FF HELLO PART 3

cast:

* Lee Taemin as Taemin

* Kim Kibum as Key

* Choi Minho as Minho

* Lee Jinki as Onew

* Kim Jonghyun as Jonghyun

* Choi hyunreii as hyunreii

* Kim Yurii as Yurii

* keke kpopers as Lee Hyumi

other cast:

* trisna as trish * hendri as hendry lau * choi as cho i reul

author:

* Choi Hyunreii * Kim Yurii

Wuaaa.. Mianhaee.. Baru share part 3 nya ckarang.. Author Reii agy bnyag mslahh, author Yurii ga tauu itu,,, kmarend smped ilang krtas FF’a.. *diilangin Yurii* Jadiinya gue lama ngetiknya. Ditmbah gy tugaz2 skolah yg numpuk, sm bencana merapii yg nyusahin aja.. Huaa mian mian.. *bungkuk-bungkuk*

ada cast baru disini, Lee Hyumi aka Keke Kpopers, yang minta cast sm gue dlu.. Teuz tmend2 Reii sma Yurii yg nmana geng mesum itu.. Gomawo yagg, kalian jadii inspirasi qta.. Hahaha

yauda deh, cekidot…

HELLO Part 3

“kyaaa….” teriak Reii ketika Taemin tanpa permisi menerobos ke kamar Yurii. Betapa terkejutnya Taemin melihat Reii di kamar Yurii dalam keadaan setengah naked. Shock. Itulah kata-kata yang tepat untuk menggambarkan ekspresi Taemin.

“hei ketua mesum! Lain kali ketuk pintu dulu donk!” Reii marah-marah setelah ia selesai berganti pakaian.

“buku ini tolong berikan pada Yurii, suruh ia selesaikan malam ini!” jawab Taemin kaku.

Wajahnya semakin lama semakin merah, ia menutup mulutnya seperti orang yang sedang mual dan berjalan pulang dengan sempoyongan.

“huh! Apa-apaan itu? Apa setelah melihatku dia jadi mual? Apa dia ingin menghinaku? Apa yang salah dengan tubuhku? Huaaa.. Bodoh! Dasar namja pabo! Mesum! Cih!” Reii marah-marah sendiri di kamar Yurii.

———————-taemin pov———————-

“diaa.. Dia itu perempuan! Ya.. Perempuan! Menakutkan sekali.. Aku takut…” aku hanya mengucapkan kata-kata itu sepanjang jalan hingga sampai di kamarku..

———————-author pov———————-

“aku pulang.. Hei reii ada apa? Kenapa kau ngomel-ngomel?” tanya Yurii

“huh, barusan Taemin kemari. Ia menitipkan buku ini dan menyuruhmu menyelesaikan laporan” jawab Reii sambil manyun-manyun. “eh, apa dia tak pernah mengetuk pintu?” tambahnya lagi setengah berbisik.

“itulah kebiasaannya! Waeyo?” tanya Yurii penasaran.

“ah aniyo… Heh, apa Taemin punya yeoja chingu?” Reii balik bertanya.

“kurasa tak mungkin!” ujar Yurii polos.

“mwo?? Andwae? Apa dia itu homo?” tanya Reii lagi.

“hahaha… Itu lebih tak mungkin Reii… Kalau dia maho, dia takkan memukul jonghyun oppa saat oppa mau menciumnya di acara ultahnya, sepertinya dia itu masih trauma. Taemin itu terlalu manis. Sewaktu SD, ia menyukai seorang yeoja, dan ketika ia menembaknya, yeoja itu menolak Taemin karena dia terlalu manis dan dengan paksa yeoja itu mendandani Taemin seperti barbie. Taemin diejek dan dicubitin sama yeoja-yeoja disitu. Sejak saat itu, Taemin jadi benci dan merasa risih sama yang namanya yeoja.” jelas Yurii panjang lebar.

“mwo? Lalu kenapa dia tak takut padamu?” tanya Reii semakin penasaran.

“itu tentu saja karena ia tak menganggapku sebagai seorang yeoja.. Hhahaha” Yurii tertawa. “sejak kecil hanya aku gadis yang tak tertarik padanya, ditambah pula aku dan oppa jjong selalu menindasnya! Tapi sepertinya posisi itu berbalik, sekarang ia pasti ingin balas dendam!” sambung Yurii kembali menjelaskan.

Reii terkejut mendengar hal itu,dia tak kalah shock dengan Taemin tadi.

