Hyung, Dongsaeng love you part 3 (end)

Part 3

(Author POV)
Kyuhyun merebahkan badannya diatas sofa yang ada diruang klub. Hari ini dia tidak bersemangat untuk menyentuh PSP ataupun komputer dan laptop yang ada diruangan itu.
BRAKK!! Suara pintu yang terbuka menegejutkannya.
“Kyu… Apa Zhoumi hyung ada?” tanya Ryeowook.
“Aniyo, ada apa Wookie?” tanya Kyuhyun.
“Aniyo. Bukan apa-apa. Sudah ya aku pergi mencarinya dulu” ujar Ryeowook lalu pergi meninggalkan Kyuhyun yang masih kebingungan.
“Ada dengannya? Kenapa mencari Zhoumi hyung sampai segitunya?” tanya Kyuhyun heran. Tanpa pikir panjang ia pun langsung menyusul Ryeowook.

****
(Kyuhyun POV)
Beraninya dia menanyakan Zhoumi hyung dengan tampang begitu padaku. Ingin mati apa dia? Zhoumi hyung itu hanya milik—hei, tunggu sebentar. Sepertinya aku kerasukan setan. Apa yang terjadi padaku? Kenapa aku berpikiran seperti itu? Apakah racun dari kedua playboy cap terong itu? Oh tidak. Aku harus segera mencuci otakku.
Aku masih terus mengikuti Ryeowook yang kelabakan mencari Zhoumi hyung. Sinting apa dia? Masa sampai di kolong meja pun dia jamahi? Dasar memang nggak waras. Apa di dunia ini hanya tersisa aku saja yang waras? Ah, ani, aku pun sedikit tidak waras karena merasakan hal ini.
“Hyung! Zhoumi hyuung!” panggil Ryeowook. Suaranya keras sekali, aku heran, apa dia menelan pengeras suara sebelum pergi sekolah?
“HYUUNG!” bahkan sekarang lebih keras lagi. Akhirnya kami berhenti di koridor lantai tiga. Ryeowook sudah terengah-engah layaknya tukang becak baru mendorong truk. Aku masih membuntutinya, mencari tahu apa yang diinginkannya dari Zhoumi hyung.
“Hei, Wookie,” panggil suara indah itu. Aku menatap Zhoumi hyung yang menghampiri Ryeowook.
“Hyung! Aku mencarimu kemana-mana!” katanya. Ia meraih tangan Zhoumi hyung. Aku mengertakkan gigiku dan mengepalkan tanganku. Brengsek si ahjumma ini. Beraninya dia menyentuh tangan Zhoumi hyung dengan begitu mudahnya.
“Ada apa?” tanya Zhoumi hyung.
“Bisa aku bicara?” tanya Ryeowook. Jangan! Jangan! Katakan kau tidak bisa, hyung! Katakan itu untukku!
“Boleh,” sahutnya sambil tersenyum manis. Oh tidak! Hancur sudah segalanya. “Kau mau bicara apa?”
Aku mundur, menyembunyikan diriku di balik pilar penyangga.
“Jangan bicara disini,” kata Ryeowook sambil berdesis. “Ayo.”
“Oh, oke,” sahut Zhoumi hyung. Aku mengintip mereka. Sungguh pemandangan yang tidak enak dipandang. Aku sungguh membeci ini. Aku benci Ryeowook dan aku benci Zhoumi hyung.
Betapa tidak tahu kah dia aku begitu tersiksa disini? Menatap kepergiannya dengan Ryeowook? Sungguh… Ini membuatku jengkel.
Aku menghentakkan kakiku, dan berbalik, berjalan dengan cepat menuju ruang klub. Sudah hampir waktu pulang, ingin rasanya aku masuk ke ruang guru dan memijit bel pulang, sehingga aku bisa cepat-cepat keluar dari tempat ini. Setidaknya jika di rumah, aku mempunyai kamarku untuk melampiaskan kekesalanku hari ini. Tidak, tidak perlu menunggu.
Aku menekan tombol start di CPU, menunggu dengan tidak sabar, hingga akhirnya aku pun memainkan starcraft dengan membabi buta.

