Even If U R not here…(one Shoot)

Tittle:Even if you are not here..
Writer: Fachyola Devanelf

FF ini sebenar nya udah lama bgt d tulis,,pas malam tahun baru 2011.
cuma takut aja ngepost,takut jelek dan banyak ga suka,,
klo ga suka atau pun suka(alhamdulillah) kasih tau ya?
Makasih udah mau baca
🙂

Malam ini adalah malam pergantian tahun. Aku berada di rumahnya,merayakan malam ini bersma keluarganya,namun sayang nya ia tak di sini bersamaku. Aku duduk di teras rumahnya di temani dinginnya malam. Untung saja syal nya ini selalu memberikanku kehangatan saat dia tak ada di sisi ku.

Aku menunduk,melihat syal putih hijau miliknya ini,sebenarnya syal ini bukan di berikannya khusus untukku,ia hanya menitipkannya. aku menggenggam syal ini,lalu mencium ujungnya,damai sekali rasanya tiap kali melkukan hal itu,kehangatan tiba-tiba datang menjalar ke seluruh tubuhku. Aku tersenyum,menghela nafas panjang.
“Hyuna-ah?!” Eomma nya memanggilku dari dalam,sepertinya dari arah dapur. “Sini sayang! Bantu Ahjumma menyiapkan makanan!” katanya melanjutkan.

“Ne Ahjumma!” aku berdiri dan melangkah masuk ke rumahnya.
Saat melewati ruang keluarga,aku selalu menyempatkan diri memberi senyum pada nya melalui foto besar dirinya yang terpampang,yaahh fto itu seperti replika diri nya. Di foto itu,ia tersenyum bahagia seakan tak ada beban.kali ini pun aku melakukan rutinitas itu,memberi senyum pada nya,namun rasa rinduku yang dalam membuat ku menghentikan langkah menuju dapur. Aku mendekati fotonya itu perlahan.
“Ya Park Jung Su! Jangan tersenyum seperti itu padaku ! “ aku berkacak pinggang di depan foto yang hampir sama besar dengan dirinya . jadi seolah-olah aq berhadapan dengannya.
“Aish Oppa ini !” aku menjitak kepalanya.
Lalu mengusapnya kembali. Aku terdiam sesaat,rindu sekali dengannya,aku mendekatkan bibirku ke pipinya.
“Oppa? Knpa kau tidak bisa merayakan malam ini bersamaku..aku merindukan mu…” air mataku mengalir saat mengucapkan kalimat terakhir,aku memejamkan mata,mengenang saat-saat ia bersamaku. Air mataku mengalir tak henti.

*Flashback*

“Chagi! Ini !” katanya sambil menyerahkan kue tart dengan lilin angka dua di depan wajahku.
“Mwo? Apa ? Hari ini oppa lagi pengen makan kue?” kataku sambil mengerutkan kening. Aku pura-pura lupa bahwa hari ini adalah hari anniversary kami.
“Chagiya….” Katanya sambil merengek dengan wajah merengutnya.
“Haha! Ne Oppa! Aku mengingatnya,mana mungkin aku lupa bahwa hari ini adalah hari bahagia kita..” aku mengelus rambutnya.
“Kalau gitu…..” katanya lagi sambil memberi ancang-ancang padaku melalui ekspresi wajahnya.
“HAPPY 2 YEARS ANNIVERSARRY !!!!” kami bersorak mengucapkan itu,ide itu terlintas di otaknya saat kami merayakan 1 tahun kami dulu.Lalu kami pun meniup lilin berbarengan.

Suasana nya sangat mendukung,sore ini kami duduk di taman yang sangat sepi..taman itu di penuhi pohon pohon rindang yang menutupi jalan yang ada di tengahnya seolah membentuk kanopi melindungi kami.
Lalu aku memotong kue itu,aku menyuapi diriku sendiri. Sedangkan ia yang mengira bahwa suapan itu untuknya,sudah membuka mulutnya dari tadi,namun melihat tindakanku yang seperti itu mulutnya yang menganga tadi langsung berubah manyun.

“Chagi? Untukku?” katanya dengan tampang polos.
“Oppa potong saja sendiri.” Kataku datar sambil menjilati sisa krim yang ada di jariku.
Ia hanya diam,memotong kue itu sambil ngomel-ngomel kecil. Aku tersenyum melihatnya,lalu aku menyerah,akhirnya aku membantunya juga.menyuapinya dan terkadang menempelkan krim di wajahnya,ia tak terima lalu membalas perbuatanku. Begitu seterusnya hingga kue itu habis.
Di atas pukul 6 sore,dingin makin mencekam. Aku menggosok kedua tanganku agar hangat.
Ia merapatkan tubuhku kepadanya seakan mengerti aku butuh kehangatan.
Tangan kanannya merangkulku,sedangkan tangan kirinya menggenggam tanganku.
“Oppa?” aku bersandar di bahunya. Nyaman sekali hingga membuatku memejamkan mata.
“Hmmm…” ia mencium puncak kepalaku.
Tangan kanannya mengusap-usap bahuku hingga membuatku makin hangat.
“Tahun depan kita akan rayakan seperti apa?” tanyaku pelan hampir tak terdengar.

Ia tak menjawab,ku berdirikan kepalaku melihatnya. Ia hanya menatapku. wajah nya serius sekali,
“Kau mencintai ku?” Tanya nya mengusap pipiku.
Aku diam. Lalu sedikit menahan senyum.
“Tidak sama sekali.” Kataku
Biasanya ia mencubit lembut pipiku,atau membalas perkataan ku dengan tak kalah lucu.
Tapi kali ini ia hanya diam menatapku dan memelukku,aku kaget di buatnya,erat sekali ia memelukku.
“Kalau begitu,aku sangat mencintaimu.”katanya sambil menenggelamkan wajahnya di bahuku. Suasana yang aneh sebenarnya,aku tidak pernah merasa sebegini janggalnya sikap nya.
“Oppa?”kataku melepas pelukannya.
“ne?”
Aku tersenyum dan memluknya lagi.
“Kajja kita pulang,dingin sekali di sini….aku tidak mau kita mati mematung kedinginan .” katanya saat itu.
Kami bergandengan tangan menelusuri jalan indah itu.
di perjalanan pu ia hanya diam,hingga aq tiba di rumah.
Di mobil,saat aku akan turun,ia menahan tanganku.
“Chagi? “
“Ne….”

Ia mendekat dan menciumkening ku. Hangat sekali rasanya. Setelah itu,ia membelai pipiku.
Aku tersenyum melihatnya.yang bisa ku lakukan Hanya menatapnya lembut.
“YA ! knapa? Mau terpesona berapa kali sih melihat wajah oppa mu ini?”katanya menbuyarkan ku.
“Aigooo! Sok cakep !’ kataku sambil turun.
“Memang!” suaranya masih terdengar saat pintu mobil belum ku tutup.
Ia menungguku masuk rumah,lalu setelah itu ia pergi melaju kan mobilnya ke rumahnya. Beruntung sekali rasanya punya kekasih seperti dia,dia bisa bertindak sebagai kk yang selalu menjaga adiknya bagaimanapun dan kapanpun serta dia juga bisa bertindak sebagai ayah yang selalu menasehatiku dengan penuh kasih sayang di saat aku melakukan hal salah,namun fungsinya sebagai pacar juga tak pernah di tinggalkannya,ia selalu menghibur ku di saat aku sedih. Keluarganya juga sangat baik kepadaku,perlakuan Eomma dan Appa nya membuatku seolah –olah dianggap salah satu bagian keluarga,Yesung oppa yang adik nya saja juga tiap bulan menelpon ku hanya sekedar menanyakan kabar.Aku senang berada d antara mereka.
Akhirnya aku tertidur setelah mengingat hal-hal yang pernah kami lakukan bersama selama 2 tahun ini.Tidur bahagia,,,,

Empat hari setelah itu,ia mengajak ku jalan-jalan lagi.
Entah mengapa kali ini wajahnya begitu tampan,berbeda sekali dengan hari-hari sebelumnya,hari ini terlihat begitu berbinar. Apa dia telah melakukan surgery beberapa hari belakangan ini? Makanya itu dia tak menemui ku? Atau dia baru saja mengenakan facial wash eomma nya? Atau..
Banyak sekali ‘Atau’ di otakku. Saat ku Tanya….
“Hahah! Chagi ? aku ini selalu cakep! Masa kau lupa? Ada-ada saja!” katanya sambil memberantakkan rambutku,aku hanya manyun. Itulah katanya.
Seharian ini dia membuatku begitu banyak tertawa,banyak sekali tingkah lucu yang di buatnya. Senang sih senang,tapi di lubuk hatiku,aku cemas melihatnya seperti ini. mengingat sikap nya saat terakhir kali bersama ku,ia bgtu dingin,tapi sekarang? dia ceria sekali,sebenar nya ada apa dengannya? hah,ya sudah lah,,,mnkin kemarin dy kurang enak badan.Hari ini Dia juga membelikan ku banyak sekali makanan,

“Oppa! Kita baru saja makan…kenapa membeli kue ? coklat juga! Nanti aku gendut! mau gitu punya pacar gendut? “ kataku saat ia memaksaku makan kue yang di belinya.
“Sudah lah makan saja! Mana tahu besok aku tak bisa menemanimu makan lagi. Selagi masih ada aku,makan lah sebanyak banyak nya di depanku..lagian wajahmu sedang makan itu lucu!” katanya sambil tertawa.

Aku diam mendengar perkataannya itu,tak tau kenapa,aku sedih sekali. Ia seolah tak mengerti aku sangat sedih. Ia hanya mngeluarkan makanan yang ia beli dari plastic bag.
Akhirnya berhenti juga ia menyuruhku makan,itupun karna makanan nya sudah habis. Ia mengajakku berjalan-jalan di taman tempat kami merayakan Anniversary kami. Ia mengenggam tangan ku.
Aku hanya diam , terkadang tawa ku terpaksa keluar hanya untuk menghargai leluconnya. Sebenarnya ada apa ini? Aku sedih sekali. di balik sikap nya yang ceria hari ini,seolah tersembunyi sesuatu yang menyedihkan,tapi aku ga tau apa itu,
Di mobil pun aku hanya menatap keluar jendela. Air mataku tiba2 mengalir jika mengingat nya,munkin ia tak tahu jika saat itu aku menangis. Aku menangis sepanjang perjalanan pulang.Entah apa yang aq tangisi,aku pun tak mngerti,,emosi ini bgtu saja meluap2.
“Chagiya? Kau kenapa? Aku sangat khawatir.” Katanya setelah sampai di depan rumahku,ia menepuk lembut bahuku.
“Menghadaplah ke sini sayang…” katanya sambil memutar bahuku ke arahnya agar ia bisa melihatku.
Aku menghapus airmataku cepat-cepat,tapi percuma saja,sepertinya ia melihat jelas garis air mataku yang membekas d pipi.
“Kau menangis?” katanya cemas.
“oppa?” aku mengenggam tangannya kuat. Entah perasaan apa yang aq rasakan saat ini,yang jelas aq ingin menangis d hadapannya,
Iabingung,lalu ia menarikku dan mendekapku ke dalam pelukannya.
“Apa aku ada salah?” katanya menatap lekat kedua bola mata ku yang sudah basah. :jangan tatap aq seperti itu” ujarku dlam hati,
Aku malah tambah menangis. Ia mengusap punggung ku.
“Chagiya? Bicaralah jika ada masalah….” Katanya sambil menatapku.
“Oppa? Saranghae…” kata ku tersedu-sedu. Ku lihatraut wajahnya seolah berfikir. Munkin memikirkan ada apa denganku.
“Ne,saranghae….” Katanya lagi dengan wajah bingung.
“Oppa? Temani aku sampai aku tertidur,jangan pulang dulu….” Pintaku sambil terisak. Ia hanya diam dan mengusap rambutku,menghapus air mataku.
“Aku merindukanmu…”kataku lagi sambil memeluknya. Ia hanya diam,wajah nya juga terlihat sangat panik melihat ku begtu,
“ datanglah ke rumahku besok,keluargaku menunggumu,menyambutmu…” katanya lagi sambil menepuk lembut punggungku lalu melepaskan pelukanku dan mncium ujung kepala ku.
Aku semakin sedih mendengar nya. Aku melihatnya,ia tersenyum.
Tuhan ! senyunmnya indah sekali,aku merasa ia tak akan senyum seperti itu lagi ,aku merasa akan kehilangan sosoknya.
ia memegang pipiku,menghapus air mataku,lalu ia menatapku dalam. Bibirnya mencium bibirku,dingin sekali terasa bibirnya. Ia mencuium ku lama sekali hingga tangisku hilang.
“Sudah,turunlah,istirahat…! “ katanya.
Saat aku hendak membuka pintu mobil ia memanggil ku lagi,
“Ini !” katanya sambil menyerahkan sebuah syal.
Syalnya pegang dulu,nanti dongsaengku Yesung itu meminjam dan kalau sudah meminjam,pulang-pulang pasti kotor.” Ia memasangkan ke leherku dan setelah itu mencium keningku.
“Haha! Pelit !” kataku . untuk pertama kalinya aku tertawa lepas hari ini.

“Biarin ! Eh ! ntar pas mo tidur sms ya?” katanya sebelum aku turun.
Setelah aku masuk ke rumah,aku bisa mendengar suara mobilnya hidup,karena ia akan pulang. sebenar nya berat sekali hati ini membiarkan nya pergi.

Aku sendiri masih bingung dengan perasaan ku saat ini, Emosi ini sangat meluap2.Di saat aq masih melamun memikirkan nya tiba2 dari luar terdengar suara dentuman sangat keras saat aku baru beberapa langkah menuju kamar, Aku terkaget dan sempat diam di tempat. Tiba-tiba perasaan ku tak enak,aku berlari keluar.
Ku lihat bebrapa meter dari rumah ku,orang-orang berkerumunan.
Aku berlari dan menerobos kerumunan itu.

Aku menggigil melihat sosok di depan ku pnuh dengan darah
“OPPAAAAAAAAAA!” langkahku makin cepat melihat eeteuk oppa berada di mobil itu dengan kondisi terjepit. Mobilnya terbalik dan di bagian belakang nya terbakar sedangkan bagian di dekatnya hancur,semua kaca pecah.

Setelah mendekat,ternyata ia masih berusaha keluar. Ia terperangkap safetybelt yang masih melingkar di pinggangnya,aku masih bisa mendengar teriakkannya saat membuka selfbelt,mungkin terasa sakit.
“Oppa! Oppa!” aku menerobos masuk menolongnya melalui celah kaca yang pecah. Aku merasa sakit ketika beberapa kaca menngores tangan dan badanku.

Aku berusaha meraih safetybelt nya,namun ia mendorongku.
“SANA!” dorongannya sangat kuat hingga aku terlempar. Namun aku bangkit lagi. Aku menangis tak henti-hentinya. Aku berhasil meraih tangannya,aku memegangnya kuat sekali dengan kedua tangan ku. Ia berusaha melepas tanganku,tenaganya kuat sekali. Ditambah orang-orang berusaha menarikku menjauhkan ku dari nya.
“Hyun ah? Ku mohon menjauhlah….” Ku lihat akhirnya ia menangis. Wajahnya penuh arti,menahan sakit,menahan panas,dan mengkhawatirkanku.
Aku menggeleng-geleng sambil menangis.
“HAI AGASHI ! KAU MAU MATI!?” aku bisa mendengar teriakan beberapa orang yang menarikku.

Aku hanya menatap wajah Eeteuk oppa. Ia juga melakukan hal yang sama. Denagn tangannya yang berusaha melepas tangan ku.
Entah mendapat kekuatan dari mana,aku akhirnya bisa lepas dari orang-orang yan menarikku,tanpa sadar kaki ku menendang mereka.
Aku merangkak menuju eeteuk oppa,karena memang rasanya tenaga ku sudah terkuras ,aku masih mengenggam tangannya.
“Oppa! Aku memeluk kepalanya dan mencium keningnya..” aku menangis.
“Sarangahe!” katanya lemah..
“Saranghae oppa!…” aku menangis tanpa henti,tiba-tiba kepalanya melemah dan matanya tertutup. Di saat itu juga lah aku di angkat orang menjauh darinya.

aku terduduk lemah,melihatnya terperangkap disana.
“OPPAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!” aku berteriak sambil menangis,bebrapa orang memelukku agar aku tidak berlari ke sana lagi. Aku menangis sampai akhirnya lelah dan pandangan ku kabur.