“eh iya, apa yang ingin kau bicarakan Reii?” tanya Yurii kemudian.

“ohh…itu… Eh, yuu.. Mungkin aku akan putus dengan Minho..” Reii menatap sahabatnya dan tersenyum.

“mwo? Kau itu bodoh atau apa? Kenapa kau tega menyakitinya?” teriak Yurii

“justru karena aku tak ingin lebih jauh menyakitinya, dia terlalu baik, aku tak sanggup terus menyakitinya!” Reii terisak.

“kenapa kau seperti itu? Terserah kaulah sana! Tapi bila Minho sampai sakit hati, jangan libatkan aku!” Yurii berteriak dan beranjak berdiri.

“kau menyukai Minho kan? Jujurlah padaku.. Makanya buatlah sakit hatinya hilang..” jawab Reii dengan entengnya.

“sudahlah jangan bicarakan hal ini lagi, lakukan saja apa yang kau suka!” kata Yurii agak membentak Reii.

Yurrii tak bisa mengatakan apa-apa lagi, ia takut melihat Minho trluka meski didalam hatinya ia mulai senang karena kesempatan baginya telah terbuka. Sore itu mereka berdua duduk tanpa berbicara apapun lagi.

di sekolah…

Hari ini Key sengaja datang awal karena ia ingin duduk di bangku kedua. Soalnya biasanya Reii atau Yurii selalu duduk di bangku paling depan. Key berbinar2 * kalo diibaratkan dalam komik matanya pastii berbentuk love,… Hala…..

Sesuai dugaan Key, Reii duduk tepat disebelah Yurii yang ada di depan Key. Meski harus berada dibangku kedua saat pelajaran HeeChul songsaengim (ceritana hee oppa jdii guru sejarah yang killer) Key sama sekali tak menghiraukan penjelasan Heechul songsaengim. dia justru sibuk menggoreskan pena di secarik kertas, perlahan ia lipat kertas tadi hingga membentuk simbol love yg indah, dan dengan santainya ia lemparkan kertas itu ke arah Reii,,.. Tapi…

“Hei pabo!!! Apa sih yang kau lakukan! ” Reii marah-marah ketika ia dilempari dengan kertas tadi

“apa-apaan kau Hyun-ah, pelankan suaramu!! Sudah kubilang tak ada yang boleh melewatkan tiap penjelasanku,…. Lalu apa i ni? Ha??

+ Hey Reii ,… saranghaeyo,.. Key+ dengan lantangnya Hee songsaenim membacakan surat key di depan teman2 sekelas,.. *ak ga bisa bayangin wajah key yang mulai memerah kaya’ loobster atau wajah Reii yang udah mirip tomat tapiii yang paling mengerikan adalah wajah Hee songsaengnim.

“KeYY,… Kau pikir kelasku ini kelas menyatakan cinta!!! Keterlaluan !!! Saat kalian mengikuti pelajaranku yang harus kalian pikirkan hanyalah sejarah,!!!! Sekarang juga keluar !!!” hee songsaengnim marah besar, tanpa bisa membantah Key mulai berjalan keluar . . .

————————-key pov———————–

“uwh… Damn… Sial banget aku hari ini, pdahal kan gy asyik bgd liadin muka Reii yg cute *hueekkk najizz,.. ” aku bingung mau ngapain perlahan kulangkahkan kakiku menjauhi ruang kelas yang diselimuti aura setan Hee songsaenim ….*hikz pdahal heechul kan manis bgd.

ketika tanpa sadar aku sampai di ujung koridor kelasku aku melihat sesosok namja yang memang sudah kukenal (walawpuun ga akrab), Ya… Namja itu adalah orang yang kubenci ,.. Dia memiliki hubungan khusus dengan yeoja yang kusuka Reii. Aku penasaran dengan orang itu jadi aku mulai mengawasinya mataku tak lepas dari wajahnya….

mwo??? Apa-apa.an itu??? Ngakunya sich pacaran sama Reii tapi knapa malah lengket begitu sama primadona sekolah ini (hyumi),.. Huh dasar buaya , ternyata dia tak kauh beda denganku, kalau begitu akan kurebut Reii dari tanganmu…

———————key pov end———————-

———————author pov———————–

key yang minho sedang lengket dengan Hyumi merasa kesal. Kemudian ia mendatangi Minho.

“heh kau! Apa-apaan ini?! Bukannya kau itu namjachingu nya Reii? Kenapa malah bermesra-mesraan dengan yeoja itu?” Key menunjuk muka Hyumi dengan perasaan kacau.

