Hyung, Dongsaeng love You part 1

Part 1

(Author POV)
“hah… hari ini benar-benar membuatku lelah” gerutu Zhoumi. Bagaimana tidak, jadwalnya benar-benar padat. Selain belajar ia juga harus mengikuti kegiatan OSIS dan juga mengurus klub matematika, dan game. Ia sendiri juga bingung bagaimana mungkin seorang siswa boleh menjabat sebagai sekretaris osis, ketua klub matematika dan wakil ketua klub game dalam satu periode yang sama.
“Ada apa hyung? Sepertinya kelelahan sekali?” Tanya seseorang yang kebetulan sedang bersamanya.
“Nee… Apa kau sendiri tidak lelah kyu?” Tanya Zhoumi.
“Aniyo” jawab Kyuhyun pendek lalu kembali melanjutkan kegiatannya bermain game.
Zhoumi pun kembali mengerjakan tugasnya sebagai wakil ketua klub game, yaitu ikut melayani sang ketua yang tak lain adalah Kyuhyun untuk bermain game.
Zhoumi akhirnya menemani ketua klubnya untuk bermain game. Terkadang ia heran, kenapa Kyuhyun bisa melaksanakan kegiatannya yang padat dan juga mendapatkan nilai tertinggi diangkatannya.
“Kyuhyun” panggil Zhoumi
“ne hyung”
“kau tidak mau pulang? Sebentar lagi sekolah akan ditutup” ujar Zhoumi yang sudah menghentikan kegiatannya bermain game.
“mwo? Memangnya sudah jam berapa hyung?” tanya Kyuhyun kaget.
“jam 19.15. Lima belas menit lagi ditutup” jawab Zhoumi.
“Argh!! Aku pasti akan dimarahi Siwon hyung kalau begini!!” gerutu Kyuhyun gak jelas.
“Kalau begitu ayo kita pulang” ajak Zhoumi.

******
(Zhoumi POV)
Dasar bocah!! Aku heran kenapa ia sama sekali tidak capek dengan semua kegiatannya disekolah. Padahal bisa dibilang aku dan dia berada dalam organisasi dan klub yang sama. Di OSIS dia menjadi ketua, di klub matematika dia jadi wakilku dan di klub game dia menjadi ketuanya, selain itu nilai dan peringkatnya bisa dikatakan sangat bagus.
Aissh… kenapa aku malah jadi mikirin dia sih?
“Zhoumi hyung sudah waktunya makan” seseorang mengagetkanku. Aku menoleh kulihat Henry didepan pintu.
“ne”jawabku. Akupun menyusulnya ke meja makan.
“Zhoumi, kenapa kau pulang telat hari ini?” tanya Hankyung hyung.
“Biasa hyung, banyak harus kuselesaikan dulu” jawabku sambil tersenyum.
Baiklah, akan kuceritakan tentang keluargaku. Aku tinggal bersama seorang kakak laki-laki dan adik laki-laki juga tentunya. Hankyung hyung, dia seorang mahasiswa jurusan seni. Keahliannya adalah martial arts, balet dan juga dance. Oh iya, dia juga merupakan koki karena diantara kami bertiga dialah yang paling pintar masak.
Sementara itu, Henry adik laki-lakiku. Dia sekolah disekolah yang sama denganku dan kelasnya 1 tahun dibawahku, seangkatan dengan Kyuhyun. Keahliannya adalah bermain violin dan dance. Meskipun berwajah sangat imut karena pipinya yang tembam bagaikan kue mochi dan juga kulitnya yang putih, sebenarnya dia itu sangat jorok. Dia itu sangat jarang mandi. Katanya sih karena gak biasa. Maklum, dulu dia lama tinggal di Kanada bersama orangnya.
Dan terakhir, aku Zhoumi. Berbeda dengan kedua saudaraku ini, aku sama sekali tidak memiliki keahian apa-apa selain menyanyi. Namun aku sama sekali tidak tertarik untuk masuk klub lain selain klub matematika dan klub game.
Sebenarnya kami bertiga bukanlah saudara kandung, namun karena suatu kejadian kami sudah menjadi sangat dekat seperti saat ini.
“ya Zhoumi!! Kenapa kau melamun saja dari tadi?” tanya Hangeng hyung mengangetkanku.
“Gwenchana hyung, aku hanya agak lelah” jawabku.
“kau menemani Kyuhyun main sampai sekolah ditutup lagi hyung?” tanya Henry.
“hnn” sahutku sambil mengangguk.
“hah… bocah itu, masih saja belum berubah!! Kalau Siwon tau, dia akan ditatar habis-habisan!” ujar Hangeng hyung.
Hangeng hyung dan Siwon hyung memang sudah dekat sejak dulu. Dan tentu saja aku tahu kebiasaan Siwon hyung. Dia sangat tidak suka kalau kyuhyun sudah mulai main game, karena bocah itu pasti akan langsung lupa waktu karena keasyikkan main.

