FF/ONESHOOT/YAOI NC/SuJae/ “Beautiful You”

Author : Linda
Cast : Jaejoong, Junsu, Yoochun, Yunho, Changmin
Genre : Romance, Comedy
Rat : 17+

=======================================

“Itu jatahku!!! Dasar rakus!”

“Ah hyung…aku masih lapar!!”

“Kau sudah menghabiskan punya Yoochun kan?? Sekarang kau mau mengambil punyaku juga, aissh~ kau ini!!”

“Tapi aku ingin…”

“Tidak boleh!!”

“Hyung..”

“Tidak!!”

“Hyung..”

PLAKK!! PLAKK!!

Yunho dan Changmin pun menyingkir ke pojok. Dua tamparan tak berperi kemanusiaan dari Jaejoong barusan adalah peringatan awal akan adanya musibah besar jika keduanya tak segera mengakhiri pertengkarannya pagi itu. Kejadian tidak penting seperti ini memang acap kali terjadi, terutama saat nafsu makan Changmin mulai menggebu-gebu.

“Ini semua gara-gara kau!” dengus Yunho kesal pada Changmin yang seperti tak punya dosa itu.

“Jika tadi ayam itu kau berikan padaku, maka kita tak kan mengalami nasib buruk seperti ini hyung..” jawab Changmin polos sambil menunjuk sepotong ayam goreng di meja makan. Yunho mencibir. Tak lama kemudian Changmin beringsut ke meja makan, wajahnya kembali sumringah.

“Ayam Junsu hyung menganggur…!” gumamnya sambil menelan ludah.

“Sedang apa kau??” bentak Jaejoong, Changmin kaget. Sambil cengengesan dia kembali ke pojok. Wajahnya seketika menjadi muram dan kemuramannya disambut tawa licik oleh Yunho.

“Kemana Junsu? Kenapa tidak cepat sarapan, apa dia belum bangun?” Jaejoong mengomel sendirian

“Dia sedang main bola hyung.” Timpal Yoochun yang sedang membaca koran di depan TV.

“Hujan-hujan begini main bola?? Aissh…anak itu!!” Jaejoong menghela napas. Pagi itu di luar sana memang sedang turun hujan, tapi hanya gerimis. Jaejoong kemudian berjalan ke luar rumah, sepertinya akan mencari Junsu.
Dan benar sekali, di halaman belakang tampak Junsu sedang berlari-lari kecil menggiring bolanya. Sesekali ia berhenti untuk mengelap wajahnya yang basah oleh keringat dan hujan.

DEG!! Darah Jaejoong tiba-tiba saja berdesir saat melihat Junsu mulai melepas kaosnya. Kaos Junsu memang sudah tampak basah. Dada bidangnya mulai terlihat, otot-otot di lengannya yang kekar pun bisa terlihat dengan jelas. Belum lagi celananya yg basah membuat pantat seksinya tercetak menjadi cukup jelas. Membangkitkan gairah siapa saja yang dapat melihatnya. STOOOOOOPP!!! #sensor *author pingsan… BYUURR!! Diguyur aer sama Changmin*

Jaejoong yang melihat langsung pemandangan itu menjadi semakin salah tingkah. Entah mengapa tiba-tiba muncul perasaan aneh dalam hatinya. Jantungnya berdegup kencang, dan semakin kencang lagi saat Junsu mulai menghampirinya.

“Ada apa hyung?? Mau main bola denganku?” tanyanya sambil tersenyum.

Ya Tuhaaaaaaaaaann!!!! Senyumnya itu…entah mengapa membuat Jaejoong semakin tak berkutik.
“M-main bola apanya?? Cepat masuk, kau bisa sakit..” jawab Jaejoong sambil hendak berlalu, tapi belum sempat Jaejoong pergi Junsu buru-buru menarik lengannya.. Membuat tubuh Jaejoong sedikit terhuyung ke depan dan sedikit lagi menyentuh tubuh Junsu.

Jaejoong terbelalak, ia kemudian menundukkan pandangannya dari mata Junsu.
“A-akan ku ambilkan handuk untukmu.” Ucap Jaejoong kikuk kemudian melesat cepat meninggalkan Junsu yang tersenyum kecil.

