Kamarnya gelap dan ku lihat dia sedang duduk di sofa yang tepat menghadap beranda apartementnya. Pandangannya hanya tertuju pada pemandangan malam kota seoul. Ku berjalan mendekatkan diri ku padanya, dan ku peluk dirinya dari belakang. Dia tersentak dengan kaget dengan apa yang ku lakukan. Ku taruh dagu ku di pundak kekarnya dan membisikkan sesuatu padanya.
“ Jeongmal mianhae oppa, aku tidak bermaksud menyakiti mu dengan membawa yugeun kesini. Aku tahu kondisi mu tapi ini juga bukan pilihan yang aku mau untuk membawanya kesini.” Onew masih terdiam namum tangannya menarik tangan ku ke genggamannya. “ Oppa, jeongmal mianhae. Aku janji tidak akan ada kejadian itu lagi.” Lalu onew membalikan tubuhnya ke arah ku dan mengangkatku melewati sofa dan saat aku sudah ada disampingnya dia langsung memelukku.
“ Maafkan aku juga tadi sudah membentak mu. Tidak ada maksud seperti itu, namum melihat anak itu aku memang takut. Aku takut mengingat kembali peristiwa yang menyebabkan aku takut akan anak kecil. Jadi ku mohon mengerti.” Aku hanya menganggu dalam pelukkannya.
Ku rasakan tangannya memegang dagu ku dan mengangkatnya. Kini wajah ku sangat dekat dengan wajahnya, ya tanpa jarak saat bibirnya melumat lembut bibirku. Saat dia melepaskan bibirnya, onew kembali menatap ku, tatapan yang penuh arti.
“ Sekarang gantian, kau yang harus memanjakan aku. Aku iri dengan anak itu, dari tadi kau terus memanjakannya.” Ucapnya manja, ekpresinya yang lucu membuat ku ingin tertawa namum ku tahan.
“ Kalau aku tidak mau bagamana ?” Tanyaku meledeknya.
“ Mwo..?? waeyo chagi..?? Kau tidak sayang ya pada ku ya.” Aku hanya tersenyum mendengarkan perkataannya dengan raut muka yang semakin lucu.
“ Yugeun itu masih kecil, kau kan sudah besar. Kau mau kembali lagi menjadi anak kecil ??”
“ Itu bukan masalah untuk ku, selama aku melakukannya demi untuk mu.” Ucapnya sambil kembali mempererat pelukkannya padaku. “ Saranghaeyo chagi.”
“ Nado saranghaeyo.”
Malam ini aku habiskan waktu ku dikamarnya. Banyak hal ku ceritakan tentang yugeun, dan dia mendengarkan dengan baik sambil sesekali bertanya soal yugeun. Andai saja semua kejadian dahulu tidak membuatnya seperti ini, aku yakin kami bertiga sudah bermain bersama.
Saat ku buka mata ku, ku lihat jam yang ada di meja. “ Sudah pagi rupanya.” Batin ku bicara. Saat ini aku ada di tempat tidur onew, pasti dia yang menggendongku kesini saat aku tertidur. Dan ku lihat dia tertidur di sofa, ku hampiri dirinya. Wajah tidurnya sangat lucu, entah kenapa semua ekspresi wajahnya aku sangat menyukainya. Ku ambil selimut ku lalu menyelimutinya. Dan setelah itu pun aku beranjak ke kamarku, rupannya yugeun masih tertidur. Baiklah aku harus memasak untuk mereka berdua.
Ya lagi – lagi saat aku sedang asyik dengan pekerjaan ku. Ku dengar teriakan histeris onew dengan keras. “ Ada apa lagi ini” Aku pun bergegas menuju kamarnya. Saat aku masuk kamarnya, ku lihat onew sudah terpojok disudut kamar dan yugeun yang terus mencoba mendekatinya dan meneriaki onew dengan sebutan.
“ Appa, appa.” Aku kaget dengan sebutan yang di lontarkan yugeun pada onew.
“ Jieun ah, cepat kau bawa anak itu menjauh dari ku.” Rengek onew dengan ekspresi takutnya, dan langsung ku gendong yugeun ke pelukkan ku. “ Anak ini sangat aneh, dia bukan hanya mencium ku tapi juga menjilat ku. Cepat kau bawa dia jauh – jauh.”
“ Appa….” Teriak yugeun keras pada onew.
“ Yugeun ah, dia ini hyung mu bukan appa mu.”
“ Appa…” Teriak yugeun kembali.
“ Kau kangen ya sama appa mu di rumah. Appa mu mirip dengannya.” Tunjuk ku pada onew, tapi tetap saja yugeun menyebut onew dengan sebutan appa.
Setelah kami bertiga sarapan, kami bertiga pun kembali melakukan kegiatan masing-masing. Onew pergi untuk mengisi acara music dengan semua member SHINee, sedangkan aku dan yugeun kembali ke yayasan itu. Pihak yayasan belum menemukan orang tua yugeun dan pihak yayasan kembali menyuruhku membawa yugeun pulang.
Sepertinya selama beberapa hari ini aku akan terus merepotkan onew oppa, sebelum aku sampai di apartement onew, aku mencoba mengecek ke apartement ku, ternyata masalah di apartement ku juga belum selesai. Saat onew pulang ke apartementnya, lagi – lagi ku lihat wajahnya takut saat melihat yugeun, dia memang mengizinkan yugeun tinggal ditempatnya tapi aku harus benar – benar menjaganya agar yugeun tidak mendekatinya.
