FF HelLo PaRt1

HELLO… (part 1)

cast:
* Lee Taemin as Taemin
* Kim Kibum as Key
* Choi Minho as Minho
* Lee Jinki as Onew
* Kim Jonghyun as Jonghyun
* Choi hyunreii as hyunreii
* Kim Yurii as Yurii
* Lee Hyumi as Yumi

author:
* Choi Hyunreii * Kim Yurii

Annyeong…
Ni FF pertama kita… so, mian klo jelek n gaje… hhaa
Sakit hati ditanggung reader.. wkwkwk
Cekidot….

———————-author pov———————-
Kyunggi high school..

hari pertama masuk sekolah dan upacara dimulai 30 menit lagi. Karena datang terlalu pagi, Reii sendirian. Yurii sahabatnya datang bersama kakaknya Jonghyun yang sering datang terlambat. Sedangkan namja chingunya Choi Minho pasti kesiangan lagi. Reii bosan lama-lama, akhirnya ia memutuskan untuk jalan-jalan, tapi karena cape’ akhirnya dia istirahat di dekat sebuah pohon besar. Di dalam keheningan, tiba-tiba terdengar suara lembut. “Hey Rei kemarilah!” kata suara itu.

“mwo?? Siapa yang memanggilku?” Reii kebingungan mencari arah suara itu.

tiba-tiba muncul seekor anjing kecil berlari dengan kencang sambil menggonggong dari balik semak-semak, sontak Reii yang sedang bingung terjatuh.

“aigoooo…. Dasar anjing nakal!” teriak Reii sambil meringis kesakitan. Trnyata tangannya berdarah.

“kau tak apa? Apa kau terluka?” namja itu jongkok di depan Reii dan melihat luka di tangan Reii.

“ah, ne.. Aduhh… Sakit..” ia memegangi tangannya sembari menengadah. Reii tak mampu berkata-kata lagi ketika namja itu mengikatkan sapu tangannya ke sikunya yang terluka.

Jantung Reii berdetak kencang saat itu. Ia terpesona pada namja yang memang tampan sekali. Kemudian tanpa berkata apa- apa lagi dia berjalan menjauh.

“hey kau, siapa namamu?” Reii berteriak memanggil namja itu, ia mencoba untuk berdiri.

“panggil saja aku Ketua! Ayo Rei kita jalan lagi..” ia tersenyum dan berlalu bersama anjingnya.

“mwooo?? Nappeoyo!! Jadi anjingnya bernama Rei?! Kurang ajar!!! Ketua? Ketua apa’an? Hihh..” Reii melempar batu-batu disekitarnya. Ia benar-kesal pada namja misterius yg membuat dirinya terpesona.

Ring Ding Dong…
Bel tanda masuk telah berbunyi. Upacara segera dimulai.

“kau darimana saja sih Reii aku mencarimu kemana-mana.. Minho juga dari tadi ngomel-ngomel gara-gara mencarimu tapi ngga ketemu!?!” ketika Reii datang, ia sudah mndengar sahabatnya itu berceramah panjang lebar.

“pelan-pelan bisa ngga sih ngomongnya? Harusnya aku yang nanya, 30 mnit lalu kau kemana? Aku sudah sampai tau! Ni sampe ada accident kecil..” Reii memperlihatkan lukanya pada Yurii.

Yurii terkejut melihat luka yang sudah tertutup sapu tangan itu. “lukamu parah Reii?” tanyanya.

“yaa.. Begitulah.. Tapi aku beruntung tadi jatuh, aku ditolongin seorang namja kuereenn.. Gantenggg… Cuakep kep kep banget! Tpii.. Ssttt.. Jangan bilang-bilang Minho ya.. Kasian dia.. Hha” Reii menepuk pundak sahabatnya itu sembari tertawa bahagia.

tiba-tiba Minho datang. Nafasnya tersengal-sengal seperti baru saja berlari ber-mil mil jauhnya. “heh, kemana saja kau chagi? Aku mencarimu kemana-mana, tapi aku tak menemukanmu..” katanya.

Reii merangkul kekasihnya itu tanpa rasa bersalah. *kasian minho,hhaa.. Mnding sama yurii noh, wkwk*. “haha.. Mianhae.. Aku tadi jalan-jalan muter-muter sekolah kok..” Reii meengedipkan matanya pada Yurii.