*

Saat bangun,aku melihat Yesung oppa duduk di samping ranjangku.
“Oppa? “ kataku sambil bangun,kepala ku terasa sakit. Ia membantu ku bangun.
“Oppa mana yang kau maksud?” katanya sambil mendudukkan ku.
Aku diam. Ia mengelus kepalaku.
“Apa kau sudah baikkan?” Tanya nya mengusap air mataku.
“Tidak Oppa….aku masih sangat sedih…” kataku terisak.
“Ya sudah lah,kau mau ikut aku? Hadiahilah dia dengan ciuman di keningnya untuk terakhir kalinya. Kau mau kan?” katanya sambil merapikan rambutku.
Mendengar kata ‘Terakhir kalinya’,sesak sekali rasanya.
“Ayolah ! keluargaku menunggu…” katanya lagi.

di rumahnya,aku langsung di peluk eomma nya.
“Hyuna-ah? Terimakasih telah menjadi orang yang selalu ada buatnya..” isakan eomma nya pecah saat memelukku.
”Lihatlah dia di sana…….” Kata Appa nya.
Aku berjlan lemah menuju ruang keluarganya.
Ku lihat ia terbaring lemah dan kaku,wajahnya masih saja menampakkan kalau ia itu tampan.
Benar saja katanya kemarin,keluarganya akan menyambutku jika aku datang ke rumahnya.
Aku mengusap wajahnya yang penuh goresan. Membelai rambutnya dan mencium keningnya.
Aku menciumnya lama sekali,sambil mengingat masa-masa kami. Di mulai dari awal pertemuan hingga kejadian tadi malam. Air mataku jatuh ke wajahnya.
“Oppa? Saranghae…”kata ku sambil mengusap sekali lagi wajahnya.
Aku mengikuti semua rangkaian acra pemakamannya. Saat ia akan di kuburkan,aku merasa badanku lemah,kaki ku tak mampu menopang tubuhku. Aku terduduk di tepi kuburannya.
“Sudahlah sayang…..berikan senyuman untuk mengantarkannya,Ahjumma yakin ia tak suka melihat mu seperti ini.” Eomma nya mengusap punggungku.

Seusai acara itu,Yesung Oppa mengantarkan ku pulang.
“Apa kau yakin kau akan baik-baik saja?” Tanya nya mengkhawatirkanku.
“Ne oppa……..” kataku sedikit serak.
Aku memaksanya pulang,karena aku ingin sendiri. Di kamar aku melihat syal nya yang kemarin d titipkannya pada ku tergantung. Aku mengambil syal itu,memeluknya. Wangi tubuhnya masih melekat di syal ini,membuatku sangat merindukannya. Mataku beralih ke meja yang ada di samping bed ku. Meja itu penuh denganfoto-foto kami dengan berbagai ekspresi.
Aku mengambil salah satunya.
“YA ! OPPA! BERJANJILAH MENJAGAKU DARI SANA!” aku sedikit berteriak pada fotonya dan memaksakan senyum.
Tapi bagaimanapun aku tersenyum,tetap saja air mataku mengalir.aku memeluk dua benda itu,hingga tertidur

Susah sekali rasanya tanpa dia,awalnya aq merasa hampa dan tiap saat pasti aku menagis.
Hal itulah yang membuat Yesung Oppa hampir setiap hari datang ke rumahku untuk menghiburku.
Awalnya aku tak biasa dengan kehadirannya,namun lama-lama aku jadi terbiasa dengannya,bahkan dengan leluconnya. Sedihku perlahan-lahan semakin berkurang,namun tetap saja perasaan ku pada Eeteuk tak berubah.

Suatu malam,yesung oppa membahas tentang Leeteuk padaku,membuatku sedih lagi. Mengingat semua kebaikan Eeteuk Oppa padaku.
“Malam sebelum dia pergi,hal itulah yang di ucapkannya padaku,awalnya aku menanggapinya main-main saja,tapi ternyata itulah maksud dari semua ini………” katanya.
Ternyata Eeteuk Oppa menitipkan ku pada keluarganya jika ia nanti pergi karena memang di seoul ini aku hidup sendiri tanpa sanak saudara. Yang lebih mengagetkan ku lagi adalah,Eeteuk Oppa menitipkanku padanya saat ia tidak bisa bersamaku suatu saat nanti. Aku menagis mendengar semua itu,Yesung oppa memelukku.

*End of Flashback*

Aq masih berdiri di depan fotonya,tersenyum melihatnya juga tersenyum
“YA! 2 tahun lalu kau masih bisa menjitakku kan? Sekarang aku akan memnbalasnya…” aku diam dan mengusap pipinya.Menatap mata nya yang penuh keceriaan d foto itu.
“Oppa? Sedang apa kau?” kataku mendekat ke fotonya.
foto itu terus aq usap,apa lagi d bagian pipi.
“Chagi ! kau sedang merindukannya ya?” tiba2 seseorang memelukku dari belakang.
Aq membalikkan badanku.
“Ah! Oppa! Mengagetkan saja…” aku melihat yesung oppa dengan senyumnya. Memang 4 bulan yang lalu aku menerima pernyataan cinta nya,walaupun ia tahu aku masih sangat mencintai hyung nya,ia bisa terima hal itu. Ia akan membuatku jatuh cinta padanya,katanya saat itu.
“Ahjumma meminta pertolongan darimu…kau malah pacaran di sini bersama teukie hyung..apa kau lupa klau aq ini sypa mu sekarang?” katanya menggodaku..
“Ah ! ne ! aku sampai lupa aq harus ke dapur…” aku melepas pelukannya dan berlari ke dapur. ia malah bengong di tempat melihat ku berlalu meninggalkannya

Di dapur aku menyusun menyalin mie goreng yang sudah di buat Ahjumma . Setelah itu aku membuat teh.
“Hai? Kau masih melebihkan satu porsi? Seperti tahun lalu saja..” kata eommanya sambil membelai rambutku.
“ dan akan selalu begini untuk tahun tahun2 berikutnya ,dia akan selalu ada bersama kita” kataku sambil mnyalin teh ke cangkir.
Malam ini teman-teman Yesung Oppa akan merayakan tahun baru di sini. Makanya itu Ahjumma sangat sibuk membuat makanan. jika di tambah yesung oppa jumlah mereka semua ada 14,namun aq membuat kan makanan untuk 15 org.

“HAI ! KAJJA KAJJA! JAM 12 bentar lagi…” Yesung oppa teriak dari luar.
Sesampainya di luar,aku melihatnya sudah siap dengan terompetnya.
Semua keluarga dan teman-teman Yesung oppa sudah berkumpul,kami sama-sama menghitung mundur untuk menyambut tahun baru.
Setelah itu kami meniup terompet bersama. Semua orang tertawa.
“kau senang chagi?” kata Yesung Oppa yang memang berdiri di sampingku.
“Ne oppa!” aku tersenyum. Ia meniupkan terompet di depan wajah ku,reflex aku memukulnya. ia tertawa bahagia. Dan memlukku.
“Kau tidak malu? Teman-teman mu di sini loh? “ kataku mengingatkan nya saat ia memelukku,
“Ahhh ! mereka kan tahu !” katanya sambil tetap memelukku.
Aku tersenyum dan menyandarkan dagu ku di bahunya,sekilas aku melihat Eeteuk oppa di antara ramainya teman-temannya.
“Oppa?” kataku pelan hanya dengar gerakkan bibir.
Ia tersenyum dan melambaikan tangan padaku. Dan membentuk Love Icon dengan jarinya.
“ S A R A N G H A E ! “ Katanya pelan hanya dengangerakan bibir.
Air mataku mengalir. Aku mengangguk pelan. Yesung oppa tak tahu aku sedang apa,ia masih memelukku.
“ H A P P Y N E W Y E A R !” kataku juga hanya dengan gerakan bibir dan tersenyum.
Ia mengangguk dan mengancungkan jempol nya padaku sabnil mengedipkan sebelah matanya.
“Kau Senang?” bibr teukie oppa berucap pelan.
“YE OPPA !” kataku pelan.

Tanpa ku ketahui,yesung Oppa mencium pipiku. Aku memejamkan mata. Saat itu aku mendengar suara Eeteuk Oppa. “CHAGIYA! Sekarang aku sudah lega karna ada seseorang yang aku percaya sedang menjagamu..aku pergi dulu,percayalah,aku akan selalu melihatmu. skali lagi Happy new year!..” saat aku membuka mata,aku tidak melihat nya lagi,mataku mencari-carinya.
“Ternyata ia sudah pergi…” kataku berbisik,namun sepertinya Yesung Oppa mendengar.
“Siapa? “ kata Yesung oppa.
“Aniyooo!….” kata ku gugup.
Yesung oppa di panggil temannya untuk berfoto.Ia minta izin pada ku untuk pergi berfoto, Aku mengangguk cepat.

Di saat mereka semua sibuk berfoto, Aku berdiri di ujung halaman sendiri sambil memeluk syal nya ini.
“Oppa? Aku tahu kau ada…..Percayalah,kau tetap yang pertama….” Kataku menangis mencium syalnya. Sampai saat ini tidak ada yang tahu bahwa syal ini miliknya,biar lah ini menjadi bukti nyata kisah ku dengannya.
“Selamat Tahun Baru…..”

END

Dipublikasi di Oneshoot, STRAIGHT | Tag , | 1 Komentar

FF//HORROR-TRAGIC// Action![Oneshot]

Title: Action!

Author: Aisyah Mutia Rahmi (Mutia)

Cast:
Go Hara (KARA)
Jung Nicole (KARA)
Kim HyungJoon (SS501)
Kim Hyunjoong (SS501)

Cameo: Heo youngsaeng

Genre: Horror Tragic

Disclaimer: KARA and SS501 belong to themself, BUT this plot is MINE! Please don’t sue me. PLAGIATERS GO TO HELL!!!

Length: Oneshot

Rate: PG 15

Happy reading all

Author POV

Seorang gadis cantik berambut hitam panjang berlari menabrak kerumunan beberapa orang. Matanya seperti mencari sesuatu dengan liar. Go Hara, itulah dia. Artis rookie yang belum banyak dikenal orang. Terkadang ia merasa beruntung, disaat yang mendesak seperti ini tidak ada fansnya yang mengejar-ngejar dia. Hara berhenti disebuah taman yang ramai, ada beberapa tenda yang dipasang di taman itu. “Chogi yo” ujar Hara pelan
“Kau terlambat Go Hara!” Seru Kim Hyunjoong sinis
“Sudah lah Hyunjoong ssi, maklumi saja. Namanya juga amatir.” Ujar nicole.
“Mianhamnida yeorobun.” Ucap Hara sambil membungkukkan badannya.
“Aah Hara ya lain kali tidak boleh terlambat lagi ya..” Seru seorang namja yang berjalan mendekati mereka. Ia adalah sang sutradara, Heo Youngsaeng.
“Ne, mianhamnida” ucap Hara lagi.
“Kajja! Kita harus segera memulai syuting!” Teriak Youngsaeng pada semua crew yang berada disana. “Hara ya cepat ganti baju mu!” Seru youngsaeng pada Hara. Hara segera berlari ke ruang ganti nya.

Hara POV

Hari mulai gelap, tetapi syuting kami belum juga berakhir. Haiish aku sangat capek, tapi aku tidak bisa mengeluh. Bagaimana pun ini kan juga kemauanku. “Cut!” teriak sutradara Heo. Hyunjoong sunbae berjalan mendekatinya “Ya saengi wae irae?” Tanya hyun sunbae. Sutradara Heo tersenyum “Break time! Kelihatannya kalian sudak capek. Aku tidak mau akting kalian terganggu.” Jawab sutradara Heo. Akhirnya. Seruku dalam hati. Aku segera berjalan menjauhi tempat syuting.
“Hara ya!” seru hyunjoong yang berjalan mendekati ku, tunggu hyunjoong? Apa aku bermimpi? “Hara ya? Ya? Ya!” teriak hyunjoong yang sedang berada didepanku.
“Ah mian. Wae yo sunbae?” Ucapku. Hyunjoong memberiku sebuah saputangan berwarna putih. Aku menatapnya bingung. “hidung mu.” Katanya singkat. Ia segera pergi menjauhi ku. Aku meraba raba hidungku “Oh sial!” umpatku. Aku segera mengelap darah yang mengalir dari hidungku.

*****

“Hey Hara pulang bareng yuk!” Ajak nicole.
“ye?” tanyaku heran. setahuku Nicole  kan sangat tidak menyukaiku.
“aku mengajak mu pulang bareng. kau tidak mau?” Tanya nicole.
“aniya, bukan begitu nicole ssi, tetapi…” Jawabku ragu. aku takut ia hanya akan menjahiliku. Nicole dan Hyunjoong kan sama sama membenciku. “Wae? Kalau kau tidak mau aku tidak memaksa kok.”jelas nicole. aku menatap wajahnya yang terlihat innocent. Baiklah kali ini saja, lagipula kan sudah malam kalau terjadi sesuatu padaku bagaimana? lebih baik aku ikut Nicole. pikirku. “Hmm arasso.” Ucapku. Nicole tersenyum cerah.
“Kajja!”Seru nicole sambil menarik tanganku.
aku dan nicole masuk ke sebuah mobil jazz hitam milik nicole. nicole menyalakan mobilnya dan mengendarainya dengan perlahan. sepanjang jalan kami terus mengobrol,walaupun nicole lebih sering membicarakan tentang hyunjoong. sepertinya nicole sangat menyukai hyunjoong. “Kau beruntung bisa memainkan tokoh utama, apalagi pasanganmu hyunjoong. aku sangat iri.” ucapnya. aku hanya menanggapinya dengan tersenyum. mobil yang dikendarai kami terus melaju. jalanan terlihat sangat sepi. “Bruk!” Mobil nicole menabrak sesuatu. mobil yang dikendarai nicole pun berhenti. Kami berdua turun dari mobil. nicole ters saja mengeluarkan kata kata kasar, wajahnya menunjukkan kekhawatiran yang sangat besar.  “Mwo ya? bukankah tadi aku menabrak sesuatu? hajiman..” ujarnya bingung. aku pun merasa sama bingungnya dengan dia. padahal rasanya jelas sekali kami menabrak sesuatu, tapi kenapa tidak ada apa apa disini? bahkan mobil nicole pun tidak tergores sedikitpun. Sungguh aneh. pikirku. “Ah sudahlah nicole ssi, lebih baik kita cepat pulang.” Ucapku. kami pun kembali masuk kedalam mobil.

Nicole POV

Hari yang cerah, mobilku melaju pelan dan berhenti di sebuah kafe. Kata Saengie oppa hari ini kita akan syuting disana. memang susah menjadi artis. aku turun dari mobilku. orang pertama yang kutemui adalah Hara. walaupun awalnya dia sangat menyebalkan. tetapi ternyata dia orang yang sangat asik. untung saja kemarin hyunjoong menyuruhku mengantarnya pulang. “hara ya anyeong” sapaku. Hara tersenyum
“anyeong nicole ssi.” Jawabnya. kami pun berjalan ke ruang ganti. kami bercerita tentang banyak hal. kami juga membahas tentang hal yang terjadi semalam. tiba tiba hyunjoong datang entah dari mana, huh dasar 4d prince. “ya apa yang sedang kalian bicarakan? sepertinya seru sekali..” ujar hyunjoong. oh tuhan mengapa ia sangat tampan? ucapku dalam hati. “Ya pengganggu!” seruku pada hyunjoong. ia menampakkan wajah innocentnya. Aku dan Hyunjoong memang cukup dekat, kami bisa dikatakan sahabat. walaupun perasaanku sebenarnya berkata lain. aku sangat menyukai hyunjoong. tapi sayangnya hyunjoong sepertinya tidak merasakan hal yang sama denganku. “Ya! kalian yang disana cepat kemari! Syutingnya sudah mau dimulai!” teriaak Saengi oppa. Kami pun segera beranjak menuju tempat syuting.

