FanFic suju – 사랑이 죽는 병 (love disease)

happy reading..

enjoy~ ^^

———————————————

Title : 사랑이 죽는 병 (love disease)
Author : SilveRyeo-junseob a.k.a Ahn Neulryoseohojinxiah casshawolelfiphotteauty (fb)
Genre : romance
Rating : G
Length : oneshot
Main Casts : Lee sungmin, Choi Eunra, Kim Ryeowook.

——————————————–

Author’s POV

tersebutlah disebuah taman yang tak terlalu ramai di Kota Seoul, seorang yeoja cantik yang mengenakan atasan berwarna putih dan rok berwarna abu-abu tua bertingkat, sedang berdiri berhadapan dengan seorang namja.sepertinya itu adalah namjachingu dari yeoja tersebut.namja itu mengenakan kaos berwarna soft blue dan dilapisi dengan jas hitam. readers, jika kita zoom out.. kita akan mengetahui apa gerangan yang terjadi dengan dua orang tersebut. *hehe*

EunRa’s POV

“waeyo??” namja itu nengguncang bahuku.aku tak bisa menatap kedua mata yang meneduhkan itu.terlalu sakit untuk mengingat hal ini.

“ani, oppa..” kataku lirih. hampir tak terdengar.

“mwo? apa karena kuliahmu di tokyo itu? atau…” perkataan namja itu terpotong.

“atau kenapa, oppa?” tanyaku.

“atau.. ada namja lain yang kau cintai?” tanyanya. yang sontak membuat perasaanku ini seperti tertusuk.

“andwae~!! saranghaeyo, oppa.. aku tak mencintai pria lain” sangkalku cepat.

“ne, aku percaya.. lalu, kenapa kau memutuskan hubungan kita ini, EunRa-ssi??” tanyanya dengan nada yang mulai naik.

“oppa, please.. kalau kau mencintaiku, relakanlah aku pergi. hanya untuk 4 tahun ini. setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku akan kembali ke seoul lagi.” jelasku. menepis tangan namja yang daritadi memegangi bahuku. namja yang sudah 3 tahun ini aku cintai dan aku menjalin hubungan rahasia dengannya. karena dia adalah seorang artis yang sedang naik daun bersama grupnya.dan kami sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari publik.dan saat ini hubungan kami retak sudah.semuanya karena aku. karena aku menjalankan wasiat almarhumah amma ku. untuk menjalankan studi di tokyo university.impianku sekarang sudah didepan mata.namun aku terpaksa memutuskan hubunganku ini dengannya..

“kita kan bisa berhubungan jarak jauh??” tanyanya lagi.

“oppa, mianhaeyo. please, leave me.. anggap saja kita ini tak pernah bertemu. anggap jika kita ini orang asing.” kataku miris.tak terasa air mataku yang sedari tadi aku tahan, mengalir dengan perlahan.

namja tersebut menyeka air mataku menggunakan tangannya.lalu aku memegang tangan yang hangat itu. sakit sekali rasanya meninggalkan kenangan-kenangan bersama orang yang aku cintai 3 tahun ini.namja yang tampan dan berbakat dalam hal bermain piano dan bernyanyi ini.

——————————————–

-EunRa’s Flashback-

3 years ago..

Author’s POV

“saat ini kita akan mendengarkan sebuah persembahan dari perwakilan kelas 2. mari kita sambut, sungmin-ssi~” teriak MC di atas panggung.hari ini, SMA EunRa dan sungmin mengadakan sebuah festival musik. dan sungmin mewakili kelasnya *atau mungkin angkatannya* untuk memainkan sebuah lagu.

tak lama kemudian, sungmin yang sudah siap, berjalan memasuki panggung yang terletak di lapangan basket SMA 1 seoul ini *mianhae author kaga tau nama SMA-SMA disana. hehe*.pengunjung yang datang dan penasaran, mulai mengerumuni dikeliling panggung setinggi satu meter ini.

Sungmin’s POV

“annyeong haseyo, chingudeul dan hyung-nuna sekalian.. sungmin imnida..” kataku memperkenalkan diri.