Mereka pun segera mengikuti upacara penerimaan siswa baru. Setelah upacara selesai, Reii dan Yurii bergegas menuju ke kelas mereka karena ternyata mereka 1 kelas. Sedangkan Minho ada di kelas X IPA-6
Hyori Songsaengnim datang ke kelas. Ia menyuruh murid-murid untuk memperkenalkan diri. Satu per satu mereka disuruh maju ke depan. Sekarang giliran Yurii yang harus memperkenalkan diri.

Reii berbisik pada Yurii “a-yo kita tunjukkan kemampuan kita!” ia tersenyum kecil.

“hello guys ,,.. my name is Kim Yurii.. You can call me Yurii.. N i’m glad to join with this class. Any question?”

semua murid terpana melihatnya. Hampir tidak ada murid dalam kelas itu yang bisa berbahasa inggris. Tepuk tangan dan suit-suitan kecil memenuhi seluruh ruangan.

sekarang giliran Reii yang maju ke depan. Reii pandai berbahasa Jepang karena ia berdarah campuran Jepang-Korea.

“hajimemashite! Watashi wa Reii desu. Yoroshiku onegai shimasu” katanya sambil membungkukkan tubuhnya 90 drajat khas orang jepang memperkenalkan diri.

tak kalah hebohnya dengan Yurii, tepuk tangan dan teriakan heboh terdengar lagi. Hyori songsaengnim juga memberi applause untuk mereka berdua.

Ring Ding Dong…. Ring Ding Dong…

Bel istirahat berbunyi. Di sudut ruangan, Key, playboy kelas hiu dan genknya sedang asyik membicarakan Yurii dan Reii yang menjadi pusat perhatian sejak tadi pagi.

“mangsa baru nih kayaknya sob..” kata salah satu teman Key setengah berbisik.

Senyuman menyeringai terbesit pada wajah innocent itu. “hahh.. Masalah kecil.. Siapa sih yeoja yang bisa menolakku?” Key mencibir pada teman-temannya. “berani berapa kalian?” tambahnya lagi.

temannya yang lain menepuk pundak Key, sambil tersenyum puas. “geurae? Apa yeoja yang satu ini akan menerimamu playboy? Haha” ia tertawa

“pastilah.. Kalian pastikan, siapa salah satu diantara Yurii dan Reii yang belum punya namja chingu!!” Key semakin bersemangat untuk memenangkan taruhan itu.

kemudian ada salah satu teman Key memasuki kelas, “eh Key, kalau kau ingin taruhan, lebih baik Yurii saja. Tadi aku lihat Reii pacaran sama namja chingunya Choi Minho, kelas X IPA-6” ujarnya terengah-engah.

“mwo??” Key mengerutkan keningnya seolah tak percaya. “ya sudahlah, Yurii ataupun Reii tak masalah..” timpalnya lagi.

“oke sob.. Kalau kau berhasil mendapatkan Yurii, kita beri kau 1juta won! Tapi aku yakin kau tak akan bisa mendapatkannya!!” cemooh salah satu teman Key.

“kau yakin??” senyuman licik terlintas d wajah Key. “oke! Aku terima tantangan kalian! Tak ada yang bisa menolakku! Siapapun itu! Cih” Key meludah. Benar-benar namja sombong..
*aduhh.. Ksian key.. Msa dpt karakter kea gt? Hikzz* *author saraphhhh..*

Bel pulang sekolah tlah berbunyi. Reii dan Yurii segera berkemas. Mereka berjalan berdua. Di depan gerbang, ternyata Minho sudah menunggu di dalam mobil kerennya.
“chagi.. Ayo masuk..” Minho memanggil Reii yang sedang berjalan kearahnya.

“tapi yurii sama sapa pabo?” Reii melotot.

Minho yang tak terima dipanggil seperti itu manyun-manyun kesal! “apa kau tak bisa untuk tak memanggilku pabo?” ujarnya ketus. “biarin aja Yurii pulang sendiri!” tambahnya sambil meledek Yurii.

Ditengah keributan itu, Key datang. Ia menawarkan untuk mengantar Yurii pulang.

“kalian berdua pulang saja, biar Yurii ku antar pulang..” Key tersenyum ramah.