*****

“Oke kalian boleh pulang sekarang!” Seru saengi hyung. semua crew segera bubar.
“Ya! nicole!” kudengar seseorang memanggilku. aku menoleh dan mendapati hyunjoong sedang berjalan kearahku.”Oh hyunjoongie waemiriya?” tanya ku pada nya. sial kenapa aku merasa gugup? haiiish! “Saengi! kau harus segera menelfon polisi!” Ujarnya panik. wajahnya terlihat sangat bingung dan ketakutan. “wae yo? apa yang terjadi dengan Saengi oppa?” Tanyaku.
“Molla yo! tadi ketika aku sedang berjalan aku mendengar teriakan dan… dan…” Serunya ia terlihat sangat sedih. Bagaimana tidak, saebgi oppa itu kan sahabat dekatnya *selain aku tentu saja* “tenangkan dulu dirimu! aku akan segera menelfon polisi.” seru ku. aku mengeluarkan ponselku dan memencet beberapa angka lalu mendialnya. “Yeobosseo, saya ingin melaporkan sebuah kecelakaan. bisakah anda datang ke jalan X no.501 di depan kafe Y. Tolong jangan lama lama ya!” Ucapku panik. Hyunjoong tiba tiba saja memeluk pundakku dan menangis. “Ada yang membunuh saengi. orang itu meninggalkan sebuak pisau di dadanya dan… dan…. saengi kehilangan…. kehilangan…” serunya sambil menangis.
“kehilangan apa hyunie?” tanyaku penasaran.
“kehilangan jantungnya. seseorang mengambil jantungnya dan membuat sebuah lubang besar didadanya.” jawab hyunjoong pelan, terlihat ketakutan luar biasa di wajahnya. mendengar itu aku segera berlari mencari Hara. entah mengapa aku sangat khawatir kepadanya. “Hara ya! Hara ya!” teriak ku. aku terus berlari mengelilingi tempat kami syuting dan akhirnya aku menemukan Hara yang sedang trduduk lemas. ia terlihat sangat depresi. “Hara ya wae yo? neo gwechana?” tanyaku. Hara menatapku, wajahnya dipenuhi kegelisahan. “nicole aku.. aku melihatnya. aku melihatnya!” Ucapnya sambil menangis.
“melihat apa?” tanyaku penasaran.
“aku melihatnya terbunuh. orang itu membunuhnya! bukan! bukan orang! mahkluk itu yang membunuhnya. Mahkluk itu bilang jika kita tidak berhenti membuat film ini, kita semua akan mati. kita semua mati!”

 

3 years from now…

Author POV

Nicole membaca meminum tehnya dan membaca sebuah koran dan menemukan sebuah berita “5 orang artis pendatang baru serta seorang sutradara meninggal karena terbakar ketika sedang syuting film berjudul ‘action’ .” tiba tiba saja tubuh nicole terasa sangat lemah “deja vu” ucapnya lirih.

Dipublikasi di Oneshoot, STRAIGHT | Tag , | 2 Komentar

A Short Journey Part 2

Judul: A Short Journey Part 2
Author: Miftahul Rahmi, Ae Lee Dongae
Rating: PG-15 *mungkin, aku gak pinter ngasih rating*
Genre: romance, angst, family
Cast: yesung, ryeowook, kibum
Disclaimer: Yang saya punya hanya cerita dan alurnya
Warning: yang gag suka yaoi ga perlu baca

Part 2

(Author POV)
Disekolah.
“Hyung! Yesung hyung!” tiba-tiba Yesung dikagetkan oleh panggilan seseorang yang kini sedang berlari kearahnya.
“Donghae?” ujarnya ragu.
“Ya, ini aku hyung. Kenapa kau terlihat ragu begitu?” tanya Donghae heran. Tidak biasa-biasanya Yesung seperti itu.
“ah tidak, aku lupa membawa kacamataku sehingga penglihatanku jadi sedikit kabur” ujarnya. Dia memang ragu dengan siapa ia bicara karena ingatannya yang mulai kabur.
“Ka… Kau memakai kacamatamu hyung” ujar Donghae sambil menunjuk kacamata yang bertengger manis dihidung kakak kelasnya itu.
Yesung sedikit terperanjat mendengarnya. “Mungkin minus mataku bertambah” ujarnya seraya tersenyum.
“Hyung, kau baik-baik saja? ” tanya Donghae khawatir.
“Aku tidak apa-apa kok. Ada apa memanggilku?” tanya Yesung.
“Tadi Wookie mencarimu hyung. Katanya kau membawa tasnya” ujar Donghae lalu pergi meninggalkan Yesung yang masih bingung.
“Aku salah membawa tas ya? Sepertinya ada yang gak beres dengan kepalaku. Aku benar-benar harus memeriksakan diriku ke dokter” bisiknya lalu pergi menemui Wookie.

***
(Ryeowook POV)
Dasar hyung! Kenapa dia malah membawa tasku sih? Apa dia berniat mau mengerjaiku?
Tiba-tiba saja aku melihatnya sedang berjalan menuju kebun belakang sekolah. Mau apa Yesung hyung kesana?
“Hyung! Yesung hyung!” panggilku.
Yesung hyung menghentikan langkahnya lalu menatapku kemudian menghampiriku.
“Ah! Wookie maaf, sepertinya aku salah membawa tas ya?” tanyanya sambil tersenyum. “Tadi Donghae yang mengatakannya padaku”
“Ne hyung. Kau membawa tasku. Jadi aku yang membawakan tasmu” jawabku. “Tasku mana hyung?”
“Ah! Tasmu didalam loker. Aku baru saja akan mengambilnya” jawabnya lalu meneruskan jalannya.
“hyung” panggilku.
“ada apa?” tanyanya.
“itu jalan kearah kebun belakang sekolah. Jalan ke gedung sekolah lewat sini” ujarku sambil menunjuk arah belakangku.
“ah benar juga. Kenapa aku bisa lupa ya? Ayo kita segera ke sana” ujar Yesung hyung sambil menggandeng tanganku. Rasanya basah.
“Hyung, kau tidak apa-apa?” tanyaku khawatir.
“Aku tidak apa-apa kok. Jangan khawatir” ujarnya.
Aku hanya bisa diam dan mengikuti langkah Yesung hyung. Ada perasaan takut dalam diriku saat melihat keadaannya seperti ini. Meskipun Yesung hyung selalu berkata baik-baik saja, entah kenapa aku merasa keadaan Yesung hyung sangat terbalik dengan apa yang dikatakannya.

***
(Yesung POV)
Sial.. Lagi-lagi aku melupakan hal penting. Bagaimana mungkin aku bisa melupakan arah gedung sekolah yang sudah lama kujamahi ini? Tolol benar kau Yesung. Tapi sungguh ingatanku begitu kabur tentang banyak hal.
Han Songsaengnim bahkan tampak terkejut tadi saat mendapati aku tidak bisa menjawab pertanyaan mengenai Anatomi. Dan Donghae.. Bocah itu begitu heran melihatku ragu memanggil namanya. Entahlah. Aku sungguh tidak mengerti. Sejak kapan aku jadi pelupa seperti ini? Apa karena stress? Apa karena umurku yang terus bertambah tua? Tapi penyakit pikun hanya terjadi pada orang-orang lanjut usia sejauh yang kutahu.
Aku sadar, aku masih menggenggam tangan Wookie. Begitu aku tersadar aku segera berubah gugup. Kurasakan keringat di telapak tanganku lebih banyak dari biasanya, buru-buru kulepaskan genggaman tanganku darinya.
“Hyung, kau baik-baik saja?” tanya Wooki heran. Aku menatapnya dan mengangguk.
“Tentu,” sahutku. Aku tahu, tidak baik membohongi orang lain, tapi, aku tidak ingin siapa pun merasa khawatir kepadaku, terutama kelurgaku. Karena… aku bukan benar-benar keluarga mereka…
“Hyung!” panggil Wookie lagi. “Jangan melamun!”
“Ah, ya,” sahutku.
Kami berhenti di depan deretan loker besi di lorong lantai dasar. Kuronggoh tasku, dan kutatap nomer di kunci itu lalu menghela, dan kulangkahkan kakiku menuju loker yang seharusnya adalah milikku. Aku memutar kunci itu, dan kuraih tas milik Wookie.
“Ini,” kataku. “Mianhae.”
“Aniyo,” sahut Wookie seraya meraih tasnya. “Gwaenchana.”
Aku berpikir. Bagaimana jika hal ini terus berlanjut dan penyakit pikunku semakin menjadi? Aku tidak mau seperti ini terus. Maka kuraih tangan Wookie yang baru saja hendak meninggalkanku.
“Wook,” panggilku.
“Hnn?” sahut Wookie sambil mengalungkan tasnya di pundak. “Wae yo?”
“Bisa kau temani aku ke TU?” tanyaku berhati-hati. Aku hanya tidak mau salah jalan lagi. Itu menghabiskan waktu dan membuatku lelah.
“Untuk apa?” tanya Wookie.
“Sudah, antar saja,” kataku sambil menarik tangannya. Ia berjalan di sampingku, sesekali kurasakan ia melirik padaku dengan heran dan cemas. Aku tidak menggubrisnya, berpura-pura tidak menyadarinya adalah hal yang terbaik kupikir. Karena aku pun sama bingungnya dengan bocah ini.
“Sampai, hyung,” desahnya. Aku tersenyum.
“Tunggu sebentar, aku segera keluar,” kataku seraya berjalan masuk ke dalam ruang TU. Kutatap wajah-wajah yang kabur itu. Lalu kulangkahkan kakiku pada salah saorang wanita berbadan gemuk di sana.
“Songsaengnim,” kataku. “Bisa aku minta denah sekolah?”
“Lho? Yesung-ssi? Untuk apa?” tanya wanita. Ternyata dia mengenalku.
“A-ani, hanya sedang tertarik mempelajari sekolah,” sahutku sedikit gugup. Wanita itu menatapku, lalu tersenyum.
“Arasso,” sahutnya. Ia berjalan pergi sejenak, lalu kembali dengan sebuah pamflet berisikan map lengkap sekolahku yang biasa dibagikan pada murid-murid baru. “Selamat belajar.”
“Kamsahamnida,” kataku seraya berjalan keluar. Aku menyelipkan map itu di tasku sebelum Wookie bisa melihatnya.
“Ayo kita pergi,” kataku. Wookie mengangguk dan berjalan berdampingan denganku.
Aku tidak bisa salah jalan lagi. Aku tidak BOLEH salah jalan lagi. Semua itu memalukan. Apa yang terjadi denganku? Mengapa aku begitu pelupa? Mungkin aku harus bicara dengan Umma mengenai hal ini. Ya… Umma dulu seorang dokter sebelum dia menikah dengan Appa. Mungkin Umma akan mengetahui mengapa aku mengalami hal ini. Aku ini sehat. Ya, Yesung, kau sehat.

Setelah makan malam, aku lihat Umma dan Appa sedang santai, Wookie sedang berdiam diri dikamarnya, dan Kibum sedang main di rumah Kyuhyun. Lebih baik aku tanya Umma sekarang saja.
“Umma” panggilku.
“Ada apa jagi?” tanya Umma sehingga membuat wajah Appa tertekuk.
“Ada yang ingin aku tanyakan pada Umma” jawabku.
“Yesung, jangan pasang wajah serius begitu? Kau membuat kami cemas” ujar Appa khawatir.
Umma menghela nafas. “Duduklah” ujar Umma.
Aku pun duduk didepan kedua orangtuaku ini. Aku benar-benar harus menanyakan hal ini. Meskipun pada awalnya aku hanya ingin menanyakannya pada Umma kurasa tidak ada salahnya juga Appa mengetahui hal ini.
“Apa yang ingin kau tanyakan Yesung?” tanya Umma lembut.
“Umma…” kenapa ini? aku takut untuk menanyakannya.
“Nde?”
Aku menghela nafas untuk menenangkan diriku. Apapun yang akan dikatakan Umma nanti aku harus siap.
“Akhir-akhir ini aku merasa ingatanku mulai kabur. Aku sering melupakan hal-hal penting yang seharusnya tidak mungkin kulupakan” ujarku dalam satu tarikan nafas.
Kulihat ekspresi Umma berubah drastis. Kelihatannya Umma sangat khawatir.
“Bisa kau jelaskan contohnya Yesung?” pinta Umma. Sepertinya Umma mengetahui sesuatu dengan keadaanku ini.
“Seperti tadi. Aku melupakan jalan menuju gedung sekolah. Beberapa hari sebelumnya aku melupakan jalan menuju kamar mandi dirumah ini” jawabku.
Kali ini Appa juga mengeluarkan reaksi yang sama seperti Umma. Mereka kelihatan sangat cemas dan takut. Apa ada sesuatu hal yang mengerikan yang terjadi padaku?
“Umma, apa ada sesuatu yang terjadi padaku?” tanyaku. Aku benar-benar ingin tahu.
“Yesung, besok kau tidak usah masuk sekolah dulu. Kita pergi ke rumah sakit” ujar Appa lalu pergi membawa Umma ke kemar mereka.
Semoga saja tidak ada hal yang mengerikan terjadi padaku.

***
(Author POV)
Kangin mencoba menenangkan istrinya yang sedari tadi sudah gemetaran. Tentu saja ia tahu apa yang membuat istrinya seperti ini. Ia sendiri sebenarnya juga kaget dengan apa yang telah ia dengar. Jujur, perasaannya juga sama seperti istrinya saat ini.
“Jagiya, kumohon tenanglah. Berdoalah Yesung tidak akan mengalami hal yang sama seperti orang tuanya” ujar Kangin.
“Aku juga mengharapkan hal itu jagi, tapi kau dengar sendiri kan apa yang dikatakannya? Kemungkinan besar dia akan mengalami hal yang sama dengan Hankyung!” seru Eeteuk. Air mata yang sudah ditahannya daritadi kini sudah tumpah.
“Jagiya…”
“Bagaimana? Aku harus bagaimana sekarang? Aku tidak bisa menepati janjiku pada Hankyung untuk menjaganya!” Eeteuk terus menangis. Kangin pun hanya bisa menenangkan istrinya. Ia sendiri tahu bagaimana perasaan Eeteuk saat ini. Namun apa yang bisa ia lakukan? Ia hanya bisa berdoa agar Yesung tidak terjangkit penyakit yang telah membuat ayahnya meninggal.

TBC again

Dipublikasi di Chapter, YAOI | Tag | Meninggalkan komentar

[FF/One Shot/S/PG-15/Saw II: YouTube]

Annyeong ^^
Aku numpang post FF di grup ini hehehe >w<
Mmh buat judulnya, pasti bingung kenapa tiba tiba SAW II iya kan? *sotoy*
Itu karena SAW I nya pemainnya girlband jadi gak aku post hehehe
Buat admin, makasih udah diperbolehin ikut post disini
Dan aku minta komennya ya ^^
Kamsahamnida *bow*

[FF/One Shot/S/PG-15/Saw II: YouTube]

Author : Yuri or Han Youngra
Title : Saw II: YouTube
Casts : All DBSK members
Genre : Horror
Rated : PG-15
Type : Drabble
Summary : Jaejoong, Yoochun, Changmin, Junsu dan Yunho menonton sebuah video dari YouTube.
Disclaimer : God’s mine T^T except this story is mine :]
Warning : –
A/n : –

“Miyabi…” Changmin mengetikan nama ‘Miyabi’ di tab situs YouTube dalam laptopnya.
Yoochun yang duduk di sampingnya memukul kepala Changmin lumayan keras.
“Aww!” Changmin meringis pelan seraya mengusap kepalanya. Ia menatap hyungnya kesal.
“Heh mesum! Untuk apa kau membuka video Miyabi?” tanya Yoochun kesal.
“Hanya cuci mata hyung,” jawab Changmin pelan, masih mengusap kepalanya.
“Ish, apaan sih ribut ribut?” tanya Jaejoong, ia menghampiri Changmin dan Yoochun yang duduk di sofa ruang tengah lalu duduk di samping Changmin.
“Hyung, Yoochun hyung memukulku!” adu Changmin, ia memeluk lengan Jaejoong.
“Dia yang mulai,” gerutu Yoochun.
Jaejoong mulai mengacuhkan mereka berdua, ia penasaran dgn video yang berjajar paling bawah di halaman web tsb dalam layar laptop Changmin.
“Yoochun hyung jelek!” teriak Changmin.
“Sshh berisik! Min, coba klik video yang paling bawah itu,” perintah Jaejoong penasaran.
Changmin mengarahkan matanya kearah yang ditunjuk Jaejoong, ia pun mengkliknya.
“Sedang apa kalian?” tanya Junsu, datang menghampiri mereka bertiga di sofa.
“Menunggu video yang sedang loading,” jawab Changmin.
“Eh Su, Yunho kemana?” tanya Jaejoong.
Junsu menggeleng, “Entahlah. Belum pulang dari kantor SME mungkin.” jawab Junsu.
Ia berdiri di balik sofa yang di duduki Jaejoong, Changmin dan Yoochun.
“Video nya sudah selesai,” seru Changmin, segera menekan tombol replay di layarnya.
Sebuah video dengan judul SAW berdurasi 7 detik mulai berjalan. Hanya gambar hitam yang memenuhi layar selama video itu berjalan dengan suara suara aneh disana.
“Apa apaan itu?” pekik Jaejoong setelah video berakhir.
“Pasti orang jahil yang meng uploadnya!” tambah Junsu.
“Argh membosankan, aku mau ke kamar!” seru Yoochun, segera beranjak dan masuk ke dalam kamarnya.
“Huh, aku mau membuat cake dulu,” seru Jaejoong.
“Yay cake! Buat yang banyak ya hyung! Nanti kalau sudah jadi panggil aku, aku ada di sini,” teriak Changmin ketika Jaejoong mulai beranjak kearah dapur.
“Heh! Memangnya aku pembantumu!” bentak Jaejoong dari arah dapur.
Changmin dan Junsu hanya tertawa mendengarnya.
“Cari video lain dong,” pinta Junsu seraya duduk disamping Changmin.
Changmin mengangguk. “Mau video apa? Porno?” tawar Changmin. Ia mengedipkan matanya nakal kepada Junsu.
Pletak!
Sekali lagi, Changmin mendapatkan jitakan lumayan keras di kepalanya.
“Aww hyung,” ringis Changmin.
“Trailer film saja, dasar mesum!” ucap Junsu.
Changmin merengut kesal lalu mulai mencari trailer trailer film di situs YouTube.
_____________