Awalnya saat setiap kali aku mengajak yugeun bermain, onew selalu menjauh bahkan mengacuhkan kami berdua. Tapi sudah hampir dua hari ini onew mencoba berinteraksi dengan yugeun, ya meski dengan jarak bicara yang sangat jauh dan selalu lari saat yugeun mulai mendekatinya. Bahkan tidak jarang onew meneriaki ku dengan kencang untuk segera membawa yugeun menjauhi dirinya. Hari ini pihak yayasan memberitahu ku, bahwa orang tua yugeun sudah ditemukan dan aku yang diperintahkan untuk mengantarkan yugeun kepada orang tuanya. Onew oppa mau mengantarkan ku ketempat aku janjian dengan orang tuanya yugeun di sebuah taman di tengah kota. Onew mengantarkan ku dengan mobilnya, aku terpaksa duduk dibelakang sambil menggendong yugeun, aku tidak ingin ada hal buruk terjadi jika yugeun berani menyentuh onew saat dia sedang mengendarai mobil.
“ Jaga anak itu baik – baik kalau kau tidak ingin hal buruk terjadi dengan kita semua.” Perintahnya.
“ Ne, aku mengerti oppa.”
Sampai di taman, yugeun langsung barlari menuju ayunan. Aku membiarkannya berlari dan aku menarik tangan onew untuk mengikuti langkah ku. Rasanya seperti memiliki keluarga kecil, apalagi yugeun yang selalu memanggil onew dengan sebutan appa membuat aku terlihat seperti ibu muda.
“ Wah itu anak kalian ya, lucu sekali.” Ada ahjumma berkomentar seperti itu, aku hanya bisa tersenyum. Lalu melirik ekpresi onew, dia pun hanya tersenyum.
Yugeun masih asyik dengan bermain pasir, aku meninggalkan onew dan yugeun untuk membeli es cream, minuman soda dan beberapa potong ayam untuk onew. Namum saat aku kembali aku sudah tidak melihat yugeun.
“ Oppa.” Panggilku dengan kencang, onew masih asyik dengan membaca komiknya saat aku memanggilnya. “ Dimana yugeun ?”
“ Dia di kotak pasir itu, masih bermain.” Jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari komik yang dibacanya.
“ Mana, dia tidak ada disitu?”
“ Dia masih disi…” Ucapnya terpotong saat dia melihat dengan jelas yugeun sudah tidak ada di tempatnya bermain. Wajahnya langsung mencari sosok yugeun. “ Terakhir aku lihat disitu.”
“ Tapi kenyataannya dia sudah tidak ada.” Ucapku kesal yang langsung pergi meninggalkan onew dan mencari yugeun.
“ Jieun ah.” Panggilnya, namum aku menghiraukannya. Tapi aku mendengarkan dia beranjak dari duduknya dan mengejarku.
Onew sudah ada disebelahku saat aku menemukan yugeun yang ternyata ada di tengah jalan utama. Yugeun sedang mengambil bola yang terjatuh di tengah jalan itu. Ku lihat ke arah kanan ada mobil melaju dengan kencang saat yugeun berada di tengah jalan itu. Saat aku akan melangkah untuk berlari mengambil yugeun onew mendorong ku ke arah belakang dan onew berlari dengan kencang untuk menyelamatkan yugeun. Decitan suara mobil saat mengerem terdengar sangat jelas, ku lihat semua orang berlari ke arah kejadian itu. Banyak sekali orang yang mengelilingin tempat kejadian itu, sehingga aku tidak dapat melihat onew atau pun yugeun. Aku bergegas ke arah yugeun dan onew berada dengan mendorong paksa semua orang yang menghalangi jalan ku. Namum saat aku lihat mereka berdua, tanpa aku sadari air mata ku menetes.
“ Kau kenapa jieun ah?” Ucapnya saat dia melihat aku menangis, dan aku menghampiri onew yang sedang menggendong yugeun dipelukkannya. Kulihat onew sudah tidak takut lagi dengan yugeun, mereka mahal tertawa –tawa. Onew menatap ku kembali. “ Kau kenapa menangis?”
“ Aku senang melihat kalian tidak kenapa – kenapa. Kalian selamat.” Entah kenapa tangis ku malah pecah saat itu.
“ Sudahlah berhenti menangis, aku dan yugeun tidak apa – apa.” Ucapnya sambil mengacak – acak rambutku. “ Kita harus segera mempertemukan yugeun dengan orang tuanya.” Onew bangun dari posisi jatuhnya lalu menarik ku sambil tetap menggendong yugeun.
Setelah rangkaian kejadian menegangkan ini, akhirnya aku dapat melihat yugeun bertemu dengan orang tuannya. Kulihat bahagia sekali orang tua yugeun saat bertemu anaknya. Tapi aku yang merasa kehilangan yugeun, beberapa hari dengannya membuat ku sayang padanya.
“ Yugeun lucu ya.” Ucap onew saat perjalanan pulang.
“ Dia memang lucu.”
“ Hmmm….kau mau?”
“ Mwo ?? Pertanyaan yang membuat ku sangat kaget.
“ Kalau kau mau, cepatlah selesaikan kuliah mu lalu setelah itu kita menikah. Dan…. Kau tahu lah maksud ku.” Ucapnya sambil tersenyum penuh arti.
END

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Oneshoot. Tandai permalink.

2 Balasan ke I Like It But He Doesn’t Like

  1. vero berkata:

    hahah
    kasian c onew oppa,,
    tapi akhir’a akur jg nie yee,.
    hahah
    mian main baca” aja,.
    >.<

  2. ne
    gomawo chingu commentnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s