Black Coffee

author : @Diieload Hira Kazunari

cast
Yoo Hyun Jae >> Ika Angelina
Lee Donghae

cameo
Yesung
Henry
Ryeowook

**

-Keiyukan Seaworld, Osaka, Jepang-

Lagi-lagi aku melangkah memasuki Keiyukan Seaworld. Ini sudah ketiga kalinya aku datang kemari. Pukul 12.30 pm, segera kulangkahkan kakiku menuju akuarium besar yang sudah mulai penuh oleh orang-orang. Aku berusaha masuk ke dalam sehingga aku berada di dekat kaca akuarium. Dan pertunjukan di mulai, namja yang berhasil menarik perhatianku kini sedang berenang seirama dengan ikan-ikan yang ada di lama akuarium, harus ku akui dia sangat mempesona.

Tak lama pertunjukan selesai, dan kerumunan orang mulai menipis, akhirnya hanya ada aku seorang. “Ah, aku tidak mau pulang.” kataku pelan, aku berjalan mengelilingi tempat yang kini sudah akrab untukku, “Hyung, hari ini kau mau menginap disini? Wae?” terdengar suara merdu di depanku, “Hanya ingin menenangkan diri. Ya, aku juga harus mencari sekolah lagi untukku, Kangin, dan Kyu kan?” jawabnya. ‘Ah, ternyata dia orang Korea juga,’ batinku senang.

Kembali kaki-ku membawaku berjalan ke arah yang tak ku ketahui, hingga akhirnya aku terpesona *lagi* oleh pemandangan indah di depanku, My Fishy Prince berdiri di depanku, tepatnya 5 meter di depanku. Tapi sepertinya dia sedang sedih, kenapa ya?

Donghae POV
Ah, rasanya tidak ingin kembali ke Korea. Ponselku bergetar, “Ne Hyung, wae?” kataku saat mengangkat telepon, “Mwo? Sekolah baru? Ne lusa aku akan kembali ke Seoul. Gomawo hyung!” ku masukkan ponsel ke dalam tas dan memandang akuarium besar di depanku, “sampai saat ini aku masih belum tau kenapa aku bisa di tuduh sebagai pelaku pencurian soal ujian itu? Bahkan Kyu yang masih hoobaeku saja terkena getahnya” Andaikan aku seekor ikan, mungkin hidupku akan tenang. Tinggal di kumpulan trumbu karang, berenang dengen bebas, bermain, dan berkembang biak. Pasti akan sangat menyenangkan, kecuali aku berakhir di kaleng sarden.
end

Dia berbalik dan menyandar ke kaca akuarium, tanpa kusadari lampu di sekitarku sudah sebagian padam. Kepalanya mulai menempel di kaca, melihat langit-langin dan menunduk, memandang kedua telapak tangannya yang sedetik kemudian dia sudah menggenggam setangkai bunga mawar merah, “Wow!” ucapku spontan, dengan mulut masih sedikit terbuka aku membalikkan badan dan mengunpat kecil.

Langkah kaki-ku semakin kencang, aku ingin berlari tapi di sini gelap. “Mana pintu keluarnya?” kataku celingukan, tiba-tiba lampu di tempat ini padam dan menghasilkan kegelapan total, “Aih, omma~~~” aku benci gelap, aku menutup mataku saat aku mendengar langkah kaki mendekatiku. Tak lama aku merasakan ada cahaya besar di depanku, “Wow!!!” kagumku saat melihat akuarium di depanku memancarkan keindahan dengan cahaya tipis, namun merata. Fauna laut di dalamnya seakan berdansa dengan gerakannya yang lembut, seekor ikat dengan sirip yang panjang berwarna kuning cerah lewat di depanku. Saking terkagumnya, aku tidak menyadari bahwa ada orang yang berdiri di sampingku.

Tiba-tiba sebatang bunga mawar merah memblokir pandanganku, “Mawar?” tanyaku, “Ne, untukmu.” ku alihkan pandanganku dan melihat seseorang tersenyum manis, ku raih bunga pemberiannya dan mendekatkannya ke dadaku, ‘Omma, jantungku berdetak kencang,’ kami diam selama beberapa saat. Ketika aku akan berbicara, namja itu lebih dulu mengeluarkan suara indahnya “Mereka indah ya, berenang dengan tenang dan memancarkan aura keindahan di setiap gerakannya,” katanya memecah keheningan.