Yoochun teringat akan video yang baru ia tonton bersama teman temannya di YouTube namun segera ia mengacuhkan ingatannya itu. Yoochun merebahkan tubuhnya diranjang. Mencoba untuk tidur disiang itu. Ia mulai memejamkan matanya namun sebuah ketukan kecil di jendela kamarnya memaksanya untuk kembali membuka matanya.
Ia bangkit dari ranjangnya dan berjalan perlahan kearah jendela.
Tidak ada apa apa. Hanya angin yang berhembus kencang disana.
Yoochun mendesah pelan. Ia membalikan tubuhnya untuk kembali keranjangnya namun tak sengaja tangannya menyenggol secangkir kopi nya yang ia letakan di meja kecil terjatuh hingga pecah.
PRAAANGG!
“Aish!” pekik Yoochun.
“Yoochun hyung, ada apa?” teriak Changmin dari ruang tengah.
Yoochun balas berteriak, “Tidak ada apa apa, hanya gelas pecah!”
WUSSHHH!
Angin kembali berhembus kencang. Yoochun sedikit bergidik ngeri di siang bolong itu. Ia mengarahkan langkahnya kearah jendela kembali. Berniat untuk menutupnya. Namun sayang, entah kenapa jendela tiba tiba menjadi macet hingga sulit di tutup.
“Ish, kenapa lagi ini?” pekik Yoochun.
Ia menarik narik jendelanya agar tertutup.
“Come on,” seru Yoochun.
Ia menarik jendela dalam 1 hentakan yang sangat keras, namun bersamaan dengan angin yang kembali berhembus kencang. Membuatnya jatuh tersungkur ke belakang.
BUAGGH!
“Aww…” pekik Yoochun.
Tak sengaja tangannya menyenggol meja kecil lainnya, sehingga sebuah gantungan salib berukuran sebesar jari kelingking jatuh dan masuk tepat ke dalam mulut Yoochun.
“Arkkh…” Yoochun merintih kesakitan, gantungan salib itu tersangkut di tenggorokannya. Salah 1 sisi tajamnya menusuk kedalamnya, mengakibatkan darah mulai keluar dari sana.
Yoochun mulai bangkit. Ia tidak bisa berteriak, maka dari itu ia bergegas untuk keluar ruangan agar mendapatkan pertolongan dari teman temannya.
Yoochun sudah berdiri. Masih menahan sakit dilehernya. Darah masih mengalir dari mulutnya.
Ia melangkahkan kakinya 1 langkah namun tiba tiba angin yang lebih besar berhembus, membuatnya terdorong sedikit dan menginjak air kopi yang tumpah itu. Yoochun terpeleset dan ia tidak dapat menahannya ketika pecahan gelas itu menusuk salah 1 matanya.
Gantungan salib yang berada di tenggorokan Yoochun pun ikut terdorong, menembus dan merobek lebih dalam akibat terpelesetnya tubuhnya. Tubuh Yoochun terkejang kejang sebelum akhirnya ia mati di tempat.
_____________

Changmin dan Junsu masih menonton video YouTube di ruang tengah. Tanpa tahu bahwa salah seorang sahabatnya telah mati di kamarnya.
“Haus,” gumam Junsu.
“Itu, minum saja minumanku!” seru Changmin seraya menunjuk kearah segelas air putih di meja belakang laptopnya.
Junsu mengangguk lalu menggapai gelas di balik laptop Junsu.
“Ah,” pekik Junsu, ia tidak sengaja menumpahkan air tsb ke bawah meja.
“Hyung, basah…” ucap Changmin seraya mengamati lantai dibawahnya yang tergenang air.
“Aish, aku tidak sengaja.” ucap Junsu.
“Sana ambil lap,” perintahnya.
Junsu menggeleng, “Ani, aku mau mengambil air saja di dapur.” seru Junsu, segera ia berlari kecil kearah dapur.
“Tapi bisa sekalian ambil lap kan di dapur?” teriak Changmin.
“Tidak mau!” balas Junsu yang kini sudah berada di dapur.
Junsu mengambil air di dapur dan segera meneguknya. Ia menghampiri Jaejoong hanya untuk melihat kue buatannya yang belum selesai. Setelah itu, ia beranjak keluar dari dapur kearah kamarnya.
“Hyung, mana lapnya?” tanya Changmin ketika Junsu melewati ruang tengah kearah kamarnya.
Junsu tidak merespon Changmin, ia berlalu begitu saja ke dalam kamarnya.
Didalam kamarnya ia hanya diam. Tidak tahu apa yang harus ia lakukan di harinya yang membosankan ini.
Junsu berjalan kearah jendela. Ia hendak membuka pintu. Ia merasa siang ini begitu panas.
Ia melangkahkan kakinya kearah jendela. Namun, ketika ia tepat berada di depan jendela, ia merasa kepalanya terasa sangat berat. Bayangan video yang tadi ditontonnya tiba tiba kembali berputar dalam ingatannya.
“Aish!” ringis Junsu.
Ia memejamkan matanya seraya menahan rasa sakit di kepalanya dgn tangan kirinya. Tangan kanannya berusaha mencari tumpuan.
Namun tak sengaja, tangannya malah memegang, menabrak keluar jendela. Dan dalam sekejap, ia terjatuh dari jendela apartementnya yang berada di lantai 26.
_____________

“Dasar Junsu hyung!” pekik Changmin, ia hendak beranjak ke dapur untuk mengambil lap namun tiba tiba ia merasa ingin buang air kecil.
“Aish. Ingin pipis!” gumam Changmin.
Ia berlari kearah kamar mandi dan masuk ke dalamnya.
SSRRR
“Uh lega,” gumam Changmin seraya menaikan celananya setelah ia buang air kecil.
Ketika Changmin hendak berbalik, sebuah rekaman video tiba tiba berputar di benaknya. Changmin mencari dinding untuk menjadi sandaran ketika pusing mulai dirasakannya. Ia terjatuh di atas bathtub. Berusaha bangkit namun setelah itu ia berhenti ketika merasa seakan sesuatu menahannya untuk bangkit dari dalam bathtub. Tangannya seperti tertahan. Tanpa harus menunggu lama, air mulai mengalir dari keran dan dari dalam shower yang berada di samping bathtub. Mencoba berteriak namun lehernya tercekat. Changmin tak dapat melakukan apapun selain berdoa di dalam batinnya ketika air tsb sudah berhasil menenggelamkannya. Menenggelamkannya seluruhnya hingga tidak terdengar suara kehidupan di dalam kamar mandi.
__________

Jaejoong tersenyum senyum kecil seraya menghias kue krim buatannya. Ia masih menunggu kue kering di dalam oven matang. Ia bersenandung kecil, menghias kue kue dengan krimnya.
KREKK
Sebuah suara aneh berhasil membuat Jaejoong sedikit terlonjak kaget. Ia menolehkan kepalanya ke sumber suara. Suara aneh yang berasal dari dalam oven yang sedang memanggang kue keringnya. Ia meletakan mangkuk krim itu disamping kuenya, lalu beranjak perlahan kehadapan oven. Ia memeriksanya dan tidak ada yang salah disana. Jaejoong kembali memandangi oven nya namun tiba tiba sebuah video hitam dengan durasi 7 detik berputar dalam ingatannya. Ia memegang ujung meja ketika merasa lemas, sulit untuk menopang berat badannya. Kembali Jaejoong menatap oven dan sedetik kemudian setelah itu,
DUUAARRR!!
Oven meledak tepat di hadapan wajah Jaejoong, membuatnya mati seketika.
_____________

Air yang ditumpahkan Junsu perlahan mulai bergerak. Dengan gerakan yang sangat tidak masuk akal, air tersebut mengalir ke kolong meja.
CKLEK
“Aku pulang!” ucap seseorang penghuni dorm yang tadi sempat meninggalkan keempat teman temannya di dorm itu.
Ia berjalan gontai kearah ruang tengah dan matanya menemukan laptop milik Changmin disana. Ia segera duduk disofa dan mulai mengutak atik laptop magnaenya yang tanpa ia ketahui sudah meninggal beberapa menit yang lalu.
Yunho melihat sebuah video dengan durasi 6 detik di halaman web YouTube yang terpampang di layar itu. Yunho segera mengklik video berjudul ‘SAW’ itu dan menontonnya. Hanya sebuah gambar hitam dengan suara aneh dalam waktu 7 detik yang berputar disana.
Yunho terdiam sejenak dan sedetik kemudian ia tertawa kecil.
“Low battery” sebuah tulisan kecil tiba tiba muncul di layar laptop.
Yunho menghela nafas dan kemudian menggapai charger laptop yang masih menganggur disamping laptop.
Yunho berjalan perlahan kearah dinding, tepat dengan sebuah colokan listrik menempel disana. Ia mencolokkan kabel tsb dan membawa ujung dari kabel tsb yang harus ia colokkan kedalam laptop.
Air dari kolong meja mengalir ketempat semula. Tepat ketika Yunho akan mencolokkan kabel di laptop, ia terjatuh ketika menginjak genangan air di lantai.
Dan dengan segera sebuah sobekan besar panjang terukir jelas dihadapan mata Yunho terhadap kabel tsb. Membuat kumparan kumparan berbahaya di dalam kabel terbuka itu bersentuhan langsung dengan air yang menggenangi lantai yang juga telah membasahi sedikit tubuh Yunho. Dan didetik itu juga, suara listrik yang berhasil menghanguskan dan membawa pergi melayang nyawa orang terakhir penghuni dorm dan juga orang terakhir yang menyaksikan video YouTube itu disana.
Tertarik untuk menyaksikannya?
Video di situs YouTube berjudul SAW dengan durasi 7 detik?
Ingin mencoba?
http://www.youtube.com/watch?v=FcyZkqFhFKY

Author : Yuri or Han Youngra

Buat admin sekali lagi makasih banget hehehe
Buat readers juga makasih banget
Dan buat YouTube juga makasih banget ^^ (?)

Dipublikasi di Oneshoot | Tag , , | 1 Komentar

Trio Crazy [ONESHOT]

~~~~~~~~~~

Author : Lee Jace

Genre : Comedy

Rated : G

Cast :

Donghae [Super Junior]

Heechul [Super Junior]

Sungmin [Super Junior]
~~~~~~~~~~~~

“Terinspirasi dari lelucon guru Biologi-ku”
—————————

Pagi pagi sekali , Heechul membangunkan Donghae yang sedang tertidur pulas .

” Donghae, BANGUN ! BANGUN ! ” teriak Heechul membabi buta .

“Ada apa sih , Heechul ? Masih pagi , tidurlah ! Jangan emosian , ingat : PUASA ! ” kata Donghae dengan nada malas . Lalu , ia melanjutkan tidurnya lagi .

” BANGUN , Donghae ! BANGUN ! Temani aku jalan jalan sebentar aja ! ” kata Heechul masih ngotot sambil menarik selimut yang dipakai Donghae .

” Kau menganggu saja ! Okelah jika itu maumu . Aku akan mengiyakan itu , ” kata Donghae pasrah –’

xx TRIO CRAZY xx ~~~

Donghae bersiap siap sedangkan Heechul sedang asyik berkaca .

” Kerasukan setan dandan kah , Heechul ini ? Tidak biasanya dia melakukan hal ini ? ” kata Donghae dalam hati .

” Heechul, cepatlah ! Kapan kita berangkatnya kalau kamu terus terusan menghabiskan waktu untuk berdandan seperti ini ? ” tanya Donghae rada jengkel .

” Ini juga mau ngambil kunci mobil . SABAR LAH , jagiya , ” goda Heechul dengan nada rada kebanci bancian . *LOL~

xx TRIO CRAZY xx ~~~

Diluar rumah , Sungmin asyik mendesain mobil Heechul dan membuat mobil itu tampak bukannya lebih bagus malah lebih aneh dari sebelumnya .

Sungmin menyetel mp3 sekeras- kerasnya di earphone nya . Sampai ia tidak mendengar lagi suara suara yang lain , hanya lagu yang ia setel lah yang ia dengar .

” Sungmin , sudah selesai kan kamu desain mobilku ini ? Aku pergi dulu ya . Bye ,” kata Heechul sambil membuka pintu mobil .

Sungmin hanya mengangguk angguk seakan memberikan lampu hijau buat Heechul . Sedangkan Donghae sedikit heran dengan tingkah Sungmin yang menjawab sambil menutup mata lalu , Donghae pun ikut naik ke dalam mobil Heechul .

xx TRIO CRAZY xx ~~~

Heechul seperti biasa , melakukan aksi ngebutnya di jalan seakan akan hanya dia yang sedang memakai jalan .

Donghae hanya menggelek gelek saja melihat aksi sahabatnya itu .

Lain hal nya dengan Sungmin , ia kaget setelah melihat mobil Heechul sudah tak terparkir di situ .

” Kapan dia mengambil mobilnya ? Kenapa saya tak tahu ? Padahal rem mobilnya kan masih BLONG ,” kata Sungmin rada panik .

Ia langsung bergegas mengambil handphone-nya dan menelpon Heechul .

Heechul yang saat itu sedang mengemudi meminta Donghae untuk mengangkat telepon itu .

” Ada apa , Sungmin ? ” tanya Donghae dengan nada masih malas.

” GAWAT ! GAWAT ! ” kata Sungmin panik . Benar benar PANIK !

” GAWAT apanya sih ? Ngomong yang bener ! ” ucap Donghae rada emosi .

” Rem mobil Heechul BLONG ! ” jelas Sungmin dan langsung menutup percakapan .

Donghae sekarang ikut ikutan PANIK ! Mukanya langsung merah . Bukan karena malu sih, tapi, karena TAKUT !

” Omona ! Heechul , GAWAT ! ” ucap Donghae pada Heechul yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan 100 km/ jam .

” Apanya yang gawat ? Santai aja ” kata Heechul benar benar SANTAI .

” Gimana mau santai kalau ternyata rem mobil yang kamu kemudiin ini BLONG ? ” kata Donghae dengan penuh rasa emosi .

” BENARKAH ? ” Heechul terkejut hingga ia membanting setir ke kanan .

Heechul berusaha menginjak rem beberapa kali . Tapi, hasilnya NIHIL .

” Hati hati , Heechul ! Makanya lain kali jangan ngebut ngebut lagi ,” ucap Donghae yang sekarang rasa emosi nya mulai berkurang.

” Iya deh ,” janji Heechul dengan muka malu .

” Sekarang , gimana dong ? ” tanya Heechul membuka percakapan lagi.

” Rem mobil tidak bisa ! Berarti hanya satu rem yang bisa kita gunakan ,” kata Donghae dengan penuh rasa percaya diri .

” Apa ? ” tanya Heechul singkat .

” REM BIBIR ,” kata Donghae memberi saran .

Donghae membuka kaca mobil dan kepalanya langsung ia timbulkan .

Sedangkan Heechul tetap stand by dengan aksi mengemudinya dan di saat keramaian lah sii Donghae beraksi .

” MINGGIR ! MINGGIR ! ” teriak Donghae dengan kekuatan ekstra .

Ternyata , BENAR ! Respon yang baik . Kerumunan orang yang ada dijalan langsung berhamburan ke luar . GOOD JOB , Donghae !

xx TRIO CRAZY xx ~~~

Sungmin saat itu sedang berpikir tentang nasib Donghae & Heechul .