***
(Kyuhyun pov)
“Aku pulang!” seruku keras-keras.
“Baru pulang?” tanya hyung. Aku menatap siwon hyung sambil menyeringai.
“Ne, hyung,” sahutku sambil membuka sepatu dan menggantinya dengan sendal rumah. hyung menatapku.
“Ngapain aja kau?” tanya hyung sambil terus menatapku sembari menekuk wajahnya.
“Ya ampun, hyung,” keluhku sambil bangkit dan meraih ranselku. “Kerjaanku disekolah ‘kan banyak, tidak melulu cuma belajar.”
hyung menghela nafas. “Baiklah,” katanya. “Makan malam untukmu sudah kuletakkan di meja, makanlah sebelum kau tidur. aku tidur duluan, tidak enak badan.”
hyung berjalan pergi, sementara aku mengangguk. aku menatap punggungnya hingga ia menghilang masuk ke dalam kamarnya.
aku beranjak menuju ruang makan, dan membuka tudung saji, lalu melihat pecel dan gado-gado yang sudah tersedia disitu. hyung tahu kesukaanku.
ketika aku makan, entah kenapa pikiranku terbang jauh melayang menembus awan menuju Zhoumi hyung.
setelah kupikir-pikir, belakangan ini kami selalu menghabiskan waktu berdua. jarang sekali aku menghabiskan waktu dengan yeoja macam si Eunhyuk hyung dan si Donghae hyung. Playboy cap terong di sekolah kami.
entah kenapa banyak sekali yeoja yang mengerumuni mereka macam lalat. aku tidak mengerti. padahal dari segi tampang aku lebih ganteng, dari segi tinggi, aku lebih tinggi, dari segi suara, suara ku pol banget. aigoo, aku benar-benar tidak mengerti yeoja.
tapi… entah mengapa, aku merasa aman bila dekat dengan zhoumi hyung.
aigoo, yah, kyuhyun! sadarlah..
tapi entah bagaimana pun… aku tidak kunjung sadar dari lamunanku mengenai dirinya.. apa aku sudah gila?