Aku hanya mengangguk, sungguh aku tak tau harus bicara apa. “Lee Donghae, mungkin kamu sudah mengenalku di Samyook.” dengan cepat kepalaku berputar 90 derajat, “Mianhae, kau murid Samyook juga?” dia sempat terkejut, namun kemudian dia tersenyum, “Tadinya, tapi setelah aku di tuduh mencuri soal ujian itu, aku bukan lagi murid Samyook sekarang.”

“Jadi sunbae di fitnah?” lagi-lagi dia tersenyum, “Jangan memanggilku sunbae, kita ini sekelas, Woo Hyun Jae.” Ini sudah kesekian kalinya aku terkejut, jadi kami sekelas? Bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya selama berada di sana 7 bulan ini? “Kamu jarang memperhatikan orang, kamu terlalu sibuk dengan duniamu sendiri, dunia yang penuh warna dan keceriaan itu.” katanya seakan dia bisa membaca pikiranku, “Kamu anak seni kan? Sudah memenangkan kejuaraan melukis 2 kali, dan 3 bulan yang lalu lukisanmu di beli oleh kolektor dengan harga tinggi, apa aku salah?”

Aku menggeleng pelan, “Keunde, bagaimana kamu bisa tau?” tanyaku padanya yang sekarang menyandarkan punggungnya pada kaca akuarium, Donghae hanya mengacak-acak rambutku dan kembali menyandarkan kepalanya ke kaca. Tangannya melipat rapi di dadanya, matanya terpejam, ‘Apa dia tidur? Tapi dengan posisi seperti itu sepertinya…..’

“Kenapa melihatku seperti itu?” Donghae membuka matanya dan berdiri tegak, “Mau jalan-jalan?” tanpa menunggu jawabanku, dia segera menarik tanganku dan mengajakku pergi. “Ki, kita mau kemana?” tanyaku ketika kami sudah meninggalkan ruangan tadi, “Tempat yang indah.” katanya singkat.

>>

“Huwow!!!!” ucapku kagum saat kulihat hamparan bintang di atasku, “Kamu ini, mudah sekali terkejut ya,” lagi-lagi Donghae mengelus kepalaku dan membuatku terdiam malu, “Kajja,” Donghae membantuku menaiki atap mobilnya sebagai tempat duduk kami, dia menyerahkan dua gelas kopi panas dan segera menyusulku duduk di atap mobil. “Suka?” aku mengangguk, “Tak ku sangka kita bisa melihat pemandangan seperti ini di Jepang,”

“Besok bunga sakura akan berguguran, bagaimana kalau kita habisakan waktu kita disini bersama? Setidaknya saat aku pulang aku sudah tidak sendiri,” tambahnya setelah aku mengangguk setuju, tidak sendiri? Apa maksudnya? Semalaman aku dan Donghae memainkan beberapa permainan di atap mobil, aku tidak tau kalau kantong jaketnya bisa menyimpan banyak barang, “Hahaha, kamu kalah lagi!” seru Donghae saat berhasil mematikan raja di bidak catur yang dari tadi kami mainkan.

“Ya Lee Donghae! Jahat sekali!!” rujukku sambil memanyukan bibir kecilku, “Hahaha, seperti ikan koi, hahahahaha!!!” aku yang semakin sebal akhirnya mendorong tubuhnya yang berada di tepi atap mobil, dan kemudian… BRUK!!!! Donghae terjatuh ke tanah, dengan cepat aku turun untuk melihat bagaimana ke adaannya, “Hahahahaha!!! Kuat sekali tenagamu agashi,”

“Ya, saat seperti ini masih bisa tertawa, apa kepalamu terbentur batu?” Donghae bangun sambil mengusap kepalanya yang sakit, “Habis, kamu bisa menjatuhkanku dari atas sana, kau hebat Hyun Jae,” kemudian kami duduk di rumput lembab dan bersandar ke badan mobil. “Hae, bagaimana kamu bisa bekerja di Seaworld itu? Bukankan kamu hanya sementara di sini?”