” Gimana nasib mereka berdua ? Kurasa tadi pagi ialah saat terakhir aku bertemu mereka . Sungguh TRAGIS nasib mereka . HIKS ” kata Sungmin mendramatisir itu semua .

Balik lagi ke Donghae & Heechul , saat ini Donghae benar benar kehabisan suara setelah sejam berteriak “MINGGIR” . Heechul juga sama . Ia juga lelah mengemudikan stir nya .

Setengah jam kemudian , akhirnya dewa KEBERUNTUNGAN datang !

xx TRIO CRAZY xx ~~~

Donghae & Heechul balik ke rumah dan melihat Sungmin sedang histeris di teras rumah sambil meneriakan nama mereka berdua .

” DONGHAE ! HEECHUL ! Semoga kalian tenang disana ! ” kata Sungmin histeris .

” Tenang disana ? Kau pikir kami sudah mati ! ” Heechul rada heran sedangkan Donghae hanya senyum senyum .

” SETAN ! Kenapa kalian bisa sampai kesini ? ” Sungmin heran setengah mati.

” Di bisa bisa in ! Ini berkat ide cerdas ku makanya kita masih ada di sini ,” ucap Donghae sok hebat .

Sungguh cerdas rupanya , Donghae oppa . Ia menyalurkan ide “rem bibir” pada Heechul . Sampai akhirnya mobil itu kehabisan bensin dan tak bergerak lagi . Sungguh beruntung yang bisa jadi pacarnya ! *KYAAA * ~

٠•● _The End_ ●•٠

* NB : Don’t be Silent Reader . Silakan comment ya . . ! Satu comment dari kalian berarti banget buat author🙂

Dipublikasi di Oneshoot | Tag , | 3 Komentar

Just For You [oneshot]