Minho hanya mengangguk, namun Reii sepertinya tak suka melihat Key. Ia tau namja itu seorang playboy yang terkenal di sekolah. Dan ia tak mau sahabatnya menjadi korban Key. Yurii takut untuk menjawab, dia bingung, sebenarnya ia ingin pulang bareng Minho, tapi ia tak enak pada Reii. Sementara itu Yurii belum kenal siapa itu Key, dan kenapa tiba-tiba ia menawarkan diri untuk mengantarnya.

“apa kau mau pulang sama dia Yu?” tanya Reii pada Yurii sembari menatap key dengan pandangan sinis.

Yurii terlihat kebingungan.namun beberapa saat kemudian, ia menjawab pertanyaan Reii. “kau pulang saja dulu sama Minho, aku pulang sendiri saja..” ucapnya pelan.

Reii tau, ada sedikit kesedihan yang terpancar dari wajahnya. Tapi ia tak berani menanyakan itu. “ya sudah, aku pulang dulu.. Hati-hati sama dia!” Reii masuk mobil Minho dan melirik Key yang menatapnya waswas.

“iya, aku akan pulang sendiri saja kok.. Annyeong” jawab Yurii sambil melambaikan tangan kearah mobil Minho yang semakin menjauh

“annyeong…” suara Reii pelan-pelan hilang bersama hilangnya mobil merah Minho.

Sementara itu Key mencoba mengajak bicara Yurii. “hey yeppeo, a-yo kita pulang..” ajaknya sambil menggandeng tangan Yurii.

“ah, aku pulang sendiri saja.. Minggir..” Yurii menepis tangan Key dan mendorongnya ke belakang. Namun Key berusaha menarik tangannya lagi.

“a-yo lahhh…. Kau yeoja.. Tak baik pulang sendiri..” ucap Key masih merayu Yurii agar mau diajak pulang bareng dirinya.

Yurii mendorong Key sampai terjatuh. Lalu ia pergi meninggalkannya.

Begitulah setiap hari. Key selalu berusaha mendapatkan Yurii. Namun Yurii menyimpan perasaan pada Minho yang berstatus namja chingu nya sahabatnya sendiri.

Suatu hari, Yurii dipanggil wali kelasnya untuk menemuinya.
“Yurii-ah, melihat kemampuanmu berbahasa inggris, aku sudah memutuskan untuk mencalonkanmu sebagai kandidat OSIS, kau seSUJU kan?” kata Leeteuk songsaengnim padanya.

“mwo? Apa kau becanda songsaengnim?” Yurii seolah tak percaya mendengarnya. Ia menatap kedua belah mata wali kelasnya itu untuk mencari kebenaran.

Leeteuk mengangguk pelan. Ia tersenyum. “ne, jeongmal.. aku serius Yuu-chan..” wali kelasnya itu memanggilnya dalam panggilan orang jepang. yurii mengerutkan kening, ia menghela nafas. “cepat temui ketua OSIS di ruang osis sekarang…” pinta songsaengnim.

“aa.. Ne, aku segera kesana. Annyeong..” jawab Yurii seraya menutup pintu.

Di ruang OSIS…

“Tok tok tok…” Yurii mengetuk pintu.

“masuklah..” kata suara di dalam.

Yurii pun segera memasuki ruangan. Betapa terkejutnya ia ketika menatap wajah yang tak asing baginya, yang ternyata sahabat karib sekaligus tetangganya sendiri.

“OMO.. Ternyata kau oppa..” Yurii memekik kaget setelah bertatapan dengan Taemin.

“hmm.. Ngapain kau kemari?” tanya taemin masih asyik bermain lappie miliknya.

Yurii mendengus kesal. “aku disuruh Leeteuk songsaengnim menemuimu. Katanya aku dicalonkan sebagai kandidat OSIS!” jawab Yurii. Ia duduk di sebelah Taemin yang dari tadi mengacuhkannya. “oppa.. Kau dengar aku bicara kan?” tanya Yurii semakin kesal.

“ne, aku mendengarmu bawel!” Taemin melotot pada Yurii. “oke oke.. Aku akan mengurusnya. Kau kembali saja ke kelasmu. Aku jamin kau pasti jadi sekretarisku. Sudah sudah.. Aku lagi sibuk!” tambahnya lagi. Yurii sepertinya kesal sekali ketika Taemin seperti mengusirnya. Tapi ia senang, ia bisa menjadi anggota OSIS di sekolah elit seperti ini.

