Hyung, Dongsaeng love You part 2

Part 2

(Kyuhyun pov)
Mampus! Kenapa mendadak dia bertanya seperti itu?! Aigoo! Aku hanya bisa menggulum lidahku, mencari kata-kata yang tepat untuk menyangkalnya. Tapi apa? Aish! Kyuhyun ah! Kenapa lidahmu kelu begini? Babo Babo Babo!
“Aku…” kataku. Otakku yang jenius ini masih mencari kata-kata yang pas untuk menimpalinya.
“Hmm?” tanya Zhoumi Hyung yang masih mengantisipasi jawabanku.
Aku mendengus sambil mengangkat daguku tinggi-tinggi. “Kalau kau kenapa-napa, ‘kan aku yang repot,” dengusku. Zhoumi hyung melongo menatapku, lalu tawanya meledak. Hebat, kyuhyun, hebat. tolol benar kau.
“Apa maksudmu?” tanya Zhoumi hyung. Aku mendeham.
“Karena nanti aku yang paling pertama di interogasi oleh Hankyung hyung!” gerutuku. Zhoumi hyung merangkul pundakku, lalu menepuk-nepuk kepalaku dengan gemas.
“Yha! Babo!” serunya. “Yang hyung itu aku!”
Aku menampik tangannya. “Memangnya aku tidak boleh merasakan begini?” desisku.
“Hmm?” tanya Zhoumi hyung lagi. “Kau bilang apa?”
“Tau deh!” tukasku. “Buruan hyung, bisnya udah dateng tuh.”
Aku berjalan mendahuluinya memasuki pintu bis, lalu duduk di dekat jendela, dan memalingkan muka. Aigoo, kenapa wajahku jadi panas begini? Apa yang terjadi padaku? Aigoo, sesange! Tuhan! Bunuh aku sekarang juga!
“Ya, Kyu,” panggil Zhoumi.
“Hmm?” tanyaku tanpa memalingkan wajahku. Ia terdiam sejenak lalu menghela nafas.
“Aniyo,” tukasnya. “Tidak jadi aku beri tahu.”
Aku memalingkan wajahku. “Mwoya?” tanyaku penasaran.
Zhoumi hyung menatapku sambil tersenyum lebar.
“Penasaran, ‘kan?” tanyanya. “Makanya lain kali kalau ada orang yang memanggilmu lihat wajahnya!”
Aku mendengus. “Cih,” keluhku sambil kembali memalingkan wajahku.
Ya, zhoumi hyung! katakan apa yang ingin kau katakan padaku barusan! aku ingin dengar!
aku menghela nafas. kenapa kata-kata itu sulit keluar? aigoo, babo… sudahlah.. yang penting hari ini aku tidak akan kena amuk siwon hyung lagi.. setidaknya hari ini aku aman…

***
(Zhoumi POV)
Aku hanya diam saja menatap tingkahnya yang menurutku aneh. Sangat aneh malah. Ini benar-benar tak seperti biasanya, menungguku pulang dengan alasan takut aku yang kenapa-napa padahal aku ini lebih tua darinya. Selain itu kenapa wajahnya merah begitu? Benar-benar anak yang aneh.
Sebenarnya aku hanya mengujinya saja saat bertanya tadi, tapi aku benar-benar bingung dengan sikapnya. Ayolah Zhoumi… Kalau kau terus memikirkan hal itu kau akan benar-benar gila!!
“Hyung, kau turun disinikan?” pertanyaannya mengagetkanku.
“Ah iya, aku duluan ya Kyu…” ujarku lalu pergi.
Ia hanya ber-hnn-ria menyahutku. Dasar kebiasaan yang tidak bisa diubah. Oh iya, kapan aku akan mengatakan bahwa ada yang menantangnya untuk bermain starcraft?