“maksudmu? Ini bukan urusanmu, arasseo?!” dituduh seperti itu Minho tak terima, ia menjawab dengan gusar.

“dasar buaya! Kenapa kau tega mendua dibelakang Reii? Padahal dia yeoja yang cantik, baik hati, tidak sombong pula! Bajingan kau!” Key sudah tak bisa menahan emosinya.

“cih! Siapa sbenarnya yang buaya? Kau atau aku? Bukannya kau punya yeoja bisa sampai 5 dlam satu masa? Cuihh..” Minho menyeringai

Key tidak terima dikata seperti itu. Ia mendorong Minho, begitupun sebaliknya. Tak lama kemudian terjadilah perkelahian diantara mereka. Tiba-tiba Jonghyun datang dan melerainya.

skitar setengah jam, perkelahian itu belum selesai juga. Mereka menarik perhatian murid-murid SMA Kyunggi, termasuk Reii. Setelah diberitahu oleh teman Key, Reii meminta ijin pada heechul songsaengnim untuk keluar kelas sebentar.

Reii berjalan kearah Minho dan Key. Dengan muka kacau dan pikiran yang ruwet, ia datangi namja chingunya itu.

“heh kau!” bentak Reii membuat Minho dan Key berhenti seketika.

“err… Reii? Kau ngapain disini” Minho kebingungan mencari jawaban yang tepat kalu” Reii menginterogasinya.

“aku mau bicara, ayo ikut aku..” jawab Reii seraya menyeret tangan Minho. Key yang melihatnya pun hanya bisa memandang yeoja yang disukainya itu pergi bersama namja brengsek yang barusan berkelahi dengannya.

di lapangan basket…

“Minho..” panggil Reii pelan.

“ne? Waeyo?” jawab Minho. Tiba-tiba ia merasa tak enak. Ada pa ni? Pikirnya.

“kurasa lebih baik kita akhiri saja hubungan ini…” Reii memalingkan wajahnya, ia hampir menangis. Tapi ditahannya air mata itu biar tak jatuh menetes.

“mwo? Apa kau becanda?” ujar Minho seakan tak percaya akan ucapan kekasihnya itu.

“aniyoo.. Aku tidak bcanda.. Aku seriuz Minho..” Reii menatap wajah Minho dengan mata berkaca-kaca.

“tapii.. Tapii kenapa? Apa alasannya?” jawab Minho. Hatinya kacau balau. Perasaannya campur aduk antara sedih, bingung, dan kecewa.

tanpa menjawab pertanyaan Minho, Reii berlari meninggalkannya. Ia tak bisa menahan air matanya lagi. Bulir-bulir bening terurai dari wajahnya yang cantik *whahaha.. Reii kand mank yeppeo.. XD*

Melihat semua itu, Minho berlari mengejarnya. Ia menahan tangan Reii yang memberontak.

“kenapa kau tak jawab? Apa alasannya memutuskan ku begitu saja? Tega sekali kau membuatku hancur! Aku sudah korbankan smuanya untukmu, tapi apa balasanmu? Sakit hati?” Minho marah-marah meluapkan emosinya.

Reii memandang Minho sejenak, ia masih menangis. “aku tak ingin menyakitimu lebih lama lagi!!” katanya lalu berbalik dan berlari menjauh.

“Reii! Andwae? Knapa kau lakukan ini padaku? Andwae?!” Minho berteriak pada Reii yang telah meninggalkannya. Hancur sudah perasaannya, tetes-tetes air mata kini jatuh di pipi wajah tampan itu.

istirahat…

“hey yurii,hwaiting ya! Kudengar nanti kau presentasi di rapat osis? Hebat! Baru kelas sepuluh kau sudda disuruh presentasi? Fighting!!” tiba-tiba seorang namja datang dan memberi tahu Yurii untuk presentasi.

“mwo? Geurae? Eotteokaeyo… Taemin bilang aku hanya membuat laporan? Huwhh” Yurii mengeluh.

“entahlah.. Tapi tadi ketua mengatakannya padaku!” jawab namja itu.

“LEE TAEMIN!!! Akan kubunuh kau!!” Yurii beranjak meninggalkan kelas dengan muka merah padam. Ia menggenggam spidol yang biasa ia gunakan untuk menulis laporan di ruang osis. Dengan langkah berat ia sampai di depan pintu osis, perlahan ia buka gagang pintu, terlihat sosok laki-laki sedang duduk di kursi tengah dan dengan penuh percaya diri ia melempar spidol tadi tepat di kepala namja itu.