****

(Author POV)

Petang sudah tiba. Latihan koreo sudah kelar, dan sekarang Henry sedang melompat-lompat riang seperti biasa menuju ke ruang klub game untuk menemui Zhoumi. Sekedar bertanya, apa ingin pulang bersama atau tidak. Ia pun merasa heran, sedari tadi tidak bertemu dengan Ryeowook. Kemanakah kekasih hatinya itu pergi?
Henry membuka pintu ruang klub dan menatap Kyuhyun yang tengah bermain tak tahu suasana. Suara stereo disetel maksimal, tangannya menjelajah keyboard dan menjenayahi mouse dengan gerakan cepat nana dasyat. Henry menyerengit, inilah kenapa Kyuhyun di sebut Raja Starcraft.
Henry meraih stereo dan mengecilkan volume. Kyuhyun menekan tombol esc pada keyboardnya dan memelototi Henry.
“Ngapain kau?” tanyanya galak. Henry mengerutkan keningnya.
“Kau kenapa ‘sih, Kyu?” tanya Henry. “Dari kemarin sepertinya mood mu sedang jelek.”
“Udah tau masih nanya,” gerutu Kyuhyun. Ia keluar dari permainannya dan segera mematikan komputer. Henry masih menatap Kyuhyun.
“Kau lihat Wookie hyung, tidak?” tanya Henry polos. Kyuhyun menatapnya jengkel.
“Kenapa aku harus tahu dimana Ryeowook berada?” gertak Kyuhyun. Henry memanyunkan bibirnya.
“Dia kan sekretasi OSIS, Kyu,” desah Henry. Kyuhyun menjejalkan buku-bukunya masuk ke dalam ranselnya.
“Aku nggak lihat!” jawab Kyuhyun sedikit membentak. Henry menghela nafas.
“Kau mau pulang?” tanya Henry.
“Memang aku terlihat seperti ingin menginap?” sentak Kyuhyun. Henry kembali manyun. Ini orang kenapa, sih? Batinnya heran.
“Nggak nunggu hyung-ku dulu?” tanya Henry. “Biasanya kalian bareng, ‘kan?”
Kyuhyun menatap Henry. “Tau deh!” salak Kyuhyun. “Bilangin deh sama hyung-mu, aku lagi ogah pulang bareng sama dia!”
“Ya! Kyuhyun-ah!” seru Henry begitu Kyuhyun berlalu melewatinya. “Ya! CHO!”
“Diam! Aku pergi!” seru Kyuhyun tak kalah kerasnya.
Henry mendesis. “Aiish,” keluhnya. “Ada apa sih dengan bocah itu? Dasar sableng.”
Akhirnya ia memutuskan untuk mencari Ryeowook juga Zhoumi.

****
(Zhoumi POV)
Aku heran, kenapa Wookie mencariku sampai segininya? Seharusnya dia kan cari Henry bukan aku…
Wookie menarikku hingga sekarang kami ada ditaman sekolah.
“Ada apa Wookie? Tumben kau mencariku samapai seperti ini?” tanyaku.
Kulihat ia melihat sekeliling. Aku pun mengikuti arah pandangnya. Tak ada orang selain kami berdua disini.
“hah… Syukurlah… Kukira Kyuhyun masih mengikutiku” ujarnya pelan.
“Kyuhyun?” Aneh, kenapa dia mengikuti Wookie.
“Ne, Saat aku mencarmu ia selalu mengikutiku hyung” jelas Wookie.
“Dasar anak itu! Buat apa dia mengikutimu?” tanyaku bingung.
“gak tahu hyung, mungkin dia kesal gara-gara aku mencarimu hyung” jawab Wookie polos.
“Kenapa?”
Kulihat Wookie hanya tesenyum. “Entahlah hyung, aku juga tidak tahu” jawabnya. Senyum pernuh arti itu masih terpampang jelas diwajah. Aku tidak mengerti. Apa dia mengetahui sesuatu yang tidak kuketahui?
“Oh iya, kenapa kau mencariku?” tanyaku kembali kepertanyaan awal.
“Ah! Itu… aku….” entah kenapa ia menjadi gugup. Aku juga melihat semburat merah mewarnai wajah mulusnya.
“Ada apa?” tanyaku penasaran. Aneh sekali, baru kali ini aku melihatnya seperti ini.
“Apa hyung bisa beritahu aku makanan kesukaan Henry?” tanyanya polos. Aku langsung melongo mendengar pertanyaannya.