“annyeong..” balas mereka.

“kali ini, aku akan memainkan sebuah lagu dari Tim – sarnghamnida.. please enjoy..” kataku dengan tersenyum. kemudian aku berjalan menuju grand piano yang sudah tersedia di panggung tersebut.seluruh pengunjung diam mendengarkan aku memulai menekan tuts tuts piano ini.

EunRa’s POV

“ya~! siapa itu, yang sedang tampil di panggung?” tanya temanku, SooRa.aku dan dirinya sekarang sedang duduk di pinggir lapangan, karena malas ikut berkerumun di tengah lapangan.

“molla.. kau lihat saja sendiri” kataku.

“aish.. ikutlah, please.. bukankah kau juga suka lagu ini?” tanyanya lagi.

“ne,, ne,, arasseo..” kataku menyerah. dan berjalan di belakang Soora.sebenarnya aku tahu persis siapa yang memainkan piano itu.

namja itu bernama sungmin oppa.aku sering mendengarkan permainan piano nya saat berada di ruang seni musik.

******************************************************flashback seminggu yang lalu..

@ruang seni musik

aku sedang berlatih bermain gitar sendiri di ruangan ini. ini hobiku di waktu senggang pulang sekolah.lalu seseorang mengetuk pintu.karena ruangan ini harus kedap suara dari luar, *kalo ga gitu ntar anak yang latihan band rock bisa2 kedengeran dari luar*, orang itu memencet bel yang berada di samping kanan pintu.

“nugu?” tanyaku sambil meletakkan gitar kembali ke tempatnya. lalu berjalan ke depan, melihat siapa yang berdiri di depan ruang seni musik ini.

“mianhaeyo, apa kau sedang memakai ruangan ini?” tanya seorang namja yang berdiri di depanku.

“aniya, aku hanya memakainya sebentar. kalau oppa mau pakai ya pakai saja. aku akan pergi” kataku.

“ehm, sungmin imnida dari kelas 2ipa1. namamu siapa?” tanya oppa sungmin padaku.

“EunRa imnida. baru kelas 1” jawabku.

“boleh aku masuk?” tanyanya sopan.

“tentu” kataku mempersilahkan. aku juga ikut masuk karena tas dan gitarku masih ada didalam.

“eh ya, kau barusan main gitar ya? aku kesini mau main piano.” kata oppa sungmin berbasa-basi.

“ne, oppa.” jawabku.

“emm, kalau ga keberatan, aku mau mainin dua lagu. kau mau menungguku sampai selesai? aku ingin tahu komentar dari latihanku kali ini” katanya lagi.

“baiklah, aku lagi tak ada tugas, jadi boleh pulang agak sore” kataku sambil duduk di lantai karpet dan mulai mendengarkan permainan piano sungmin oppa.

beberapa hari kemudian..

“EunRa, kenapa kau kemarin tak datang kesini?” tany sungmin oppa padaku. saat latihan di ruang seni musik.

“aku lagi malas latihan saja. jadi kemarin aku langsung pulang” kataku.

“huft.. setelah kau tak datang kemarin aku jadi menyadari sesuatu, EunRa.” kata Sungmin oppa dengan suara agak dikecilkan.

“apa itu, oppa?” tanyaku penasaran.

“hh.. ternyata aku jatuh cinta padamu. saranghaeyo, EunRa.. maukah kamu jadi yeojachingu-ku? dan tetap datang ke ruang seni musik setiap hari, untuk menemaniku latihan?” tanya sungmin oppa.sontak aku menghentikan permainan gitarku. kaget.

“haruskah aku menjawabnya sekarang?” tanyaku pada sungmin oppa.

“aniyo.. aku tunggu jawbanmu sampai aku selesai tampil 3 hari yang akan datang.”