Yurii segera kembali ke kelasnya. Ternyata Reii dan Minho sedang berduaan. Kelas kosong, karena sedang ada pelajaran seni di lab music. Tapi Reii malah membolos dan pacaran sama Minho. Yurii bimbang, mau masuk apa ngga. Akhirnya ia mengintip di balik pintu.

“kau ngapain kesini? Nanti kalo ada guru, bisa kena omel! Dasar pabo!” Reii membentak Minho.

Minho mendekatkan wajahnya ke arah Reii. Ia menutup mulut kekasihnya itu “makanya, ngomong jangan keras-keras tau! Aku kan ingin ketemu kau! Memangnya ga boleh?” ujar Minho setengah berbisik.

Reii memukul kepala Minho dengan buku pelajaran di depannya. *duh, kasian.. Haha*
“tapi bukan jam pelajaran seperti ini! Mana aku harus bolos lagi! Pabo! Huftttt” jawab Reii

“kau ini kenapa sih? Memanggilku seperti itu? Kau udah tak menganggapku lagi ya?” Wajah Minho hanya beberapa senti dari wjah Reii

“huahh… Kau tuh…” belum selesai Reii berbicara tiba-tiba….

CHUUUUU~~

Bibir Minho telah mendarat di bibir Reii. Yurii yang melihat semua itu kaget. Ia menangis. Dan Minho belum melepaskan ciumannya.

“hempphhh…” Reii berusaha menghindar, namun Minho tak mempedulikannya. Dikulumnya bibir Reii dengan lembut. Lidah mereka saling berdansa dengan gembira. Kini Minho memperdalam ciumannya, sementara itu Yurii terisak di belakang pintu. Ia sudah tak mampu lagi melihat adegan tersebut. Ketika ia akan beranjak pergi, kakinya tak sengaja menendang tempat sampah di sebelahnya sehingga mengagetkan Minho dan Reii yang sedang berciuman di dalam kelas.

Minho menghentikan ciumannya, dan ia menatap sekeliling. Reii menarik napas lega. “akhirnya.. Fiuhh…” bisik Reii. Minho mencari-cari ke sekeliling kelas, namun Yurii sudah berlari menjauh.

“siapa itu?” teriak Minho. Matanya menatap ke semua arah. Reii menarik tangan Minho.

“aku kan sudah bilang… Hempphh…” Minho kembali mencium Reii ketika ia mau ngomel. Beberapa menit kemudian ia melepaskannya.

“sudah, diam saja kau..” katanya sambil mengacak rambut Reii. “aku pergi dulu ya chagi… Aku harus latihan basket,” tambahnya sembari pergi keluar kelas.

5 menit kemudian Yurii masuk kelas. Matanya sembab. Ia duduk disamping Reii. Reii bingung melihat sahabatnya itu. Tak biasanya ia murung dan sedih.

“kau kenapa Yuu? Reii memberanikan diri untuk bertanya.

“anhi.. Gwaenchannayo..” jawabnya pendek.

Reii semakin bingung. Pasti ada sesuatu, pikirnya.. “ehmm.. Tadi songsaengnim memanggilmu kan? Ada apa?” tanya Reii pada Yurii yang sedang diam membisu.

“e.. Aku.. Aku dicalonkan sebagai kandidat OSIS oleh songsaengnim..” jawab Yurii masih setengah menunduk.

Reii memandang sahabatnya itu, dan mencoba menghiburnya. Tapi ia terlihat semakin sedih. “hebat kau Yuu-chan!” Reii tersenyum berseri. “kau ini kenapa sih? Waeyoo?” tanya Reii lagi karena sahabatnya itu masih bersedih.

Tiba-tiba Key datang dan berdiri di samping Yurii. “hey yeppeo… Kenapa wajahmu murung?” tanya Key sambil merangkul Yurii.

Yurii melepaskan tangan Key, dan beranjak keluar kelas. “Reii, aku pulang dulu ya.. Annyeong..” pamit Yurii.

“ah, ne.. Hati-hati di jalan ya..” jawab Reii. Ketika Key hendak mengejar Yurii, Reii menarik tangan Key. “heh, biarin aja dia pergi! Ngapain kau mengejarnya!” Reii membentak Key.

Key melotot. “beraninya kau membentakku!” jawab Key ketus. “cih, baru sekarang ada yeoja yang berani membentakku! Memangnya kau siapa eh?” Key marah-marah.