***

“Aissh…kenapa aku ini??? Ya~ Kim Jaejoong sadarlah!!!” Jaejoong mengacak-acak rambutnya sendiri. Ia tak habis pikir dengan kejadian yang baru saja ia alami.

“Kenapa dengan Junsu aku…?? Apa aku salah makan?? Aigoo, kelihatannya aku terlalu lelah…” gumamnya. Jaejoong kemudian berjalan menuju kamarnya.
Di dalam kamar, Jaejoong mendapati Yunho dan Changmin tengah tertawa terbahak-bahak sambil berguling-guling di depan komputer. *author mulai alay*

“Ya~ sedang apa kalian???” bentak Jaejoong heran ke arah dua manusia itu. Bagaimana tidak, sedari pagi mereka berkelahi dan sekarang dengan akurnya mereka berguling-guling di lantai kamar Jaejoong.

“Wae..?? Ya..yaa!! Lihat ini, sungguh cerita yang sangat menarik.” Jawab Yunho sambil menarik Jaejoong untuk bergabung dengan keduanya.

“Apa ini??” Jaejoong mengernyitkan dahi.

“Ini fanfic hyung… sepertinya salah seorang Cassiopeia yang membuatnya. Ya~ kau tau, yang menjadi tokoh utamanya adalah kau dan Junsu hyung…hahahahahaha!!!!” tawa Changmin kembali meledak. Jaejoong semakin tak mengerti.

“Dan di dalam cerita kalian menikah, lalu kau hamil dan kalian punya anak…hahahahahaha!!!” kali ini gantian tawa Yunho yang pecah.

“MWO???” Jaejoong tersentak, ia kaget bukan kepalang. Bagaimana mungkin ada cerita konyol semacam itu. Tapi tiba-tiba saja seseorang muncul dan membuyarkan pikirannya.

“Kalian ini sedang apa? Berisik sekali..” celetuk Junsu setelah sukses mendobrak pintu kamar.

“Hyung…ada hal menarik, kemarilah!!” bujuk Changmin. Junsu pun beralih mendekati ketiganya.

“Ya~ bacalah, dan kau pasti akan tertawa…” sahut Yunho bersemangat.
Tak ingin dibuat salah tingkah untuk yang kedua kali, Jaejoong pun buru-buru meninggalkan kamar itu. Tapi sekilas ia sempat menoleh ke arah Junsu, Junsu tampak tersenyum-senyum menikmati bacaannya.
DEG!! Hati Jaejoong kembali berdesir.

***

Beberapa hari kemudian…
Jaejoong terlihat kian stress, ia sungguh tak mengerti dengan dirinya sendiri. Makin hari perasaannya makin tak karuan. Terlebih saat berkomunikasi atau bahkan berkontak fisik langsung dengan Junsu. Ingin rasanya ia berbagi keluh kesah dengan seseorang, tapi dengan siapa??
Yunho? Changmin? Yoochun?? Aahh…ketiga manusia itu yang ada malah hanya akan menertawakannya. Jaejoong semakin gila dengan pikirannya. Sempat ia berpikir untuk ke psikiater, tapi ia mengurungkan niatnya.
Dan kini ia hanya bisa bersungut-sungut ria di ujung sana. Mengomeli dirinya sendiri…

“Hyung… kau ini kenapa??” tanya Yoochun heran saat melihat Jaejoong yang kini mulai meremas-remas pipinya sendiri.

“Anni… sudah jangan hiraukan aku, pergilah main catur sana!!” jawab Jaejoong asal. Yoochun bengong, ia pun berlalu.

Di ruang TV Yoochun mengeluh pada Yunho.
“Hyung, sebenarnya dia itu kenapa??” tanya Yoochun sambil mengarahkan telunjuknya pada makhluk yang kini mondar-mandir di luar sana.
“Akhir-akhir ini tingkahnya aneh sekali..” tambah Yoochun.

“Benar, masakannya pun menjadi tidak nikmat.” Sahut Changmin sambil mengambil nasi untuk yang kelima kali. Manusia itu… *author geleng2 kepala*

“Benar juga, dengan Junsu dia juga seperti itu…” Yunho menaikkan alisnya.
“Aigoo… ini jauh lebih rumit daripada hidup Changmin.” Celetuk Yoochun.
“Benar…” balas Yunho.