*****
(Author POV)
Henry menghentikan langkahnya. Matanya tertuju pada dua orang yang ada ditaman sekolah. Sedetik kemudian ia tersenyum lebar dan langsung melompat dari lantai dua.
“ZHOUMI HYUNG!! WOOKIE HYUNG!!” Teriaknya sambil melompat.
Zhoumi dan Ryeowook langsung pucat saat melihat Henry lompat dari lantai dua.
Henry berhasil mendarat dengan sukses dan langsung menghampiri Zhoumi dan Ryeowook yang masih shock melihatnya melompat dari lantai dua.
“Kenapa kalian melihatku begitu?” tanya Henry heran.
BUAGH!! Pertanyaan Henry langsung dijawab dengan dua jitakan dikepalanya oleh Zhoumi dan Ryeowook.
“DASAR ANAK BODOH!!” Teriak Zhoumi dan Ryeowook bersamaan.
“kenapa sih hyung?” tanya Henry bingung.
“KAU PIKIR TINDAKANMU TADI ITU TIDAK BERBAHAYA?” Seru Zhoumi kesal.
“BENAR!! BAGAIMANA KALAU KAU GAGAL MANDARAT HAH?” tambah Ryeowook.
“Mianhae hyung… Aku hanya ingin cepat-cepat menemui kalian saja” jawab Henry dengan perasaan menyesal.
“hah… Baiklah kalau begitu. Kalau lain kali kau melompat tiba-tiba seperti itu lagi. Kucincang dan akan kuminta Hankyung hyung untuk memasakmu!!” Ancam Zhoumi sadis.
Henry dan Ryeowook langsung merinding mendengar ancaman Zhoumi. ‘hyung terlalu mengerikan….’ batin keduanya.

******
(Kyuhyun POV)
“HYUNG!” seruku memanggil Siwon hyung melongok dari dalam kamarnya.
“Mwo? Tumben jam segini sudah di rumah?” tanya hyung padaku. Aku menggeram.
“Kan kau minta aku beli duren, babo!” gerutuku. ia menghampiriku dan menerima plastik berisi duren itu.
“Gomawo~” katanya sambil tersenyum lebar. Aku menghela nafas.
“Sudah, ya,” kataku. Aku melewatinya dan berjalan masuk ke dalam kamarku.
“Kyu, kau tidak makan malam?” tanya hyung. Aku berbalik menatapnya dan memanyunkan bibirku.
“Aku sudah mabok duluan mencium bau durenmu itu, hyung,” kataku seraya kembali masuk ke dalam kamar.

***

(Zhoumi POV)
Aku menyeret Henry masuk ke dalam rumah karena dia mengeluh kakinya sakit. Dasar bodoh anak itu. Siapa juga yang menyuruhnya melompat dari lantai dua. Sudah kujitak kepalanya berkali-kali hari ini.
Begitu kami pulang, mata melotot Hankyung hyung menyambut kami.
“Sudah pulang kalian?” tanya Hankyung hyung. Tidak biasanya dia melotot begitu. Lagi diare apa ya?
“Sudah hyung,” sahutku.
“‘Low, hyung,” sapa Henry lemas.
“Kenapa dia?” tanya Hankyung hyung.
“Lompat dari lantai dua,” jawabku jujur. Kini matanya lebih melotot lagi.
“MWOYA?!” serunya. Aku menatapnya.
“Tidak apa hyung, tidak terluka kok,” kataku.
“Sudah sana, Henry, mandi gih,” katanya. Henry mengangguk lalu berjalan lunglai menuju kamar mandi.
“Kau kenapa, hyung?” tanyaku. Hankyung hyung menatapku.
“Siwon tadi telepon,” jawabnya. Siwon hyung? lalu hubungannya denganku?
“Lalu?” tanyaku. hyung menatapku.
“Kau tahu apa yang terjadi pada Kyuhyun?” aku melongo.
“Hah?” tanyaku. Hyung menatapku lekat.
“Kau tidak tahu?” tanyanya. aku menggeleng.
“Ani,” jawabku sejujur-jujurnya. Kenapa sih topik hangat orang saat ini adalah Kyuhyun? Apa benar sesuatu telah terjadi padanya?
“Ya sudahlah,” kata hyung sambil lalu.
Aku hanya terdiam di tempatku, memikirkan alasan apa yang mungkin membuat Kyuhyun berubah muram.