****
(Author POV)
“Aku pulang!!” teriak Kyuhyun.
“Tumben kau pulang cepat Kyu?” tanya Siwon tiba-tiba muncul dari dapur.
“Aku tidak mau dimarahi olehmu lagi hyung kalau aku pulang telat” jawab Kyuhyun lalu duduk di Sofa.
“Ya!! ganti dulu seragammu!!” seru Siwon. Ia kesal dengan kebiasaan Kyuhyun yang istirahat tanpa mengganti seragamnya dulu
“Nee” jawab Kyuhyun. Ia segera pergi kekamarnya untuk berganti pakaian.
Siwon menatap dongsaengnya dengan penuh tanda tanya.
‘aneh? Apa yang terjadi dengannya? Padahal biasanya dia susah sekali untuk disuruh mengganti seragamnya’ batin Siwon. Namun ia tak mau berlama-lama memikrkan dongsaengnya yang bandel itu. Ia melanjutkan membuat makan malam.
Kyuhyun kembali ke ruang tengah. Ia menghidupkan TV dan mulai mencari tayangan yang menarik. Pilihannya jatuh pada pertandingan World Cup Argentina vs Yunani. Meskipun matanya menatap siaran langsung piala dunia itu, tapi pikirannya melayang entah kemana.
“Kyu!! Ayo makan” panggil Siwon.
Kyuhyun sama sekali tidak menyahut. Siwon mendekati Kyuhyun
“YA!! CHO KYUHYUN!!” Teriak Siwon tepat ditelinga Kyuhyun sehingga membuat telinga Kyuhyun berdengung.
“Hyung!! Gak perlu teriak begitu kan??” protesnya kesal.
“kau ini!! Siapa yang menyuruhmu melamun hah?? Kau sudah kupanggil dari tadi tapi kau hanya diam saja!!” balas Siwon.
Kyuhyun hanya manyun mendengar kata-kata hyungnya itu. ‘Bagus Cho Kyuhyun, kau kena marah lagi dengan alasan yang berbeda. Nasib… nasib…’ batin Kyuhyun pasrah.
Siwon kembali menatap Kyuhyun dengan heran. Hari ini Kyuhyun tidak membalas kata-katanya.
“Kyu? Apa kau sakit?” tanya Siwon sembari menyentuh dahi Kyuhyun.
Kyuhyun segera menepis tangan Siwon. “Aniyo, aku sehat-sehat saja hyung”
“Benarkah? Tapi kau kelihatan aneh Kyu. Tidak biasanya kau tahan tanpa menyentuh komputer begitu kau pulang sekolah, selain itu kau juga sering melamun” ujar Siwon.
Kyuhyun menghela nafas panjang. “Hah… bukankah kau ingin aku mengurangi jadwal main gameku hyung?” Kyuhyun balik bertanya.
“Ne, tapi apa alasanmu untuk sering melamun?” tanya Siwon lagi.
Kyuhyun hanya diam saja. Tak tahu harus menjawab apa.
Zhoumi menampik selimut di ranjangnya dan menyelubungi dirinya dengan selimut tebal nya itu.
“Hyu~~~ng~” seruan manja Henry serta merta terdengar olehnya. Ia mengangkat tubuhnya sedikit, menatap bocah di hadapannya itu dengan heran.
“Mwoya?” tanya zhoumi. Henry melompat masuk ke dalam kamarnya, lalu melabuhkan dirinya di samping tubuh zhoumi lalu menyelusuk ke dalam selimut.
“Tidur~” kekeh Henry seraya memejamkan matanya yang sipit itu. Zhoumi menghela nafas sambil tersenyum lalu menepuk-nepuk kepala henry.
“Aigoo,” keluhnya. “Dasar bocah. Kenapa tidak tidur sama Hankyung hyung saja?”
Henry membuka matanya dan memanyunkan bibirnya. “Aku tadi sudah berusaha menganggunya, tapi dia tidak mau diganggu karena sedang bicara dengan Heechul Hyung,” adu Henry. Zhoumi terkekeh.
“Makanya cari pacar!” desak Zhoumi. Henry tertawa.
“Haha~ hyung tidak tahu saja,” katanya. Zhoumi membuka matanya.
“Lah? kamu udah pacaran?” tanya Zhoumi keheranan. Henry terkekeh tapi tidak menjawab.
“Ada deeh~ Lagi pula aku mau menemani hyung yang sedari tadi melamun terus~” katanya sambil menarik selimut dari zhoumi.
“Ya! Ya! Henry ah! Jawab aku! Ya!”