“Bagaimana kamu tau kalau aku hanya sementara? Kamu memata-mataiku ya?” aku menggeleng cepat, “Anio, tadi aku mendengar pembiacaanmu dengan….”
“Arasso, aku hanya bosan. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku. Lagi pula tadi adalah good bye stageku.” potongnya dengan bangga, “Good bye stage? Kamu kira kamu ada di Mubank hah?” aku tidak tau kalau kami bisa dekat dengan waktu yang singkat, “Hei, aku kan mirip dengan Donghae Super Junior, nama kamipun sama. Aku bisa menggantikannya nanti.”

“Arra arra, berkhayallah sesuka hati…..” kata-kataku terhenti saat kulihat pemandangan di depanku. Sinar keemasan kiri menyebar dari belakang gunung Fuji, dengan kehangatan yang dalam, matahari mulai menampakkan dirinya dengan berlahan. “Woooow!!!!” ucapku kagum, dan dapat ku rasakan sentuhan hangat di tangan kiriku. Saat kuturunkan pandanganku, kudapati tangan Donghae sudah menggenggamku erat.

>>

“Kita kesini? Katanya mau melihat bunga Sakura berguguran?” tanyaku saat kami sampai di depan sebuah Musium di Osaka, “Wae? Sakura tidak akan berguguran kalau kita tidak ada di sana, kajja!” lagi-lagi dia menarik tanganku. Walau kesal, aku menikmati saat dia menyentuhku. Mulutku sedikit terbuka, baru saja aku akan mengeluarkan suara, Donghae sudah menutup mkulutku dengan telapak tangannya.

“Jangan berteriak ‘Woooow’ lagi. Satu hari saja aku sudah bosan mendengarnya,” katanya dengan nada bosan, ku turunkan tangannya dari mulutku, “Woooow.. wooow…. woooowww!!!!!” ucapku tepat di depan wajahnya dan segera berlari meninggalkannya yang terlihat kesal dan berjalan ke arahku.

“Jangan sepeti itu lagi, kau lihat uangku habis karena ulahmu,” kata Donghae saat kami sedang duduk di taman di depan musium Osaka, “Mianhae, aku tidak sengaja tadi…” ucapku menyesal. Aku berlari menghindari kemarahan Donghae karena aku berteriak di depan wajahnya, tapi aku kurang hati-hati dan menabarak seorang kolektor yang sedang menikmati kopinya.

BRUK!!! aku berhasil membuat jas putihnya kini berwarna sedikit hitam, “Ops!” kataku sambil menutup mulutku kaget, “Mi..mi….mian…” ada yang menarik tubuhku dan menyembunyikannya di belakang punggungunya, “Gomennasai, daijobu desu ka?” tanya Donghae dengan bahasa Jepangnya, “Arigatou, arigatou.” dan segera Donghae menarikku keluar musium.

“Donghae ah, kamu marah?” tanyaku takut-takuat, Donghae hanya menggela nafas lelah, ‘Ah kau ini membuat masalah saja Hyun Jae,’ kutukku pada diriku sendiri, “Sudahlah, kajja kita ke taman sakura. Aku tidak mau rencana kita berantakan hanya karena ini.” Donghae berdiri dan meminta tanganku, aku sedikit mendongkak, “Palli!” bentaknya dan berhasil membuatku bangun dan menggandeng tangannya.

Donghae POV
Kami tiba di taman sakura, dan berlahan kelopak bunga sakura mulai berguguran. “Wooooow!!!!” ku lihat Hyun Jae kembali tersenyum setelah kejadian tadi. Kalau saja Matsumoto ajeossi bukan teman ayah, aku tak tau bagaimana nasib kami tadi. “Donghae ah, ini indah.” Dasar anak kecil, sekarang dia menari-nari di tengah-tengah hujan Sakura. “Hyun Jae! Tunggulah di sini, aku akan mengambil makanan.” kataku dan meninggalkannya.