Aku kembali memikirkannya. Memang beberapa hari ini dia sedikit berbeda dari biasanya. Bawaannya marah melulu. Lagi PMS kali ya? Aiish… Apa aku ini bodoh!! Dia itu kan cowok jadi mana mungkin PMS!!. ZHOUMI STRESS!!
“Hyung” suara Henry mengagetkanku. Ia langsung duduk didepanku.
“Ah! Ada apa Henry-ah?” tanyaku sambil mengeringkan rambutnya yang basah.
“Akhir-akhir ini hyung sering melamun, kenapa?” tanyanya sambil menatapku tajam.
Aku menghela nafas panjang. “Aniyo, aku hanya kepikiran dengan tugas OSIS ynag akhir-akhir ini sering menumpuk” jawabku.
“Memangnya Kyuhyun gak ikutan?” tanyanya heran.
“Ikut meskipun sangat sedikit yang ia kerjakan” jawabku sambil tersenyum.
Kulihat ia menghela nafas panjang. “Kau ini gak pintar bohong hyung” ujarnya.
Aku terperangah mendegar kata-katanya. Aku ini sama sekali tidak berbohong kenapa dia menganggapku berbohong?
“Kenapa hyung?” tanyanya.
“Ani… Kenapa kau menganggapku berbohong?” tanyaku. Aku benar-benar tidak terima kalau aku dibilang berbohong olehnya.
Henry menatapku tajam. Ia tersenyum, senyum yang sama yang diberikan oleh Wookie tadi. “Aku bisa melihatnya dari matamu hyung. Mungkin kau merasa kau sama sekali tidak berbohong. Tapi mata dan hatimu berkata lain” ujarnya.
“Maksudmu?”
“Lebih baik kau tanya pada hati kecilmu hyung” jawabnya lalu pergi.

****
(Kyuhyun POV)
Aiish… Sebenarnya ada apa denganku? Kenapa akhir-akhir ini aku kesal kalau Zhoumi hyung bersama orang lain? Jangan bilang kalau aku menyukainya? Aargh!! Ini semua gara-gara dua playboy cap terong itu!! Mereka menularkan virus aneh ini padaku!!
“AAAAAAAAARRGH!!!” teriakku. Aku membanting semua benda yang ada didekatku.
“YA!! CHO KYUHYUN!! ADA APA DENGANMU??” tanya Siwon hyung tepat saat aku membanting jam weker ke lantai sehingga jam itu hancur berkeping-keping.
Aku hanya menatap Siwon hyung kesal. Aku tidak tahu kenapa aku harus sekesal ini.
Siwon hyung berjalan mendekatiku lalu mengambil PSP yang ada ditempat tidurku.
”Lempar ini!!” perintahnya.
Aku kaget. Aku hanya diam menatapnya.
“Ayo coba lempar PSP ini!! Kau sudah membanting jam weker ini, Sekarang ayo kau lempar PSP ini!! CEPAT!!” serunya marah.
Aku hanya menunduk. Aku sengaja tak melempar PSP itu karena hanya itulah yang bisa membuatku sedikit lebih tenang.
“Ada apa denganmu Kyu? Kenapa akhir-akhir ini kau uring-uringan terus?” tanya Siwon hyung. Ia memelukku untuk menenangkanku.

Aku menunduk, melabuhkan kepalaku di pundak hyung. “Mulla yo, hyung,” jawabku. hyung mengelus kepalaku dengan lembut.
“Kau bisa cerita padaku,” katanya. Entah mengapa mataku mendadak panas, tanganku gemetar. Aku membenamkan wajahku pada pundaknya dan menangis.
“Kyu?” tanya hyung. Aku memeluk tubuhnya.
“Mianhae, hyung,” isakku. “Izinkan aku menangis sebentar…”
hyung menghela nafas, lalu kembali membelai kepalaku. “Arasso,” katanya. Aku tidak mengerti, mengapa air mata ini begitu sulit kuhentikan? Aku ini namja yang kuat… ya, kyuhyun, kau itu kuat. Apa yang terjadi? Kenapa aku begini gila? Kenapa aku tergila-gila pada Zhoumi hyung? Kenapa kyuhyun?