Changmin yang telah lenyap ke dapur belakang tersedak-sedak dengan hebohnya di ujung sana…

***

“Apa yang kau pikirkan..?” suara lembut itu membuyarkan lamunan Jaejoong. Suara yang tak asing lagi baginya. Tubuh Jaejoong gemetar, dengan takut-takut ia mencoba menoleh ke belakang. Berharap yang akan dijumpainya bukanlah seseorang ada dipikirannya. Tapi sayangnya peruntungan tebakan Jaejoong kali ini sedang bagus. Tampak Junsu tersenyum lembut ke arahnya.

“K-kau, k-kenapa kemari?” tanya Jaejoong sambil dengan sigap membalikkan tubuhnya membelakangi Junsu.

“Karna aku ingin.” Jawab Junsu singkat. Jaejoong kaget, Junsu pun kemudian berjalan mendekatinya. Ia pun kini telah duduk disebelah Jaejoong.

“Berada di sini sendirian, apa kau tidak merasa dingin hyung?? Malam ini ku kira sedikit dingin.” Ucap Junsu yang tiba-tiba saja merapatkan tubuhnya ke tubuh Jaejoong. Jaejoong kembali salah tingkah, ia bingung harus menjawab apa. Entah mengapa tiba-tiba saja lidahnya menjadi kelu.

Jaejoong pun mencoba mencuri-curi pandang menoleh ke arah Junsu, tapi sialnya Junsu berhasil menangkap pandangannya itu, ia pun kembali tersenyum.

“Meskipun agak dingin, tapi suasana malam ini tidak buruk. Lebih tenang, sangat bagus untuk menghabiskan waktu dengan pasangan. Bukan begitu?” Junsu sedikit mendekatkan bibirnya ke telinga Jaejoong. Bisa dibayangkan betapa semakin kikukknya Jaejoong dengan perlakuan Junsu itu.

“A-apa maksudmu..?” tanya Jaejoong untuk sedikit mengalihkan suasana.

“Apa aku salah bicara? Aku hanya berpikir untuk menghabiskan malam ini dengan seseorang.” Jawab Junsu sambil tertawa kecil.

“Dengan seseorang? Dengan siapa??” Jaejoong kembali bertanya, kali ini ekspresinya sudah tidak begitu kikuk lagi. Mendengar pertanyaan itu lagi-lagi Junsu tersenyum.

“Kelihatannya aku harus berusaha lebih keras… Aku sendiri juga tak mengerti. Kelihatannya aku sedang menyukai seseorang tapi… ahhaha ini sedikit rumit!!” Jaejoong semakin tidak mengerti dengan kata-kata Junsu ini.

“Dia itu… aahh, kenapa dia harus begitu cantik. Ku kira aku hampir gila karna hal itu. Meski cerewet, tapi hatinya sangat lembut. Hatinya pun cantik, dan aku tidak tau kapan aku mulai menyukainya.” Tambah Junsu.

Jaejoong terperangah, entah mengapa hatinya kini terasa sakit. Junsu sedang jatuh cinta? Siapa sosok yang berhasil merebut hatinya itu? Gadis itu cantik? Ia bahkan mengatakan hatinya pun secantik parasnya… Omona~ siapa sosok yang beruntung ini?? Jaejoong bertanya-tanya dalam hati. Ia penasaran, tapi disisi lain ia tak ingin tau siapa sosok satu itu… sosok yang kini telah sukses membuatnya patah hati.

“Sudahlah… Lupakan saja kata-kataku tadi.” Ucap Junsu melepas keheningan. Ia pun kemudian beranjak meninggalkan Jaejoong. Tapi saat sampai di ambang pintu Junsu berhenti dan kembali menoleh ke arah Jaejoong.

“Tapi… menurutmu, kira-kira siapa sosok yang ku katakan tadi?”

GLEKK!! Jaejoong terkejut, secepat kilat ia menoleh ke arah Junsu. Junsu tersenyum, tapi kemudian ia pergi.

***

Jaejoong kembali terpikir kata-kata Junsu tadi, ia semakin penasaran sebenarnya siapa orang yang sedang dibicarakan Junsu. Ia terlamun di ranjangnya, tapi sedetik kemudian lamunannya rusak oleh dengkuran Yunho yang tampak pulas terlelap di ranjang sebelahnya.
Bukannya semakin tenang, dengkuran Yunho semakin lama malah semakin keras membuat Jaejoong tak tahan kemudian keluar dari kamar itu.