Baik, sushi, onigiri, takoyaki, dan udang goreng. Sepertinya ini cukup, aku kembali ke tempat dimana Hyun Jae menungguku. Namun langkahku terhenti saat ku lihat pemandangan yang paling ku suka, dia mengukur ukuran dan posisi yang tepat, mengintip dari atas pensilnya, dan berlahan menggoreskannya pada kertas sketsa. Hyun Jae melukis. Pancaran wajahnya, senyumnya, kekesalannya saat gambar yang dia inginkan tidak sesuai, dan gerakan khasnya jiga sedang bingung, menggaruk hidungnya.

“Eh, kenapa berdiri di situ? Palli, nanti hujan Sakuranya keburu berhenti!!” teriaknya memanggilku, “Kamu melukis lagi? Bukankah kita bisa merekamnya atau memotretnya?” Hyun Jae mengangguk, “Benar, tapi akan lebih indah juka di lukis,” jawabnya singkat lalu memasukkan onigiri dan udang goreng bersamaan, “Wae?”

“Perasaan. Segala sesuatu akan menghasilkan perasaan yang berbeda, sesuai dengan perasaan kita.Jika kita mengambil gambar hanya untuk di koleksi atau hanya untuk mengenang, hasilnya akan biasa-biasa saja walaupun kita pandai dalam hal itu.” jelasnya. Perasaan? ‘Setiap detik matahari akan terlihat berbeda, bagaimana dengan perasaan saat kita melihatnya…. Perasaan hyung saat mengambil foto ini sepertinya adalah perasaan penuh cinta, aku suka karyanya yang ini,’ entah kenapa prinsip Hyun Jae sama dengan prinsip Henry dan kata-kata Siwon.

“Donghae ah~ kenapa sering sekali melamun hari ini? Masih marah dengan kejadian tadi?” tanya Hyun Jae mengagetkanku, “Ah? Anio. Hanya saja aku mengingat perkataan Henry.” jawabku dan melahap makananku, “Ah, aku ingin ke WC. Dimana WC umum di sini?” aku menunjuk arah belakangku, “15 meter dari sini.” kataku dan dia segera berlari.

Ku lirik buku sketsanya, “Hebat juga dia,” senyumku mengembang saat ku lihat salah satu gambar yang bertanggalkan tepat 3 hari yang lalu. “My Fishy Prince? Jadi seperti itu kau menganggapku? Pangeran ikan? Dasar,” terdapat 5 sketsa gambarku dan ku lihat gambar yang baru saja ia selesaikan. Indah, walaupun hanya goresan kasar. Bagaimana perasaanmu saat menggambar ini? Apa ada aku di dalam hatimu? Eh, apa gambar kecil ini? Ku dekatkan mataku ke kertas dan aku mulai tersenyum saat mengerti maksud goresan kecil itu.

>>

“Pulang sekarang? Tapi aku masih mau disini, Sakura di sore hari kan indah~~~” rengeknya saat kami sedang berbenah, “Ya, aku harus ke bandara jam 10 malam nanti. Aku masih harus membeli keperluanku,”
“Sebentar lagi, Jebal~~~~~” dan akhirnya dia bersorak ketika aku mengangguk. Ku ambil ponselku dan menekan salah satu list di phonebook, “Henry ah, lama sekali. Hari hampir malam. Ah~ bagus, palli. Jangan lupa bawa Wookie dan Sungie!” dan aku mulai bersiap-siap.

“Donghae ah, aku tidak tau kalau hujan Sakura di Jepang dan di Korea akan berbeda. Hujan Sakura di sini sangat indah, bagaimana menurutmu?” tanyanya saat aku sudah ada di sampingnya. Dapat kurasakan ponselku vergetas 2 kali dan berhenti. “Dimana saja akan terlihat indah jika aku bersamamu,” ku balikkan badannya agar menghadap ke arahku.