****

(Kyuhyun POV)
Aku menghela nafas lagi. Entah sudah berapa banyak kuhela nafasku yang mahal ini. Aku duduk di sofa ruang klub game, aku sendiri heran, kenapa bisa berdiri klub macam begini, tapi ya biarlah, toh kegilaanku pada game bisa terbayar juga. Aku tengah bermain dengan pspku ketika seseorang mencabut rambutku yang berharga.
Aku menatap sang pelaku. Monster Mochi yang hidup dan berkaki.
“Ck!” gerutuku.
“Ya!” serunya. Ia bersalto dan berlabuh di sampingku. “Kyuhyun-ah.”
“Mwoka?” tanyaku. “Kalo nyari Zhoumi hyung dia ga ada.”
“Buset, ketus amat?” tanya Henry. Ia menatapku dan pspku yang indah ini. “Heh.”
“Hnn?” tanyaku mulai merasa terganggu.
“Ya!” serunya lagi. Aku mengalihkan pandanganku dari pspku kan menatapnya.
“Mwoya?” tanyaku.
“Kau…” katanya. Ia menatapku lama.
“Mwo?” tanyaku.
“Kau apain hyung-ku?” tanya henry. Aku melongo.
“Mwo??” tanyaku lagi. Ia menatapku lekat-lekat. memang mataku ini bagus, henry, tapi tidak usah seperti itu.
Ia mengangkat bahunya, “Ya sudah kalau kau memang tidak tahu,” katanya. ia bangkit. “Aku pergi dulu ya~”
Dan ia pun bersalto keluar. Anak yang aneh.
Tunggu sebentar. kenapa henry bertanya seperti itu? Apakah sesuatu terjadi pada zhoumi hyung? apa ini berkaitan denganku? aigoo, kenapa aku lagi-lagi mikirin dia, sih? kegilaan apa lagi yang masuk dalam kehidupanmu, cho kyuhyun? ah! aku jadi ingat, nanti pulang aku harus mampir dulu ke swalayan, siwon hyung nitip dibelikan duren, heran aku, kok dia demen banget sama yang namanya duren. ah sudahlah, lebih baik aku kembali main saja.

****
(Author POV)
Henry mulai memainkan violin kesayangannya. Atas izin Hankyung ia diperbolehkan membawa biola ke sekolah. Namun saat memaikan biolanya ia teringat sesuatu hal yang memaksanya untuk berhenti menggesek violinnya.
“Aiish… Kenapa sikap Kyuhyun tiba-tiba berubah sih tadi? Membuatku penasaran saja” ujarnya kesal. Ia segera menyimpan kembali violinnya dan kembali untuk menemui Kyuhyun. Namun sayang, saat ia sampai diruang klub game, Kyuhyun sudah tidak berada disana.
“Aargh!! Dia tidak ada!! Sial!!” dengan kesal Henry memutuskan untuk segera kembali kekelasnya.
“Henry-ah!!” tiba-tiba seseorang memanggilnya.
Henry menoleh, melihat siapa yang memanggilnya. Ia bisa melihat Donghae dan Eunhyuk sedang berlari kearahnya.
“nde?”
“Ayo kita latihan! Aku dan Hyukkie baru saja menyelesaikan koreonya” ajak Donghae.
Sebagai anggota klub dance disekolah, Donghae, Eunhyuk, Sungmin dan Henry sering mengikuti lomba dance. Apakah itu antar sekolah ataupun lomba dance yang bersifat kelompok tanpa membawa nama sekolah. Kali ini mereka mempersiapkan dance untuk lomba dance antar sekolah.
“Sudah selesai? Kapan kalian menyusunnya?” tanya Henry bingung.
“Kemaren. Aku sudah mencarimu dan Sungmin hyung tapi kalian malah kabur duluan” jawab Donghae.
“Kalian kemana saja kemaren?” tambah Eunhyuk.
“Sungmin hyung mengajakku latihan di tempat latihan” jawab Henry polos.
“Sudah kuduga, kau pasti pergi dengannya. Oh iya, dimana Sungmin hyung sekarang?” tanya Donghae.
“Kurasa sedang ada di tempat latihan, tadi aku melihatnya disana” jawab Henry.
“Kalau begitu ayo kita jemput dia lalu latihan” ujar Eunhyuk semangat sambil menarik tangan Henry. Donghae mengikuti mereka dengan sedikit kesal.