***
(Zhoumi POV)
Aku bingung. Mata dan hatiku tidak bisa berbohong? Tentu aku tahu itu, tapi apa maksud Henry barusan?
Aku menatap bayangan wajahku di cermin. Berusaha memikirkan kesalahan apakah yang sudah kuperbuat pada Kyuhyun? Mengapa ia begitu marah padaku, khususnya. Aku tetap menatap wajahku, lama-lama kuhentikan karena aku tak kunjung mendapat jawaban.
Kualihkan pandanganku pada langit, bintang yang cukup indah membuat pikiranku sedikit terbuka. Kukenang kata-kata Henry dan Wookie barusan. Kukenang senyuman penuh arti dari keduanya. Aku tahu, semua ini berhubungan denganku dan Kyuhyun. Aku terus berpikir.
Tunggu sebentar! Zhoumi! Aigoo! Tidak mungkin! Aku mengalihkan kembali pandanganku pada cermin. Kutatap wajahku yang panik.
Kyuhyun menyukaiku?!
“Zhoumi hyung!!” tiba-tiba saja Henry masuk ke kamarku. Ia menatapku melalui cermin. “Kenapa wajahmu seperti itu hyung? Apa kau sudah menemukan jawabannya?”tanya Henry.
Aku hanya diam menatapnya lalu menatap wajahku kembali. “Mungkin” jawabku pendek lalu berbalik menatapnya.
“Kau tahu hyung, menurutku Kyuhyun sekarang sangat menderita” ujarnya sambil berbaring ditempat tidur.
“Yah… Mungkin juga” komentarku. Setelah kupikir-pikir mungkin dia selalu uring-uringan akhir-akhir ini gara-gara aku. Karena sejak kami pulang bersama untuk yang terakhir kalinya, sikapnya benar-benar berubah.

****
(Author POV)
“AAAAAAARRGH!!! SIAAAAAAL!!!” Teriakan Kibum menggema. Pertandingannya dengan Kyuhyun akhirnya dimenangkan Kyuhyun dengan sangat sempurna.
“kau terlalu cepat melawanku Kibum!!” ujar Kyuhyun melecehkan.
“Sial!! Awas kau!! Lain kali aku akan mengalahkanmu!!” ujar Kibum kesal lalu pergi.
Kyuhyun mengeluarkan evil smile-nya. Dia benar-benar puas sudah menghajar Kibum habis-habisan.
“Kau menang Kyu?” tanya Zhoumi. Ia baru saja kembali dari tugaanya menggantikan Kyuhyun mengerjakan pekerjaan mereka di OSIS.
“Tentu saja” jawab Kyuhyun pasti.
“dasar maniak” ujar Zhoumi sambil mengacak-acak rambut Kyuhyun membuat sang Ketua OSIS itu manyun. “mau kutemani main game Kyu?” tanya Zhoumi.
“Aniyo, lebih baik kita langsung pulang saja hyung” jawab Kyuhyun.
“Waeyo?” tanya Zhoumi bingung. Ini kedua kalinya Kyuhyun menolak tawarannya untuk bermain game.
“Aku tidak mau dimarahi oleh Siwon hyung dan Hankyung hyung gara-gara membuatmu pulang terlambat terus hyung” jawab Kyuhyun sambil tersenyum.
Zhoumi kaget mendengar jawaban Kyuhyun, lalu ikut tersenyum dan merangkul pundak Kyuhyun. Ia melemparkan senyum paling indah pada namja dihadapannya itu, “tapi aku rela jika dimarahi karena dirimu” katanya.
Serta merta pipi kyuhyun merona merah. ia menahan senyumnya dengan susah payah. “ah, hyung,” desahnya sambil menampik tangan Zhoumi dari pundaknya. Zhoumi melotot.
“yha!” serunya dalam bingung. Kyuhyun menatapnya lalu meraih tangan Zhoumi.
“ayo pulang, hyung,” katanya sambil menggenggam tangan Zhoumi dengan erat.
Zhoumi tersenyum lebar, lalu mengangguk dan melangkah bersama, “kacha.”

The End
komen di wall grup ya…^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hyung, Dongsaeng love you part 3 (end)

  1. Ping balik: chap | ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s