Title : Just For You

Author : Lee Jace

Genre : Romance, Friendship

Rated : Teenager

Casts : Shin Soorim, Heechul, Kyuhyun

Request by :: “Vella Petals Heedictator”

~~~~~~

** Kyuhyun’s POV **

## 23.01.2010 ##

“ Kyu , bawakan tas ku ke kelas dong. Biar sekalian ,” pinta Heechul padaku . Aku hanya mengangguk dan mengambil tasnya lalu masuk ke kelas .

Kutaruh tas Heechul yang agak berat itu ke atas kursi tempatnya duduk . Sambil tersenyum saja dan menaruh tasku juga di tempat asalku .

“ Lagi lagi kau membantunya lagi ya ?” ucap Shin Soorim padaku.

“ Ahh ~ Ne. Tentu saja . Kami kan setia kawan ,” kataku dengan ekspresi meyakinkan .

“ Oppa ini loh . Memang baik hati . Bangga deh saeng apalagi kalau oppa jadi namja-chingu ku . Hahahaa ,” ucap yeoja berambut sepundak ini sambil tertawa diatas candaannya .

“ Hahahaa. . Candaan kamu sudah membuat oppa GR setengah mati . Salut deh buat saeng ,” kataku sambil mengacak acak rambutnya itu .

Lalu, tawa canda kami meluaskan di keseluruh ruangan kelas . Hingga serasa dunia milik kita berdua.

Namun, tiba- tiba Heechul datang dan sedikit merusak suasana bahagia kami . Tapi, tak apa jika ini maunya .

“ Annyeong , saeng . Hari ini kamu makin cantik aja ,” puji Heechul sambil mengelus elus rambut Soorim. Meskipun, kelihatannya Soorim terlihat risih dengan perlakuan Heechul .

“ Gomawo , oppa ,” ucap Soorim sambil tetap tersenyum .

Aku hanya bisa tersenyum sekali lagi . Kalau Heechul senang , aku juga akan senang kok. Meskipun aku sangat sakit hati melihatnya terus bersama Soorim , gadis yang kucintai .

“ Aku rasa aku ganggu deh . Aku keluar dulu deh ,” ucapku sambil menjauh dari mereka .

“ Oppa, jangan – “ kata Soorim mencegahku .

“ Sudahlah , mungkin dia tak ingin menganggu kita ,” ucap Heechul yang terdengar di telingaku .

## 28.01.2010 ##

“ Soorim , apakah kau mau menjadi pacarku ? “ ucapku pada Soorim di bawah sinar rembulan .

“ Ne, oppa. Dari dulu aku juga sangat mencintai , oppa ,” katanya sambil langsung memelukku .

“ Gomawo , saeng . Aku akan menjagamu dan oppa janji untuk takkan mengecewakanmu ,” janjiku padanya .

##01.02.2010 ##

Tepatnya, saat pelajaran Olahraga . Disaat semua murid kelas XII-B disuruh bermain sepakbola termasuk murid yeojanya oleh pak Siwon (?)

“ Untuk Heechul, tak usah saja kau bermain sepakbola . Kuyakin kakimu masih sakit . Beristirahatlah di kelas ,” suruh pak Siwon dengan suara lantang hingga aku pun bisa mendengarnya. Heechul hanya menatapku dengan tatapan sungguh mengerikan . Yah , aku tahu . Semua ini memang salahku .

** Flashback **

Aku menatap langit langit di malam hari . Ada banyak bintang disana . Terang dan bersinar hingga aku mendapatkan semangat membara oleh kekuatan bintang bintang ini .

Aku Cho Kyuhyun. Kedua orang tuaku membuang aku entah mengapa hingga aku dibesarkan dip anti asuhan . Hari hari kulalui dengan berdiam diri meskipun eomma Panti mengajakku berbicara namun aku tetap mengacuhkan omongannya . Bukannya apa apa , tapi, aku selalu bertanya tanya kenapa orang tua ku nekat membuangku dan tak ingin membesarkanku. Karena itulah, aku tumbuh dan berkembang sebagai orang yang tak punya semangat hidup . Sampai suatu hari, aku berteman dengan Heechul, dia juga anak se- Panti Asuhan di sini . Dia juga senasib denganku . Orang tua nya membuangnya juga tanpa alas an yang jelas . Tapi, Heechul berbeda denganku. Dia tetap tersenyum dan semangat menjalani hari demi hari . Dia yang mengajarkan ku untuk tetap tabah dan ikhlas dengan semua yang telah diberikan . Dia seperti guru bagiku dan dia sangat berjasa untukku .

“ Hey, Kyuhyun . Kau tahu tidak ? Satu benda yang membuatku sangat bersemangat menjalani hari ,” ucapnya padaku .

“ Apa itu , Heechul ? “ tanyaku penasaran .

“ BOLA ,” katanya sambil menunjukkan benda bulat berwarna hitam-putih itu .

“ Kau tahu tidak? Kehidupan itu bagaikan permainan sepakbola. Andaikan bola itu seseorang, lawan sebagai rintangan, dan gawang itu sebuah kebahagiaan . Makadari itu , seseorang harus melewati hari demi hari dan berbagai rintangan untuk mencari kebahagiaan . Dan aku ingin terus bermain sepakbola karena sepakbola adalah jiwaku, Kyuhyun ,” ucapnya sambil tersenyum kepadaku. Dan aku pun membalas dengan senyuman juga .

Namun . . .

“ Eomma lihat Kyuhyun tidak ?” tanya Heechul pada eomma di panti .

“ Tadi dia sepertinya bilang mau ke toko bola deh , Heechul ,” jawab eomma panti yang sedang menjahit baju .

“ Gomawo, eomma ,” katanya sambil tersenyum . Dan berlalu dari eomma tuk mencariku .

###

Aku berjalan menyebrangi jalan sambil terus memandangi bola yang ingin kuberikan untuk Heechul sebagai kado ulang tahunnya . Tapi ..

TETTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTTT …

Bunyi klakson truk terdengar ditelingaku namun aku acuhkan . Palingan juga truk besar yang melintas dijalan . Aku menoleh kea rah kanan dan tubuhku langsung kaku melihat truk besar berjalan dengan cepatnya ke arahku . Dan aku memejamkan mataku .

BRUKKKKKKKK…

“ Aku – tak – apa – apa ,” kataku sambil memegang kepalaku tapi, pas kulihat ke arah jalan raya yang tadi kulalui . HEECHUL ! HEECHUL terkulai lemas dengan darah berceceran dimana mana dengan bola yang sudah kempes disamping kanannya . Aku yang melihat itu dengan mata kepalaku sendiri langsung segera berlari kearahnya .

“ HEECHUL …!! “ teriak ku sekencang kencangnya dan membuana ke seantero Korea Selatan *maybe* .

###

“ Gimana keadaannya , dok ?” tanyaku benar benar khawatir pada kondisi Heechul .

“ Dia tak apa apa namun , kaki kanannya mengalami cacat total yang TAK BISA DISEMBUHKAN ,”

** End of FLASHBACK **

##03.02.2010 ##

Hari ini aku berulang tahun . Meskipun, kurasa semua orang tak tahu jika aku hari ini berulang tahun . Tapi, semoga sahabatku dan yeoja-chinguku INGAT sebagaimana aku hafal tanggal-bulan mereka berulang tahun.

@saat pulang sekolah

Kukira hari ini aku akan bahagia . Saat dimana semua orang berbahagia saat mereka berulang tahun . Namun, aku berbeda . Hari ini bukannya hari dimana aku akan bahagia melainkan kebalikannya.

“ Kyuhyun, aku minta kamu sama Soorim P-U-T-U-S ,” paksa Heechul sambil kedua tangannya menggetarkan pundakku .

“ Tapi, aku tak bisa ,” kataku benar benar tak rela .

“ Kau boleh menyuruhku apapun tapi, kumohon jangan paksa aku untuk menyerahkan dia padamu, Heechul ,” lanjutku padanya .

“ Kyu oppa .. Heechul oppa .. Ada apa ini ?” Soorim tiba-tiba masuk ke dalam kelas sambil membawa kado yang kurasa ini untukku dan melihat kami berdua yang sedang berperang cinta .

“ Kau tak perlu ikut campur . Ini urusanku dengan Kyuhyun ,” kata Heechul dengan tatapan menyeramkan .

Soorim pun menjadi takut . Dan menaruh kado itu di mejaku lalu, berlari keluar kelas . Aku ingin mengejarnya namun, ditahan oleh tangan kuat Heechul yang tak mudah kulepaskan .

Mata Heechul langsung berubah seketika . Mungkin dia sadar bahwa hari ini aku berulang tahun. Dan tingkah konyolnya ini telah membuat hatiku sakit dan terluka .

“ Kau tahu tidak , Heechul ? Aku rela mengorbankan apapun untukmu termasuk jiwaku untuk melihatmu bahagia . Tapi, satu hal yang tak boleh kau rebut dan paksa aku untuk kuberikan untukmu. Yaitu, CINTA ,” kataku lalu melepaskan genggaman kuat Heechul dengan tenaga ekstra dan lari mengejar Soorim .

Saat batang hidungku sudah tak terlihat lagi oleh Heechul, aku bertanya ke chingu- chingu ku soal keberadaan Soorim .

“ Lee-Teuk, kau tahu Soorim ada dimana ?” tanyaku pada chingu-ku yang bernama Leeteuk .

“ Tadi kulihat dia ke taman sekolah,” jawabnya detail .

“ Gomawo , Lee Teuk ,” kataku padanya dan dia hanya membalas dengan anggukan .

Aku langsung berlari ke tempat yang di bilang Lee teuk yaitu , di taman sekolah . Ya , benar . Ternyata, Soorim memang ada disana. Dia duduk di bangku bangku yang kosong sambil menatap langit yang mendung .

“ Soorim ! “ teriakku padanya dan dia menoleh padaku sambil tersenyum manis . Untunglah, kukira dia marah padaku.

“ Mianhae , chagija . Tak seharusnya aku bertingkah seperti anak kecil ,” katanya dengan nada agak serius .

“ Tak apa kok ,” ucapku datar sambil melihat langit yang sedang ikut berduka sepertinya .

“ Soorim , langit itu bagaikan aku ya . Saat aku sedih , langit selalu mendung dan seperti ikut berduka . Saat ku senang , langit selalu memberikan sinar nya untukku . Kau juga sama seperti langit , sama sama memberikan ku kekuatan ,” kataku sambil tersenyum pada langit.

##11.06.2010 ##

Tanda disadari, waktu memang cepat berlalu . Sekarang aku sudah lulus SMA dan mungkin saat dibangku perkuliahan aku sudah tak bersama Soorim dan Heechul . Sejak ulang tahunku kemarin, Heechul dan aku sudah tidak pernah berbicara lagi . Sebenarnya aku ingin mengajaknya berbicara duluan namun Heechul malah menghindariku sebelum aku memulai pembicaraan .

Aku duduk termenung di depan panti . Memang aku satu panti dengan Heechul namun, akhir akhir ini aku jarang melihatnya .

“ E-h-m , Kyuhyun . Aku ingin berbicara denganmu ,” ucap seseorang yang ternyata sudah ada didepanku .

“ Hee-chul ? “ kataku tak percaya .Kukira dia masih keras kepala seperti dulu namun, sekarang sepertinya dia sudah lebih dewasa .

Diapun duduk disebelahku .

“ Kyu , sebelumnya, mianhae atas semua kesalahan yang pernah aku buat padamu ,”ucapnya dengan nada serius .

“ Tentu . Kau kan sahabatku ,” jawabku singkat sambil tersenyum manis padanya .

“ Aku memang salah padamu . Tak seharusnya aku marah karena tindakan yang telah kupilih ,” lanjutnya lagi .

“ Kau boleh kok marah padaku . Aku juga sangat menyesal saat itu . Karena akulah , kaki kananmu cacat total . Kau boleh kok memukulku, mencampakkanku, menamparku , menyuruhku ini-itu , bahkan kau boleh kok mengambil kaki kananku ini untukmu. Aku rela kok ,” kataku padanya . Dia langsung memandangku .

“ Kau memang baik , Kyu. Maafkan aku . Maafkan aku telah menyakitimu saat itu . Dan bodohnya lagi aku melupakan hari ulang tahunmu karena terlalu emosi . MAAFKAN AKU , Kyu ,” ucapnya sambil memelukku (?)

“ Sekarang , aku sudah diadopsi oleh keluarga kaya dan soal kaki kananku ini , aku akan melakukan operasi di Jepang dan terapi secara rutin supaya aku bisa terus bermain bola . Selamat tinggal ya , Kyuhyun ,” bisiknya pelan di telingaku . Dan langsung melepaskan pelukan persahabatan yang sempat pecah karena cinta .

“ Jaga Soorim juga ya dan ingatlah pesanku waktu kita masih kecil, bahwa kehidupan bagaikan permainan sepakbola. Andaikan bola itu seseorang, lawan sebagai rintangan, dan gawang itu sebuah kebahagiaan . Makadari itu , seseorang harus melewati hari demi hari dan berbagai rintangan untuk mencari kebahagiaan ,” katanya sambil berdiri dan berjalan menjauh dariku .

Saat ia sudah hamper menjauh, ia membalikkan badannya dan melambai lambaikan tangannya sambil tersenyum .

FIN ~

#NB : Ini FF kubikin sepenuh hati (?) Kalau FF ini kurang menyentuh dan kurang bagus , MIANHAE ya T.T Aku sudah berusaha semampuku .

Jangan lupa commentnya ya . . ^^

Dipublikasi di Oneshoot, STRAIGHT | Tag , | Meninggalkan komentar

Super Junior Meet Java Person

i’ll be back readers…^^
*gaya lo……..

oke deh…..silahkan membaca lanjutannya………

__________________________________________

Eunhyuk:bujubuset!!!!

Heechul:suara apaan tuh barusan?

Sungmin:GASWAT…!!

Kyuhyun:ELF..!!

Leeteuk:wadowh…ketemu terminator nie!

Shiwon:bissmillahirahmanirahim…ya Allah selamatkan kmi dri para ELF ganas itu…*emangnya kpn shiwon msk islam …PLAAAK*

Yesung:padahal badan gw lg sengklek nieh “KRETEK” AWW..!

Shindong:”KRUYUUK…”laper~

Donghae:udah kita kabur dulu aja!

Ryeowook:naek apa?

Shindong:BECAK “PLAAK”!

Yesung:taksi…taksi…

Leeteuk:masalahnya gx ada taksi~

eunhyuk:udah naek seadanya aja,itu…bang STOP!

Eunhyuk memberhentikan beberapa angkot untuk di tumpangi para member agar bisa kabur dri para ELF

#di angkot

leeteuk:bang bawa kami kemana ajah yang penting bisa kabur dri mereka

supir:oke boss!

Ceklek….

All:oke let’s go!

Brum…

#30 menit…

#1 jam…

#2 jam…

#3 jam…

#4 jam…

#5 jam kemudian…

Ryeowook:hyuk,emangnya kita mw kemana?

Eunhyuk:meneketehe…

All:innalilahi…trus kta mw kmn donk!

Eunhyuk:wadowh udah pada budeg y loe semua…gw bilang kan Meneketehe…PLAAK…😥

shindong:gw udah kurus nieh gx mkn-mkn dri tdi…

Heechul:badan gw udah remuk nie…

Yesung:udah dulu dong ngocehnya…hiks gw laper plus CUAPEEE BUANGET…GUBRAK!

Supir:hoamm…udah dulu ya maz…kalian turun aja di sini…gw mw pulang…cpcpcp

setelah super junior turun dari angkot…

kyuhyun:di sini ada hotel?

Supir:ada kowh,tuh d belakang maz…udah dulu y gw cabut dulu…ayo bro…kita pulang…

Supir 1,2,3:YEE…CABUT!

Brumm…brum…

Sungmin:mana hotelnya?

Kyuhyun:masa ini?

Yesung:gx mungkin ah!

Ryeowook:kita di mana sekarang?

Donghae:nie gara-gara loe sih hyuk!kita nyasar deh!

Eunhyuk:yah,sorry deh…

Leeteuk:coba Dong baca tulisannya,tempat pa nie sih?

Shindong:bacaannya sih,PEMAKAMAN KELUARGA…

Shiwon:pemakaman keluarga?apaan tuh?

TBC

Dipublikasi di Chapter | Meninggalkan komentar

A Short Journey Part 1

balik lagi dengan saya… author sadis yang hobi banget nyiksa tokoh utama sendiri #ditendang
kali ini korbannya adalah YeWook couple. Akhirnya giliran mereka datang juga… #sujudsyukur
langsung aja ya… tapi seperti biasanya saya dibantu oleh istri *?* saya #dilemparae hohohoho
sip! Selamat menikmati~~😄

Author : Miftahul Rahmi, Ae Lee Dongae

Part 1

(Yesung POV)
“WOOKIE!!! MANA PSP-KU??” teriak Kibum dengan Bass-nya. Aku melirik Wookie yang sedang asyik mengerjakan tugasnya. Senyum jahil terlihat jelas diwajah manisnya.
“Wookie, kau menyembuyikan PSP-nya?” tanyaku. Wookie melirikku sekilas lalu meletakan telunjuknya di depan bibirnya sambil tersenyum.
Aku hanya menghela nafas. Sejak dulu aku tidak bisa menghentikan hobinya yang senag menjahili orang lain. Tapi ada satu hal yang menjadi pertanyaanku sejak dulu. Kenapa dia tidak pernah menjahiliku?
Aku kembali pada kegiatanku sebelumnya, mengutak-ati buku musikku sambil sesekali menyuap kripik kentang.
“Wookie!! Mana PSP-ku? Kau yang menyembunyikannya kan?” ujar Kibum kesal. Kini ia telah berada didepan Wookie sambil berkacak pinggang.
“Entahlah, aku tidak tahu. Aku sama sekali tidak menyembunyikannya” jawab Wookie dengan sangat tenang. Aku tak habis pikir, bagaimana dia bisa begitu tenang?
“Itu tidak mungkin!! Aku yakin pasti kau yang menyembuyikannya!!” ujar Kibum tidak percaya sekaligus keras kepala.
“Sudahlah Kibummie, dia sama sekali tidak bohong. Aku melihat PSP-mu terletak di kamar mandi tadi” ujarku menyelesaikan kerusuhan ini. Aku tidak mau ada keributan disini, bisa-bisa pekerjaanku tidak selesai-selesai.
“HUWAA PSP-KU!!” Kibum pun langsung berlari menuju tempat benda kesayangannya itu.
“Hyung bagaimana kau tahu?” tanya Wookie bingung.
Aku menatapnya lalu tersenyum. “Menurutmu bagaimana?” tanyaku balik. Tentu saja karena aku melihatnya meletakkan benda itu. Kau sama sekali tidak sadar ya?
Ia menatapku bingung. Ku akui dia terlihat sangat polos sekali kalau seperti itu. Sejenak aku terpana padanya. Bagaimana mungkin si biang jahil seperti dia bisa menjadi anak yang sangat polos seperti ini? Aku benar-benar tidak megerti. Sejak dulu.
Secepat mungkin aku singkirkan pikiran-pikiran itu dari benakku. Aku membereskan buku-bukuku dan segera masuk ke dalam kamarku. Kurasa aku harus memeriksakan diriku ke dokter. Mungkin ada yang salah dengan jantungku. Akhir-akhir ini selalu berdetak lebih cepat dari biasanya.

***
(Ryeowook POV)
Yesung hyung aneh. Kenapa akhir-akhir ini dia sering sekali pergi setiap aku sedang bicara dengannya? Apa ada yang salah dengan sikapku?
“KAMI PULAAANG” terdengar suara Umma dan Appa. Akhirnya mereka pulang juga….
“Umma~~” seruku senang sambil berlari memeluk Umma.
“Wookie, kau ini manja sekali ya…” ujar Appa cemberut
“Jagiya, jangan bilang begitu. Tidak harusnya kau cemburu pada anakmu sendiri” ujar umma lembut. Appa hanya tersenyum kecil.
Ini lah keluargaku. Ayahku bernama Kim Youngwoon tapi lebih sering dipanggil Kangin oleh teman-temannya. Meskipun appa terlihat keras sebenarnyya appa orang yang sangat lembut. Lalu Umma, nama lengkapnya Park Jungsoo. Sama dengan appa, umma biasa dipanggil Eeteuk oleh teman-temannya. Aneh sekali. Aku, Kim Ryeowook, biasa dipanggil Wookie. Aku juga punya kembaran, namanya Kim Kibum. Meskipun kami kemabar tapi kami sama sekali tidak mirip. Terakhir kakak laki-lakiku. Namanya Kim Jongwoon namun lebih sering dipanggil Yesung karena suaranya yang super duper bagus. Yesung hyung lebih tua 3 tahun dari aku dan Kibum.
“Appa, Wookie menyembuyikan barang-barangku lagi…” adu Kibum pada Appa. Kulihat Appa hanya terseyum sambil mengacak-acak rambut Kibum.
“Sudahlah Kibummie, kau sudah tahu kalau itu kebiasaannya kan? Jadi pintar-pintarlah menyembunyikan barang-barangmu ditempat yang akan susah dilacak oleh hyungmu ini” ujar umma sambil mengacak-acak rambutku. Tentu saja Umma dan Appa sudah menganggap hal itu hal yang wajar, soalnya dulu Appa dan Umma juga sering menjadi korban kejahilanku.