*****
(Zhoumi POV)
“Hah… Bocah itu ada dimana sih? Aku harus segera menyampaikan hal ini padanya” Entah berapa kali kalimat itu terucap olehku. Ini gara-gara kemaren aku lupa menyampaikan padanya bahwa ada seseorang yang menantangnya main starcraft. Aku yakin dia pasti senang mendapatkan tantangan ini.
Aku berhenti sejenak, memikirkan dimana kira-kira dia berada. Ah! Aku tahu, dia pasti ada disana!! Aku pun segera berlari menuju tempat itu.
“Sudah kuduga kau ada disini Kyu” ujarku begitu aku menemukannya.
Kulihat Kyuhyun kaget dengan kedatanganku. “Zhoumi hyung?” serunya kaget.
“nee… Kenapa kau kaget Kyu?” tanyaku.
“Aniyo. Ada apa mencariku hyung?”
“Ah! Ini kemaren ada surat tantangan untukmu” jawabku sambil memberikan surat tantangan yang diberikan Wookie kemaren.
“Surat tantangan?” tanyanya heran lalu mengambil surat tantangan itu.
“Ne, dia menantangmu untuk bermain starcraft” jawabku.
Kyuhyun langsung mengembangkan senyumnya. Sudah kuduga dia pasti senang mendapat tantangan seperti itu. Dasar maniak game.
“Sudah ya Kyu, aku mau kembali ke kelas dulu” ujarku lalu melangkah pergi meninggalkannya.
“Hyung” panggilnya.
“Nde?” aku berbalik dan menatapnya. Dapat kulihat wajahnya berubah serius.
“Kemaren… kau mau bilang apa?” tanyanya.
“Kemaren?”
“Ne, saat di dalam bis” jelasnya.
“Ah, itu. Bukan apa-apa kok. Aku hanya mengujimu saja kemaren. Kenapa? Kau kepikiran ya?” godaku.
Tiba-tiba saja ia kembali salah tingkah. Ada apa dengannya? Akhir-akhir ini sering sekali salah tingkah seperti itu. Tapi sejurus kemudian aku bisa merasakan death glare yang diberikannya padaku.
“Kau keterlaluan hyung” ujarnya lalu pergi tanpa memberiku kesempatan untuk bertanya.
‘Keterlaluan? Apa maksudnya? Kenapa akhir-akhir ini dia selalu begitu?’ Pertanyaan pertanyaan itu terus-menerus berputar dikepalaku.