“Bagaimana mungkin ada manusia seperti ini?? Siapa yang akan tahan dengan dengkuran falesmu itu?” omel Jaejoong sambil membanting pintu kamar. Ia kemudian berjalan menuju kamar Yoochun, berharap akan bisa tidur nyenyak di kamar itu.

Di rumah ini memang hanya ada tiga kamar, jadi mau tidak mau beberapa diantara mereka harus bersedia membagi kamarnya dengan yang lain. Jaejoong satu kamar dengan Yunho, Junsu dengan Changmin, dan Yoochun merdeka sendirian. Bukan apa-apa, ini karena Yoochun adalah yang termalas diantara kelimanya, jadi bisa dibayangkan bukan bagaimana mengenaskannya kamar Yoochun yang kadang sudah seperti tempat pembuangan sampah itu. *author dicemplungin Yoochun ke kawah bromo*

Kreekk!! Jaejoong membuka pintu, tapi ia terkejut saat mendapati Changmin tidur dengan manisnya di ranjang Yoochun. Sekilas ia melihat benda-benda yang tak asing tergeletak di bawah ranjang. Benda-benda kesayangan Junsu. Jaejoong tertawa geli. Mereka pasti baru saja berkelahi dan Junsu kemudian mengusirnya dari kamar mereka.

Jaejoong kembali menutup pintu kamar Yoochun. Ia kemudian berjalan ke ruang tengah, saat ia menuju ruang tengah tanpa sengaja ia mendapati pintu kamar Junsu yang sedikit terbuka. Dengan gugup ia beralih menuju kamar itu. Dibukanya pintu perlahan, terlihat Junsu tengah tertidur dengan bertelanjang dada.

Jaejoong semakin gugup, tapi ia tetap masuk ke kamar itu. Di tutupnya pintu pelan-pelan kemudian berjalan mendekati Junsu. Ia kemudian membungkuk dan menopangkan sikunya ke tepi ranjang. Dilihatnya wajah Junsu lekat-lekat kemudian ia tersenyum.

“Tidurlah yang nyenyak… have a nice dream!” Jaejoong mengusap lembut rambut Junsu.
Tapi tiba-tiba saja dengan refleks Junsu menarik tangan Jaejoong hingga ia turut tersungkur ke ranjang Junsu. Dengan sigap Junsu menindihnya, tapi ia tetap memejamkan mata. Jaejoong berusaha berontak, tapi Junsu malah semakin mempererat pelukannya.

“Jangan bergerak, apa kau tidak ingin tau siapa orang yang ku maksud tadi?” Junsu mulai membuka mata, suaranya terdengar sedikit bergetar, hembusan nafasnya pun kian memburu. Jaejoong bingung, ia tidak bisa berkutik tapi ia juga tak berani menatap mata Junsu.
Junsu kemudian menarik sesuatu dari bawah bantalnya. Sebuah foto, sebuah foto kini telah ada di genggamannya.

“Lihatlah ini, dan kau akan tau siapa dia..” bisik Junsu sambil tetap merapatkan tubuhnya pada Jaejoong. Dengan gemetar Jaejoong menarik foto itu.

DEG!! Jaejoong terhenyak, ia sungguh tak percaya dengan apa yang ia lihat. Jantungnya seolah berhenti berdetak seketika itu juga.

“Kau… orang itu, orang itu… aku?” suara Jaejoong bergetar, ia masih tak percaya dengan apa yang ia lihat. Foto itu, rupanya adalah foto dirinya dengan Junsu beberapa bulan lalu. Foto saat keduanya mengenakan pakaian pengantin untuk mengisi sebuah parody disalah satu program televisi swasta. Parody yang mengisahkan keduanya sebagai pasangan kekasih yang akan menikah. Jaejoong sebagai pria istri dan Junsu sebagai pria suaminya.

“Saranghae hyung…” bisik Junsu lembut. Tapi Jaejoong tak menyahut, ia hanya menatap Junsu.

“Wae? Kenapa tidak menjawab..? Saranghaeyo… saranghae..”