“tapi kenapa selalu aku? Aku tidak pernah melihat Wookie menjahili Yesung hyung” ujar Kibum sambil memajukan bibirnya karena kesal.
Aku berpikir sejenak. “Karena Yesung hyung itu aneh, aku tidak bisa menemukan kelemahannya” ujarku.
“Kau ini!! Kenapa bisa tidak tahu? Yesung hyung itu kan selalu dekat dengan Ddangkkoma. Sembunyikan saja kuru-kura itu!!” ujar Kibum lalu pergi. Appa dan Umma manggut-manggut, sepertinya mereka setuju dengan perkataan Kibum tadi.
Tapi setelah kupikir-pikir itu benar juga. Sebenarnya dari dulu aku sangat ingin mengerjai Yesung hyung, tapi entah kenapa aku selalu tidak bisa melakukannya sekalipun.

***
(Yesung POV)
Ya, memikirkan kata-kata Kibum barusan membuatku berpikir. Kenapa selalu Kibum dan tidak pernah aku? Apakah dia sungkan mempermainkan hyungnya sendiri? Ah, itu tidak mungkin karena dia sudah pernah mempermainkan Umma dan Appa dan berakhir dengan kemenangan telak. Meski Appa suka jengkel.
Aku menatap diriku di dalam cermin.
Atau karena aku sudah begitu aneh, sehingga ia menyadari tidak ada satupun cara untuk menjahili aku? Tapi, aku yakin Wookie adalah orang yang pintar. Dia tidak mungkin kehabisan akal untuk menjahili siapa pun. Aku jadi merasa heran sendiri. Yha, Yesung, kau terlalu banyak berpikir. Sudahlah.
Namun entah mengapa aku jadi ingat saat Wookie menjahili anak tetangga si Sungmin dengan menyembunyikan sepatu kelinci merah mudanya di atas genteng. Lalu Heechul hyung, anak salon seberang sana, yang dijahili dengan menukar obat wajahnya dengan salep gatal. Begitulah Wookie, dia tidak pernah habis akal untuk menjahili orang lain. Ah, ada lagi si Eunhyuk, teman sekelasnya, yang dijahili dengan menggemboskan ban sepedanya saat dia mau pulang sekolah kemarin dulu. Memang anak itu jahilnya luar biasa. Kawan mainnya adalah si Kyuhyun, anak tukang rental PS, yang juga temannya Kibum.
Tapi entah mengapa, mengingat segala kejahilannya itu aku tidak marah. Sebagai hyung yang baik seharusnya aku menegurnya. Namun , jika dia tidak jahil, maka sesuatu pasti terjadi padanya.
Aku menatap Ddangkkoma peliharaanku yang lucu namun membosankan. Mungkin karena itu juga aku jadi sedikit membosankan. Umma dan Appa sering memperingatkan aku untuk tidak membeli lagi kura-kura, merusak cita rasa rumah tangga, dalih mereka. Namun apa hubungannya? Aku tidak peduli. Satu-satunya yang membuatku nyaman hingga saat ini adalah bicara dengan kura-kura air tawar itu.
Kuhampiri akuarium Kkoma, duduk di kursi belajarku, dan kuletakkan kepalaku di atas kedua tanganku yang melipat.
“Hei,” kataku mulai gila. Kkoma mengangkat kepalanya dengan pelan, seperti biasanya, dia seperti tahu aku sedang bicara dengannya.
“Kau tahu, Kkoma,” kataku lagi. “Belakangan ini aku begitu tidak tenang. Jantungku selalu berpacu cepat. Dag Dig Dug. Entah kenapa. Mungkin aku stress. Kau tahu, kan? Sebentar lagi ujian dan aku harus belajar keras. Meski Umma dan Appa tidak pernah memaksaku untuk menjadi yang terbaik, namun aku ingin menjadi yang terbaik. Ya, mungkin karena itu.”
“Hari ini Kibum kena lagi. Entah mengapa Wookie kalau sedang tidak ada kerjaan hanya akan menjahili Kibum. Padahal aku akan lebih senang jika sesekali dia menjahiliku juga. Menyembunyikanmu misalnya,” kataku. Kkoma merangkak pergi, kurasa dia marah.
“Yha, aku cuma bercanda. Wookie tidak akan melakukan itu,” ujarku. Kkoma mulai memakan dedaunan yang tersedia baginya.
“Kau mengacuhkan aku?” tanyaku sambil mengetuk-ngetuk dinding akuarium dengan jariku. “Kkoma. Hei, Kkoma.”
Sial. Kura-kura air tawar itu mengacuhkan aku dan tetap menyantap makanannya. Menyebalkan sekali. Aku pun mendengus.
“Arasso,” keluhku sedikit jengkel.
Aku membenarkan posisi dudukku dan menatap tumpukan buku di meja belajarku. Mungkin jika aku belajar, jantungku akan rileks. Mungkin jika aku belajar, aku akan lebih terhibur. Dan mungkin jika aku belajar, Umma dan Appa bisa melihat aku menjadi nomer satu nanti.

***
(Kibum POV)
Dasar menyebalkan!! Aku lagi, aku lagi! Kenapa selalu aku yang kena sih? Kenapa Wookie tidak menjahili Yesung hyung saja?
“Padahal aku akan lebih senang jika sesekali dia menjahiliku juga. Menyembunyikanmu misalnya”
Tiba-tiba saja aku mendengar perkataan Yesung hyung saat melewati kamarnya. Aku yakin Yesung hyung pasti berbicara pada Ddangkkoma lagi, tapi karena penasaran dari celah pintu yang terbuka.
“Yha! Aku cuma bercanda. Wookie tidak akan melakukan hal itu” ujarnya lucu.
Aku menahan tawaku. Benar-benar orang yang aneh, padahal dia pernah bilang kalau Ddangkkoma itu membosankan tapi dia malah bicara pada kura-kura yang ukurannya bahkan lebih kecil dari ukuran tangannya.
“Kau mengacuhkan aku? Hei kkoma!” ujarnya sambil mengetuk-ngetuk aquarium Ddangkkoma.
Aku memegang perutku yang sakit karena menahan tawa. Baru kali ini aku melihat seekor kura-kura mengacuhkan majikannya. Hyung, meskipun kau aneh kau itu sangat bisa membuatku terhibur. Rasa kesalku karna habis dikerjai oleh Wookie tadi langsung menguap begitu saja.
Aku mencoba menenangkan tawaku. Aku kembali mengintip ke dalam kamar Yesung hyung. Dia sepertinya sedang belajar, tapi apa dengan aura stress begitu? Aku tanya saja ah!
“Yesung hyung” panggilku.
Yesung hyung menoleh. “Kibum-ah, ada apa?” tanyannya seraya memutar kursinya menatapku.
“Aniyo, hanya ingin bertanya sesuatu” jawabku.
“Apa?”
“Apa hyung selalu belajar kalau sedang stress?” tanyaku asal.
“Aku? Aku sama sekali tidak stress kok, hanya sedikit tidak tenang saja” jawabnya.
Aku mengernyitkan dahiku. “Tidak tenang? Waeyo?” tanyaku heran.
“Entahlah, jantungku selalu berdetak kencang. Aku tidak tahu kenapa. Semoga saja itu bukan gara-gara stress” jawabnya.
Aku benar-benar kaget mendengar jawabannya. Rasa ingin tahuku benar-benar memaksaku untuk bertanya lebih jauh. Ada hal-hal yang selama ini sebenarnya sangat ganjal yang kuperhatikan.
“Apa gara-gara Wookie?” tanyaku pelan tapi aku yakin Yesung hyung pasti mendengarnya.
“Maksudmu apa Kibum-ah?” tanyanya. Kaget dan bingung sangat terlihat jelas diwajahnya. Apa mungkin dugaanku selama ini benar?

***
(Author POV)
Kibum menatap Yesung yang terdiam bingung.
“Gara-gara Wookie bagaimana maksudmu?” tanya Yesung. Dia benar-benar bingung dengan pertanyaan sang bungsu itu. Kibum menyipitkan matanya, menambah konsentrasinya membaca ekspresi Yesung.
“Benar-benar tidak tahu, ya?” keluhnya sedikit kecewa. Ia berharap Yesung akan kelabakan dan mengakui kalau selama ini apa yang dipikirkannya ternyata benar. Pikiran bahwa Yesung memiliki ketertarikan terhadap Wookie, namun ia cepat-cepat mengibaskan pikirannya.
“Kau ini kenapa?” tanya Yesung. “Aneh sekali.”
Kibum menghela nafas dan berjalan pergi. “Sudahlah, hyung, beritahu aku kalau kau sudah mengerti maksudku,” katanya sambil lalu.
Yesung terdiam di tempatnya, lalu menerawang, memikirkan kata-kata Kibum barusan. Gara-gara Wookie? Apa maksudnya gara-gara dia tidak menjahiliku? batinnya. Yesung menghela nafas, lalu kembali menatap bukunya. Menatap soal mengenai geometri dan rumus bangun. Ia mengangkat tangannya, namun kemudian terhenti.
“Tunggu sebentar…” desisnya. “Aku tahu soal ini..”
Ia menepuk-nepuk kepalanya dengan tinju yang setengah terkepal. “Yha! Kenapa aku tidak ingat?!”
Akhirnya, setelah beberapa saat berusaha untuk mengingat, hasilnya pun nihil. Yesung tidak bisa mengingat rumus untuk soal itu. Ia menyerah, dan mencari soal lain yang menurutnya lebih mudah dikerjakan. Ia menatap soal mengenai bangun tiga dimensi, topik yang tidak terlalu disukainya, namun masih paham dikerjakannya. Ia kembali mengangkat tangannya, namun ingatannya kabur.
“Aish! Yesung! Kenapa kau mendadak bodoh?!” gurutunya sambil terus memaksakan dirinya untuk berpikir. “Ingat! Ingat! Kau pasti bisa mengingatnya!”
Namun kemudian Yesung tersadar dari pikirannya, ketika darah mengalir dari hidungnya. Ia merutuk. Kemudian menarik lima helai tissue dan menekan hidungnya. Ia bangkit dan berjalan keluar. Hampir saja ia menubruk tubuh Ryeowook yang kecil dan menjungkalkannya.
“Hyung,” panggil Ryeowook begitu tersadar dari rasa terkejutnya. “Kau kenapa?”
“Oh?” sahut Yesung. Ia menatap wajah Ryeowook yang khawatir. “Gwaenchana. Aku hanya mimisan.”
“Benar tidak apa-apa?” tanya Ryeowook meyakinkan. Yesung tertawa pelan.
“Gwaenchana, sejak kapan kau jadi cerewet begini sih, Wook?” tanya Yesung sambil berjalan pergi.
“Hyung!” panggil Ryeowook lagi. Yesung menoleh dengan cepat.
“Hnn?” sahutnya.
“Kau mau kemana?” tanya Ryeowook bingung. Yesung tertawa heran.
“Tentu saja ke kamar mandi,” sahutnya. “Bagaimana sih kau ini?”
Ryeowook terdiam sejenak, ia meminggirkan tubuhnya dan menunjuk ke arah yang berlawanan dari arah yang dituju oleh Yesung. “Tapi…”
“Kenapa?”
“Tapi kamar mandi di sebelah sana dan kau menuju dapur,” kata Ryeowook terheran-heran. Yesung terdiam, lalu tertawa.
“Tentu saja aku tahu, bodoh,” kekehnya. “Aku baru akan ke sana setelah aku mengambil minum.”
Ryeowook menatap punggung Yesung ketika ia berlalu menuju kamar mandi. Ia menatap hyung-nya itu dengan keheranan.
“Apa yang terjadi padanya?” bisik Ryeowook. “Tidak biasanya dia linglung seperti itu.”
Ia menghela nafas. “Sudahlah. Lebih baik sekarang aku memikirkan cara untuk menjahili orang lagi,” kekehnya sambil lalu.
Yesung menutup pintu kamar mandi, dan menghela nafas. “Apa yang terjadi padaku?” bisiknya putus asa.

TBC alias to be continued
komen di wall grup ya

Dipublikasi di Chapter | 1 Komentar

FanFic suju – 사랑이 죽는 병 (love disease)

happy reading..

enjoy~ ^^

———————————————

Title : 사랑이 죽는 병 (love disease)
Author : SilveRyeo-junseob a.k.a Ahn Neulryoseohojinxiah casshawolelfiphotteauty (fb)
Genre : romance
Rating : G
Length : oneshot
Main Casts : Lee sungmin, Choi Eunra, Kim Ryeowook.

——————————————–

Author’s POV

tersebutlah disebuah taman yang tak terlalu ramai di Kota Seoul, seorang yeoja cantik yang mengenakan atasan berwarna putih dan rok berwarna abu-abu tua bertingkat, sedang berdiri berhadapan dengan seorang namja.sepertinya itu adalah namjachingu dari yeoja tersebut.namja itu mengenakan kaos berwarna soft blue dan dilapisi dengan jas hitam. readers, jika kita zoom out.. kita akan mengetahui apa gerangan yang terjadi dengan dua orang tersebut. *hehe*

EunRa’s POV

“waeyo??” namja itu nengguncang bahuku.aku tak bisa menatap kedua mata yang meneduhkan itu.terlalu sakit untuk mengingat hal ini.

“ani, oppa..” kataku lirih. hampir tak terdengar.

“mwo? apa karena kuliahmu di tokyo itu? atau…” perkataan namja itu terpotong.

“atau kenapa, oppa?” tanyaku.

“atau.. ada namja lain yang kau cintai?” tanyanya. yang sontak membuat perasaanku ini seperti tertusuk.

“andwae~!! saranghaeyo, oppa.. aku tak mencintai pria lain” sangkalku cepat.

“ne, aku percaya.. lalu, kenapa kau memutuskan hubungan kita ini, EunRa-ssi??” tanyanya dengan nada yang mulai naik.

“oppa, please.. kalau kau mencintaiku, relakanlah aku pergi. hanya untuk 4 tahun ini. setelah aku menyelesaikan kuliahku, aku akan kembali ke seoul lagi.” jelasku. menepis tangan namja yang daritadi memegangi bahuku. namja yang sudah 3 tahun ini aku cintai dan aku menjalin hubungan rahasia dengannya. karena dia adalah seorang artis yang sedang naik daun bersama grupnya.dan kami sepakat untuk menyembunyikan hal ini dari publik.dan saat ini hubungan kami retak sudah.semuanya karena aku. karena aku menjalankan wasiat almarhumah amma ku. untuk menjalankan studi di tokyo university.impianku sekarang sudah didepan mata.namun aku terpaksa memutuskan hubunganku ini dengannya..

“kita kan bisa berhubungan jarak jauh??” tanyanya lagi.

“oppa, mianhaeyo. please, leave me.. anggap saja kita ini tak pernah bertemu. anggap jika kita ini orang asing.” kataku miris.tak terasa air mataku yang sedari tadi aku tahan, mengalir dengan perlahan.

namja tersebut menyeka air mataku menggunakan tangannya.lalu aku memegang tangan yang hangat itu. sakit sekali rasanya meninggalkan kenangan-kenangan bersama orang yang aku cintai 3 tahun ini.namja yang tampan dan berbakat dalam hal bermain piano dan bernyanyi ini.

——————————————–

-EunRa’s Flashback-

3 years ago..

Author’s POV

“saat ini kita akan mendengarkan sebuah persembahan dari perwakilan kelas 2. mari kita sambut, sungmin-ssi~” teriak MC di atas panggung.hari ini, SMA EunRa dan sungmin mengadakan sebuah festival musik. dan sungmin mewakili kelasnya *atau mungkin angkatannya* untuk memainkan sebuah lagu.

tak lama kemudian, sungmin yang sudah siap, berjalan memasuki panggung yang terletak di lapangan basket SMA 1 seoul ini *mianhae author kaga tau nama SMA-SMA disana. hehe*.pengunjung yang datang dan penasaran, mulai mengerumuni dikeliling panggung setinggi satu meter ini.

Sungmin’s POV

“annyeong haseyo, chingudeul dan hyung-nuna sekalian.. sungmin imnida..” kataku memperkenalkan diri.

“annyeong..” balas mereka.

“kali ini, aku akan memainkan sebuah lagu dari Tim – sarnghamnida.. please enjoy..” kataku dengan tersenyum. kemudian aku berjalan menuju grand piano yang sudah tersedia di panggung tersebut.seluruh pengunjung diam mendengarkan aku memulai menekan tuts tuts piano ini.

EunRa’s POV

“ya~! siapa itu, yang sedang tampil di panggung?” tanya temanku, SooRa.aku dan dirinya sekarang sedang duduk di pinggir lapangan, karena malas ikut berkerumun di tengah lapangan.

“molla.. kau lihat saja sendiri” kataku.

“aish.. ikutlah, please.. bukankah kau juga suka lagu ini?” tanyanya lagi.

“ne,, ne,, arasseo..” kataku menyerah. dan berjalan di belakang Soora.sebenarnya aku tahu persis siapa yang memainkan piano itu.

namja itu bernama sungmin oppa.aku sering mendengarkan permainan piano nya saat berada di ruang seni musik.

******************************************************flashback seminggu yang lalu..

@ruang seni musik

aku sedang berlatih bermain gitar sendiri di ruangan ini. ini hobiku di waktu senggang pulang sekolah.lalu seseorang mengetuk pintu.karena ruangan ini harus kedap suara dari luar, *kalo ga gitu ntar anak yang latihan band rock bisa2 kedengeran dari luar*, orang itu memencet bel yang berada di samping kanan pintu.

“nugu?” tanyaku sambil meletakkan gitar kembali ke tempatnya. lalu berjalan ke depan, melihat siapa yang berdiri di depan ruang seni musik ini.

“mianhaeyo, apa kau sedang memakai ruangan ini?” tanya seorang namja yang berdiri di depanku.

“aniya, aku hanya memakainya sebentar. kalau oppa mau pakai ya pakai saja. aku akan pergi” kataku.

“ehm, sungmin imnida dari kelas 2ipa1. namamu siapa?” tanya oppa sungmin padaku.

“EunRa imnida. baru kelas 1” jawabku.

“boleh aku masuk?” tanyanya sopan.

“tentu” kataku mempersilahkan. aku juga ikut masuk karena tas dan gitarku masih ada didalam.

“eh ya, kau barusan main gitar ya? aku kesini mau main piano.” kata oppa sungmin berbasa-basi.

“ne, oppa.” jawabku.

“emm, kalau ga keberatan, aku mau mainin dua lagu. kau mau menungguku sampai selesai? aku ingin tahu komentar dari latihanku kali ini” katanya lagi.

“baiklah, aku lagi tak ada tugas, jadi boleh pulang agak sore” kataku sambil duduk di lantai karpet dan mulai mendengarkan permainan piano sungmin oppa.

beberapa hari kemudian..

“EunRa, kenapa kau kemarin tak datang kesini?” tany sungmin oppa padaku. saat latihan di ruang seni musik.

“aku lagi malas latihan saja. jadi kemarin aku langsung pulang” kataku.

“huft.. setelah kau tak datang kemarin aku jadi menyadari sesuatu, EunRa.” kata Sungmin oppa dengan suara agak dikecilkan.

“apa itu, oppa?” tanyaku penasaran.

“hh.. ternyata aku jatuh cinta padamu. saranghaeyo, EunRa.. maukah kamu jadi yeojachingu-ku? dan tetap datang ke ruang seni musik setiap hari, untuk menemaniku latihan?” tanya sungmin oppa.sontak aku menghentikan permainan gitarku. kaget.

“haruskah aku menjawabnya sekarang?” tanyaku pada sungmin oppa.

“aniyo.. aku tunggu jawbanmu sampai aku selesai tampil 3 hari yang akan datang.”

Sungmin’s POV

“~~Nabbayo cham geudaeraneun saramHeorakdo eopsi wae naemam gajyeoyoGeu dae ddaemune nan himgyeoge salgoman itneun deGeu daen moreujanayo

Alayo naneun aniran geolNungiljulmankeum bojalgeot eobdangeolDaman gaggeumssik geujeo geumisoYeogi naegedo nanwojul sun eobnayoBirok sarangeun anirado

Eonjenga hanbeonjjeumeun dolahbwajugetjyoHaneopsi dwieseo gidarimyeonOneuldo chama motan gaseumsok hanmadiGeudae saranghamnida

Eojedo chaeksange eopdeuryeoGeudael geurida jamdeuleotnabwayoNuneul ddeoboni nunmule noga heuteojyeoitdeonSirin geudaeireum gwa heotdoen baraembbunin nakseoman

Eonjenga hanbeonjjeumeun dolahbwajugetjyoHaneopsi dwieseo gidarimyeonOneuldo chama motan gaseumsok hanmadiGeudae saranghamnida

Ijen neomunado naege iksukanGeudae dwitmoseubeul barabomyeoHeureuneun nunmulcheoreom sorieopneun geumalGeudae saranghamnida~~~

-Flashback seminggu yang lalu end-