PLETAKK!!!

“aigoo… Apa-apaan ini?” namja itu mengaduh pelan.

“mwo? Kkau? Kukira kau Taemin oppa.. Jeongmal mianhae.. Gwaenchanna? Ujar Yurii sambil membungkukkan badannya. Ternyata lemparannya justru mencetak homerun di kepala Onew.

“ah Yurii-ssi, gwaenchanna! Kenapa kau mau melempari Taemin?”Onew mendekati Yurii dengan wajah riang. *huh nyunyu bego! Mau2’a sii sm yurprett??*

“ha? Darimana kau tau namaku? Bolehkah ku tau namamu?” Yurii balik bertanya.

“ah mian aku lupa.. Namaku Onew kelas XI IPA 1. Mungkin kau belum tau, tapi aku ini bendahara OSIS” ujar Onew sambil tersenyum manis.

“geurae? Mianhae oppa.. Aku belum pernah sekalipun ikut pertemuan OSIS, makanya aku belum hafal anggota OSIS! Oh ya, Taemin oppa bilang aku harus presentasi??” cerocos Yurii panjang lebar *dsar crewedtt emang sii yurprett,haha

“bukannya hari ini memang hari presentasimu?” Onew mengerutkan kening.

“mwo? Eotteokaeyooo??? Dia bilang cukup buat laporan! Dsar taem jelek! Huftt.. Bagaimana ini oppa??” Yurii merengek sambil menggerutu gara-gara ulah Taemin.

“benarkah kau tak tau? Tenang saja.. Aku akan membantumu..” Onew menepuk pundak Yurii seraya tersenyum bahagia..

Hari itu rapat berjalan dengan cukup lancar meski Yurii sempat grogi dan hampir menjatuhkaan layar proyektor LCD. Tapi beruntung Onew terus disamping Yurii, ia selalu bisa menjaganya.

“hari sudah sore, kau tak dijemput Yurii?” Onew membuka pembicaraan.

“ah anhi.. Aku biasanya pulang bareng teman-teman, tapi kurasa mereka sudah duluan..” jawab Yurii

“ehmm..boleh aku mengantarmu? Sekali saja.. Aku ingin mengantarmu pulang!” pinta Onew.

“kalo oppa tak keberatan sih ga papa..” Yurii tersenyum kecil.

“kalau begitu tunggu aku sebentar. Aku akan mengambil mobil..” jawab Onew beranjak meninggalkan Yurii sendirian.

Sejenak Yurii bingung mau melakukan apa. Sambil menunggu Onew datang, ketika ia celingak-celinguk ga jelas, *kea nag ilang..* Yurii melihat sosok pria tampan sedang berdiri kaku di dekat ring basket. Perlahan Yurii berjalan mendekat. Dari jauh terpancar aura sedih dari wajah namja itu. “tes.. Tes..” air matanya mulai menitik.

“Minho? Waeyo?” Yurii mendekati Minho dan memandang wajahnya sembari tersenyum. *halah sok cute!*

Hati Yurii pun mulai bergetar kacau, detak jantungnya tak beraturan, karena ia sedih melihat Minho terluka, dan semakin kacau ketika tak sepatah katapun terucap dari bibir Minho. *ah yurii sogg

Tubuh Minho gemetaran,mungkin karena hari yang begitu dingin, dan ia tak mengenakan pakaian hangat. Tanpa berkata apapun, Yurii melepaskan syall nya, lalu ia ikatkan syall itu ke leher Minho dan Yurii mulai menuntun Minho ke gedung olahraga. Di sore yang dingin itu Yurii dan Minho hanya duduk berdua di dalam gedung olahraga.

“Yurii, aku putus dengan Reii..” bisik Minho yang kini mulai menyandarkan kepalanya di pundak Yurii. *huekkkk

“ne, arasseo..” jawab Yurii singkat. Yurii menyentuh kepala Minho, lalu diusapnya pelan. *huah dsar yurpret! Merebut mantan org! Huhuhu.. Di dunia nyata juga ikut2an suka diiaa.. Hua huaa.. T.T

Bagi Minho, hanya hal itulah yang mampu membuatnya merasa tenang setelah dia diputus Reii. Mereka melewatkan sore itu dalam suasana hening dan mereka pulang di malam yang dingin dengan hati yang kacau.