*****
(Kyuhyun POV)
Sial! Benar-benar sial! Dasar hyung bego! Apa dia tidak tahu bagaimana perasaanku kemarin? Begitu panasnya wajahku? Begitu dinginnya tanganku? Begitu berdebarnya diriku? Huh, sudahlah, orang bodoh macam dia mana tahu perasaanku yang begini? Ah, aniyo, orang ‘tidak normal’ macam aku ini yang merasakan hal yang bodoh seperti sekarang.
Aku membuka lipatan surat tantangan yang tadi diberikan oleh zhoumi hyung, menatap tulisan tangan itu lekat-lekat, lalu kuseringaikan senyumanku.
Kim Kibum.
Ya, bocah dungu maniak game yang berada di kelas 2-4. Dongsaeng kesayangan si banci Heechul hyung, ‘sobat’nya Hankyung hyung. Aku hapal benar tulisan jeleknya. Berani sekali dia menantangku, sudah bosan hidup apa dia? Cih, dasar.
Aku meremas surat itu dan menjejalkannya masuk ke dalam saku jas sekolahku, aku mengangkat kepalaku dan, eng ing eng, dia berdiri di sana, tepat di hadapanku, berjalan dengan arah yang berlawanan denganku. Kami berpapasan.
“Ya, Cho Kyuhyun,” panggil suara beratnya. Aku berhenti berjalan dan melancarkan death-glare ku padanya.
“Mwoya?” tanyaku dingin. Kibum tersenyum najis padaku.
“Kau terima suratku?” tanyanya. Entah ini salah telingaku atau aku memang menangkap tone tidak mengenakan dari suaranya.
“Tentu saja,” jawabku. Kami sama-sama melempar senyum najis, lalu ia mendengus.
“Hari Minggu di server utama,” katanya sambil lalu. “Jangan lupa.”
“Tenang saja, aku tidak akan lupa,” desisku sambil merengut tanganku dan menjejalkannya masuk ke dalam saku celana.
Sial. Bocah dungu itu meremehkan aku. Tidak tahu apa dia kalau aku ini Raja Starcraft? Bukankah karena itu aku dinobatkan sebagai ketua klub game dan bukannya dia? Cih. Aku muak melihat keangkuhan yang ditampilkannya.
Aku tahu ini tidak berhubungan, tapi entah mengapa, kekesalanku pada Kibum menguap begitu aku memikirkan zhoumi hyung. Alahmak! Kyuhyun! Lama-lama kau jadi sama-sama tidak waras seperti si kedua playboy cap terong itu!
Kuacak rambutku sekuat tenaga, kulangkahkan kakiku menuju WC pria.
“OH NO! NO! NO! NO!” kudengar jeritan itu. Aku memalingkan wajahku.
“HYUNG!” seru Eunhyuk hyung sambil menyeret Sungmin hyung bersamanya. Sungmin Hyung menangkap beton penyangga sementara Eunhyuk hyung terus menarik tubuhnya.
“Kita harus latihan!” seru Eunhyuk. Sungmin hyung menggeleng kuat.
“Tapi aku mau beli es krim dulu!” seru Sungmin hyung kekanak-kanakan.
“Andwae! Es krim itu tidak baik!” tukas Eunhyuk hyung. Sungmin hyung menatapku lalu menjulurkan tangannya padaku.
“Kyuhyun-aaah~! Tolong aku!” serunya. Aku memutar bola mataku sambil menggeleng tak habis pikir.
“Hyung!” seru Eunhyuk hyung. Aku memutuskan untuk mencuci mukaku saja. Sudah banyak hal aneh yang kulalui beberapa hari ini, aku tidak mau hariku terasa semakin aneh dengan adanya pemandangan siluman monyet menyeret siluman kelinci dari koridor sekolah.

****

(Author POV)
Donghae dan Henry berada berdua di ruang latihan sementara barusan Eunhyuk menghilang untuk mencari Sungmin. Henry sedang melakukan pemanasan sementara Donghae duduk bersandar pada cermin sembari menatap Henry lekat-lekat. Rasa cemburunya karena Eunhyuk mengenggenggam tangan Henry begitu kuat barusan masih belum hilang. Henry yang menyadari tatapan tidak mengenakan itu akhirnya berhenti dan menatap Donghae.
“Hyung,” panggilnya.
“Mwo?” tanya Donghae dengan wajah asem. Henry mengerutkan keningnya, lalu menghela nafas.
“Kenapa semua orang wajahnya asem begitu sih hari ini?” keluh Henry. Ia meninju udara untuk merenggangkan otot bahunya. “Heran deh aku.”
“Ya, Henry-ah,” panggil Donghae. Henry melotot menatapnya.
“Mwoya, Hyung?” tanyanya manis. Donghae menatapnya lekat.
“Kau… dan Hyukkie…” desisnya tajam. Senyum Henry mengembang.
“Aigoo,” keluhnya. Henry cepat-cepat menghampiri Donghae dan duduk di hadapannya. “Sumpah suwer metal, hyung, aku ini nggak menaruh perasaan apa-apa sama Eunhyuk Hyung.”
Donghae memanyunkan bibirnya. “Aku hanya tidak suka Hyukkie dekat-dekat dengan orang lain,” desisnya. Henry tertawa lalu menepuk-nepuk pundak Donghae.
“Tenang, hyung, kau tidak perlu khawatir,” katanya. “Aku ini sudah punya Wookie hyung~”
Mata Donghae melotot. “Lha? Kapan kalian jadinya?” tanya Donghae. Henry menyeringai.
“Hehehe,” kekehnya. “Sudah lumayan lama.”
“Kenapa tidak cerita padaku?” tanya Donghae sedikit menuntut. Henry menutup mulutnya untuk menahan tawa.
“Bahkan Zhoumi hyung pun tidak tahu, mana boleh aku memberi tahumu?” tanya Henry sambil terkekeh kecil. Donghae akhirnya tersenyum lalu tertawa.
“Dasar kau ini,” keluhnya sambil mengacak rambut Henry.
Zhoumi mengerutkan keningnya, percakapan itu terdengar jelas olehnya. “Tunggu sebentar,” bisiknya rendah. “Henry dan Wookie?”
Ia menggaruk alisnya yang tidak gatal. “Apa yang terjadi sebenarnya disini?” desahnya sambil berbalik pergi. “Aigoo…”