EunRa’s POV

dan disinilah sekarang aku sedang berdesak-desakan dengan penonton lain.terseret kesana kemari~~..

setelah oppa sungmin menyelesaikan tuts terakhitnya, seluruh pengunjung bertepuk tangan karena permainan piano sungmin oppa yang sangat indah.aku tak bosan mendengarkan lagu saranghamnida ini. karena beberapa hari terakhir ini sungmin bisa oppa membuatku sangat menyukai lagu ini. apalagi mendengar permainan pianonya.

setelah perform dari sungmin oppa selesai, dilanjutkan dengan acara dance battle..dengan sekuat tenaga, akhirnya aku bisa keluar dari kerumunan ini. dan entahlah, jangan tanya Soora dimana. aku juga tak tahu.

“ya, gimana permainan pianoku tadi?” tanya sungmin oppa menepuk pundakku dari arah belakang.

aku menoleh ke belakang. “not bad lah.. lihatlah, fans fans mu ini mulai berdatangan” kataku santai.

“ahahaha.. gamsamnida.. apa kau juga salah satu dari fans fans ku?” tanyanya dengan tawa yang khas.

“andwae.. hahaha.. kau kan sudah sukses tampil tadi.. bagaimana jika kau traktir aku makan ramen?” tanyaku bercanda.

“hahaha.. em,, baiklah, kebetulan aku juga lapar. ayo!” ajaknya.

“jinjja? aku tadi hanya bercanda loh” kataku.

“sudah, ayo ikut. sebelum aku berubah pikiran.” katanya lagi.

“jeongmalleyo?” tanyaku memastikan lagi.

“yorobun.. ada yang ma…”aku membekap mulit sungmin oppa. menyuruhnya diam.

“ne, baiklah. ayoo~!” kataku sambil menarik tangannya menuju kantin sekolah..

“hhahaha”

————————————————-

@kantin sekolah

“onnie, nasi ramen dua yah..” pesanku.

“oya, tambah lemon tea dua, noona” timpal sungmin oppa.

“tumben nih, oppa beneran mau nraktir aku? hehehe.. gomawo, oppa” kataku tulus.

“ah, aniya.. ini cukup sekali seumur hidup yah.. haha.. bercanda bercanda.. cheonmaneyo, Eunra..” jawabnya sambil menerima dua mangkuk nasi ramen yang masih panas.

“hahaha..”

limabelas menit kemudian, dua mangkuk ramen yang tadinya penuh, sekarang sudah berupa mangkuk kosong..

“jeongmal gomawo untuk traktirannya, oppa” kataku berterimakasih lagi.

“hmm.. ne.. ne.. eh, ya. gimana tadi permainan pianoku? masa tadi jawabanmu not bad? memang latihan biasanya bad ya?” tanyanya memasang tampang sedih.

“aniya.. perform kali ini bagus kook~!” kataku menegaskan.

kemudian untuk lima menit selanjutnya hening~~~

“EunRa..” panggil oppa sungmin.

“ne, oppa?” jawabku.

“ani.. gomawo sudah mau menemaniku latihan untuk beberapa hari yang lalu” katanya.

“ne, oppa.. sama-sama.. kan aku juga sedang ada waktu luang. jadi aku sempat berlatih gitar dan menemanimu juga” kataku jujur.

“mm.. bagaimana jawabanmu?” tanya sungmin oppa.

“baik, oppa.. aku bersedia” kataku sambil tersenyum.perlahan senyum di bibir sungmin oppa mengembang.

“jinjja? gamsamnida, EunRa..” katanya.

-EunRa’s Flashback, end-

*******************************************************

aurhor’s POV

“baiklah kalau kau maunya gitu. aku mengerti” kata sungmin terdengar bijak.

“gomawo, oppa. aku tak menyesal pernah mencintaimu” jawab EunRa tulus.

“ne, nae sarang.. selamat tinggal” kata sungmin. yang diakhiri dengan pelukan mereka berdua untuk yang terakhir kalinya sebelum EunRa berangkat ke tokyo.

———————————————————

tak terasa 4 tahun pun berlalu..

Sungmin’s POV

“Ryeong, antarkan aku ke toko buku dong, aku butuh kamus bahasa indonesia lagi.” pintaku pada Ryeowook yang sedang asik membaca komik milik donghae.

“baiklah, sebentar ya, hyung. aku siapkan mobilnya dulu” kata Ryeowook menyetujui.

lalu kami berdua berangkat menuju toko buku yang letaknya di sebuah mall di tengah kota seoul.

“hyung, ini bagus kayaknya..” kata Ryeowook sibuk membantu memilih buku.

“aku lihat dulu, sebentar” kataku menerima kamus tersebut.

“permisi, oppa.. bolehkah bisakah kau ambilkan aku kamus itu?” tanya seorang yeoja di sebelahku sambil menunjuk sebuah kamus bahasa indonesia yang berada diatas. sama dengan yang kubawa.

“baiklah, ini.. kau bawa saja milikku” kataku menyerahkan kamus yang kubawa.

“gomawo, oppa..” katanya.

aku menoleh kearah yeoja itu. sepertinya aku mengenal suara itu.

“apa kau choi EunRa?” tanyaku pada yeoja yang memakai baju atasan putih yang dipadukan dengan jaket tanpa lengan berwarna abu-abu muda dan bawahan celana jeans.

“ne.. kau, sungmin oppa?? kau sedang apa disini?” tanyanya sama kagetnya denganku.

“a.. aku sedang mencari kamus bahasa indonesia.. bersama Ryeowook.. kau?” tanyaku canggung. masih tak percaya dengan apa yang terjadi di depanku sekarang ini.

“aku,, sama denganmu oppa. kau apa kabar?” tanyanya.

“baik. kau?” balasku bertanya.

“yah, seperti yang kau lihat.. oppa, mianhae.. aku duluan ya, aku sudah ditunggu namjachingu-ku di kasir. semoga kita bisa bertemu lagi lain waktu. oppa ryeowook, aku duluan.” pamitnya..

“ne..” jawabku dan ryeowook hampir bersamaan.

“hyung, sapa dia?” tanya ryeowook.

“dia, EunRa. mantan yeojachingu ku” jawabku singkat.

“tapi kenapa kalian putus?” tanyanya lagi.

“entahlah, tapi aku bahagia melihatnya bahagia. walaupun kita sekarang menjadi orang asing, seperti perasaan pertama kami berdua bertemu dulu. tapi aku masih tak bisa mendapatkan yang lebih baik darinya.”

“ah, mianhaeyo, aku membuatmu mengingat masalalu mu, hyung..” kata Ryeowook meminta maaf.

“aniyo.. gwenchana.. EunRa, jadilah bahagia, dengannya.. walaupun rasa sakit itu terlalu banyak untukku” kataku sambil tersenyum melihat EunRa meninggalkan toko buku.

—–fin—–
gomawo..
jangan lupa RCL nya aku tunggu..^^

Dipublikasi di Oneshoot | Meninggalkan komentar

MEMORY YANG HILANG part III

Pairing:Kangteuk,Yeewok,Sibum,Kyumin,Hanchul,Eunhae,Yunjae,Yoosu Shindong&Changmin

Genre:Mystery

D O R M DBSK

Dorm DBSK ini memang lebih disiplin dan rajin dibandingkan dorm SuJu,Liat aja jam 9.00 pagi aja mereka udah pada bangun padahal mereka juga dikasih waktu istirahat dan dibanguninpun ga susah-susah amat ya…….walaupun ada satu orang yang rada malas.

Sinar matahari sedikit masuk ke dalam kamar tidur DBSK dan sinar itu pas mengenai tempat tidurnya Yunho paspula di wajahnya.
“eeehhhm….silau”ucap Yunho.”jam brapa sekarang ini”iapun duduk dan melihat jam di hpnya.”wah aku bangun siang banget udah jam 9”dan iapun bersiap pergi ke wc untuk mandi dan menyiapkan makan untuk member yang lain………………………………
………………………………………..Beberapa menit kemudian Yunho selesai mandi dan pergi ke dapur untuk memilih menu makan hari ini.”ha…….masak apa ya?oya!!!karna hari ini bisa dibilang hari libur masal itu aja”ucapnya mulailah dia masak.

Keadaan Di Kamar
“pergi kamu pergi kamu siapa kamu kenapa kamu mau bunuh aku apa salahku HAAAAA……PERGIIIIII….~~~~”Yunho yang tadinya lagi masak nasi segera berlari ke arah kamar karna mendengar seseorang berteriak,sesampainya dikamar.
“Jaejong hyung bangun Jaejong hyung Jaejong hyung bangun sadarlah kumohon”ucap Yunho panik karna Jaejong yang ngigau dan ga sadar-sadar.
“HAAAA….PERGI PERGI TOLONG TOLONG”ngigau Jaejong lagi
“Jaejong hyung sadarlah kumohon JAEJONG HYUNG”ucap Yunho sambil memukul-mukul pipi Jaejong
“ha…ha…..ha”sesak nafas Jaejong dan sadarlah dia dalam keadaan duduk di samping Yunho.
“hyung tak apa”Tanya Yunho
Jaejongpun melirik Yunho dan memeluknya sambik terisak”ja…ja…jangan pergi ku mo..mohon”
“hyung ini ngomong apa,tentu aja aku ga akan pergi,ada apa”cemas Yunho karna ga biasanya Jaejong ngigau,Karna kalo di DBSK yang ngigau biasanya Changmin dan ga separah ini.
“tat ta di aku mimpi kita lagi di sebuah hutan terus ada seseorang yang ga jelas mukanya setelah itu kamu pergi ninggalin aku.Aku takut”jelas Jaejong walaupun ga jelas-jelas amat tapi intinya dia mempererat pelukannya.
“sudahlah itukan Cuma mimpi ga usah dipikirin ya”tenang Yunho
“……………….”Jaejongpun hanya diam
“sekarang lebih baik bersihkan diri dulu ya bau tuh badannya”ajak Yunho
“kamu udah”
“udah dong”
“tapi takut”
“trus….jadi ga mandi nih”
“ga tau”
“hmmm…masa yang punya predikat di DBSK ga suka kotor ga mau mandi”ejek Yunho
“iya iya aku mandi kamu ngapain”
“lagi masak”
“yang enak ya”
“tenang aja”ucap Yunho dan merekapun melepas pelukannya.Yunhopun mengantar Jaejong ke kamar mandi dan melanjutkan acara memasaknya.
Setelah Jaejong selesai mandi iapun kedapur.”hmmmm…ada yang bisa kubantu”tawar Jaejong.
“ada hyung bisa Bantu bangunkan yang lain”ucap Yunho
“ya…baiklah”
“trimakasih hyung”
“hmmm..” balas Jaejong dan setibanya di kamar ia pun membangunkan Changmin terlebih dahulu.
“Changmin bangun udah siang Changmin”ucap Jaejong sambil menggoyang-goyangkan badan Changmin.
“hwuaaa…”nguap Changmin
“bangun sudah”
“iya hyung”dan bangunlah Changmin setelah itu Jaejongpun ke tempat tidur Junsu.
“Junsu bangun laper ga”Tanya Jaejong
“HWUAAA…..”nguap Junsu
“buset dah ni anak gede amat nguapnya”
“maaf hyung ngantuk”
“ya udah bangun sana”
“iya hyung”dan bangunlah Junsu dan yang terakhir Jaejongpun membangunkan Yoochun.
“Yooooooooochuuuuuuuunnnnnn banguuuuuunnn”ucap Jaejong tapi yang dibangunin ga bangun-bangun.
“hah kenapa setiap membangunkan anak ini ga pernah bisa pake yang lembut-lembut kenapa harus yang kasar-kasar”Tanya Jaejong pada Junsu
“udah dari sononya kayak gitu hyung”jawabnya
“hah!!!YOOOOOOOOCCCHUUUUUUUUNNNNN BANGUN UDAH SIAAAAAAAANG”treak Jaejong pas di kuping Yoochun,Tapi yang dibangunin Cuma balik badan.
“yah hyung percuma hyung treak,bagi Yoochun treakan hyung itu kayak hyung nyanyi ya…merdu-merdu aja”ucap Junsu
“yah Jun mau gimana lagi udah dari sononya kayak gini”
“yah hyung gimana sih suruh si Changmin aja napa tu anak suaranyakan biar merdu tapi kalo udah treak pengeng jugakan dengarnya apalagi pas didepan kuping”
“ho iya ya ada yang bisa digunain kenapa ga digunain”ucap Jaejong dan yang lagi diomongin malah tidur sambil duduk.
“hey Changmin bantu aku dong”ucap Jaejong
“he! he! apa hyung Bantuin apa”Tanya Changmin lelalelo.
“hah!!!treak di depan kupingnya Yoochun sana”
“tapi hyung ntar kupingnya Yoochun hyung bermasalah”
“iya iya ntu anak sering di treakin jadi rada-rada budek juga.Ya udah rada jauh ajalah”
“oke deh..BANGUUUUUUUUUUUUUUUUNNNNNNNNNNNNNNNNN……~~~~”
Treak Changmin dan bagusnya si Yoochun bangun tapi buruknya Changmin lupa kalo baru bangun tidur suaranya akan makin cempreng dan sekarang dia sedang treak dengan suara cemprengnya itu gimana engga Jaejong dan Junsu segera menutup kupingnya tapi tetep aja kedengaran jarangkan mereka Yunho yang ada di dapur aja dengar.
“eh buset dah siChangmin treak-treak”ucap Yunho yang ada di dapur.
“haduuu…h Changmin kalo treak atur volumenya dong pengeng tau”ucap Jaejong
“iya nih tau suara tinggi tapi jangan tinggi-tinggi dong pengeng tau”tambah Junsu
“heheehhe maaf hyung aku lupa”cengir Changmin
“ha eh ha eh..hwuaaaa…brisik amat sih”ucap Yoochun yang akhirnya rada bangun.
“nah bagus kau Junsu Changmin angkut Yoochun ke tempat makan jangan sampe dia tidur lagi”
“siap hyung”ucap mereka berdua berbarengan dan diangkutlah Yoochun dengan tangan dipegang oleh Changmin sedangkan kaki dipegang oleh Junsu.

Setibanya di ruang makan.
“wah wah enak nih”ucap Jaejong
“Jaejong hyung taro mana nih”Tanya Changmin
“dudukin di kursinya aja”jawab Jaejong dan diduduki lah si Yoochun tapi anak tu malah merem di meja makan.
“nah silahkan makan”ucap Yunho yang datang dari dapur membawa sup.
“loh ni orang kok masih merem”Tanya Yunho
“hah!!!kayak ga tau aja”balas Jaejong.
“ya udah kalo gitu Junsu kamu suapin dia ya sampe bangun.nah setelah makan Junsu,Yoochun dan Changmin segera mandi dan ga pake entar-entaran”
“iya hyung”balas mereka bertiga.
“hah!!!kamu ini”ucap Jaejong.Dan makanlah mereka layaknya keluarga yang harmonis.

Selesai makan Junsu,Yoochun dan Changmin segera mandi dan karna kamar mandi hanya ada dua maka salah satu dari mereka harus menunggu.
“ya udah aku mandi duluan”kata Junsu dan akhirnya tinggal Yoochun dan Changmin.
“hyung mandi duluan aja”kata Changmin
“ha! ga usah kamu duluan aja”kata Yoochun.
“kenapa?”
“aku mau tidur dulu”
“Ga ada acara tidur-tiduran Yoochun”bisik Yunho di telinga Yoochun
“eh hyung apa kabar?”gagap Yoochun
“hehe baik kok”
“hehehe”
“ngapain?”
“nungguin Changmin mandi”
“ga ada!!!kamu duluan”
“tapi hyung”
“ga ada tapi-tapian ok!!!”
“iya iya”ucap Yoochun yang langsung masuk ke kamar mandi
“memangnya kenapa hyung?Tanya Changmin.
“kalau kau yang mandi duluan anak itu pasti tidur dan susah dibangunkan lebih baik jangan mau disuruh-suruh olehnya kalau masalah seperti ini”jawab Yunho
“hooooo..”
“ya udah kalau gitu dan kalo ada yang udah selesai mandi kamu langsung mandi ya dan YOOCHUN JANGAN TIDUR DI KAMR MANDI!!!”ucap Yunho dan pergilah Yunho.Beberapa menit kemudian Keluarlah Junsu dan masuklah Changmin.Setelah semuanya selesai mandi merekapun berkumpul di ruang tengah.
“Yunho hyung hari ini kita ga kemana-mana”Tanya Yoochun
“ga tau sih tapi meneger telfon dia bilang mau datang malam ini sekitar jam 19.00 dan katanya ada hal yang mau dibicarakan”jawab Yunho
“kita ga dipisahkan lagikan hyung”ucap Changmin yang langsung memeluk Junsu dan Yoochun
“ya…..ga tau juga tapi masa kayak gitu kitakan baru aja comeback berlima”ucap Yunho
“tunggu ajalah nanti”ucap Jaejong

Pukul 19.03

‘TENGNONGTENGNONG’bel dormpun berbunyi
“Changmin tolong bukakan pintu ya”pinta Jaejong
“iya hyung”ucap Changmin dan dibukalah pintu dorm
“aneyong Changmin”
“aneyong meneger silahkan masuk”balas Changmin dan masuklah mereka.
“aneyong meneger”sapa mereka berempat
“aneyong semua”balas sang meneger dan duduklah mereka di ruang tengah.
“kalau boleh Tanya ada apa ya meneger “Tanya Yunho
“jadi begini kalian tau junior kalian yang bernama Super Junior?”……………………..
……………………………………………………………………………………………

Di Dorm SuJu

“jadi begini kalian tau senior kalian yang bernama DBSK?”Tanya sang meneger
“tau”jawab mereka bertigabelas
“jadi begini karna masalah kalian itu berakhir sama-sama dan comeback bersama kita sudah sepakat memberi kalian waktu liburan bersama”

Di Dorm DBSK
“jadi begini kalian tau junior kalian yang bernama Super Junior?”
“tau”jawab mereka berlima
“jadi begini karna masalah kalian itu sama,berakhir sama dan comeback bersama kita sudah sepakat memberi kalian waktu liburan bersama”

Di Tempat Keduanya

“BENARKAH”Tanya mereka bersamaan
“tentu saja”jawab meneger masing-masing
“KEMANA??”
“itu masih rahasia tapi lebih baik kalian siap-siap sekarang”
“MEMANGNYA BERANGKATNYA SEKARANG”
“ke tempat tujuannya ga sekarang tapi kita perlu bertemu ya sudah cepat kalian siap-siap ga pake lama ya”
“SIAP LAKSANAKAN”

Di Dorm DBSK

“hah!!!senangnya bisa bersama junior kita lagi aku kangeeeeeeennn banget”ucap Junsu
“iya apalagi tingkah mereka itu terakhir kita bertemu dan lengkap itu waktu pembuatan MV Show Me Your Love dan EHB”tambah Yoochun
“iya jadi tak sabar bertemu mereka”ucap Jaejong
“iya dan ini juga berkat CASSIOPEIA yang membuat kita bersatu kembali”ucap Changmin.
“ANAK-ANAK AYO CEPAT”ucap meneger
“iya sebentar lagi”ucap Yunho dan beberapa menit kemudian semuanya berkumpul di ruang tengah dengan barangnya masing-masing.
“nah sudah siap semua”Tanya sang meneger
“sudah”jawab mereka kompak.
“masuk mobil semua”ucap meneger dan masuklah mereka.
Sebelum jaejong masuk ke mobil iapun berdoa terlebih dahulu‘aku berdoa semoga tidak ada apa-apa disana nanti’doa Jaejong dalam hati dan berangkatlah grup DBSK.

Di Dorm Suju

Kamar Eunhae.

“YEEEEEEEEEEEE…………….SENANGNYA BISA SAMA MEREKA LAGI”treak Eunhyuk dari kamarnya dan walaupun di kamarnya tapi kamar lain tetap mendengarnya.
“hiya iya iya aku tau hyung senang tapi ga usah treak hyuung”ucap Donghae
“he he he maaf habisnya aku seneng banget beberepa tahun yang lalu bikin MV bareng-bareng dan jumlah kita di tiap grup lengkap dan sekarang kita liburan bersama waaa…..senangnya”ucap Eunhyuk sedangkan Donghae hanya melihat couplenya itu dengan senyum yang bahagia juga

Kamar Kyumin.

“hah!!!takdir itu memang ga ada yang tau ya”ucap Kyuhyun dikamarnya
“kau benar kemaren kita mengalami masalah seperti Hankyung hyung keluar,Kibum yang selalu sibuk dengan dramanya dan Kangin yang kena wamil”ucap Sungmin
“tapi sekarang berkat ELF Hankyung hyung bisa kembali,Kibum hyung bisa lepas dari jeratan dramanya dan berkat ELF juga Kangin hyung hanya wamil selama 1 tahun kurang begitu juga dengan kita nantinya dan untung aja Leetuk hyung dan Heechul Hyung ditunda wamilnya”ucap Kyuhyun
“dan sekarang kita malah dikasih liburan bareng DBSK,senangnya”tambah Sungmin.

Ruang Tengah.

“ANAK-ANAK AYO CEPAT INGAT WAKTU NTAR KEBURU MALAM BANGET”treak meneger.
“SEBENTAR LAGI SELESAI”treak Heechul dan beberepa menit kemudian berkumpulah mereka di ruang tengah.
“nah sudah semua”Tanya meneger
“SUDAAAAAAAAHHHHH”jawab mereka bertigabelas
“masuk mobil semua”ucap meneger dan masuklah mereka.
Tapi sebelum masuk Leetuk berdoal‘aku berdoa semoga kita semua selamat sampai tujuan’doa Leetuk dalam hati dan berangkatlah grup Super Junior.

**********************************TBC**********************************

Dipublikasi di Chapter, YAOI | Tag , , , , , , , , | 3 Komentar