Sungmin’s POV

“~~Nabbayo cham geudaeraneun saramHeorakdo eopsi wae naemam gajyeoyoGeu dae ddaemune nan himgyeoge salgoman itneun deGeu daen moreujanayo

Alayo naneun aniran geolNungiljulmankeum bojalgeot eobdangeolDaman gaggeumssik geujeo geumisoYeogi naegedo nanwojul sun eobnayoBirok sarangeun anirado

Eonjenga hanbeonjjeumeun dolahbwajugetjyoHaneopsi dwieseo gidarimyeonOneuldo chama motan gaseumsok hanmadiGeudae saranghamnida

Eojedo chaeksange eopdeuryeoGeudael geurida jamdeuleotnabwayoNuneul ddeoboni nunmule noga heuteojyeoitdeonSirin geudaeireum gwa heotdoen baraembbunin nakseoman

Eonjenga hanbeonjjeumeun dolahbwajugetjyoHaneopsi dwieseo gidarimyeonOneuldo chama motan gaseumsok hanmadiGeudae saranghamnida

Ijen neomunado naege iksukanGeudae dwitmoseubeul barabomyeoHeureuneun nunmulcheoreom sorieopneun geumalGeudae saranghamnida~~~

-Flashback seminggu yang lalu end-

EunRa’s POV

dan disinilah sekarang aku sedang berdesak-desakan dengan penonton lain.terseret kesana kemari~~..

setelah oppa sungmin menyelesaikan tuts terakhitnya, seluruh pengunjung bertepuk tangan karena permainan piano sungmin oppa yang sangat indah.aku tak bosan mendengarkan lagu saranghamnida ini. karena beberapa hari terakhir ini sungmin bisa oppa membuatku sangat menyukai lagu ini. apalagi mendengar permainan pianonya.

setelah perform dari sungmin oppa selesai, dilanjutkan dengan acara dance battle..dengan sekuat tenaga, akhirnya aku bisa keluar dari kerumunan ini. dan entahlah, jangan tanya Soora dimana. aku juga tak tahu.

“ya, gimana permainan pianoku tadi?” tanya sungmin oppa menepuk pundakku dari arah belakang.

aku menoleh ke belakang. “not bad lah.. lihatlah, fans fans mu ini mulai berdatangan” kataku santai.

“ahahaha.. gamsamnida.. apa kau juga salah satu dari fans fans ku?” tanyanya dengan tawa yang khas.

“andwae.. hahaha.. kau kan sudah sukses tampil tadi.. bagaimana jika kau traktir aku makan ramen?” tanyaku bercanda.

“hahaha.. em,, baiklah, kebetulan aku juga lapar. ayo!” ajaknya.

“jinjja? aku tadi hanya bercanda loh” kataku.

“sudah, ayo ikut. sebelum aku berubah pikiran.” katanya lagi.

“jeongmalleyo?” tanyaku memastikan lagi.

“yorobun.. ada yang ma…”aku membekap mulit sungmin oppa. menyuruhnya diam.

“ne, baiklah. ayoo~!” kataku sambil menarik tangannya menuju kantin sekolah..

“hhahaha”

————————————————-

@kantin sekolah

“onnie, nasi ramen dua yah..” pesanku.

“oya, tambah lemon tea dua, noona” timpal sungmin oppa.

“tumben nih, oppa beneran mau nraktir aku? hehehe.. gomawo, oppa” kataku tulus.

“ah, aniya.. ini cukup sekali seumur hidup yah.. haha.. bercanda bercanda.. cheonmaneyo, Eunra..” jawabnya sambil menerima dua mangkuk nasi ramen yang masih panas.

“hahaha..”

limabelas menit kemudian, dua mangkuk ramen yang tadinya penuh, sekarang sudah berupa mangkuk kosong..

“jeongmal gomawo untuk traktirannya, oppa” kataku berterimakasih lagi.

“hmm.. ne.. ne.. eh, ya. gimana tadi permainan pianoku? masa tadi jawabanmu not bad? memang latihan biasanya bad ya?” tanyanya memasang tampang sedih.

“aniya.. perform kali ini bagus kook~!” kataku menegaskan.

kemudian untuk lima menit selanjutnya hening~~~

“EunRa..” panggil oppa sungmin.