Sementara tadi Onew yang sedang mengambil mobil kebingungan ketika ia tak melihat sosok Yurii di tempat ia meninggalkannya. Tak satupun pesan yang dibalas dan tak satupun panggilan yg diangkat Yurii. Akhirnya Onew pulang sendiri dengan rasa kecewa. *hduu.. Kasian kau oppa.. Mending sma gue ajahh.. Haha

Pagi ini Yurii benar-benar tak semangat sekolah. Matanya sembab karena semalaman nggak tidur mikirin Minho,mana Jonghyun oppa sudah berangkat duluan, terpaksa ia naik bis. Ketika ia sibuk menunggu bis sekolah, tiba-tiba..

“tiinn tiinn..” suara klakson mobil berbunyi di depan Yurii. “heyy yuu.. Kau sendirian? Dimana Oppamu?” terdengar Minho berteriak di pinggir jalan.

“Ah Minho.. Mmm.. Oppa sudah duluan,, kau sudah tak apa?” kata Yurii tersenyum dengan manis *ah sok manis

“bohong kalau aku bilang aku tak apa-apa. Sudahlah jangan bahas itu lagi. Kau mau ikut aku? Rasanya sepi menyetir sendirian” ajak Minho. *yaiyalah.. Org gue uda kga ada.. Haha author geje

“Minho.. Aku harap kau bisa tersenyum seperti biasanya..” jawab Yurii singkat.

Minho perlahan mengangkat tangan kirinya yang sedari tadi sibuk menyetir, ia usap pelan rambut Yurii dan mereka berangkat ke sekolah dengan suasana hening.

di sekolah..

“Minho.. Minho..” ketika mobil Minho hendak memasuki gerbang sekolah, yurii menoleh ke samping terlihat dari spion sosok tak jelas lari dengan kecepatan tak terkira dengan hiasan warna ungu diseluruh tubuhnya dan dandanan yang menor sedang mengetuk kaca mobil Minho lalu berteriak.

“Minho.. Minho.. Pagii!! Aku menunggumu sejak tadi lho..” teriaknya yeoja itu. Minho keluar dari mobilnya dan meninggalkan Yurii sendirian di mobil.

“oh hey Hyumi.. Pagi ini kau tampak manis.. Tapi kau tak perlu menutupi wajah manismu dengan make up tebal begitu..” kata Minho. Lalu dengan cepatpun Hyumi menghapu make upnya seraya mengerlingkan matanya ke Minho.

“hey Minho, sejak kapan kau pandai merayu?” Yurii keluar dari sisi mobil yang lain.

“mwo?? Jeo yeoja ga nugu imnikka? Namja chingu barumu Minho ?? Padahal kan kau baru saja putus dengan Reii!!” Hyumi melotot. Dan belum sempat Minho menjawab, Hyumi langsung menarik Yurii lalu ia jambak rambutnya dan tiba-tiba…

“aughh.. Aigooo..” teriak Hyumi.

“heh, apa yang kau lakukan pada yeodongsaeng ku hah? Kalau kau berani menjambaknya lagi, bukan hanya batu kecil itu yang kulempar, tapi sepatuku bisa melayang ke kepalamu!” Jonghyun tiba-tiba datang langsung berlari keluar gerbang melihat adiknya disakiti orang lain.

Belum selesai mereka bertiga berkelahi, sudah muncul 3 makhluk yang mengaku sebagai ”geng fans Hyumi” *pdhal sih geng mesum,ckck*. Mereka adalah Trish yang berasal dari Jerman, Cho I Reul yang berasal dari Korea, dan Hendry Lau dari China. Dengan muka mengerikan, mereka datang dan marah-marah, “jangan sakiti Hyumi kami atau kalian akan kami hajar!!”

Masalah belum selesai, Reii yang melihat kejadian itu dari jauh, langsung berlari kencang ke arah mereka, tapi ternyata Reii kehilangan keseimbangannya hingga ia tersandung dan menabrak geng mesum, lalu Hendry Lau yang hendak melemparkan bola basket ke arah Jonghyun pun terjatuh dan bola itu melayang dengan indahnya hingga tepat mendarat di kepala Taemin yang saat itu datang ingin melerai.

apa yang terjadi selanjutnya???

TBC….

Lanjut ke part 2,,

komen komen komen…

hehehehe

Kamsahamnida…. ^^

_Author Reii & Yurii_

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s