***
(Author POV)
Seperti biasa, Kyuhyun dan Zhoumi menghabiskan waktu bersama saat istirahat ataupun kegiatan klub dan organisasi. Meskipun mereka beda kelas dan angkatan tentunya, mereka pasti akan bertemu. Tidak tahu sejak kapan tapi mereka selalu bertemu di ruang klub game untuk bermain game.
“Zhoumi hyung” tiba-tiba saja seseorang memanggil Zhoumi.
“Ah! Ada Wookie?” tanya Zhoumi menghentikan kegiatannya bermain game bersama Kyuhyun.
“Bisa bantu aku hyung? Aku tidak mengerti dengan ini” jawabnya sambil memperlihatkan setumpuk kertas yang sedang dibawanya.
“ho.. baiklah. Kyu aku pergi dulu ya” ujar Zhoumi lalu pergi besama Ryeowook.
Ryeowook salah satu anggota OSIS yang menjadi wakil Zhoumi dalam mengerjakan tugas-tugasnya sebagai sekretaris OSIS.
Kyuhyun menata kepergian Zhoumi. Ada sedikit kekecewaan dan kekesalan terpancar dimatanya. Ia menghela nafas lalu melanjutkan kegiatannya bermain game, berharap bisa menghiburnya.
“Ya Kyuhyun!!” tiba-tiba seseorang mengagetkannya. Kyuhyun langsung menoleh ke arah orang yang telah mengganggu kegiatannya.
“Henry!! Jangan mengagetkanku seperti itu!!” serunya kesal. Sementara Henry hanya cengegesan.
“Mana Zhoumi hyung? Tumben dia gak bersamamu?” tanya Henry begitu menyadari Kyuhyun hanya sendirian disana.
“Tadi pergi ngurusin tugasnya sama Wookie” jawab kyuhyun datar namun ada sedikit kekesalan dari ucapannya.
“Hoo… Kenapa kau kesal Kyu?”
“Aku sama sekali tidak kesal. Hanya saja aku jadi kehilangan teman bermain game ku” jawabnya dingin. “Ah Henry, apa kau mau menemaniku?” tanya Kyuhyun tiba-tiba.
“maaf sekali kyu, aku harus segera ke klub dance. Eunhyuk hyung, Donghae hyung dan Sungmin hyung sudah menungguku” jawab Henry lalu segera pergi.
Kyuhyun kembali menghela nafas. “hah… kenapa gak ada yang mau menemaniku?” tanyanya pada dirinya sendiri.

***
(Zhoumi pov)
aku duduk di sofa sementara wooki meletakkan tumpukan kertas di tangannya sambil menghela nafas panjang.
“jadi apa yang tidak kau mengerti?” tanyaku. wookie menatapku dengan ganjil.
“Ya ini, hyung,” katanya sambil menunjuk kertas-kertas di hadapan kami. “Lha kok hyung masih nanya?”
aku memutar bola mataku, kadang-kadang memang si wookie ini rada lemot juga otaknya, meski dia seorang sekretaris, nggak tau deh dimana pak guru Oh nemu ini anak.
“Ya maksudku, wook, apa yang mau kamu tanyain sama aku?” tanyaku memperjelas. wookie membulatkan matanya dan ber-oh ria.
“Ini masalah tumpukan kertas yang kutemui di loker osis,” jawab wookie.
“Apa isinya?” tanyaku sambil berusaha meraih salah satu kertas itu.
Wookie memukul tanganku. “Lebih baik hyung nggak usah lihat,” katanya. aku melongo.
“Lah, terus ngapain kamu minta bantuanku?” tanyaku. Wookie terdiam.
“Nggak, gitu juga sih,” keluhnya. ia menghela nafas dan akhirnya mengangguk padaku. “Silakan.”
Aku meraih salah satu kertas itu dan membacanya. wajahku mengheran seketika. keningku berkerut.
“Apa ini?” tanyaku. Wookie menghela nafas.
“Justru itu,” jawab wookie. “Aku tidak mengerti apa yang mereka maksud.”
Aku berdeham sejenak, lalu menghela nafas. “Dear ketua OSIS, hari minggu nanti, kutantang kau main starcraft?” tanyaku heran. bocah ini nantang kyuhyun main starcraft?? sambil memberi tumpukan kertas sebanyak ini?
“Semuanya isinya masalah beginian?” tanyaku. Wookie menggeleng.
“Mana mungkin, hyung ngaco aja,” tukasnya sambil melambaikan tangannya. “Sisanya ya pekerjaan kita sebagai OSIS, hyung.”
aku menghela nafas, “Yo wiss, ini kertas aku simpan ya? jangan bilang kyuhyun dulu.”
wookie mengangguk. “Mengerti, hyung,”
aku melipat kertas itu, dan menyematkannya di dalam saku celanaku. berpikir, siapa orang jahil yang menantang dia? mana sebentar lagi ujian mulai, lagi.