“ne, oppa?” jawabku.

“ani.. gomawo sudah mau menemaniku latihan untuk beberapa hari yang lalu” katanya.

“ne, oppa.. sama-sama.. kan aku juga sedang ada waktu luang. jadi aku sempat berlatih gitar dan menemanimu juga” kataku jujur.

“mm.. bagaimana jawabanmu?” tanya sungmin oppa.

“baik, oppa.. aku bersedia” kataku sambil tersenyum.perlahan senyum di bibir sungmin oppa mengembang.

“jinjja? gamsamnida, EunRa..” katanya.

-EunRa’s Flashback, end-

*******************************************************

aurhor’s POV

“baiklah kalau kau maunya gitu. aku mengerti” kata sungmin terdengar bijak.

“gomawo, oppa. aku tak menyesal pernah mencintaimu” jawab EunRa tulus.

“ne, nae sarang.. selamat tinggal” kata sungmin. yang diakhiri dengan pelukan mereka berdua untuk yang terakhir kalinya sebelum EunRa berangkat ke tokyo.

———————————————————

tak terasa 4 tahun pun berlalu..

Sungmin’s POV

“Ryeong, antarkan aku ke toko buku dong, aku butuh kamus bahasa indonesia lagi.” pintaku pada Ryeowook yang sedang asik membaca komik milik donghae.

“baiklah, sebentar ya, hyung. aku siapkan mobilnya dulu” kata Ryeowook menyetujui.

lalu kami berdua berangkat menuju toko buku yang letaknya di sebuah mall di tengah kota seoul.

“hyung, ini bagus kayaknya..” kata Ryeowook sibuk membantu memilih buku.

“aku lihat dulu, sebentar” kataku menerima kamus tersebut.

“permisi, oppa.. bolehkah bisakah kau ambilkan aku kamus itu?” tanya seorang yeoja di sebelahku sambil menunjuk sebuah kamus bahasa indonesia yang berada diatas. sama dengan yang kubawa.

“baiklah, ini.. kau bawa saja milikku” kataku menyerahkan kamus yang kubawa.

“gomawo, oppa..” katanya.

aku menoleh kearah yeoja itu. sepertinya aku mengenal suara itu.

“apa kau choi EunRa?” tanyaku pada yeoja yang memakai baju atasan putih yang dipadukan dengan jaket tanpa lengan berwarna abu-abu muda dan bawahan celana jeans.

“ne.. kau, sungmin oppa?? kau sedang apa disini?” tanyanya sama kagetnya denganku.

“a.. aku sedang mencari kamus bahasa indonesia.. bersama Ryeowook.. kau?” tanyaku canggung. masih tak percaya dengan apa yang terjadi di depanku sekarang ini.

“aku,, sama denganmu oppa. kau apa kabar?” tanyanya.

“baik. kau?” balasku bertanya.

“yah, seperti yang kau lihat.. oppa, mianhae.. aku duluan ya, aku sudah ditunggu namjachingu-ku di kasir. semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu. oppa ryeowook, aku duluan.” pamitnya..

“ne..” jawabku dan ryeowook hampir bersamaan.

“hyung, sapa dia?” tanya ryeowook.

“dia, EunRa. mantan yeojachingu ku” jawabku singkat.

“tapi kenapa kalian putus?” tanyanya lagi.

“entahlah, tapi aku bahagia melihatnya bahagia. walaupun kita sekarang menjadi orang asing, seperti perasaan pertama kami berdua bertemu dulu. tapi aku masih tak bisa mendapatkan yang lebih baik darinya.”

“ah, mianhaeyo, aku membuatmu mengingat masalalu mu, hyung..” kata Ryeowook meminta maaf.

“aniyo.. gwenchana.. EunRa, jadilah bahagia, dengannya.. walaupun rasa sakit itu terlalu banyak untukku” kataku sambil tersenyum melihat EunRa meninggalkan toko buku.

—–fin—–
gomawo..
jangan lupa RCL nya aku tunggu..^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Oneshoot. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s