Reii memandangnya sinis. “emang salah membentakmu? Kau ini yang siapa? Aku hanya tak ingin kau mengganggu sahabatku! Kau tak lihat dia?! Dia lagi sedih! Dan kau hanya menmbah penderitaannya saja!” Reii balas membentak.

Key semakin kesal. Baru sekali ini ada yeoja yang berani memarahinya. “cih, aku kan hanya ingin menghibur sahabatmu! Kau tak tau, aku menyukainya!” ujar Key.

Reii menatapnya, ia tersenyum licik. “menyukai? Kau yakin? Cuih..” Reii meludah di depan Key.

“aigooo… Apa yang kau lakukan pabo?!” teriak Key. “heh, awas jika kau menghalangiku untuk mendapatkan dia! Aku tak mau teman-temanku mengejekku gara-gara kalah taruhan!” akhirnya Key membongkar rencana jahatnya. Dia sudah tak tahan melihat yeoja di depannya itu.

“plakkk!!!!” tamparan keras mendarat di pipi kiri Key. “beraninya kau mempermainkan sahabatku!” Reii berteriak padanya. Air matanya mulai menetes.

Key menuding Reii dengan telunjuknya. Ia kaget sekali. “kau…” katanya gemetar. “plakkk!!!” satu tamparan lagi mendarat di pipi kanan Key. “dan itu sebagai gantinya karena kau telah membuat waktuku habis untuk plyboy murahan sepertimu!” Reii tersenyum sambil berjalan meninggalkan Key sendirian

Dirumah Reii…

“annyeong.. Aku pulang…” ucap Reii. Ia segera memasuki rumah.

“kau sudah pulang chagi?” kata amma Reii. “Yurii mencarimu, itu dia amma suruh menunggu di kamarmu..” ujar amma Reii lagi.

“ooo…” Reii ber-ooo pelan. “ne, aku segera keatas” Reii berjalan menuju kamar pink’nya. Ternyata Yurii menunggunya. Ia sedang duduk di pinggiran kasurnya, sambil memegangi boneka Reii, yang tak lain pemberian pacarnya, Minho oppa.

Reii menyentuh pundak Yurii,”Ada apa kau kemari Yuu-chan?” katanya.

Yurii kaget dengan kedatangan Reii yang tiba-tiba seperti itu. Ia segera menaruh kembali boneka yang di pegangnya tadi.
“anhi.. Aku hanya ingin minta maaf soal tadi.. Mianhae…” Yurii membungkukkan badannya.

“ne, gwanchanna..” jawab Reii. Padahal ia masih bingung dengan tingkah sahabatnya itu.

Yurii segera membereskan barangnya yang tadi dibawa sembari merapikan bajunya. “kalau begitu, aku pulang dulu yaa… Kamsahamnida…” Yurii membungkukkan badannya lagi.

“ah, ne.. Cheonmanida..” kata Reii masih setengah bingung. Ketika Reii hendak menanyakan sesuatu, Yurii sudah berlari keluar.

Keesokan harinya…

Di kelas X IPA-1
“tok.. Tok.. Tok..” suara pintu kelas diketuk.

Siwon songsaengnim yang sedang menerangkan, menghentikan pelajarannya. “masuk..” katanya.

Tiba-tiba Taemin, sang ketua OSIS memasuki kelas Yurii dan Reii. Bagaikan seorang wangja, semua yeoja yang ada di kelas itu terpesona. Begitu juga Reii, dia kaget karena ternyata orang yang dulu menolongnya adalah seorang ketua OSIS.

“mianhae songsaengnim apabila saya mengganggu.. Saya ditugaskan untuk memberikan lampiran laporan yang harus diselesaikan oleh Kim Yurii, selaku sekretaris OSIS yang baru.” katanya tersenyum. Senyumannya manis sekali, yeoja di kelas itu bahkan sampai tak berkedip memandangnya.

“ne oppa..” Yurii mengambil lampiran itu dan kembali pada tempat duduknya lagi.

“oke, kalau begitu aku pergi dulu. Kamsahamnida atas waktunya songsaengnim..” kata Taemin pada Mr.Siwon yang hanya geleng-geleng kepala meliat semua yeoja yang ada di kelas ini.