Alunan viola mulai terdengar, pelan namun sangat jelas, lalu samar-samar Ryeowook dan Yesung mulai melantunkan lagu “My Endless Love” dengan suara mereka yang indah, “Aku sudah lama menyukaimu, memandangmu dari jauh, memperhatikanmu dan mencari tau semua tentangmu. Selama ini aku tidak pernah yakin untuk mengatakannya padamu, karena aku lihat kamu hanya tertarik dengan buku sketsamu itu.” airmata mulai nampak di kedua matanya, berlahan aku menghapus dan memegang tangannya.

“Namun keyakinan itu berubah saat aku tau kamu tidak mengenalku yang adalah teman sekelasmu, aku semakin pesimis, dan akhirnya aku putuskan untuk menikmati hari terakhirku di Jepang hanya denganmu. Aku menculikmu dan membawamu ke tempat kesukaanku di Jepang, dimana aku bisa melihat matahari terbenam, hamparan bintang, dan matahari terbit bersamamu. Dan aku ingin itu terjadi selamanya.”

“Har ini, kulihat lagi sosokmu yang berhasil membuatku jatuh cinta, sosok seorang Woo Hyun Jae yang sedang melukis, waut wajahmu yang selalu berubah-ubah, dan pancaran matamu yang begitu indah. Sekali lagi kau mengejutkanku, ku temukan gambaran wajahku di buku sketsamu. Dan akhirnya aku melihat satu gambar yang membuatku semakin yakin kalau kau juga mencintaiku, dan aku ingin gambar itu menjadi nyata.”

“Woo Hyun Jae, maukah kau menjadi pelukis di hatiku? Menggambarkan semua keindahan yang ada di dunia di buku sketsa yang akan kita buat bersama? Menggoreskan berbagai warna kebahagiaan bersamaku?” Hyun Jae menghapus air matanya dan tersenyum, “Kalau kamu sudah melihat gambarku, tentu kamu tau jawabanku. Kenapa masih menanyakannya?” Ku raih dia dalam pelukanku, “Gomawo. Saranghaeyo…”

>>

“Hyung, aku tidak tau kalau kamu bisa seromantis ini. Hahahahaha!” canda Ryeowook saat kami sudah duduk di mobilku, “Noona, kau pasti senangkan?” tanyanya pada Hyun Jae yang duduk di sampingku, “Em, sebenarnya aku berharap dia menyatakan perasaannya di akuarium Keiyukan, mungkin itu akan lebih romantis,” jawab Hyun Jae, “Kalau begitu noona harus menggambar Donghae hyung yang sedang ada di mulut hiu sambil berkata ‘Woo Hyun Jae!!! Saranghaeyo!!!!’ mungkin hyung akan melakukan sesuai gambarmu noona,”

Hyun Jae tertawa menyetujui pendapat konyol Ryeowook “Ya Wookie, kamu ini cerewet sekali. Apa tidak bisa tenang seperti yang lain hah?” kataku kesal, bagaimana bisa dia menyuruhku memasukkan tubuhku ke mulut hiu? “Hyung, tidakkah kau lihat? Henry dan Yesung hyung sudah tidur, aku tidak mau mati bosan karena tidak berbicara,” jawabnya manja, dasar anak SMP,

“Wookie ah, lebih baik kamu bernyanyi. Aku suka suaramu, suaramu indah.” pinta Hyun Jae, tak lama Ryeowook mulai bernyanyi, ah suaranya memang indah. “Hyung, bernyanyi bersamaku!” pinta Wookie dan aku mulai bernyanyi. “Kau suka jagi?” tanyaku pada Hyun Jae saat Ryeowook sudah tertidur. “Hem, tadi romantis sekali oppa, walaupun kita tidak berdiri di atas jembatan. Hehehehe,”

“Kamu mau aku menghadiahimu hujan Sakura di jembatan Han? Aih, itu sulit sekali. Bahkan ucapan Wookie tadi lebih mudah untuk di lakukan.” Hyun Jae tertawa dan menyandaran kepalanya di pundakku, “Anio. Bersamamu sudah cukup. Itulah hadiah terindah untukku, oppa.” ucapnya dan mencium pipiku.
end

Tentang bbkoreafanfiction

this is just blog for fun :)
Pos ini dipublikasikan di Oneshoot. Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s