****
(Zhoumi POV)
Aku tidak mengerti, apa yang sebenarnya terjadi disini? Henry dan Wookie, lalu Donghae dan Eunhyuk. Gak ketinggalan Hankyung hyung dan Heechul hyung. Selanjutya siapa lagi?
Aku heran pada mereka, padahal begitu banyak youja disekitar mereka tapi kenapa lebih memilih… Apalagi Eunhyuk dan Donghae yang selalu dikeburungi para youja itu. Argh!! Aku benar-benar tidak mengerti apa yang terjadi disini.
“ANI ANI ANI ANI” tiba-tiba terdengar jeritan. Aku menoleh keasal suara.
“HYUNG!!KITA HARUS LATIHAN!!” Seru Eunhyuk menarik Sungmin hyung yang sedang memeluk tiang penyangga.
“Nanti saja latihannya… Aku ada janji dengan Yesung hyung sepulang sekolah” ujar Sungmin.
“Hyung!! Kencan bisa ditunda… Ayolah… Kita harus latihan untuk lomba bulan ini!!” bujuk Eunhyuk.
Aku hanya memandangi mereka. Kapan lagi aku bisa menikmati hiburan semacam ini. tidak hanya aku saja, beberapa siswa lain juga sudah mengelilingi mereka. Aku benar-benar tak habis pikir dengan tingkah mereka berdua. Sungmin hyung yang setahun diatasku benar-benar seperti anak kecil. Sementara Eunhyuk, jangan ditanya lagi… Dia bahkan lebih parah dari pada Sungmin hyung.
“Hyung… Ayolah….” bujuk Eunhyuk lagi.
“Nggak mau!! Aku ada janji dengan Yesung hyung hari ini!!” seru Sungmin hyung keras kepala.
Baiklah Zhoumi, sekarang kau mendapatkan pasangan selanjutnya. Sungmin hyung dan Yesung hyung. Hah… Aku benar-benar tidak mengerti. Sebenarnya ada apa dengan mereka sumua? Sungmin hyung dan Yesung hyung. Itu cukup membuatku kaget karena setahuku Yesung hyung itu sangat aneh hingga tidak bisa ditolerir. Bahkan keanehannya itu melebihi Heechul hyung.
Lebih baik aku pergi saja dari sini, kalau terus-terusan mendengar teriakan mereka. Aku bisa gila nanti.
“SUNGMIN HYUNG!!!!!!!” Teriakan seseorang langsung membuat telingaku berdengung. Aku kembali melihat kearah Eunhyuk dan Sungmin hyung. Aku bisa melihat Donghae dan Henry membantu Eunhyuk untuk memaksa Sungmin hyung ikut bersama mereka.
Yah… bisa dibilang kali ini mereka berhasil membawa Sungmin hyung dengan cara menggotongnya.
“YA!! LEPASKAN AKU!!” teriak sungmin hyung sambil meronta-ronta ingin lepas.
“Tidak sampai kita selesai latihan hyung!!” jawab Donghae menyeringai. Benar-benar gak cocok sama tampangnya.
“TIDAAAAAAAAAAAAAAAK!!!!!!!!” Teriakan Sungmin hyung pun menjadi penutup dari acara ini.
Ada-ada saja mereka. Memperlakukan Sungmin hyung sampai seperti itu. Dasar!!

to be continued
komen di wall grup ya..^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hyung, Dongsaeng love You part 2

  1. Ping balik: chap | ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s