Tanpa dikomando lagi, semua yeoja berlarian mengejar Taemin untuk memberikan hadiah padanya. Taemin hanya tersenyum menerimanya. Reii yang saat itu ingin mengembalikan sapu tangan Taemin, merasa agak takut. Disimpannya sapu tangan itu, dan kembali duduk. Ia kaget melihat Yurii yang santai, seperti tak tertarik pada wangja tampan itu.

Reii menatap sahabatnya, “kau tak ikut memberi hadiah padanya?” tanya Reii.

“mwo? Hadiah? Untuk apa? Kalo mau ngasi, bisa aja ngasih di rumah..” jawabnya enteng.

Reii terperanjat mendengar jawaban Yurii. “lah, memangnya kau kenal?” kata Reii tak percaya.

“so pasti lah… Dia itu teman akrab sekaligus tetanggaku..” Yurii tersenyum. Reii masih tak percaya. “kau yakin?” tanyanya lagi.”ya sudah kalo tak percaya!” Yurii capek menjawabnya.
“omo~ kalo tau dari dlu ternyata dia temanmu, aku tak perlu mencari-cari dia..” kata Reii. “mwo? Emangnya kau kenal dia?” tanya Yurii kemudian. “dia itu wangja yang menolongku dulu. Yang aku ceritain paz upacara hari pertama masuk sekolah..” Reii terlihat bersemangat sekali setelah tau bhwa namja yan membuatnya terpesona itu teman akrab sahabatnya sendiri. “kalo bgitu, nanti aku akan menemuinya.. Aku akan mengembalikan sapu tangan miliknya..” katanya berseri-seri.

“jangan bilang kau menyukainya..” ucapan Yurii membuat senyum Reii terhenti. “memangnya kenapa kalo aku menyukainya? Ngga boleh?” ujar Reii cemberut.

Yurii menggeleng-gelengkan kepalanya melihat sikap Reii. “kau ini lupa, kau sudah punya namja chingu.. Choi Minho! Apa kau tega menyakitinya?!” tiba-tiba Yurii berteriak hingga membuat Reii melonjak kaget.

“biarin! Lagian aku kan ngga cinta beneran sma Minho! Aku menerima cintanya hanya karena kasihan padanya! Kau lupa, 3 taun dia mengejarku? Dia berjuang untuk mendapatkan aku! Makanya aku terpaksa pacaran sama?dia!” Yurii tertegun mendengar kata-kata Reii. “kenapa kau tega sekali sih! Mempermainkan perasaan orang begitu saja!” teriak Yurii. Air matanya pun menetes.

Reii bingung atas tingkah sahabatnya. “aigoo.. Kenapa jadi kau yang sewot? Kau suka sama Minho?” Reii bertanya menyelidik.

“ah, anhi.. Ehmm.. Aku pergi dulu..” Yurii terlihat kikuk, lalu ia segera berlari keluar kelas.

Ring Ding Dong… Ring Ding Dong…

Bel pulang sekolah berbunyi. Reii sudah memutuskan untuk menemui Taemin. Sapu tangan sudah berada di tangannya. Sebentar lagi ia akan bertemu wangja tampan itu.

Perlahan ia berjalan menuju ruang OSIS. Hatinya berdebar-debar. Dan kini ia telah sampai di depan pintu..

Betapa terkejutnya Reii melihat Taemin membuang semua hadiah yang diberi yeoja-yeoja di kelasnya. Ia hampir tak percaya melihatnya. Namun ia hanya diam saja. Reii tetap melanjutkan langkahnya memasuki ruang OSIS.

tok.. Tok… Tok..

“masukk..” kata suara dari dalam.

Reii segera masuk ke dalam. Ia segera mengembalikan sapu tangan tersebut. Taemin menerimanya dengan senyuman ramah seperti biasa. Reii yang masih menyimpan rasa penasarannya meninggalkan ponselnya di meja OSIS. Lalu ia berpura-pura ingin pulang.

Reii keluar dan meninggalkan Taemin sendiri di dalam. Sesuai dugaannya, Taemin membuang sapu tangan itu, dan Reii pun mengetahuinya. Ketika ia perlahan membuka pintu untuk mengambil ponselnya,………

Bagaimana reaksi Taemin????? Dan apa yang akan dilakukan Reii???

TBC….
Lanjut ke part 2,,
komen komen komen…
hehehehe
Kamsahamnida…. ^^

_Author Reii & Yurii_

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s