Pelajaran sudah dimulai dari tadi, namun pesan yang diserahkan kepada Kyuhyun tadi benar-benar membuatku bingung. Biasanya orang selalu menantang ketua OSIS untuk duel di bidang olahraga atau akademik. Tapi kali ini malah menantang game. Ada-ada saja.
“Zhoumi!!” tiba-tiba seseorang memanggilku. Pikiranku yang dari tadi pergi entah kemana kini langsung kembali ketempatnya semula. Aku melihat sekitarku. Pelajaran sudah selesai.
“Ya! Zhoumi!!” panggil Donghae keras. Sepertinya dia kesal padaku.
“Ada apa?” tanyaku.
“Kenapa kau dari tadi melamun saja? Sampai-samapai bel pulang berbunyi pun kau gak sadar sama sekali”
“hahahaha… ada sedikit yang mengganggu pikiranku”
“hoo…” ujarnya ber-hoo-ria. “Hei, apa kau melihat Henry?”
“Bukannya dia satu grup denganmu?” tanyaku heran. Tidak biasanya Donghae mencari Henry.
“Hah… Dia pasti pergi dengan Sungmin hyung lagi!! Dasar Sungmin hyung, koreo belum kelar dia malah ngajak Henry kabur” gerutunya kesal. “Sudahlah kalau begitu, aku pergi dulu ya… Lebih baik aku memikirkannnya bersama Hyukkie…”
Aku hanya mengangguk. Kadang Donghae itu seperti anak kecil kadang seperti seorang kakak yang sangat melindungi adiknya. Apalagi kalau sama Eunhyuk, jangan ditanya deh, dia overprotektif banget sama monyet itu. Yah… meskipun keduanya dijuluki playboy cap terong, tapi aku selalu melihat hubungan mereka itu lebih dari sahabat. Bahkan selama ini Donghae sama sekali tidak memperbolehkan siapapun untuk memanggil Eunhyuk dengan sebutan Hyukkie.
Aku kembali memasukkan buku-bukuku kedalam tas dan menemui Kyuhyun diruang klub. Dia pasti sedang bermain game lagi disana. Dasar bocah maniak.
“Kyu…” panggilku begitu masuk kedalam ruang klub. Kulihat Kyuhyun didepan komputer. Benarkan dia pasti main game lagi. “Ya Kyu!!” panggilku sambil menepuk pundaknya.
“Ah… ada apa hyung?” tanyanya kaget.
“Aniyo, hanya ingin mengagetkanmu saja. Kau keberatan?” tanyaku.
“tidak juga, hanya kesal saja karena permainanku diganggu” jawabnya kesal.
“hahahaha… sudahlah, mau kutemani bermain kali ini?” tanyaku. Sebenarnya tanpa ditanyapun aku pasti akan menemaninya.
“tidak perlu hyung, aku hanya menunggumu saja. Kita langsung pulang” jawabnya.
Aku terperangah. Apa dia sedang sakit, tidak biasa-biasanya ia langsung pulang, biasanya juga aku yang akan mengingatkannya untuk pulang.
“Kau sakit kyu?” tanyaku sambil menyentuh dahinya.
“Aku sehat-sehat saja hyung!!” ujarnya kesal. “sudahlah, ayo kita cepat pulang. Aku tidak mau dimarahi Siwon hyung lagi. Apalagi kalau dia tahu aku telat gara-gara aku keasyikan main game disekolah” tambahnya. Kyuhyun langsung mematikan komputer dan mengambil tasnya.
“kau ini benar-benar aneh Kyu, tidak biasanya kau menunggu dan mengajakku langsung pulang seperti ini” ujarku saat kami menunggu bis.
“sudah ku bilangkan hyung, aku hanya tidak mau membuat Siwon hyung marah kalau aku pulang telat melulu, apalagi kalau dia tahu aku pulang telat gara-gara keasyikan main game” ulangnya.
Aku hanya tersenyum. “lalu kenapa kau menungguku kyu? Kau kan bisa pulang duluan” tanyaku lagi.
Kali ini Kyuhyun tak langsung menjawab. Aku kaget saat menatapnya. Ia sama sekali tidak pernah berekspresi seperti ini sebelumnya. Kaget dan salah tingkah.

To be Continued
komen di wall grup ya…^^

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Chapter. Tandai permalink.

Satu Balasan ke Hyung, Dongsaeng love You part 1

  1. Ping balik: chap | ♥♥♥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s