Dengan cepat Jaejoong mengecup bibir tipis Junsu. Junsu tampak terkejut dengan perlakuan Jaejoong ini. Tapi tak lama kemudian gantian dia yang melumat bibir Jaejoong, ia mengulum lidah Jaejoong dengan penuh nafsu. Dan Jaejoong pun kini membalas kuluman itu, bibir mereka beradu cukup lama. Kini giliran Jaejoong menelusuri leher Junsu diciuminya leher itu, membuat Junsu sedikit menggelinjang. Tapi tak lama kemudian Jaejoong melepas ciumannya, membuat Junsu menjadi kecewa.

“Na do saranghae… Junsu-ah..” ucap Jaejoong yang kemudian mencium lembut bibir Junsu lagi. Junsu pun segera melepas seluruh pakaian Jaejoong dan celananya sendiri. Ia pun semakin erat menindih tubuh Jaejoong. Sambil tetap bercumbu tangan Jaejoong kemudian menyusuri punggung Junsu, dan begitu pula sebaliknya. Mereka saling meraba, dan…. STOPPP!!!! *author ga sanggup lagi buat lanjutin, readers bayangin aja sendiri gmn klanjutannya*

***

Pagi itu Yunho, Yoochun, Junsu, dan Changmin telah menunggu di meja makan. Mereka tidak sabar menanti masakan Jaejoong.

“Jaejoong-ah, sebenarnya kau ini memasak apa?? Lama sekali..!!” gerutu Yunho kesal.

“Hyuuuuungg….aku sudah sangat lapaaaaaaaaarr!!” Changmin menggeliat-geliat frustasi di kursinya.

“Aissh… kalian ini cerewet sekali!!” omel Jaejoong sambil berjalan membawa masakannya ke meja makan.

“Waaaaaah….selamat makan!!!” kelimanya pun sarapan bersama.
Selesai sarapan Junsu menyusul Jaejoong yang sedang mencuci piring di dapur. Dengan sigap dirangkulnya tubuh Jaejoong.

“Ya~ kau ini apa-apaan??” protes Jaejoong sambil mencoba melepas rangkulan Junsu.

“Memsangnya kenapa? Kau malu?”
Jaejoong terdiam, wajahnya memerah.

“Kenapa harus malu, bukankah semalam aku malah sudah melihat tubuhmu..??” goda Junsu lagi.
Jaejoong mencibir, ia tampak memonyongkan mulutnya.

“Junsu-ah…”
“Ne.”
“Kenapa kau menyukaiku?” Jaejoong membalikkan tubuhnya ke hadapan Junsu.

“Karna kau baik… kau pria tapi kau cantik, dan hatimu secantik wajahmu.” Jawab Junsu.
“Benarkah?”
“Hmm..” Junsu mengangguk.

“Karna aku sudah jawab jadi beri aku satu ciuman!!” sambung Junsu cepat sambil memonyongkan bibirnya.

“Kalau mereka lihat bagaimana??” seru Jaejoong kemudian, Junsu malah terkekeh.

“Kalau mau lihat biarkan saja, biar mereka tau kau sekarang sudah jadi milikku.” Junsu tersenyum penuh kemenangan. Jaejoong pasrah.

Yoochun, Yunho, dan Changmin yang melihat tingkah keduanya pun hanya bisa geleng-geleng kepala.

“Ya.. kalian ini kenapa?? Apa kalian salah minum obat??” tanya ketiganya serempak.
Yang ditanya pun hanya bisa saling pandang dan kemudian tertawa.

=================END===================

Gomawo udah diijinin share ^^
komennya yaa…

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di NC, Oneshoot, YAOI dan tag , , , , , . Tandai permalink.

3 Balasan ke FF/ONESHOOT/YAOI NC/SuJae/ “Beautiful You”

  1. keylovers berkata:

    NC nya kurang nih author…
    tapi keren kok..
    hahahaha

  2. fia berkata:

    hahahay ,
    so sweet
    sayang ini ff berakhir di sini
    ayo lanjut , lebih banyak jaesu lebih baik xD

  3. Jiyunana berkata:

    Ya ampun, br kali ni bca sujae.
    Kekekeke… Lucu thor, junsu belum pantes jadi pria (?)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s